Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
282: Serpihan Inti Roh


__ADS_3

“Dimana ini?” Qiu Lan yang baru tersadar dari pingsannya, kebingungan saat mendapati dirinya berada di sebuah tempat asing yang suasananya remang-remang.


Untuk beberapa waktu suasana masih hening karena Qiu Lan duduk terdiam menahan nyeri pada bahu kanannya yang masih meneteskan darah.


Kesedihan terlihat di wajahnya karena kini Ia menjadi gadis yang cacat yang hanya memiliki satu lengan saja.


Qiu Lan pun segera bersiaga saat tiba-tiba telinganya mendengar suara orang yang sedang berbicara.


“Kurasa manusia ini mampu menampung kekuatan dari Serpihan Inti Roh kita bertiga.” Suara itu terdengar serak dan berat.


“Benar sekali … tubuh dan Inti Rohnya dipenuhi oleh aura kematian yang pekat. Kegelapan dalam jiwanya pun sangat kental. Benar-benar manusia yang ideal untuk mewarisi kekuatan kita.”


Suara lain terdengar menanggapi perkataan suara tanpa ujud yang sebelumnya. Hal ini membuat kepala Qiu Lan bergerak ke kanan dan ke kiri serta ke depan dan ke belakang.


Hal itu Ia lakukan karena tidak menemukan siapa mereka yang sedang berbicara itu. Kebingungan Qiu Lan segera terjawab beberapa detik kemudian.


Tiga Aura Kekuatan segera memenuhi udara saat muncul tiga bayangan setinggi lebih dari sepuluh meter. Ketiga bayangan itu memancarkan aura mengintimidasi yang kuat hingga membuat Qiu Lan menelan ludahnya.


“Siapa Kalian?!”


Setelah membentak mereka dan tidak mendapati jawaban, Qiu Lan segera menyerang ke arah dua bayangan dengan senjata pusakanya, Seribu Benang Jiwa.


Benang berwarna perak dari ke lima jari tangan kiri Qiu Lan, segera memanjang dan menghantam Dua Bayangan lain hingga menimbulkan ledakan yang kuat.


Namun tidak terjadi sesuatu apapun pada kedua bayangan yang terhantam itu. “Manusia Bodoh! Kekuatanmu tidak cukup kuat untuk melukai roh kami.”


Qiu Lan hanya tertegun melihat senjata yang Ia andalkan, tidak bekerja sama sekali. Kini Ia hanya bisa pasrah terhadap apa yang akan dilakukan oleh ketiga bayangan yang semuanya memiliki tanduk di kepalanya itu.


“Siapa Kalian? Mengapa Aku bisa berada di sini? Dimana ini sebenarnya?” Dengan suara bergetar, Qiu Lan memberanikan dirinya untuk bertanya.


“Kau berada di Dimensi Antara, yaitu alam dimensi yang berada diantara Dunia Bawah dan Dunia Atas. Kami adalah Serpihan Inti Roh dari Tiga Iblis Sejati.”

__ADS_1


“Tiga Iblis Sejati? Bukankah tiga ribu tahun lalu Tiga Iblis Sejati telah tewas?” Dewi Kegelapan Qiu Lan terlihat bingung, karena seingatnya mereka telah tewas dibunuh oleh Tujuh Pendekar Semesta.


“Benar … Tiga ribu tahun yang lalu, Tubuh kasar dan Tubuh Roh kami hancur berkeping-keping saat bertarung dengan Ketujuh Putera Dewa Penjaga Alam Semesta itu.”


Satu bayangan lain lalu menjelaskan bahwa Inti roh mereka masing-masing hancur menjadi tiga bagian. Dua bagian kecil telah musnah seiring waktu, menyisakan satu bagian terbesar yang kini berada di depan Qiu Lan.


Mereka pun akan musnah dalam waktu kurang dari seribu tahun lagi. Karena energi roh mereka terus berkurang dari waktu ke waktu.


Hanya ada satu cara untuk mereka bertiga agar tetap bisa bertahan hidup yaitu menyatukan ketiga Roh mereka dengan sebuah pusaka bernama Cermin Pelebur Sukma.


Dengan bersatunya roh mereka bertiga yang kemudian akan mendiami Cermin Pelebur Sukma, maka terciptalah Senjata Iblis Terkuat yang pernah ada Di Alam Semesta.


Menurut informasi yang mereka terima, cermin tersebut berada Dunia Kultiva yang sekarang telah berubah nama menjadi Dunia Atas. Namun tepatnya di benua apa, tak satupun dari mereka bertiga mengetahuinya.


“Anak Manusia, apakah Kau ingin memiliki kekuatan yang bisa menandingi Kekuatan Dewa?” Untuk beberapa detik, Qiu Lan terkejut mendengarnya.


