Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
088: Zhu San Vs Chou Ong 2


__ADS_3

“Tombak Membelah Bumi Level Dua!”


Chou Ong berteriak keras sebelum akhirnya melesatkan serangkum Sinar Ungu yang pekat ke arah Zhu San.


“Pedang Es Yinyang Membasmi Kakek Jelek Keriput Sombong Bau Tanah!”


Dua serangan energi yang berbeda warna, segera melesat sangat cepat dari arah Chou Ong dan Zhu San berada.


Tan Kuan tersenyum ketika mendengar Zhu San meneriakkan nama jurus yang Ia gunakan untuk menghadang serangan energi dari Chou Ong.


BLAAAM !!!


Suara dentuman yang jauh lebih keras dari sebelumnya, segera terdengar saat kedua energi itu, berbenturan di udara. Hal itu menyebabkan udara disekitarnya bergetar dengan sangat hebat.


Hembusan angin yang sangat kuat segera melanda ketiga orang yang bertarung hingga mementalkan ketiganya sejauh lima meter.


Pendekar Seribu Wajah serta yang lainnya pun terkena imbas dari benturan energi besar yang belum pernah Ia lihat sepanjang hidupnya sebagai seorang pendekar.


Tubuh tua yang baru saja sembuh dari luka parah itu, terseret oleh angin dingin hingga sejauh tiga meter dan baru berhenti saat membentur tubuh Rei Ji yang masih tak sadarkan diri itu.


Mao Sheng dan Gubernur Qian Lu, tubuh keduanya terlempar dan membentur dinding rumah dan jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri.


Pepohonan yang berada sangat dekat dari ledakan hebat itu, kini tidak memiliki daun maupun dahan-dahan kecil karena telah patah dan diterbangkan cukup jauh dari pohonnya.


Ketiga orang yang tadinya bertarung dan telah terhempas dari ledakan menatap kaget ke arah dimana Zhu San dan Chou Ong tadi berada.


Kedua orang itu kini tidak terlihat lagi di tempat mereka semula. Tan Kuan terlihat sangat khawatir ketika menemukan Zhu San telah berada di tanah sedang dalam posisi jatuh berlutut.


Sementara itu tubuh Tsao Beng dan Qiao Bun menjadi bergetar hebat, saat mereka menemukan Chou Ong jatuh terduduk di tanah, bersandar di batang sebuah pohon besar dengan darah yang mengalir deras dari mulutnya.


“Beng … Apakah menurutmu kita akan tetap baik-baik saja jika tetap berada di sini?”


“Tentu saja Tidak!”


Tsao Beng segera melayang ke arah utara dengan sangat cepat setelah menjawab pertanyaan Qiao Bun.

__ADS_1


Qiao Bun pun segera menyusul Tsao Beng setelah melihat Tan Kuan melesat ke arah Zhu San.


Keduanya pendekar dari kekaisaran Wei itu, tidak cukup bodoh saat mengetahui jika Chou Ong saja terluka parah saat melawan Zhu San apalagi mereka.


“Huh … Pantas saja Bai’er tewas, Ia Salah memilih teman.”


Chou Ong yang mengharapkan bantuan kedua orang teman dari murid sekaligus keponakannya itu, mendengus kesal setelah melihat Tsao Beng dan Qiao Bun pergi.


“Tak ada jalan lain, Aku harus menelan Pil ini apapun resikonya. Hanya dengan cara ini aku bisa pergi dari tempat sialan ini.”


Chou Ong segera mengeluarkan sebuah kotak giok dari balik jubahnya dan segera mengambil pil sebesar ibu jari dari dalam kotak tersebut.


Tangannya bergetar karena hawa dingin yang sangat besar di dalam tubuhnya, saat Ia mengambil pil berwarna merah darah itu.


Pil yang bernama Pil Darah Hati Siluman itu, segera saja Ia telan. Chou Ong pun segera bermeditasi untuk menyerap khasiatnya dengan hati yang berdebar-debar.


Ia tak tidak tahu akan jadi seperti apa dirinya nanti, setelah Ia selesai menyerap khasiat Pil Darah Hati Siluman yang telah ada sejak seratus tahun lalu.


