
“Ketua Ruan Lao .. Apakah kau tak mengenali kami lagi? Apa kau telah lupa bagaimana kami menghajarmu sepuluh tahun lalu?” Salah satu dari tiga Setan Bukit Pelangi berkata sinis kepada Ruan Lao.
“Setan Api … Kalian dulu menang dariku karena main keroyok, saat ini jangan harap kalian bisa mengalahkan aku.” Ruan Lao mendengus kesal sebelum berkata demikian.
“Hohoho begitukah? … kau pikir para tetua Sektemu itu mampu melawan kami? Mereka hanya sampah di mata kami!” Sosok Berjuluk Setan Api berkata dengan wajah yang terlihat sombong.
Huo Long sangat kesal mendengar kalimat itu, Ia ingin bergerak menyerang namun Zhu San menahannya. Ia bisa melihat jika kemampuan ketiga Setan Bukit Pelangi hanya sedikit saja di bawah kemampuan Ketua Ruan Lao.
Zhu San lalu melangkah maju mendekati Ketua Ruan Lao yang sedang mengamati kekuatan ketiga musuhnya itu. Ia menyadari jika kekuatan lawan juga telah jauh meningkat.
“Ketua Lao … Izinkan Aku membantumu menghadapi mereka.” Setibanya di samping Ruan Lao Zhu San berkata seraya tersenyum ke arah ketiga Setan Bukit Pelangi.
“Hati-hati San’er … mereka memiliki kemampuan yang tinggi.” Ruan Lao senang mendengar Zhu San akan membantunya bertarung.
“Hai Bocah! Apa maksudmu dengan berkata begitu?” Pria berusia sekitar Lima puluhan tahun yang berjuluk Setan Tanah berkata membentak Zhu San.
“Hai Tua Setengah Bangka! Aku yang akan bertarung menghadapi kalian semua.” Perkataan Zhu San membuat amarah Setan tanah dan yang lainnya meradang marah.
“Bocah sombong, rasakan ini!” Setan Tanah menjejakan kakinya ke tanah. Zhu San yang telah waspada terkejut dengan apa yang menyerangnya.
Pantat Zhu San terkena sebuah tendangan dari tanah yang berada di bawahnya. Tanah itu-tiba membentuk sebuah kaki layaknya kaki manusia.
Tendangan itu cukup kuat membuat Zhu San terpental ke udara sekitar lima meter dengan pinggul yang terasa ngilu. Bian Chi terkejut melihat teknik serangan itu.
“San Gege Awas!” Bian Chi berkelebat dengan cepat saat melihat sebuah pedang dari air di lepaskan oleh salah satu dari mereka yang berjuluk Setan Air.
Air berbentuk pedang itu seketika membeku saat saat tangan Bian Chi menepisnya dengan Jurus Tapak Naga Es Yinyang. Hal itu membuat ketiga Setan Bukit Pelangi melotot lebar.
__ADS_1
Sementara Zhu San hanya tersenyum kecut sambil mengelus pinggulnya yang baru saja terkena serangan. Ia tidak menduga akan bertemu lawan dengan teknik yang aneh seperti itu.
Sementara Setan Air yang kesal karena serangan digagalkan oleh seorang gadis muda yang teramat cantik, menyeringai lebar. Ia menyadari Bian Chi bukan pendekar biasa.
”Nona Cantik … Kau ingin bermain-main denganku rupanya. Baiklah Akan ku layani!” Setan Air segera bergerak mengeluarkan sebuah Guci berwarna keemasan.
“Setan Air … Kau sudah menggunakan Air Seni Iblis untuk menyerangnya? Apakah hal itu tidak berlebihan?” Setan Api yang melihat hal itu bertanya keheranan.
Air Seni Iblis adalah nama air yang berada di dalam Guci emas tersebut. Disebut demikian karena air tersebut dipercaya sebagai air seni dari Iblis yang menghuni Bukit Pelangi.
Kekuatan air itu sangatlah dahsyat ketika berada di tangan Si Setan Air, itulah mengapa Setan Api bertanya kepadanya.
“Apa Kau tidak melihat seranganku tadi dibekukan olehnya? Gadis itu bukan pendekar Biasa.” Setan Air melesat ke arah Bian Chi setelah menjawab pertanyaan Setan Api.
