
Akibat berbenturan energi tadi , Bian Chi terpental dua meter ke belakang tanpa mengalami cidera sedikitpun, berbeda dengan Dua Jagal Iblis. Kondisi keduanya terlihat payah dengan luka dalam yang cukup parah.
Gao Yu dan Feng Hu merasakan kedua tangan kanan mereka sangat sakit, membuat senjata masing-masing terlepas dari genggaman. Sesaat kemudian keduanya memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Melihat hal itu, Zhu San mendekati Bian Chi. Dan tersenyum ketika memastikan isterinya tidak mengalami luka sama sekali.
“Chi’er, Biar Aku membantumu membunuh mereka. Lawan kita ada dua orang kan? Kita bagi satu-satu saja ya..” Zhu San berkata dengan seringai kejam di bibirnya, membuat nyali Dua Jagal Iblis menjadi ciut mendengarnya.
Bian Chi menganggukkan kepalanya tanda setuju, Gao Yu dan Feng Hu menelan ludah mereka dengan wajah pucat. Karena rasa sakit di tubuhnya, mustahil bagi mereka untuk melawan Zhu San dan Bian Chi saat ini.
Dan keduanya hanya bisa pasrah, saat Zhu San dan Bian Chi tiba-tiba menghilang dari pandangan mata mereka dan telah berada di belakang keduanya.
BUGH
BUGH
Dua pukulan terdengar keras menghantam punggung mereka. hal yang kemudian terjadi, membuat Luo San yang telah berada di dekat mereka, harus kembali menelan ludahnya.
Tubuh Gao Yu dan Feng Hu seketika membeku, kemudian jatuh dengan nyawa melayang, sedetik sebelum menyentuh tanah.
Mata Luo San melotot antara marah dan juga takjub akan kekuatan yang dimiliki oleh kedua anak muda yang pantas menjadi cucunya itu.
“Kekuatan pemuda itu semakin meningkat, tak ada pilihan lain Aku harus menggunakan Gelang Iblis Api ini apapun yang akan terjadi nanti.” Luo San berkata demikian dalam benaknya.
Bukan tanpa sebab Luo San berencana demikian, hal itu karena Ia menyadari tatapan mata Zhu San dan Bian Chi ke arahnya.
Saat itu, benak Zhu San dipenuhi tentang status sosok tua, yang berada tiga puluh meter di bawah mereka berdua.
Tatapan Zhu San berubah tajam, saat Ia berhasil mengingat, jika kakek itu adalah Luo San, yang berjuluk Dewa Tapak Api sekaligus Ketua Aliansi Aliran Hitam.
“Chi’er … Kau bantulah pasukan Pendekar Aliansi Putih. Aku akan membasmi Kakek keparat itu.”
“Siapa Kakek itu San Gege? Kenapa Kau terlihat sangat marah padanya?”
Tanya Bian Chi yang menyadari kemarahan Sang Suami, dari tatapan matanya yang tajam dengan rahang yang menggembung.
__ADS_1
“Dia adalah Ketua Aliansi Aliran Hitam, hari ini aku tak akan membiarkan Ia hidup lebih lama lagi.”
Tubuh Zhu San menghilang dari pandangan, setelah Ia berkata demikian pada isterinya. Ia melesat sangat cepat dan dua detik kemudian telah berada di depan Luo San.
Kedatangan Zhu San yang tiba-tiba, membuat kuda yang Luo San tunggangi menjadi panik dan liar. Luo San segera melompat dari atas kuda, lalu Ia menjejakan kakinya sedikit menjauh dari Zhu San.
“Tua Bangka bau ketek! Akhirnya tiba juga hari kematianmu. Bersiaplah! Akan Ku antar Kau ke akhirat. ” Zhu San berkata sebelum Ia melesat menyerang Luo San.
Luo San yang telah waspada sedari tadi, segera menghindari tendangan Zhu San. Ia pun balik menyerang dengan Jurus Tapak Dewa Api yang membuatnya dikenal di dunia persilatan.
Kecepatan dan kekuatan yang Luo San gunakan, masih jauh di bawah kecepatan Zhu San. Dengan mudahnya Zhu San menghindari serangan tapak itu.
Luo San semakin kesal, Ia mengerahkan tenaga dalam lebih besar lagi dari sebelumnya. Api yang berkobar di kedua telapak tangannya, semakin lama semakin membesar.
Namun semua itu, masih menjadi hal mudah bagi Zhu San untuk menghindar atau menangkis serangan Sang Dewa Tapak Api itu.
Zhu San sengaja banyak bertahan untuk membuat Luo San merasakan apa yang telah dirasakan oleh lawan-lawan yang telah dibunuhnya dahulu.
Yaitu rasa tidak berdaya saat menghadapi lawan yang jauh lebih kuat. Juga rasa putus asa seorang pendekar yang telah mencapai batas kemampuan yang Ia miliki.
Hal itu, kini dirasakan oleh Luo San untuk ke dua kalinya setelah mereka berdua bertarung lebih dari lima puluh kali pertukaran serangan.
