Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
067: Bertamu Ke Rumah Sendiri


__ADS_3

“Kenapa malam ini terasa dingin sekali?”


Seorang prajurit penjaga gerbang kediaman Bangsawan Zhu Han berkata kepada tiga orang rekannya yang lain.


Malam telah merayap setengah bagian dari waktu wajibnya menghiasi Alam Dunia. Udara pun telah mendingin seiring embun yang kian rajin membasahi dedaunan.


“Dingin katamu? Aku malah merasa udara sangat panas sekali malam ini.”


Salah satu rekannya yang berada tiga meter di tembok sebelah kiri berkata dengan wajah yang terlihat heran.


Belum sempat menjawab perkataan rekannya, perhatian mereka kini teralihkan oleh seorang pemuda berwajah buruk rupa yang berjalan santai mendekati mereka.


“Dasar gelandangan malam-malam masih mengemis juga! … Pergi Sana!!”


Seorang prajurit menghardik seorang pemuda yang wajahnya dipenuhi oleh bintil kutil di seluruh bagian wajahnya.


Pemuda itu tersenyum dan tetap berada di tempatnya, diam dalam seribu bahasa. Hal itu tentu saja membuat berang, prajurit yang baru berkata tadi.


“Dasar gelandangan tak tahu diri!” Ia kembali berkata seraya memukulkan tombak ke arah kepala pemuda tersebut.


Namun apa yang terjadi, di luar dugaan prajurit tersebut. Ia tak tahu sejak kapan dan bagaimana, tubuhnya telah terangkat dengan leher yang tercengkram.


Tiga orang lainnya terkejut saat melihat bagaimana pemuda itu bergerak begitu cepat. Mereka segera bersiaga dengan menghunuskan tombak ke arah pemuda itu.


Pemuda yang tak lain adalah Zhu San, segera melemparkan tubuh prajurit yang telah Ia angkat dengan mencengkeram lehernya itu, ke arah ke tiga rekannya.


Sontak mereka bertiga terkejut melihat lemparan yang begitu kuat sehingga tak sempat untuk menggerakkan tombaknya.


Prajurit yang telah berkata kasar pada Zhu San tadi, kini jatuh ke tanah dengan tubuh yang tertusuk ujung dua tombak rekannya.


Dua orang yang memegang tombak, segera menjatuhkan tombak itu dan berteriak marah seraya mencabut pedang di pinggang mereka.


Sementara salah satu rekannya segera menarik tali lonceng tanda bahaya yang segera saja menggema memenuhi udara malam yang semakin sunyi itu.


“Lonceng tanda bahaya? Siapa orang bodoh yang berani membuat kekacauan di tempat ini?”


Seorang Lelaki berusia empat puluhan tahun berkata kesal lalu berdiri setelah meraih Kapak besarnya yang berada di atas meja.


Ia pun segera melesat keluar dan bertemu dengan dua rekannya yang juga telah bersiap di depan pintu ruangan mereka, dengan menenteng pedang dan golok besarnya.

__ADS_1


“Dasar pengganggu kurang ajar! Cari mati malam-malam datang mengacau!”


Pria bertubuh kekar yang tidak memakai jubah karena tubuhnya berkeringat dengan dada dihiasi berbercak merah berbentuk bibir, mengumpat dengan sangat marah.


Ia menggenggam Golok besarnya erat-erat setelah berkata demikian. Lalu melesat mengikuti kedua rekannya yang tersenyum mendengar ocehannya.


Ketiganya tiba di halaman saat Zhu San telah membuat ke tiga prajurit penjaga gerbang lainnya tumbang tak sadarkan diri.


Belasan prajurit terlihat mulai mengepung, namun tidak satu pun berani menyerang setelah melihat apa yang Zhu San lakukan pada ketiga rekan mereka.


“Mundur biar kami yang mengurusnya!”


Pria yang membawa pedang berteriak dengan keras, membuat seluruh prajurit yang telah merasa jerih, segera menyibak mundur menjauhi Zhu San.


“Siapa Kau dan mengapa kau mengacau di tempat ini?!”


Pria yang menghunuskan pedang ke wajah Zhu San membentak keras. Zhu San menyeringai menahan marah, saat melihat ujung pedang lawan yang tumpul, terarah tepat di wajahnya.


