Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
245: Mengobati Sesepuh Yang Xio


__ADS_3

“Masih jauhkah tempatnya?” Zhu San bertanya setelah lima jam mereka melayang di udara. “Sudah dekat. Sebentar lagi kita akan tiba. Cahaya di depan itu adalah wilayah Sekte Pedang Awan.”


Tang Yun lalu menjelaskan jika gurunya berada di sebuah goa yang berada di area terlarang bagi anggota sekte. Hanya Ketua saja yang diperbolehkan memasuki area tersebut.


Untuk itu, Tang Yun mengajak Zhu San dan Bian Chi untuk menemui Ketua Sekte Pedang Awan terlebih dahulu yaitu Ketua Zhang San yang merupakan adik seperguruan Gurunya, Yang Xio.


Kelimanya mendarat di alun-alun Sekte Pedang Awan. Setelah melihat Tang Yun, para Tetua yang bersiaga segera memberi hormat mereka.


“Di manakah Ketua Zhang berada?”


Tanya Tang Yun pada salah satu tetua yang kemudian mengatakan jika Ketua Sekte saat ini sedang berada di Perpustakaan Sekte.


Tang Yun segera mengajak yang lainnya ke sebuah bangunan besar yang terlihat masih terang walau saat ini sudah hampir tengah malam.


“Hormat Ketua Sekte. Izinkan saya memperkenalkan seseorang kepada Ketua.” Tang Yun memberi hormat saat Sosok Sepuh itu berdiri dan menyambut Kedatangannya.


“Terimakasih Yun’er … Siapakah mereka?” Tang Ketua sekte Pedang Awan itu sambil mencoba mengukur kekuatan Zhu San dan Bian Chi yang telah ke wujud aslinya.


“Salam hormat Ketua! Nama Saya Zhu San dan ini Isteri saya Bian Chi. Kami dari kekaisaran Liu.” Jawab Zhu San sambil memberi hormatnya.


He Pang dan Seng Kun pun memperkenalkan diri mereka. Keduanya berasal dari sekte yang berbeda. He Pang berasal dari Sekte Pedang Bulan dan Seng Kun dari Sekte Tombak Langit.


Ketua Zhang San pun lalu mempersilakan mereka untuk duduk dan Ia begitu terkejut ketika Tang Yun mengatakan bahwa Zhu San akan mengobati gurunya.


Terlihat keraguan di wajah Zhang San saat mengetahui tujuan Tang Yun membawa Zhu San ke Sekte mereka. Namun saat Tang Yun mengatakan jika Zhu San adalah murid Fu Kuan, raut wajah Zhang San berubah.

__ADS_1


“Benarkah Kau murid Saudara Fu? Apakah Kau telah mewarisi Jurus Tinju Besi miliknya?” Zhu San menganggukkan kepalanya. “Bisakah kau tunjukan padaku? Aku sangat kagum dengan jurus itu.” Lanjut Zhang San kemudian.


Zhu San menyadari tujuan Ketua Zhang San memintanya untuk menunjukan jurus Tinju Besi yaitu memastikan identitasnya. Tanpa ragu, Zhu San pun berkelebat dan mulai memainkan jurus andalan sang guru.


“Pemuda ini, Ia benar-benar Murid saudara Fu, gerakan jurusnya sama persis seperti yang pernah saudara Fu mainkan.” Dalam benaknya Zhang San berkata demikian.


“Jurus yang hebat, sudah lama aku tidak melihatnya. Bagaimana kabar guru mu?” Zhang San bertanya dengan raut wajah yang berbeda dari sebelumnya.


Zhu San lalu menjelaskan bahwa Gurunya baik-baik saja dan telah memiliki seorang Isteri. Keduanya kini tinggal di kota Baixan, dan ke depannya akan kembali ke Sekte Pedang Bintang setelah Zhu San kembali dari Kekaisaran Hun.


“San’er Benarkah Kau bisa mengobati Kakak seperguruanku Yang Xio?” Tanya Zhang San kemudian. “Aku akan mencoba mengobatinya dengan segenap kemampuan yang ku miliki Ketua.” Jawab Zhu San.


Malam itu itu juga Zhang San membawa Zhu San dan Bian Chi ke area terlarang Sekte Pedang Awan bersama dengan Tang Yun. Hanya atas izin ketua saja para anggota sekte atau orang luar bisa memasuki area tersebut.


