
“Mengapa kalian tidak memberitahuku jika telah sampai di tempat ini?” Suara yang terdengar berat dan sepuh itu membuat Zhu San dan Bian Chi menoleh secara bersamaan.
Mata keduanya melotot lebar, saat mendapati seorang Pria Tampan yang terlihat seumuran dengan Ayah Zhu San yang berusia sekitar empat puluh sampai lima puluhan tahun.
Untuk beberapa saat keduanya terdiam mematung, asik dengan pikiran masing-masing. Zhu San akhirnya tersadar jika Ia belum menjawab pertanyaan sosok yang Ia yakini sebagai Sang Manusia Abadi.
“Sesepuh … Bagaimana cara memberitahu anda? Sedang kami tidak bisa memasuki tempat dimana anda berada.”
Sosok itu tertegun sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak. Tawa yang membuat tubuh Zhu San dan Bian Chi kembali terpental.
“Mohon Hentikan! Anda akan menghancurkan rumah penduduk di bawah sana!” Teriakan Zhu San yang menggunakan energi qi itu, seketika menghentikan tawa Sosok itu.
“Apa maksud ucapanmu itu Bocah! Mengapa melarangku tertawa?” Dahi sosok manusia abadi itu mengerut, karena heran mendengar ucapan Zhu San.
Sosok itu pun menepuk jidatnya, setelah Zhu San menjelaskan apa yang dikatakan oleh pria di desa yang mereka temui tadi.
Ia Lalu mengajak Zhu San dan Bian Chi ke Goa dimana Ia tinggal dengan membuka sedikit Perisai Pelindung itu dan menutupnya kembali, setelah keduanya berada di dalam.
“Siapa namamu bocah?” Tanya sosok itu setibanya mereka di dalam sebuah goa yang besar.
“Nama Saya Zhu San dan ini Isteri Saya Bian Chi. Sesepuh … Bolehkan kami mengetahui nama Sesepuh?” Tanya Zhu San setelah mengenalkan dirinya.
“Sesepuh? Bukannya dengan usia ku yang lebih dari seribu tahun ini, Aku lebih pantas kalian sebut leluhur?” Tanya Pria itu terkekeh geli.
Ia berusaha menahan tawanya karena takut mencelakai orang di desa yang berada di kaki gunung itu. Sementara Zhu San dan Bian Chi tertunduk malu.” Maafkan kami leluhur … Bolehkan kami mengetahui nama leluhur.”
__ADS_1
Zhu San mengulang kembali pertanyaannya. “Namaku Shen Rong … Di Dunia asalku Aku dikenal dengan julukan Pendekar Pedang Angin.”
Jawab Sosok yang ternyata adalah Shen Rong, orang yang seribu tahun lalu telah membunuh dan menyegel Inti Roh Sang Dewi Kegelapan, Jia Fu.
“Dunia Lain? Dimanakah dunia lain itu Leluhur?” Tanya Zhu San yang sangat penasaran dengan Dunia Lain yang juga disebutkan oleh Guru mereka, Long Niu.
Shen Rong tersenyum sebelum akhirnya mulai bercerita tentang Dunia atas dan dunia bawah. Juga tentang Dewi kegelapan yang merupakan sumber malapetaka di masa lebih dari seribu tahun lalu.
Informasi yang Zhu San dengar dari Shen Rong tidak berbeda jauh dengan informasi Yang Qiu Lan dengar dari Phoenix Api Merah, saat menjelaskan tentang dunia asalnya dan Chi Yu. (Chap. 262)
Zhu San dan Bian Chi termangu setelah mendengar penjelasan itu.
Tidak mereka duga bahwa Dewi Kematian yang pernah dibunuh oleh Leluhur Yao San dan Gong Yi, adalah Reinkarnasi Dewi Kegelapan yang tidak memiliki Inti Roh dalam jiwanya. Karena Inti Rohnya telah disegel oleh Shen Rong.
“Jadi jika Dewi Kematian berhasil menemukan Inti Rohnya maka Ia akan menjelma menjadi Dewi Kegelapan? Apakah seperti itu Leluhur Shen?” Tanya Zhu San setelah merenung beberapa saat.
Shen Rong lalu menjelaskan bahwa Inti Roh Dewi Kegelapan Ia segel di dalam sebuah Kotak Hitam yang terbuat dari sejenis besi yang memiliki kemampuan meredam Kekuatan Roh sebesar apapun. Besi itu bernama Besi Hitam.