Jika saja Ia tidak sedang dalam siasat, mungkin kurang dari satu menit, pria di depannya ini telah melayang menuju alam neraka.


“Siapa Aku? … Tanyakan pada rumput yang bergoyang, siapa namaku dan apa tujuanku datang ke sini.”


“Pedang Tumpul … tak usah banyak omong dengannya! kita cincang dia secepatnya!”


Sosok pria yang tak berjubah dengan golok besarnya segera melesat menyerang Zhu San, meluapkan kemarahannya karena Zhu San telah mengganggu keasyikannya.


Zhu San dengan mudah menghindari tebasan golok itu besar itu, dengan menggunakan jurus Tubuh Bambunya.


“Peng Hu … jangan meremehkannya! Dia seorang pendekar tingkat tinggi.”


Pria yang memegang Kapak Besar berkata setelah melihat gerakan Zhu San yang membuatnya terkejut dengan jurus aneh yang belum pernah Ia lihat sebelumnya.


Peng Hu yang menyerang Zhu San dengan golok besarnya, segera melompat mundur saat Zhu San memberikan serangan tinju ke arah perutnya.


Ia sangat terkejut dengan kecepatan gerak Zhu San dan juga cepatnya serangan balik yang dilesatkan pemuda itu padanya.


“Saudara Cong Hai … Apa Kau akan menonton saja?!”


Peng Hu bertanya seraya mengalirkan lima puluh persen tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Ia pun mengalirkan sepuluh persen tenaga dalam ke bilah lebar Golok Besarnya itu. Ia pun segera melesat dengan menebaskan golok ke ruang hampa.


Selarik cahaya berwarna merah, melesat sangat cepat ke tubuh Zhu San yang dengan santainya tersenyum mengejek, saat menghindari serangan energi golok itu.


Peng Hu semakin kesal, Ia melompat dan kembali menebaskan Goloknya ke tubuh Zhu San yang setengah terbaring dengan bertumpu pada kedua tumitnya.


Zhu San segera memutar tubuhnya dan dengan cepat telah berada di belakang tubuh Peng Hu.


Ia pun menepuk pantat bah3nol Peng Hu dengan sangat keras. Hal itu membuat Peng Hu terkejut saat tubuhnya terpental lima meter akibat tepukan Zhu San di pantatnya.


Wajahnya menjadi pucat saat merasakan hawa dingin merasuki tubuhnya dengan cepat. Ia pun segera mengerahkan tenaga dalamnya ke pinggulnya untuk meredam hawa dingin itu.


Apa yang terjadi kemudian membuat Peng Hu segera meletakan bilah goloknya yang lebar sedikit di bawah pusarnya.


Ia sedang panik dan heran karena merasakan energi tenaganya terdorong ke depan mengisi bagian tubuh andalannya yang kini membengkak secara tiba-tiba.


“Cong Hai, Di Yun ! … Aku juga akan menonton saja jika kalian hanya berdiri dan tidak menyerangnya!”


Peng Hu berkata demikian kepada dua rekannya yang berada di sisi berbeda dengan Zhu San yang berada di tengah mereka.


Sebenarnya Ia sedang mencari alasan agar memiliki waktu untuk menetralkan hawa dingin di tubuhnya dan juga menetralkan energi yang salah tempat tersebut.


“Saudara Peng Hu sebaiknya kau menonton saja dan lihatlah cara kami mengalahkan pemuda jelek rupa ini!”


Sosok yang di panggil Di Yun berkata setelah mengalirkan lima puluh persen tenaga ke seluruh tubuhnya. Ia pun melesat satu detik setelah Cong Hai melesat dengan pedang tumpulnya.


Zhu San masih saja santai saat pedang berujung tumpul itu berkelebat menyerang ke arah lehernya.


Ia pun segera mengerahkan teknik bertahan yang bernama Tubuh Baja Yinyang setelah mengalirkan dua puluh persen tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.


TRANG


TRANG


Mata Pedang menghantam leher Zhu San dengan kuat, disusul oleh tebasan kapak besar di paha kanannya.


Namun kedua senjata itu justru terpental bersama raut wajah terkejut, dari kedua penyerangnya yang segera melompat mundur menjauhi Zhu San.


*****

__ADS_1


__ADS_2