Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
320: Tiga Makhluk Kuno Terkuat Ke Dua


__ADS_3

“Itukah Makhluk Kuno yang terkuat nomor dua?”


Satu dari tiga Iblis sejati, berkata saat mereka melihat wujud ketiga Makhluk Kuno itu dari bola kristal di depan mereka.


Qiu Lan dan Ratus Siluman Rubah terlihat ngeri merasakan aura kuat dari ketiga makhluk tersebut yang jauh di atas kekuatan keduanya.


“Benar, namun wujud yang mereka tunjukkan saat ini, bukan wujud yang memiliki kekuatan di Tingkat Pendekar Dewa Abadi. Kekuatan di tingkat itu akan muncul saat ketiganya berubah menjadi seukuran manusia biasa.”


Perkataan Labamba membuat ketiga Iblis Sejati terdiam. Hal itu karena mereka sempat memandang remeh kepada ke tiganya yang saat ini berada di puncak Pendekar Dewa Sejati.


“Apakah mereka akan mampu membunuh ketiga orang itu?” Tanya Qiu Lan yang sangat ingin sekali Zhu San dan Bian Chi serta Lian Li tewas oleh ketiganya.


Dengan begitu langkahnya untuk menguasai Dunia Atas dan Dunia bawah akan tercapai tanpa mendapatkan hambatan dari ketiganya.


“Entahlah, Jika melihat kekuatan Sepasang Pendekar Yinyang itu saat ini, sepertinya mereka berdua tidak akan bisa selamat dari Laluba yang berkulit hijau, Lahula berkulit biru dan Laduta yang berkulit merah.”


Penjelasan Labamba membuat Qiu Lan harap-harap cemas. Namun ada keyakinan di hatinya bahwa ketiga Makhluk Kuno itu, bisa membunuh Zhu San dan Bian Chi.


“Apa yang mereka lakukan?! Mengapa mereka berbuat seperti itu!” Qiu Lan terkejut saat melihat ketiga makhluk kuno melakukan hal yang tidak Ia duga.


***


Di luar dugaan semua orang, ketiga sosok berukuran raksasa itu menyerang para siluman dan puluhan ribu pasukan Kekaisaran Cong. Ketiganya membunuhi mereka dengan sangat keji.


Puluhan ribu Pasukan Kekaisaran Cong tunggang langgang ke berbagai arah berusaha menyelamatkan diri dari ketiga makhluk kuno itu.


Melihat itu Zhu San segera melesat mendekati mereka saat menyadari bahwa ketiga makhluk kuno itu, membunuh para siluman dan manusia untuk menyerap aura kehidupannya sebagai makanan.


“Hentikan!”


Zhu San berteriak keras menggunakan energi qi nya. Sesaat kemudian, Bian Chi dan Lian Li telah berada di dekatnya.


Hal itu membuat Laluba, Lahula dan Laduta menghentikan perbuatan mereka yang membunuhi para siluman dan manusia dengan cara mengangkat tubuh mereka ke udara dan meledakkannya.


GGRRRRHHHH


Sosok makhluk berkulit hijau bernama Laluba, menggeram marah kepada Zhu San. Ia segera melesatkan serangan dengan melakukan tamparan keras ke arah Zhu San dan kedua orang lainnya.


Walau terkejut melihat sosok sebesar itu bisa bergerak dengan sangat cepat, namun mereka bertiga bisa menghindari serangan itu dengan cepat.


Angin serangan dari telapak tangan sebesar tubuh mereka, membuat ketiganya sedikit terhempas dari posisinya.

__ADS_1


Mendapati serangannya gagal, Laluna menjadi marah, Ia melompat dan menerjang ketiganya dengan sebuah tendangan kuat.


Melihat makhluk setinggi sepuluh meter itu menyerang dengan ganas, Zhu San Pun menjadi kesal. Ia mengalirkan energi ke jari tangan kanannya.


Setelah menghindari tendangan Laluba, Zhu San segera menyerangnya dengan menggunakan jurus sentilan Jari Naga.


WUSSS


Dari kedua tangan yang beradu itu, melesat cepat sebuah bola energi sebesar kelereng yang seketika membesar sebesar rumah saat lima meter dari tubuh Zhu San.


Energi sebesar rumah yang melesat sangat cepat itu, menghantam perut Laluba dengan sangat kuat.


BLAAAR


Tubuh Laluba terpental belasan meter dengan wajah yang terlihat lebih seram karena merasa sakit dan marah. Hal itu mengejutkan Lahula dan Laduta yang segera berhenti dari aksi mereka membunuhi para siluman.


Terpentalnya Laluba membuat keduanya menyadari bahwa sosok kecil yang melayang tiga puluh meter di depan mereka itu, memiliki kekuatan yang tinggi.


