Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
235: Tiga Harimau Merah


__ADS_3

Zhu San hanya tersenyum mendengar bentakan tersebut. Matanya menatap tajam ke arah pria yang berusia sekitar empat puluhan tahun sebelum berkata kepadanya.


“Apa tujuan kalian hendak mendatangi Kota Hangyao?!”


“Bukan urusanmu bocah!? Menyingkirlah sebelum aku bertindak kasar!” Pria itu menjawab pertanyaan Zhu San dengan kesal.


“Akan menjadi urusanku jika kalian ingin membunuh gubernur Kota itu!” Perkataan Zhu San membuat wajah ketiga orang itu terkejut.


Zhu San sengaja berkata demikian untuk memancing mereka agar mengatakan tujuan yang sebenarnya mendatangi kota Hangyao.


Sosok tertua dari kelompok itu, melesat turun diikuti oleh rekannya yang lain. Ia segera maju mendekati Zhu San dan menatapnya tajam sebelum berkata dengan suara yang terdengar marah.


“Menjadi urusanmu?! Sombong sekali Kau bocah apakah Kau tidak tahu siapa kami Hah! Kami adalah Tiga Harimau Merah yang tak kenal kompromi dengan lawan. Kami memang akan membunuh gubernur kota itu, apa kau pikir, kau bisa mencegah kami Hah?!”


Zhu San pura-pura terkejut mendengar nama kelompok mereka. Namun bukan menunjukan wajah yang ketakutan, melainkan sikap yang meremehkan.


“Tiga Harimau Merah? Apa tidak salah kalian memberi nama, harimau ekornya di belakang kenapa kalian memiliki ekor di depan Hahahaha.”


Zhu San tertawa untuk membuat ketiga orang itu marah dan menyerangnya. Anggota termuda yang tadi membentak Zhu San segera melesat sangat cepat untuk menampar mulut Zhu San.


Plak Plak Plak


Tiga tamparan keras terdengar sebelum tubuh pria itu terpental belasan meter dengan bibir yang mengeluarkan darah segar. Wajahnya terlihat pucat saat Ia bangkit dari jatuhnya.


Sementara dua orang kakak seperguruannya, melotot lebar melihat apa yang baru saja terjadi. Hal yang di luar dugaan mereka. Membuat keduanya menjadi waspada.


“Adik Kedua! Bagaimana kondisi mu?”Sosok tertua sekaligus pemimpin Kelompok Tiga Harimau Merah, mendekati sang adik yang masih pucat.


“Kakak … Pemuda sangat hebat, aku tidak bisa melihat pergerakan tangannya sama sekali. Ia bukan pemuda biasa.” Suara anggota ketiga dari kelompok Harimau Merah itu terdengar bergetar. Ada rasa jerih dalam suaranya.


Pemimpin kelompok Tiga Harimau Merah itu mengakui kebenaran kata-kata adik seperguruannya. Namun Ia tidak menunjukan kejerihannya saat berbalik dan menghadap ke arah Zhu San sambil menunjuk wajahnya.


“Kau ! Berani sekali Kau melukai adik seperguruanku! Rasakan seranganku ini!” Pria itu segera mengambil kuda-kuda dengan kedua telapak tangan yang membentuk seperti cakar.

__ADS_1


Kedua telapak tangannya, memancarkan cahaya kemerahan yang semakin terang seiring dengan tenaga dalam yang semakin besar Ia kerahkan ke arah kedua telapak tangannya.


“Cakar Harimau Merah!”


Ia melesat sangat cepat setelah berteriak menyebut jurus yang Ia gunakan. Kedua adik seperguruannya, terlihat kagum dengan jurus yang belum bisa mereka kuasai itu.


“Matilah Kau bocah! Jurus itu adalah Jurus yang membuat guru kami terkenal di Dunia persilatan Kekaisaran Hun ini!” Orang Kedua dari kelompok pembunuh itu berkata dengan wajah yang terlihat bangga.


Namun wajah bangganya itu berubah memucat beberapa saat kemudian. Bahkan matanya melotot lebar melihat apa yang tengah terjadi di depan matanya.


“Tidak mungkin!” Hanya itu kata yang bisa Ia ucapkan saat melihat serangan kakak seperguruannya itu, tidak satupun yang mengenai Zhu San.


Bahkan yang terjadi sesaat kemudian membuatnya berteriak histeris. “Kakak!!”


Tubuh Pemimpin Tiga Harimau Merah terpental oleh tinju keras dari Zhu San yang menggunakan jurus Tinten Siba untuk menghadapi lawannya.


