Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
204: Pertempuran Di Kota Qingzen III


__ADS_3

“Badai Sang Petir!”


Shao Meng berteriak dengan keras seraya melesatkan Pedang Energi berpetir itu ke arah Zhu San. Zhu San pun segera menggerakkan Tangannya.


Ular Naga Api itu melesat dengan cepat menghadang laju Pedang dengan Ratusan petir itu. Kedua energi besar itu segera saja bertemu di udara.


BLAAAAMMM JEDAAARRR!


Suara menggelegar terdengar hingga radius dua kilometer saat kedua energi itu meledak dengan sangat kuat. Udara pun berfluktuasi menimbulkan gelombang kejut yang menerpa seluruh apa yang ada di sekitarnya.


Tubuh Bian Chi dan Zhuang Ji terhempas hingga belasan meter jauhnya. Sementara Lu Fang dan Xiong Gi yang sudah menjauh, baru menyadari jika mereka kurang jauh lagi dari Zhu San.


Tubuh keduanya masih terpental hingga belasan meter akibat ledakan kedua energi itu. Sementara sesuatu yang mengerikan terjadi di bawah sana.


Tiga bangunan hancur lebur dan seluruh bagiannya berterbangan, tersapu oleh udara yang berfluktuasi dengan sangat hebat itu.


Seratus orang dari kedua belah pihak, tewas mengenaskan dengan tubuh yang hangus seolah terbakar oleh api yang sangat panas.


Sedangkan Zhu San terlihat memuntahkan darah segar dari mulutnya, sementara Shao Meng tidak terlihat di tempatnya. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui dimana Shao Meng.


Entah masih hidup atau sudah mati, Tak ada yang mengetahuinya selain Zhu San yang saat ini tengah bermeditasi untuk memulihkan aliran qi nya yang sedang kacau.


Setelah beberapa saat kemudian, Pertarungan antara Bian Chi dan Zhuang Ji kembali dimulai. Keduanya menggunakan jurus-jurus terkuat mereka untuk saling melukai lawan.


Keduanya bertarung hingga bertukar serangan lebih dari seratus kali saat Zhu San telah selesai dengan meditasinya di udara. Saat itu, Xiong Gi dan Lu Fang telah berada di dekat Zhu San.


“Tuan Muda, bagaimana kondisi anda?” Tanya Lu Fang dengan wajah terlihat cemas. “Aku baik-baik saja Sesepuh.” Jawab Zhu San seraya bangkit berdiri.


“Apakah yang terjadi dengan Shao Meng? Aku tidak melihat mayatnya ataupun pedang yang Ia gunakan.” Tanya Xiong Gi entah kepada siapa.


“Ada seseorang yang melesat dengan kecepatan bagaikan kilat menyelamatkan dirinya. Orang itulah yang membuatku terluka cukup parah dengan serangannya.”


“Apa!!” Keduanya berkata dengan wajah yang terlihat sangat terkejut. “Benarkah itu? Jangan-jangan orang itu …” Xiong Gi terdiam dan menghentikan kalimatnya.


Ia pun mendapat tatapan tajam dari Zhu San dan Lu Fang yang penasaran karena ingin mengetahui siapa orang tersebut.

__ADS_1


“Ini hanya dugaanku. Orang yang mampu bergerak sangat cepat bagaikan kilat mungkin dia adalah Hou Ming Si Selaksa Petir, kakak Seperguruan Shao Meng.” Jawab Xiang Gi dengan suara yang bergetar. Ada rasa jerih dalam suara tuanya itu.


“Apa?! Hou Ming!? Bukankah Ia jagoan nomor lima Aliran Hitam Kekaisaran Wei? Bagaimana bisa Ia berada disini?” Suara bergetar dengan rasa jerih yang sama, terdengar dari mulut Lu Fang.


Zhu San hanya terdiam, Ia sedang mengingat betapa cepatnya orang itu bergerak dan betapa kuatnya pukulan dengan energinya yang mengandung petir itu.


Perbincangan ketiganya terhenti saat merasakan hawa sangat dingin menerpa tubuh mereka. Ketiganya sontak menoleh ke arah dari mana hawa dingin itu berasal.


Terlihat Bian Chi tengah bersiap dengan jurus Amarah Suci Pedang Yin. Seekor ular naga yang memancarkan hawa dingin terlihat meliuk-liuk keluar dari ujung pedangnya.


“Gadis ini pun bisa menggunakan jurus seperti tadi? Bagaimana mungkin?” Dalam benaknya Zhuang Ji terlihat kagum sekaligus cemas.


Walau Ular Naga Es yang terbentuk dari pedang Bian Chi tidak sebesar seperti Ular Naga api, namun Zhuang Ji bisa merasakan jika kekuatan keduanya tidak jauh berbeda.


