
Ren Jian melesatkan tendangan ke arah Zhu San dengan sangat cepat dan kuat, namun Zhu San lebih cepat lagi menangkis menggunakan jurus Tinju Besinya.
DUAGH
Tangkisan yang berubah menjadi serangan itu, sukses membuat Ren Jian terkejut, karena Ia merasakan sakit pada kakinya walau telah dialiri oleh tenaga dalam sebanyak lima puluh persen dari seluruh kekuatan yang Ia punya.
Ren Jian tidak bisa berlama-lama dalam rasa terkejutnya. Karena Zhu San telah berada di dekatnya dan menghujani dirinya dengan jurus pukulan dan tendangan yang sangat cepat.
Jurus Tinten Siba adalah jurus bela diri tangan kosong yang merupakan gabungan dua jurus hebat, sehingga setelah lebih dari empat puluh kali pertukaran serangan, Zhu San berhasil mendaratkan serangannya.
Gerak tipuan Zhu San yang rumit, berhasil mengecoh Ren Jian sehingga kakek berusia delapan puluhan tahun itu, harus rela terkena tendangan Zhu San yang mendarat di perutnya.
Tubuh Ren Jian meluncur jatuh dengan cepat, namun Ia berhasil menguasai dirinya setelah berada lima belas meter dari tanah. Zhu San pun segera melesat menyusulnya.
Kini keduanya berada sepuluh meter di luar tembok pagar bagian timur kota Songdu. Hal itu membuat prajurit yang berjaga terkesiap, sebelum membunyikan lonceng tanda bahaya.
Suara lonceng yang menggema, segera bersahutan hingga terdengar di kediaman bangsawan Song Yu. Song Ruo yang baru saja kembali menemui guru dan isterinya, terkejut saat mendengar tanda bahaya itu.
Ia pun bergegas meraih pedangnya dan melesat keluar bangunan. In Xeuxu beserta yang lainnya segera menyusul tak lama kemudian.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba di tembok pagar kota Songdu. Dan mereka terkejut saat melihat Zhu San tengah bertarung sengit dengan seorang kakek yang tidak mereka kenali.
Berjarak seratus meter di udara, terlihat Ju Yan sedang menghadapi satu orang kakek lain. Pertarungan keduanya terlihat seimbang, namun sebenarnya Ju Yan tengah terdesak hebat.
Hong Qi sang Pendekar Tapak Hitam, adalah tokoh Aliran Hitam dari Dunia Persilatan Kekaisaran Qing. Walau bukan jagoan nomor satu, Ia dan Ren Jian termasuk dalam lima besar pendekar yang terkuat.
Pengalaman bertarungnya selama puluhan tahun, membuat Ju Yan harus bersusah payah menghindari atau menangkis serangan Tapak Hitam Hong Qi yang mengandung kekuatan tinggi dan juga racun dalam tenaga dalamnya.
Ju Yan yang di kekaisaran Jian dikenal sebagai Pendekar Kipas Pelangi, masih menggunakan jurus tangan kosongnya yang bernama Tapak Penakluk Naga.
Namun dari lima level yang ada dalam jurus tersebut, Ju Yan baru berhasil mengusai level ke tiga saja.
__ADS_1
Setelah lebih dari seratus kali pertukaran serangan terjadi diantara keduanya, tiba-tiba keduanya melesat mundur. Ju Yan segera memasang kuda-kudanya untuk memulai Tapak Penakluk Naga Level tiga.
Sementara Hong Qi terlihat sedang mengalirkan tenaga dalam sebesar delapan puluh persen, ke seluruh tubuhnya. Aura kekuatan itu menerpa hingga terasa oleh mereka yang berada di bawah yang berjarak lima puluh meter dari mereka berdua.
“Tapak Hitam Mengundang Bencana!”
“Tapak Penakluk Naga Level Tiga!”
Dua teriakan dari mereka berdua segera terdengar membahana, Nenek Lin Mi dan Bian Chi terlihat cemas saat melihat Ju Yan hendak mengeluarkan jurus tapak terkuat yang Ia miliki.
Hal itu menandakan bahwa Ju Yan sedang menghadapi musuh yang sangat hebat, yang membuatnya terpaksa harus menggunakan Tapak Penakluk Naga level Tiga.
Hong Qi Dan Ju Yan yang terpisah sejauh sepuluh meter itu, kini terlihat sedang melepaskan serangan energi tapak ke masing- masing lawan.