Inti Roh itu Ia segel bersama senjata terkuat milik Dewi Kegelapan, berbentuk Gelang Hitam yang bernama Seribu Benang Jiwa.
Dengan Senjata itulah, Dewi Kegelapan Jia Fu berhasil membunuh ribuan pendekar hebat di Dunia Atas dan menguasai setengah wilayah dari dunia tersebut.
Hanya ada satu Senjata yang bisa mengalahkan Pusaka Seribu Benang Jiwa. Yaitu Pedang Tanpa Bilah yang dikenal oleh orang-orang di Dunia Atas sebagai Pedang Angin.
Pedang itu diciptakan oleh Dewa Penjaga Kehidupan dari inti kekuatan yang dimiliki oleh ketujuh isterinya. Ketujuh isterinya itu, memiliki kekuatan dari tujuh elemen yang berbeda.
__ADS_1
Pedang Tanpa Bilah merupakan pedang yang memiliki kemampuan mengeluarkan kekuatan tujuh elemen inti di alam ini. Sebuah Senjata terkuat yang berperan besar mengakhiri Perang Tiga Alam Semesta di masa beberapa ribu tahun lalu.
Pedang itu diturunkan ke Dunia Atas dan ternyata dirinyalah yang berjodoh dengan Pedang tersebut hingga batas waktu tertentu. Yaitu saat Lahirnya Pendekar Yinyang Sejati Seribu tahun lalu.
Sebagai manusia yang terpilih menggunakan Pedang Tanpa Bilah, Shen Rong diberi sebuah buah yang mampu membuatnya memiliki masa hidup yang lama, layaknya seorang Dewa. Ia hanya bisa mati oleh satu Senjata Yaitu Pedang Tanpa Bilah itu sendiri.
Seribu tahun lalu, saat lahirnya Yao San dan Gong Yi, Shen Rong melakukan kesalahan besar. Ia tidak menyerahkan Pedang Tanpa Bilah kepada mereka dan mengakhiri keabadiannya.
Bersamaan dengan kelahiran mereka berdua, dirinya tidak lagi berjodoh dengan Pedang Tanpa Bilah. Sehingga tidak bisa lagi menggunakan pedang tersebut.
Seharusnya Shen Rong memberikan Pedang Tanpa Bilah kepada Sepasang Pendekar Yinyang Sejati itu, namun karena Ia masih ingin Hidup lebih lama lagi, Ia menyembunyikan keberadaan Pedang tersebut.
Hal itu membuat Pendekar Yinyang Sejati pada masa seribu tahun lalu, yaitu Yao San dan Gong Yi harus terluka parah setelah bertarung dengan Dewi Kematian.
Luka itu pula yang menyebabkan kematian mereka berdua. Tentu Saja Zhu San dan Bian Chi terkejut. Karena mereka mendapat keterangan yang berbeda tentang penyebab kematian kedua leluhur tersebut.
“Itu hanya perkiraan mereka, hal yang menjadi penyebab sebenarnya adalah seperti yang aku sampaikan tadi. Secara tidak langsung, Akulah yang telah membunuh mereka dengan tidak memberikan Pedang Tanpa Bilah dan Buah Dewa ini kepada mereka. ”
Shen Rong tertunduk setelah mengeluarkan dua buah Buah Apel Dewa dari Cincin Ruangnya.
“Buah Apel Dewa ini, akan membuat kekuatan Kalian meningkat berkali-kali lipat dari kekuatan saat ini. Dengan Apel Dewa ini juga, kalian berdua bisa hidup lebih dari lima ratus tahun dan tidak ada senjata yang bisa membunuh kalian kecuali Pedang Tanpa Bilah dan Pusaka Seribu Benang Jiwa. “
Zhu San dan Bian Chi terkejut mendengar perkataan Shen Rong. “Leluhur mengapa Anda Memberikan buah dewa ini kepada kami?”
“Aku hanya ingin menebus kesalahanku pada seribu tahun lalu, dan pergi meninggalkan dunia yang sepi ini. Buah Dewa dan Pedang Tanpa Bilah adalah benda yang dititipkan oleh Dewa untuk diberikan kepada kalian, Sepasang Pendekar Yinyang Sejati.”
__ADS_1
Shen Rong Lalu menunjukkan ke sebuah arah dimana terdapat sebuah Gagang Pedang Berwarna Kuning Keemasan yang menancap pada sebuah batu yang memiliki tujuh warna.
--------------------O------------------------