“Tapak Dewa Api Level Lima!”
Sekujur Tubuh Luo San seketika mengeluarkan bara api. Aura kekuatannya pun memancar dua kali lebih kuat dari sebelumnya.
Zhu San hanya tersenyum, Ia bisa melihat jika Luo San telah sangat marah karena tak satu pun dari serangan yang dilesatkan dengan gencar, berhasil mengenai tubuhnya.
Zhu San masih tetap menggunakan jurus Tinten Siba yang merupakan gabungkan dari jurus andalan milik kedua gurunya.
Luo San semakin kesal saat menyadari Zhu San menghadapinya dengan jurus yang sama. Jurus yang sulit Ia tebak gerakannya itu, membuat jurus Tapak Dewa Api Level Lima, seperti jurus kacangan bagi Zhu San.
Setelah lebih dari tiga puluh kali pertukaran serangan terjadi sejak Ia menggunakan Jurus tersebut, Luo San segera melompat mundur membuat jarak dengan Zhu San.
Luo San menatap sangat marah kepada Zhu San, baru kali ini Ia bertemu lawan yang bisa menghindari seluruh serangannya dengan jurus terkuat miliknya itu. Rasa tak berdaya di dalam hatinya, melahirkan tekad yang besar.
__ADS_1
“Kau! … Kau yang memaksa Aku menggunakan jurus ini, jurus yang bisa membuat mereka semua dilanda petaka jika kau tak bisa membunuh sosok yang berada dalam gelangku ini!”
Setelah Luo San selesai berkata demikian, Ia pun menggores telapak tangan kirinya hingga mengeluarkan darah segar. Sambil membaca mantera, Luo San meneteskan darahnya ke arah gelang merah di tangan kanannya.
Sesaat kemudian, Aura pembunuh yang sangat pekat merembes keluar dari gelang yang tiba-tiba mengepulkan asap kemerahan itu.
Asap itu semakin banyak dan menyebar, perlahan-lahan menyelimuti seluruh tubuh Luo San. Seiring dengan hal tersebut, awan hitam tiba-tiba saja bergulung di atas Luo San berada.
Hal itu membuat Zhu San waspada, apalagi Ia merasakan kekuatan yang memancar dari tubuh Luo San meningkat secara drastis dan sangat kuat.
“Apa yang terjadi dengan kakek bau ketek itu? kenapa Auranya menjadi kuat dan hawa pembunuhnya menjadi sangat pekat?” Zhu San kebingungan dengan situasinya.
Ia pun teringat akan perkataan Quan Yu sebelum mereka berdua memulai pertarungan. Quan Yu mengatakan bahwa dirinya bukanlah yang terkuat di pasukan Aliansi Aliran Hitam.
Ada seseorang yang jauh lebih kuat darinya dan memiliki Pusaka Iblis yang sangat kuat dan juga sangat kejam. Jika Iblis itu sudah merasuki tubuh manusia, maka sulit bagi siapapun untuk mengalahkannya.
Dalam tiga jam Iblis itu merasuki manusia, maka semua yang ada di hadapannya akan Ia binasakan dengan sangat kejam.
Namun setelah tiga jam, Iblis itu akan kembali ke dalam gelang pusaka itu. Orang yang memiliki pusaka itu, akan musnah tenaga dalamnya hingga satu bulan lamanya.
Awalnya Zhu San tidak begitu mempercayai perkataan Quan Yu, namun kini Ia mendapati jika perkataan guru Dua Jagal Iblis itu benar.
“Jurus Apa yang harus Aku gunakan untuk mengalahkannya ya?” Saat Zhu San bertanya demikian dalam benaknya, proses yang terjadi pada Luo San telah selesai.
Mata Zhu San melotot lebar saat melihat kedua bola mata Luo San telah berubah menjadi merah sepenuhnya. Dari mata tersebut terlihat api yang berkobar-kobar.
Rambut Luo San yang tadinya setengah putih setengah hitam, kini menjadi merah menyala oleh api yang juga berkobar menyelimuti tubuhnya.
Hanya suara geraman yang terdengar saat tiba-tiba tubuh Luo San telah melesat sangat cepat dan berada dua langkah di depan Zhu San. Sebuah tinju keras dilesatkan sangat cepat dan kuat oleh Luo San.
Zhu San yang sudah waspada, menangkis tinju itu dengan hati yang terkesiap, melihat level kecepatan yang kini Luo San miliki.
DUAGH
Dua tinju saling beradu, tubuh Zhu San pun terlempar dua meter ke belakang. Sementara tubuh Luo San terjajar mundur dua langkah saja. Hal yang menunjukan tenaga dalamnya sudah meningkat jauh.
__ADS_1
Zhu San menyeringai, Ia pun segera mengalirkan tujuh puluh persen energi dari Inti Elemen Es ke arah kedua lengannya. Jurus Tapak Naga Es segera Zhu San persiapkan.
******