Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
126: Zhu San Vs Ren Jian


__ADS_3

“Yan Gege bertahanlah! … Yu’er tolong bantu aku menahan tubuh Yan Gege!” Bian Chi terlihat sedikit panik saat melihat Ju Yan mulai memejamkan matanya.


Qin Yu segera membantu Bian Chi dengan menahan punggung Ju Yan agar tetap dalam posisi duduk bermeditasi. Bian Chi pun segera duduk bermeditasi di depan Ju Yan.


Beberapa saat kemudian, Bian Chi terlihat menjulurkan kedua telapak tangannya yang terbuka tepat di dada Ju Yan. Hawa Udara dingin segera mengalir dari telapak tangan Bian Chi dan membuat Ju Yan tersentak.


Ju Yan pun membuka matanya, berusaha untuk mempertahankan kesadaran yang mulai menipis. Ia bisa merasakan aliran tenaga berhawa dingin itu, mulai membekukan darahnya. Sesaat kemudian, tubuhnya pun mulai menggigil hebat.


Tak sampai lima menit, Ju Yan pun segera memuntahkan darah berwarna hitam dalam jumlah yang cukup banyak.


Bian Chi masih terus mengalirkan tenaga dalamnya untuk mendorong racun hitam itu keluar dari tubuh Kakak Seperguruannya.


Tepat saat seluruh racun berhasil dikeluarkan, Ju Yan pun kehilangan kesadarannya, tubuhnya bisa saja jatuh jika saja Qin Yu tidak menahannya dari belakang.


“Bagaimana kondisi Yan Gege? Apakah semua racunnya telah berhasil dikeluarkan?” Qin Yu bertanya seraya menurunkan kepala Ju Yan yang menghimpit dadanya, agar bersandar di lengan kirinya.


Bian Chi merasakan kekhawatiran dalam suara Qin Yu. Entah kenapa hatinya menjadi tak menentu, saat melihat Kakak seperguruannya berada begitu dekat dengan tubuh Qin Yu.


“Semua racunnya telah keluar, namun beberapa organ dalamnya mengalami sedikit kerusakan. Sebaiknya kita membawa Yan Gege Kembali ke kediamanmu.”


Ada rasa lega di dalam hati Qin Yu saat mengetahui racun di Tubuh Ju Yan telah keluar semua. Ia pun menganggukkan kepalanya. Saat itulah Ayah dan Ibunya datang mendekat.


“Bagaimana Kondisi Yan’er?” Song Ruo bertanya dengan suara yang terdengar cemas.


Setelah Bian Chi memberi penjelasan, Song Ruo pun segera memanggil beberapa prajurit untuk mengambil kereta kuda yang mereka gunakan tadi siang.


“Chi’er, Yi’er sebaiknya kalian kembali ke rumah untuk menjaga Yan’er.” Song Ruo berkata demikian karena merasa bersalah dengan melibatkan Ju Yan yang membuatnya harus mengalami luka parah.


“Paman Ruo … Aku harus berada di dekat Guru, aku juga mengkhawatirkannya.” Song Ruo tersenyum dan setelah diam sejenak setelah mendengar ucapan Bian Chi. Ia pun lalu memerintahkan In Xeuxu, untuk menemani puteri mereka merawat Ju Yan.

__ADS_1


“Yu’er … Aku mohon bantuanmu sekali lagi untuk menjaga Yan Gege. Aku harus melihat Guru.”


“Pergilah Chi Jie Jie, biar kami yang merawat Yan Gege.”


Setelah mendapat jawaban dari Qin Yu, Bian Chi pun segera melesat ke udara dan segera berada di atas tembok pagar dan menjejakkan kakinya di sana.


Saat itulah Ia merasakan hawa panas dan dingin yang sangat besar memancar dari Tubuh Zhu San yang berada lima belas meter darinya.


Bian Chi pun mengalihkan perhatiannya ke arah dimana Gurunya berada. Dan Ia sedikit heran melihat gurunya sedang memarahi Hong Qi.


Cahaya obor yang dibawa oleh puluhan prajurit penjaga kota, membuat suasana di depan tembok pagar itu menjadi terang. Bian Chi pun bisa melihat raut wajah kakek yang berada di depan gurunya.