Dari Telapak tangan Ju Yang melesat bayangan seekor Naga Raksasa berwarna putih yang terbentuk dari aliran tenaga dalam Ju Yan yang sangat besar.
Hong Qi sedikit terkejut melihat hal itu, namun Ia sangat yakin dengan kekuatan jurus Tapak Hitam mengundang Bencana yang telah dikuasai sejak puluhan tahan lalu itu.
Ke dua energi tenaga dalam yang berbentuk tapak tangan raksasa dan Ular Naga itu, akhirnya menderu untuk saling beradu kekuatan mereka di udara.
BLAAAM
Suara menggelegar terdengar sangat keras, saat kedua energi tapak itu bertemu dan sama-sama hancur serta menghilang dari pandangan.
Udara pun berfluktuasi hebat sesaat kemudian, membuat tubuh kedua orang itu, terpental hingga lebih dari dua puluh meter dengan dada yang terasa sangat sesak.
Hal itu membuat Lin Mi segera melesat ke udara setelah berteriak berteriak memanggil nama Ju Yang. Dalam sekejap saja, Lin Mi berhasil menggapai tubuh Ju Yan dan Ia pun terkejut saat mendapati kondisi Ju Yan.
Seluruh kulit tubuhnya yang terlihat, kini berubah menjadi hitam sehitam pakaian yang dikenakannya.
Lin Mi membawa Ju Yan yang rupanya hampir pingsan itu, dan segera membawanya ke dekat Bian Chi berada.
__ADS_1
“Yan Gege! … Guru bagaimana Kondisi Yan Gege?” Bian Chi berteriak saat melihat wajah kakak seperguruannya itu menghitam. Qin Yu pun segera melesat mendekati mereka dan Ia terkejut melihat kondisi Ju Yan.
“Chi’er cepat Kau keluarkan racun tenaga dalam itu dengan energi Yinyang di tubuhmu! Guru akan menghajar si Tapak Hitam dari Kekaisaran Qing itu !”
Lin Mi terlihat geram, sesaat setelah memeriksa kondisi Ju Yan. Ia pun segera melesat ke arah Hong Qi yang telah berada di tanah di luar tembok Pagar kota.
Ia sedang duduk bermeditasi di tanah, untuk menormalkan kembali peredaran tenaga dalam dan darahnya yang kacau balau akibat beradu tenaga dalam dengan Ju Yan.
Sungguh Hong Qi tidak menduganya jika Ia akan mengalami kondisi seperti ini, saat menghadapi lawan yang masih begitu muda.
Baru saja Ia selesai dan akan berdiri ketika bentakan keras terdengar dari seorang Nenek yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
Hong Qi pun terkejut saat mengenali siapa Nenek yang kini berada di depannya. Rasa jerih mulai merasuki hatinya tanpa bisa Ia cegah.
Tidak Ia duga Ia akan bertemu dengan Sosok Nomor pendekar Nomor Satu Aliran Putih Dunia Persilatan Kekaisaran Jian, Lin Mi si Pedang Phoenix.
Selain Jurus pedangnya yang sangat ampuh, Lin Mi juga memiliki jurus tangan kosong yang ditakuti di kekaisaran Jian. Jurus Tapak Phoenix Penghancur Jiwa.
“Hong Qi … berani sekali kau meracuni muridku dengan Racun Hitam itu! Aku tidak bisa memaafkanmu kali ini!” Guru Ju Yan itu berteriak dengan sangat keras meluapkan emosi di hatinya.
Zhu San terkejut saat mendengar bentakan itu, Ia sedang khawatir dengan Ju Yan yang tidak terlihat olehnya setelah suara ledakan keras tadi.
Kekhawatirannya menghilang saat melihat Nenek Lin Mi telah berada sepuluh meter di depan Hong Qi yang baru saja berdiri.
Karena konsentrasinya terpecah, Zhu San nyaris saja terlambat menahan tendangan Ren Jian yang mengarah ke dadanya dengan menggunakan kedua lengannya.
Tubuh Zhu San terdorong hingga belasan meter dan hampir saja membentur dinding tembok pagar yang melindungi Kota Songdu. Raut wajahnya pun terlihat berubah sesaat kemudian.
Tidak ada lagi senyuman di bibirnya, hanya rahang yang menggembung terlihat di wajahnya, saat Ia mulai mengerahkan sembilan puluh persen tenaga dalamnya.
*****
__ADS_1