Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
089: Bian Chi


__ADS_3

Berjarak ribuan kilometer dari Kota Shinzu. Tepatnya di wilayah Kekaisaran Jiang, pada tepi sebuah jurang yang bernama Jurang Putus Cinta.


Entah apa sebabnya jurang itu dinamakan demikian. Yang pasti saat ini, terlihat seorang nenek datang bersama seorang gadis yang memiliki kecantikan surgawi.


Keduanya datang dengan cara yang membuat tuan-tuan burung iri melihatnya. Karena kedua orang itu melayang di udara seperti halnya mereka.


“Chi’er … Apakah kau sudah benar-benar yakin untuk mengambil Pedang Yangyin dan semua harta yang berada bersamanya?”


Tanya Nenek yang berusia setidaknya tujuh puluh tahun itu pada wajah muridnya yang terlihat berusia sekitar tujuh belas tahun.


Gadis yang dipanggil Chi’er itu, sebenarnya bernama Bian Chi. Ia segera tersenyum setelah mendengar perkataan Nenek yang telah merawat dan melatihnya sejak Ia masih kanak-kanak.


“Nenek … Bukankah nenek sendiri yang sedari dulu menyuruhku untuk berlatih dengan keras, agar aku bisa menjadi pendekar wanita terhebat di Kekaisaran Jiang ini?”


Bian Chi memandang Nenek yang dikenal di dunia persilatan Kekaisaran Jiang dengan Julukan Pendekar Pedang Phoenix dan hanya sedikit orang yang mengetahui nama asli Nenek sakti itu.


“Benar Chi’er … Tapi apakah Kau tidak merasakan kengerian dari dasar jurang ini? Jika Kau ragu, sebaiknya kita batalkan saja dan kembali sebelum senja ini berganti malam yang gelap.”


“Tidak Nenek! … Aku tidak ragu sekalipun hawa panas dan dingin disini sangat kuat, namun tubuh Yinyang Sejati ini pasti bisa mengatasinya.”


Bian Chi bersikeras untuk memasuki Jurang di depan mereka. Karena di jurang itulah terdapat sebuah Pedang Pusaka yang hanya bisa diambil oleh mereka yang bertubuh Yinyang Sejati.


Pendekar Pedang Phoenix itu, memandangi wajah cantik Bian Chi dengan tatapan yang sendu.


Masih teringat olehnya saat pertama kali Ia mengetahui jenis tubuh muridnya itu. Ia begitu senang, namun juga sedih di saat yang bersamaan.


Senang karena memiliki murid yang jenis tubuhnya sangat langka dan hanya muncul seribu tahun sekali. Karena manusia yang berjenis tubuh Yinyang Sejati, ditakdirkan untuk menjadi seorang pendekar hebat.


Namun ada kesedihan lain yang membuat dirinya merasa Iba dengan kondisi tubuh muridnya itu.


Saat kelak Bian Chi dewasa, Ia hanya bisa menikah dengan seseorang yang memiliki jenis tubuh Yang Sejati atau Yin Sejati.


Dan bukan hal mudah untuk menemukan pemuda yang memiliki jenis tubuh tersebut. Apalagi tubuh Pemuda yang memiliki Jenis tubuh yang sama. Tubuh Yinyang Sejati.


Dalam catatan peninggalan gurunya, Ia menemukan sebuah informasi yang tidak Ia harapkan terjadi.

__ADS_1


Dalam Informasi itu dijelaskan, jika dalam satu waktu yang sama, muncul dua orang yang memiliki tubuh Yinyang Sejati, maka saat itu pula akan terlahir kembali manusia yang merupakan reinkarnasi dari sosok yang dahulu dijuluki sebagai Dewi Kematian.


Sosok perempuan yang pada masa seribu tahun lalu merupakan tokoh yang terkenal dengan kekejamannya. Hingga Puluhan Ribu Pendekar mati menemui ajal di tangannya.


Sosok yang disebut Dewi Kematian itu, memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Hingga tak ada satupun pendekar di masa itu yang bisa mengalahkannya.


Dalam catatan kuno itu, Nenek Pendekar Pedang Phoenix mengetahui, jika yang bisa mengalahkan dan membunuh Dewi Kematian adalah sepasang suami isteri yang memiliki Tubuh Yinyang Sejati.


Kedua orang suami isteri itu mengalahkan Dewi kematian setelah mereka bertarung dengan menggunakan jurus gabungan dari Pedang Yinyang dan Pedang Yangyin.


Jurus yang menggabungkan kekuatan dua pedang dan dua tubuh yang menjadi satu itu, berhasil membuat tubuh Dewi Kematian hancur yang juga menjadi penyebab bagi kematiannya.


Hanya saja setelah bertarung menggunakan jurus gabungan itu, Suami isteri tersebut harus terluka yang tidak bisa mereka sembuhkan lagi.