Setan Air menuangkan setetes Air Seni Iblis ke telapak tangannya. Perlahan air setetes itu menjadi besar dan semakin membesar hingga berujud seperti serigala. Bau Pesing pun memenuhi udara.
Melihat Bian Chi hanya diam saja, Setan Air segera memanfaatkan kesempatan itu, Ia melepaskan Serigala dari Air Seni Iblis ke arah Bian Chi dengan kekuatan penuhnya.
Air berbentuk serigala berwarna kekuningan yang berbau sangat pesing itu melesat cepat ke arah Bian Chi yang mendengus kesal karena hidungnya menyerap bau yang tak sedap.
Serangan itu dengan mudah Bian Chi hindari, bahkan dengan satu gerakan cepat Bian Chi kembali menghantamkan tapak Naga Es ke tubuh Serigala air itu.
Kali ini Bian Chi yang terkejut ketika melihat serigala dari air itu tidak membeku seperti serangan pedang air sebelumnya. Ia pun tertegun sejenak dan segera melompat ketika Serigala Air itu menyerangnya kembali.
Setan Air terkekeh melihat Bian Chi seperti sedang kerepotan karena tidak bisa membekukan serangannya seperti tadi. Namun tawanya terhenti sesaat kemudian.
Bian Chi tidak ingin gegabah, Ia segera mengalirkan energi qi nya ke telapak tangan, kali ini serangan Tapak Naga Es berhasil menghantam tubuh serigala air dan membuatnya membeku.
__ADS_1
Dengan sebuah tendang kuat, tubuh serigala Es itu dihancurkan oleh Bian Chi dengan tendangan keras hingga hancur menjadi serpihan es kecil .
“Tidak Mungkin?! Mustahil?!” Setan Air terkejut melihat hal itu. Ia menjadi sangat gusar melihat kenyataan di depan matanya.
Kedua rekannya pun ikut terkejut tapi bukan karena serangan itu, melainkan karena perkataan Setan Air. Mereka berdua belum pernah mendengar Setan Air terlihat sepanik saat ini.
“Biar Aku membantumu!” Setan Tanah bergerak ke arah Bian Chi, namun Zhu San telah berkelebat menghadangnya. Sebuah tendangan berhasil ditangkis Setan Tanah, namun tubuhnya terpental hingga belasan meter.
Zhu San tak memberi kesempatan, Ia menyusul Setan tanah yang telah berada di luar gerbang Sekte Pedang Bumi. Melihat itu setan Api segera memerintahkan anggotanya untuk bergerak menyerang.
Ketua Ruan Lao tak ingin diam saja, Ia segera memerintahkan para Tetua Sekte untuk menghadapi tiga puluh Anak buah Tiga Setan Bukit Pelangi.
Setelah itu Ia bergerak menyerang ke arah setan Api, sementara Setan Air kembali bertarung dengan Bian chi di tempat yang terpisah dari pertarungan lainnya. Demikian juga dengan pertarungan Zhu San dan Setan Tanah.
Zhu San menyadari kekuatan Setan Tanah terletak pada Kemampuannya mengendalikan tanah. Maka dengan itu Zhu San tetap berada pada jarak lima meter dari tanah.
Hal ini membuat Serangan setan tanah tidak bekerja secara penuh. Pedang-pedang dari tanah yang Ia buat, berhasil di hindari Zhu San dengan mudah dan dihancurkan dengan serangan tinju atau pun tendangan.
“Siapa sebenarnya dia? Kemampuannya sangat tinggi di usia semuda ini.” Setan Tanah bertanya dalam benaknya sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan jurus terkuat dari Tekniknya yang unik itu.
“Jurus Iblis Tanah!”
Setan Tanah berteriak keras. Tiba-tiba seluruh tubuhnya seolah terhisap oleh tanah dan menghilang sesaat kemudian. Zhu San menjadi waspada, Ia segera melesat lima meter lagi dari tanah.
Tepat setelah itu, serangan dari bawah datang menderu dengan cepat ke arah Zhu San. Mata Zhu San sedikit melotot melihat Teknik aneh yang belum pernah Ia lihat sebelumnya itu.
-----------------O---------------------
__ADS_1