Perhatian Bian Chi teralihkan saat mendengar suara di udara yang terdengar seperti raungan seekor binatang. Mata Bian Chi pun melotot setelah melihat apa yang ada di depannya.


Dua Ekor ular naga berwarna Merah dan Biru, terlihat meliuk-liuk keluar dari ke dua tangan Zhu San hingga sepanjang puluhan meter.


Hal itu juga membuat Lin Mi dan Hong Qi yang telah bersiap untuk bertarung, berhenti karena terkejut dengan apa yang mereka saksikan.


Sesaat Kemudian, Kedua kepala ular naga itu berhenti dan matanya yang merah, menatap ke arah dirinya dengan tatapan membunuh.


Ren Jian pun segera meraih Tongkat di punggungnya. Ia tidak ingin gegabah melihat jurus yang Zhu San persiapkan.


Setelah mengalirkan seluruh tenaga dalam yang Ia miliki, Ren Jian pun segera memutar tomgkatnya di atas kepala dengan satu tangan saja.


Perlahan namun pasti, putaran tongkat itu semakin cepat dan cepat lagi, hingga akhirnya batang tongkat itu tidak terlihat lagi.


“Tapak Naga Yinyang!” Zhu San berteriak keras dan menggerakan kedua tangannya.


“Tongkat Darah Memutar Langit!” Ren Jian Pun segera berteriak dan mengarahkan putaran tongkat sepanjang satu meter itu, ke arah dua kepala Ular naga yang memancarkan hawa panas dan dingin yang sangat kuat.

__ADS_1


Sedetik kemudian dari putaran Tongkat Darah itu, melesat cahaya merah darah yang bergulung- gulung menghadang laju kepala dua ekor ular naga dari energi tenaga dalam milik Zhu San.


Di Luar dugaan semua orang, ular naga itu, tiba-tiba meliukkan tubuhnya dan bergerak ke dua arah yang berbeda. Ren Jian yang terkesiap, kembali menembakkan cahaya merah darah dari sebanyak dua kali ke arah kepala ular naga yang semakin dekat dengan dirinya.


“Gawat!” Hong Qi segera melesat untuk membantu Ren Jian sambil meraih Kapak besar berwarna hitam di punggungnya.


Nenek Lin Mi yang masih takjub dengan jurus yang Zhu San tunjukan, terlambat untuk menghadang Hong Qi yang kurang dari dua detik, telah berada tiga meter dari Ren Jian.


“Kapak Hitam Membelah Ombak!”


Hong Qi berteriak keras seraya mengayunkan Kapak Hitam besar miliknya.


Dari Kapaknya melesat sinar Merah kehitaman yang berbentuk seperti Kapak dengan ukuran tiga kali lebih besar dari kapak itu sendiri.


BLAAM BLAAM


Suara menggelegar segera terdengar memecah keheningan malam, saat kedua ular naga itu berbenturan dengan cahaya merah kehitaman dari Kapak Hong Qi dan cahaya merah darah dari Tongkat Darah Ren Jian.


Tanah pun berguncang keras, udara segera berfluktuasi dengan sangat hebat, membuat nyala obor yang dibawa oleh puluhan prajurit, padam seiring dengan tubuh mereka yang terlempar jatuh dari atas tembok pagar.


Tubuh Bian Chi sedikit bergetar menahan terjangan fluktuasi udara yang sangat kuat itu. Sementara Nenek Lin Mi terdorong tiga langkah ke belakang.


Sesaat kemudian mata keduanya melotot lebar saat melihat apa yang terjadi di hadapan mereka, beberapa saat setelah debu yang berterbangan menghilang.


“Sungguh jurus yang dahsyat, aku tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri. Apakah itu jurus yang berasal dari Kitab Yinyang?”


Lin Mi segera melihat ke arah Bian Chi yang terlihat juga sedang terkejutnya dengan apa yang dilihatnya.


“San Gege! … Sehebat itukah Jurus Tapak Naga Yinyang itu?” Bian Chi bertanya melalui telepatinya kepada Zhu San yang sedang tertegun melihat apa yang terjadi depannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2