Di lain sisi, Zhu San telah kembali berdiri setelah Ia berhasil menormalkan aliran darahnya yang sempat kacau akibat beradu energi dengan Chou Ong.


“Anak muda bagaimana kondisimu, apakah terluka?”


“Aku baik-baik saja Paman Guru. Terimalah hormat dari keponakan mu yang bernama Zhu Lung ini Paman.”


Zhu San menjawab seraya kembali berlutut di hadapan Tan Kuan untuk memberinya hormat layaknya seorang anak terhadap orang tuanya.


Tan Kuan terhenyak sesaat sebelum menarik bahu Zhu San untuk kembali berdiri dan tersenyum melihat bakti Zhu San yang baru saja Ia kenal itu.


“Terimakasih Lung’er … Panggil saja Aku Paman Tan atau Paman Kuan. Apakah Kau berniat melanjutkan pertarungan lagi dengannya?”


Tan Kuan bertanya seraya melihat ke arah Chou Ong. Demikian juga dengan Zhu San.


Keduanya segera saja terkejut dengan apa yang sedang terjadi dengan Chou Ong yang kini seluruh tubuhnya telah memiliki bulu bagaikan seekor gorila.


Buka hanya itu saja, mata Chou Ong kini telah berubah menjadi merah dan pada jari kedua tangannya memiliki kuku panjang yang hitam.

__ADS_1


Hanya pada raut wajahnya saja yang tidak mengalami perubahan yang besar. Hanya sedikit pada bagian mulutnya yang sekarang sedikit lebih mancung. Sayangnya itu bukan hal yang bagus untuk dilihat pada seorang manusia.


“Paman Kuan … Apa yang terjadi dengan Kakek licik itu?”


“Entahlah Lung’er … sepertinya Ia memiliki teknik rahasia yang berbahaya. Apakah Kau juga merasakan kekuatannya semakin membesar?”


Tan Kuan menjawab pertanyaan Zhu San dengan hati yang berdebar-debar saat mendapati Aura Kekuatan Chou Ong meningkat lebih besar dan masih terus membesar.


“Pil Siluman! Lung’er Hati-hatilah! Kalian berdua cepat serang dia!”


Suara Pendekar Seribu Wajah mengejutkan Zhu San dan Tan Kuan.


Mereka berdua pun segera bersiap untuk melakukan serangan dengan menggunakan kekuatan penuh yang mereka miliki.


Tan Kuan melesat menjauhi Zhu San, Ia sangat terkejut ketika udara yang panas memancar kuat dari tubuh Zhu San.


“Kekuatan macam apa ini?”


Tan Kuan menelan ludahnya bukan karena haus, tetapi karena rasa takjub merasakan kekuatan yang dimiliki oleh Zhu San.


Jika saja Ia tidak segera melesat pergi, mungkin ujung jubahnya yang sempat terbakar tadi, menyala lebih besar.


Sementara itu, Pendekar Seribu Wajah yang berada di sisi kiri tubuh Zhu San, kini tubuhnya menggigil hebat akibat hawa dingin yang kuat menerpa tubuhnya.


“Lung’er?! Inikah kekuatanmu yang sebenarnya?! Sungguh mengerikan.”


Pendekar Seribu Wajah berkata demikian setelah Ia berhasil mengalirkan tenaga dalam berhawa panas ke dalam seluruh tubuhnya hingga tidak menggigil lagi.


Ia pun segera menyalurkan tenaga dalam ke dada Rei Ji, untuk menjaga agar jantungnya tidak membeku akibat tekanan udara dingin yang kuat itu.


Mata Pendekar Seribu Wajah melotot lebar saat melihat perubahan yang terjadi pada kedua mata Zhu San yang kini telah berbeda warnanya itu.


Mata kanan Zhu San, warna hitam pada matanya, kini telah berubah menjadi merah. Sementara pada mata bagian kirinya telah berubah menjadi biru.


GGRRRRRR HAH HAH !!!

__ADS_1


Chou Ong yang kini telah berdiri terlihat bukan lagi Chou Ong yang sebelumnya. Ia tidak dapat berbicara layaknya manusia, seperti sebelumnya.


*****


__ADS_2