Bukan hanya itu saja, saat tubuhnya sedang terhuyung-huyung, Zhu San memberikan tendangan keras yang meremukkan seluruh tulang dada pria itu.


Kedua adik seperguruannya segera melesat menghampiri tubuh yang telah berubah status menjadi mayat itu. Keduanya berteriak histeris mendapati Kakak seperguruannya telah tewas.


“Adik … Kau pergilah dari tempat ini, laporkan pada guru tentang kematian kami. Mintalah kepada beliau untuk membalaskan dendam kematian kami.” Orang kedua dari kelompok pembunuh itu berkata dengan suara serak.


Sang adik terkejut mendengar hal itu, namun bentakan keras dari kakaknya, membuat Ia segera melesat meninggalkan tempat tersebut.


“San Gege … Haruskah aku mengejar dan membunuhnya?” Tanya Bian Chi melalui telepati mereka.


“Kurasa Ia kau tangkap saja untuk kita gali informasi darinya.” Jawab Zhu San tanpa mengalihkan pandangan dari satu orang yang tersisa.


Bian Chi segera melesat tinggi ke udara, sesaat kemudian Ia melayang cepat mengejar pria yang melarikan diri itu.


“Gadis itu bisa melayang di udara? Apakah Ia sekuat Guru?” Dalam benaknya, Pria itu terkejut melihat Bian Chi melayang mengejar adik seperguruannya.


Ia tidak heran dengan pendekar yang bisa melayang, karena gurunya juga memiliki kemampuan seperti itu, hanya saja Ia tidak menduga jika dua orang yang masih muda, bisa melakukannya.

__ADS_1


“Apakah Kau hanya akan diam saja menunggu adikmu tertangkap?!” Tanya Zhu San sambil melangkah mendekati pria tersebut.


“Huh pemuda Sombong, Kau pikir Aku takut padamu?” Ia segera mengerahkan seluruh tenaga dalam yang Ia miliki. Wajahnya tiba-tiba memancarkan Aura merah yang sangat terang.


AUUUMMM !!!


Suara auman yang sangat keras terdengar dari mulut pria itu disertai melesatnya cahaya merah berbentuk cincin ke arah Zhu San yang terkejut melihat teknik tersebut.


Cincin-cincin merah dari energi tenaga dalam itu, menderu sangat cepat. Dengan santainya, Zhu San mengibaskan tangan untuk menghalau serangan ke arah dirinya itu.


BLAAR BLAAR


Belasan kali terdengar ledakan saat energi berbentuk cincin berwarna merah itu meledak dekat dengan tubuh Zhu San. Mata pria itu melotot melihat serangan terkuatnya dengan mudah dihancurkan oleh lawan.


Zhu San bergerak dengan sangat cepat dan pria itu baru mengetahui dirinya diserang, saat tinju Zhu San menghantam dadanya sangat keras. Pandangan matanya pun menjadi gelap seiring nyawa terlepas dari tubuhnya.


Bian Chi datang dan membawa pria yang melarikan diri tadi. Pria itu terlihat telah tak sadarkan diri saat Bian Chi melemparkan tubuhnya ke hadapan Zhu San.


“Aku terpaksa membuatnya pingsan, Ia membuatku kesal dengan kata-katanya.” Ucapan Bian Chi terdengar ketus. Zhu San memaklumi apa yang telah terjadi.


Pria itu tersadar dari pingsannya setelah Zhu San mengalirkan energi qi ke dalam dadanya. Wajah pria berusia empat puluhan tahun itu terkejut saat melihat kakak keduanya, tergeletak tewas dengan mata melotot lebar.


“Katakan siapa yang memerintahkan kalian untuk membunuh Gubernur Kota Hangyao!” Zhu San membentak pria itu sambil mencengkram kepalanya.


“Bunuh saja Aku, Aku tak akan mengatakan apapun padamu keparat!” di puncak rasa takutnya Pria itu berubah menjadi berani. Ia merasa sudah tak ada harapan lagi untuknya.


Zhu San kesal mendengar hal itu, Ia segera meremukkan kepala pria itu dengan meremasnya. Hal itu bukan karena tanpa alasan.


Zhu San dan Bian Chi segera mengalihkan pandangan mereka ke suatu arah dimana terlihat daun-daun itu bergerak tanpa ada angin yang menerpanya.


“Keluarlah! Tunjukan dirimu!” Teriak Zhu San dengan keras.


---------------O----------------

__ADS_1


__ADS_2