“Tentu saja Wahai Roh-Roh Iblis Sejati, tak ada manusia yang tidak menginginkan kekuatan dan kekuasaan.” Qiu Lan berkata dengan antusias.


“Jika begitu, berjanjilah untuk membawakan Cermin Pelebur Sukma kepada kami. Jika Kau bersedia, Kau akan memiliki kekuatan besar dari kami. Kekuatan yang hanya Dewa saja yang bisa mengalahkannya.”


“Sekarang bukalah seluruh pakaianmu dan seraplah kekuatan kami secara perlahan dan bertahap, karena jika terburu-buru maka tubuhmu akan meledak.”


Qiu Lan tertegun mendengar perkataan tersebut. Ia terdiam cukup lama untuk mempertimbangkan apakah akan menuruti perkataan mereka atau tidak.”


“Apakah tidak ada cara lain selain dengan melepas seluruh pakaianku?”


Tanya Qiu Lan, mencoba bernegosiasi. Ia merasa sangat malu untuk menuruti perkataan mereka berkaitan dengan hal tersebut.


“Bisa saja, namun hal itu akan percuma, karena pakaianmu akan terbakar semua. Lalu apakah kau akan pergi tanpa pakaian saat memasuki Dunia Atas?”


Qiu Lan menggelengkan kepalanya. “Baiklah jika begitu…” Qiu Lan pun segera melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuhnya. Wajahnya memerah karena rasa malu yang teramat besar saat Ia duduk tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


“Bersiaplah! Jangan alirkan qi saat Kami mengalirkan energi ke dalam otot dan tulang tubuhmu… Atau sesuatu yang buruk akan terjadi.”


Setelah Qiu Lan menganggukkan kepalanya, tiga Sosok raksasa tersebut tiba-tiba mengecil dan memiliki tinggi yang sama dengan Qiu Lan saat duduk mengelilingi Dewi Kegelapan itu.


Qiu Lan tersentak kaget dan seketika wajahnya memerah, saat enam telapak tangan menyentuh tubuhnya secara bersamaan. Walau mereka bertiga berwujud bayangan, namun sentuhan di kulit tubuhnya terasa nyata.


Tiga energi berbeda memasuki tubuhnya secara bersamaan. Rasa sakit di tubuhnya, membuat Qiu Lan merintih yang semakin lama terdengar semakin keras.


“Butuh waktu setidaknya tujuh hari untuk menyelesaikan proses ini. Bertahanlah demi memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan Dewa. Selain itu kau akan kembali memiliki tangan yang mengandung separuh kekuatan kami.”


Salah satu dari tiga serpihan Inti Roh Iblis Sejati, menguatkan Qiu Lan yang hampir kehilangan kesadarannya setelah satu jam mengalami proses tersebut.


Qiu Lan tentu saja terkejut, Ia ingin tak percaya hal itu, hal yang mustahil baginya. Namun Tidak bagi Ketiga roh Iblis Sejati.


***


Satu jam setelah pertempuran di bagian Selatan Kota Baixan selesai, di ruangan Aula Bangsawan Mu Bai yang sangat luas itu, telah berkumpul setidaknya belasan orang.


Namun suasana di ruangan itu sangat sunyi setelah Zhu San selesai menceritakan tentang apa yang harus Ia lakukan setelah hari ini.


Semua mata memandang ke arah Zhu San yang terdiam setelah selesai dengan penjelasan singkatnya tentang tugas mereka berdua untuk menyatukan dua buah Batu Tujuh warna.


Benak semua orang dipenuhi oleh berbagai pertanyaan setelah mendengar penjelasan darinya.


Selain itu, mereka juga merasakan Aura yang berbeda dari sepasang suami isteri tersebut. Aura yang membuat semuanya merasa damai dan nyaman berada di dekatnya.


“San’er … Benarkah yang Kau ceritakan itu Nak? Kau akan pergi Ke Dunia Atas untuk mengejar Dewi Kegelapan demi sebuah batu yang memiliki tujuh warna itu? Berapa lama Kau di sana? Lalu kapan Ibu bisa menimang cucu?” Mu Rong berkata dengan suara sedih.


Zhu San dan Bian Chi tersedak nafas mereka. Sesat kemudian wajah keduanya pun berubah menjadi merah.


“Ibu … Kami berjanji untuk kembali ke rumah secepatnya setelah tugas ini selesai. Jika batu Tujuh Warna ini gagal kami dapatkan, maka bencana akan melanda alam semesta ini.”

__ADS_1


Zhu San berkata dengan suara bergetar, Ia teringat kembali kata-kata sosok manusia yang tiba-tiba muncul di Alam Jiwa saat mereka berdua sedang berlatih di sana.


--------------------------------0-----------------------------


__ADS_2