Keduanya saling mencintai dan tak ingin melihat kematian salah satu diantara mereka, yang akan terjadi satu tahun ke depan.


Keduanya pun sepakat untuk berpisah dengan pergi ke arah yang berbeda. Sang Isteri pergi ke arah Barat laut dan Sang Suami ke arah selatan.


Sang Isteri pun tiba di tepi sebuah jurang yang dalam, yang kini berada di wilayah kekuasaan Kekaisaran Jiang. Sementara Sang Suami tidak diketahui dimana Ia berada.


“Semoga saja di masa ini, tidak terlahir seorang pemuda yang memiliki tubuh Yinyang Sejati.”


Ia pun segera membuka matanya yang terpejam saat mengingat nasib kedua Pendekar bertubuh Yinyang Sejati itu.


“Baiklah Chi’er … berhati-hatilah jangan memaksakan diri. Jika memang kau merasa tak sanggup lagi, segeralah kembali.”


“Baik Nenek … Aku pergi dulu.”


Bian Chi segera melayang di udara, Lalu Ia turun ke dalam dasar jurang yang pada jarak seratus meter di bawahnya, terlihat pusaran energi yang berbeda warna.


Sebagian berwarna merah dan sebagian berwarna biru. Tanpa keraguan di hatinya, Bian Chi segera melesat turun dan berada di tengah-tengah pusaran yang selebar belasan meter itu.


Keanehan pun segera terjadi, pusaran itu tiba-tiba berhenti berputar dan pada bagian tengahnya membentuk sebuah lubang yang bergaris tengah satu meter.


Seolah ada yang menariknya, tubuh gadis cantik yang berkulit putih bagaikan giok itu, segera tertarik ke dalam lubang tersebut dan menghilang dari pandangan mata Nenek Pendekar Pedang Phoenix.

__ADS_1


Nenek itu pun segera duduk bermeditasi sambil bibirnya tersenyum. Dengan terbukanya lubang di pusaran energi itu, menunjukan jika Bian Chi benar-benar berjodoh dengan Pedang Yangyin.


Nenek itu harus menunggu setidaknya sampai lima jam. Dan Ia terkejut saat merasakan pancaran hawa panas dan dingin yang sangat kuat dari dalam jurang.


Belum sempat Ia melangkah, sosok Bian Chi muncul di hadapannya dengan kondisi yang membuat nenek itu seketika terduduk lemas.


Apa yang dilihat olehnya saat ini, adalah tanda yang yang tidak Ia harapkan untuk terjadi. Tanda tentang adanya Sosok pemuda yang seusia dengan muridnya dan bertubuh Yinyang Sejati.


Ia pun kembali memandang Bian Chi seraya menelan ludahnya. Pancaran energi yang sangat kuat adalah hal yang menyebabkan Ia berlaku seperti itu.


“Kekuatan yang mengerikan!”


Nenek itu berdesis sambil memandang wajah Bian Chi terutama pada kedua mata muridnya.


Bagian hitam pada bola mata kanan Bian Chi kini berwarna biru, sedangkan mata sebelah kirinya berwarna merah.


Ari mata Pendekar Phoenix itu, seketika mengalir deras saat menyadari akan adanya malapetaka besar yang melanda dunia persilatan di semua kekaisaran.


Dan juga Ia mengetahui nasib akhir muridnya itu, setelah nanti Ia bertarung dengan Dewi Kematian yang saat ini telah muncul di belahan bumi yang lain.


Sementara Bian Chi sendiri sedang dalam rasa terkejutnya sendiri. Saat Ia keluar dari lubang Pusaran Energi itu, Tiba-tiba Ia merasakan seluruh energi Yinyang dalam tubuhnya keluar tanpa Ia kehendaki.


Hal yang sama terjadi dengan Zhu San, yang berada di kota Shinzu. Ia yang akan bertarung dengan Chou Ong, mendadak terdiam keheranan.


Karena energi dalam tubuhnya berpusar kuat dan tak dapat Ia kendalikan. Membuatnya kebingungan sendiri.


“Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhku? Kenapa seolah-olah bereaksi akan munculnya sesuatu?”


Zhu San bertanya-tanya dalam benaknya sendiri. Sementara Chou Ong yang telah dikendalikan oleh dendamnya dan merasa jauh lebih kuat dari Zhu San, segera melesat menyerang pemuda yang sedang terdiam mematung itu.


Zhu San yang terkejut dengan adanya serangan itu, sontak menangkis tendangan Chou Ong yang kini berwujud seperti gorila itu.


Apa yang terjadi kemudian membuat semua mata yang melihatnya, nyaris keluar dari rongganya masing-masing. Tak terkecuali dengan Zhu San sendiri.


*****

__ADS_1


Ilustrasi Bian Chi



__ADS_2