Mau tak mau Ia harus mengeluarkan jurus terkuatnya, Kemarahan Sang Pedang. Zhuang Ji segera memutar-mutar pedangnya di udara tepat di atas kepala.


Secara ajaib, muncul gumpalan awan merah yang semakin lama semakin membesar dan terus membesar seiring dengan semakin cepatnya putaran pedang Zhuang Ji.


“Chi’er hati-hatilah!” Zhu San berteriak mengingatkan Bian Chi, karena Ia bisa merasakan kekuatan besar yang tersembunyi dalam gumpalan awan merah itu.


Sesaat kemudian gumpalan awan merah bergerak perlahan-lahan dan membentuk wujud seekor harimau Raksasa berwarna merah darah dengan mata yang hitam di semua bagiannya.


Kini suasana di atas komplek Istana Kekaisaran Qing, menjadi terang oleh dua cahaya besar yang berada tiga puluh meter di atas tanah itu.


“Bahaya! Sesepuh segeralah menjauh, aku akan melindungi bangunan Istana.” Zhu San berkelebat ke arah bangunan Istana. Lalu Ia mengangkat kedua tangannya ke udara.


Dari Kedua tangan Zhu San keluar energi berwarna merah seperti api yang berbentuk seperti piringan cakram raksasa yang berdiameter lebih dari seratus meter.


Hal itu Zhu San lakukan karena merasakan Bian Chi mengerahkan delapan puluh persen energi qi dalam tubuhnya.


Sementara Zhuang Ji telah selesai dengan persiapan jurusnya. Begitu juga dengan Bian Chi yang segera melepaskan gulungan angin tornado di telapak tangan kirinya, ke arah Ular Naga Es itu.


Seketika Ular Naga itu terselimuti oleh angin tornado dan segera melesat ke arah Zhuang Ji. Melihat hal itu, Zhuang Ji pun tak tinggal diam. Ia menggerakan tangan dan pedangnya.


Sosok harimau raksasa berwarna merah itu, segera melesat menghadang ular naga yang mulutnya telah terbuka lebar, siap menerkam apapun yang ada di depannya.

__ADS_1


AAUUUMMM


Di luar dugaan Zhu San, Harimau itu bisa mengaum keras. Hal itu membuat wajah Zhu San memburuk saat menyadari makhluk apa yang sebenarnya keluar dari pedang di tangan lawan Bian Chi itu.


“Semoga tidak terjadi hal buruk dan dugaanku salah.” Harap Zhu San dalam benaknya.


Di luar dugaan Bian Chi, Harimau Merah itu bisa menghindari terkaman Ular Naga Es yang melesat sangat cepat. Hal itu memang sudah direncanakan oleh Zhuang Ji.


Namun begitu, dengan cepat Bian Chi menggerakkan pedangnya. Ular Naga Es tiba-tiba berbalik arah dan dengan kecepatan yang sama berhasil menghantam harimau itu dari belakang.


BLAAAMM


Ular Naga Putih dan Harimau Merah itu pun meledak, menimbulkan gelombang kejut yang sangat dahsyat dan membuat semua yang di diterpa energi itu, terhempas seperti daun tertiup angin.


Begitupun dengan tubuh Zhuang Ji dan Bian Chi. Hanya saja keduanya berbeda kondisi. Bian Chi memuntahkan darah segar dengan mata berkunang-kunang.


Sementara Zhuang Ji jauh lebih parah lagi, Selain darah segar yang menyembur dari mulutnya, tangan kanannya putus tersambar kibasan ekor naga es, sesaat sebelum tubuh ular naga itu meledak.


Tubuh Zhuang Ji terpental hingga dua puluh meter dan Ia pun kehilangan kesadarannya. Tubuhnya melayang jatuh dengan kepala yang lebih dulu membentur tanah.


Jatuh dari ketinggian tersebut dengan tubuh tidak dialiri tenaga dalam, membuat kepalanya retak dan menjadi penyebab kematiannya.


Sementara Zhu San terduduk menahan terpaan energi yang menghantam perisai cakram yang berhasil melindungi semua orang dan bangunan di Kompleks Istana itu.


Bian Chi yang nyaris kehilangan kesadaran, dan melayang jatuh, berhasil di raih oleh Xiong Gi dengan mencengkram tangannya. Sementara Lu Fang yang hendak meraih pedang Yin, segera membatalkan niatnya ketika mendengar teriakan Zhu San.


“Sesepuh jangan menyentuh Pedang itu! Berbahaya!”


Tak Ingin membuat Lu Fang terbunuh, Zhu San berteriak keras walau dadanya masih terasa sesak.


******


Jika itu adalah kenangan yang Indah, Jangan Lupakan. Sebab Orang yang telah mati hanya akan tetap hidup dalam kenangan orang lain.


***Wataru Takagi, Detective Conan***

__ADS_1


__ADS_2