“Kakak! Apa yang terjadi denganmu?!” Zhang San berteriak keras saat mereka tiba di goa dimana Yang Xio berada. Mereka menemukan sosok sepuh itu telah tergeletak dengan mulut yang mengeluarkan darah.


“Chi’er bantu aku!” Zhu San berkata setelah memeriksa luka Jagoan Nomor Satu Aliran Putih Kekaisaran Hun itu. Luka yang sangat parah dan nyaris tidak tertolong lagi, jika Ia terlambat dua jam saja.


“Kau Alirkan energi Yang dari kedua telapak kaki hingga ke pinggangnya.” Perintah Zhu San kepada Bian Chi. Lalu Ia berkata kepada tang Yun. “Paman Yun mohon bantu aku menjaga posisi Kakek agar tetap seperti ini.”


Tang Yun segera melakukan apa yang dikatakan oleh Zhu San. Wajahnya terlihat cemas melihat kondisi gurunya yang semakin kritis.


Zhu San segera mengalirkan energi penyembuh Yinyang ke dalam tubuh Yang Xio. Wajah pucat kakek itu perlahan-lahan menghilang berubah menjadi merah.


Setelah proses berlangsung tiga puluh menit, Yang Xio tersadar dari pingsannya bersamaan dengan memuntahkan darah merah kebiruan yang sangat kental dari mulutnya.

__ADS_1


Ia sedikit terkejut saat mendapati telah banyak orang di sekitarnya terutama dua orang muda yang tak Ia kenali.


“Kakak Tenanglah… Murid Saudara Fu Kuan sedang mengobatimu.” Zhang San tersenyum setelah berkata demikian. Sementara Yang Xio terkejut mendengar hal tersebut.


“Kakek, Jangan alirkan tenaga dalam Kakek dulu, Aku akan memperbaiki organ Kakek yang rusak akibat racun tenaga dalam itu.” Kata Zhu San sesaat sebelum mengerahkan energi qi yang lebih besar.


Yang Xio terkejut merasakan hawa yang sangat murni memasuki perutnya. Ada sedikit rasa perih di bagian perutnya saat energi itu tiba di sana. Namun itu hanya sesaat saja.


Wajah Kakek berusia lebih dari delapan puluh tahun itu, terlihat tak percaya jika dirinya telah sembuh dalam waktu yang sangat singkat. Ia berdiri dan mencoba mengerahkan tenaga dalamnya.


“Bagaimana bisa tubuhku telah pulih seratus persen dalam waktu sesingkat ini?” Tanya Yang Xio dalam benaknya. Ia pun membalikkan badan dan memandang lekat ke arah Zhu San.


“Sesepuh! … Apa yang anda lakukan!” Seketika Zhu San meraih bahu Yang Xio yang tiba-tiba berlutut sambil mengucapkan terimakasih kepadanya dengan hormat.


Hal itu diikuti oleh Tang Yun dan Zhang San yang terlihat gembira melihat Yang Xio telah sembuh.


“Sesepuh Zhang, Paman Yun, jangan bersikap seperti itu. Mohon anda berdua berdirilah.” Kata Zhu San sambil melangkah mendekati tang Yun yang masih berlutut.


“San’er terimakasih telah menyembuhkan guruku. Akan ku lakukan apapun untuk membalas budi yang sangat besar ini.” Ucap Tang Yun dengan suara bergetar.


“Zhang San! Benarkah Pendekar muda ini adalah murid saudara Fu?” Tanya Yang Xio kepada Zhang San.


“Benar Kakak, Aku telah melihat Ia memainkan jurus Tinju Besi dengan sempurna, itu membuktikan jika dirinya adalah benar murid Saudara Fu yang. San’er maafkan aku yang yang telah meragukan jati dirimu.”


Zhang San berkata seraya memberi hormat kepada Zhu San. Hal itu membuat Zhu San tersenyum dan berkata jika Ia telah memaklumi Ketua Zhang San memintanya untuk menunjukan jurus Tinju Besi tadi.

__ADS_1


Malam itu, Zhu San dijamu bagaikan seorang dewa di Sekte Pedang Awan. Jasanya yang sangat besar terhadap kesembuhan Yang Xio, membuat namanya menjadi terkenal di kalangan anggota sekte Pedang Awan yang berjumlah ribuan orang itu.


---------------O-----------------------


__ADS_2