Keduanya segera mendekati Zhu San dengan mata melotot lebar. Melihat dua makhluk kuno lain mendekatinya, Zhu San segera memasukkan pedang Yang, demikian juga halnya dengan Bian Chi.


“Chi’er, kau hadang makhluk berkulit hijau itu dengan Jurus Tapak Naga Yinyang, Li’er bantu Chi’er dengan jurus terkuat mu.”


Belum pernah Zhu San menggunakan kekuatan penuhnya untuk menggunakan jurus Tapak Naga Yinyang ini, karena efeknya yang begitu merusak.


Mata Lahula dan Laduta melotot lebar saat melihat dua ekor ular raksasa sepanjang lima puluh meter keluar dari kedua telapak tangan Zhu San.


Langkah keduanya terhenti saat menyadari hawa panas dan dingin memenuhi udara dalam waktu yang bersamaan. Keduanya akan bergerak mundur saat teringat akan pesan Penyihir Agung.


“Tapak Naga Yinyang!”


Namun Langkah mereka terhenti saat Zhu San berteriak keras dan membuat ular naga raksasa berselimutkan api melesat ke arah mereka, sedetik kemudian Ular Naga putih berasap biru melesat dari tangan kirinya.


GOAARRGHH GOAARGHHH


Mulut kedua Makhluk Kuno itu terbuka lebar seiring teriakan keras mereka. Dua bola energi berwarna biru dan merah, masing-masing melesat dari mulut mereka.


Kedua bola energi bergaris tengah satu meter itu, segera melesat dan menghantam kepala ular Naga Raksasa. Zhu San segera mengalirkan lebih banyak energi agar ular naga dari energi itu tidak meledak saat berbenturan.


BLAAR BLAAAR


Sesuai keinginan Zhu San, ular naga dari energi itu tidak meledak walau kedua bola energi dari Lahula dan Laduta menghantamnya dengan kuat.

__ADS_1


Kedua ular naga itu, terus meluncur dan segera melilit tubuh makhluk kuno setinggi sepuluh meter itu.


Sesaat kemudian, wajah Zhu San terlihat tegang saat merasakan perlawanan kuat dari kedua makhluk kuno yang berusaha melepaskan dirinya dari lilitan kedua ular naga energi itu.


Zhu San segera mengerahkan lebih besar lagi energi qi dalam tubuhnya yang telah banyak terkuras. Ia ingin membunuh keduanya dengan lilitan energi itu sebelum meledakkannya.


BLAAR


Perhatian Zhu San teralihkan oleh ledakan lain dimana satu dari dua ular naga Bian Chi yang juga telah berhasil melilit tubuh Laluba, meledak akibat terkena pukulan keras makhluk kuno itu.


Saat Laluba akan menghantam satu ular naga berwarna putih, serangan dari Pedang Teratai Lian Li. Sebuah petir besar menghantam tubuh makhluk kuno itu dengan kuat.


GOAARRGGGGHHHHH


Laluba menjerit keras saat petir itu menyentuh kulitnya. Rasa sakit seperti tertusuk senjata tajam, membuatnya menjadi sangat marah.


Ia pun segera mengerahkan kekuatan penuhnya saat petir kedua dan ketiga datang dari gumpalan asap yang Lian Li buat dari Pedang Teratai Biru.


Apa yang Laluba lakukan bersamaan dengan apa yang dilakukan oleh Lahula dan Laduta yang tidak berhasil melepaskan diri dari lilitan dua ekor ular naga itu.


Zhu San terkesiap saat merasakan kekuatan kedua makhluk kuno semakin membesar seiring dengan tubuh mereka yang mengeluarkan cahaya sewarna dengan warna kulit mereka.


“Chi’er! Ledakan sekarang!”


Tak kuat lagi menahan kekuatan mereka yang terus membesar, Zhu San segera memberi perintah kepada Bian Chi yang mengalami hal yang sama.


BLAAAAM BLAAAAAM


BLAAAM


Dua Ledakan sangat dahsyat dengan suara yang berdentum sangat keras, terjadi hampir bersamaan dengan meledaknya kedua ular naga milik Zhu San.


Sedetik kemudian disusul oleh ledakan dari ular naga putih milik Bian Chi. Tubuh ketiga orang itu pun terpental puluhan meter akibat fluktuasi udara yang begitu hebat.


Fluktuasi udara itu juga menerbangkan belasan ribu prajurit kekaisaran Cong He yang berada lima ratus meter dari tempat itu.


Satu menit kemudian mata ketiganya melotot saat melihat ke tempat dimana ketiga ledakan besar tadi terjadi.


Ketegangan terlihat jelas di wajah Zhu San saat merasakan aura ketiga makhluk kuno itu, telah jauh lebih kuat dan berada di atas kekuatan yang Ia miliki.


-------------------------O--------------------------

__ADS_1


__ADS_2