Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
255: Pertempuran di Gerbang Barat IV


__ADS_3

Tian Long yang merupakan jagoan Nomor satu Aliran Putih Kekaisaran Hun dua puluh tahun lalu, menunjukkan kemampuan yang di luar dugaan Sepasang Pendekar Hantu.


“Kemampuannya meningkat pesat, berhati-hatilah suamiku.” Nenek Pendekar Hantu mengingatkan suaminya saat terjadi jeda dalam pertarungan mereka.


“Benar kemampuannya jauh meningkat … Kau juga harus hati-hati Isteriku. Kita serang dia dengan Jurus Sepasang Hantu Mengguncang Langit.” Sang kakek menanggapi perkataan isterinya.


Kakek Pendekar Hantu melesat menerjang Tian Long dengan serangan yang dua kali lipat lebih kuat dan cepat. Sementara sang Nenek melesat ke udara dan melewati Tian Long hingga kini ia berada di belakangnya.


Kini kedua telapak tangan Sepasang Pendekar Hantu telah diselimuti cahaya berwarna kebiruan yang mengandung racun mematikan.


Tian Long yang masih menyimpan energi qi nya sedari tadi, tak ingin gegabah. Ia telah mengetahui keganasan racun tenaga dalam mereka dari Yang Xio.


Segera saja Tian Long mengerahkan energi qi yang segera menyelimuti tubuhnya. Ia membuat energi itu berfungsi untuk melindungi tubuh tuanya dari serangan tenaga dalam lawan yang mengandung racun.


Sepasang Pendekar Hantu, terkejut saat menyadari aura kekuatan Tian Long menjadi berkali lipat lebih besar dari sebelumnya. Namun keduanya tidak menghentikan serangannya.


Diserang dari dua arah yang berlawanan, tidak membuat Tian Long menjadi panik, Ia menangkis serangan tapak kakek Pendekar Hantu dan menghindari tendangan sang Nenek dengan lihainya.


Beberapa kali serangan Sepasang Pendekar Hantu hampir mengenai tubuh Tian Long. Namun selalu saja bisa dihindari di saat kritis. Hal itu membuat Sepasang Pendekar Hantu menjadi geram.


Kakek Pendekar Hantu segera memberi isyarat kepada Sang Nenek untuk menggunakan jurus ilusi mereka. Sementara Ia akan tetap dengan jurus sebelumnya.


Sesaat kemudian Tian Long merasakan udara di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi bernuansa biru. Hal yang membuatnya khawatir adalah, ia tidak bisa melihat keberadaan kedua lawannya.


Namun sebagai tokoh yang telah mengalami banyak pertarungan hidup dan mati sepanjang hidupnya, membuat Tian Long tetap tenang. Ia segera memusatkan konsentrasi dengan memejamkan mata dan menajamkan pendengarannya.


Sepasang Pendekar Hantu yang melihat celah tersebut, tak menyia-nyiakannya. Keduanya segera melesat untuk memberikan serangan mematikan dari dua arah yang berlawanan.


Tapak tangan yang dialiri tenaga dalam yang mengandung racun mematikan, sejengkal lagi akan mengenai dada dan punggung Tian Long yang terlihat berdiri memejamkan matanya.


Whuuts


DESS DESS

__ADS_1


Terdengar dua suara keras yang berasal dari tubuh yang terhantam oleh pukulan yang sangat kuat.


Sepasang Pendekar Hantu terpental dengan luka parah hingga menyemburkan darah segar dari mulut mereka.


Mata keduanya melotot lebar. Saat sejengkal lagi serangan mereka mengenai Tian Long, tiba-tiba sosok sepuh itu membungkukkan badannya sehingga kedua kakek dan nenek itu, saling menghantam satu sama lainnya.


Kakek Pendekar Hantu segera mengeluarkan sebuah botol kecil dari balik jubahnya. Ia segera mengeluarkan tiga butir pil berwarna hijau daun dan langsung menelannya.


Sang Nenek pun melakukan hal yang sama. Ia segera menelan penawar racun milik mereka berbentuk pil berwarna hijau daun itu.


Sambil menunggu reaksi dari pil yang mereka telan, Kakek Pendekar Hantu memandang tajam ke arah Tian Long dengan rasa kesal yang besar.


“Kau! Bagaimana kau bisa terlepas dari teknik ilusi kami? “ Kakek Pendekar Hantu bertanya pertanyaan yang tak penting demi untuk mengulur waktu.


“Tenang saja, aku tidak akan menyerang kalian yang sedang menunggu penawar racun kalian bekerja. Jadi jangan bertanya pertanyaan bodoh, aku malas menjawabnya.”


Ucapan Tian Long, membuat Sepasang Pendekar Hantu menelan ludah mereka dan rasa jerih pun mulai merasuki hati mereka.


Selama ini mereka tidak menemukan lawan yang setangguh Tian Long. Sehingga belum sempat menunjukkan jurus terkuatnya. Jurus yang bernama Sepasang Hantu Menghukum Jiwa.


****


Pertarungan lain yang diamati oleh Qiu Lan adalah pertarungan antara Yang Xio melawan Xin Qung, Sang Iblis Bukit Pelangi. Keduanya telah mengeluarkan senjata pusaka andalan mereka masing-masing.


Dengan Cambuk Naga Apinya, Yang Xio berhasil mengimbangi serangan ganas jagoan nomor dua aliran Hitam Kekaisaran Hun yang menggunakan senjata bernama Sepasang Tanduk Iblis itu.


Kini pertarungan keduanya telah mendekati puncaknya. Dimana Xin Qung terlihat tengah mengalirkan sejumlah besar energi ke Sepasang Tanduk Iblis sambil mulutnya membaca mantera.


Yang Xio pun menjadi waspada melihat hal itu, Ia tiba-tiba saja terkejut saat menyadari Cambuk Naga Api menyerap tenaga dalamnya dalam jumlah yang sangat besar.


“Apakah Roh penghuni Cambuk Naga Api yang melakukan hal ini?”


Yang Xio yang tak bisa menghentikan penyerapan energi tenaga dalamnya, teringat akan perkataan Sang Guru puluhan tahun silam tentang roh penghuni cambuk itu.

__ADS_1


Ia pun kembali terkejut ketika tiba-tiba merasakan cambuk itu mulai bergerak sendiri dan membuat tubuhnya bergerak tanpa bisa Ia cegah.


Hal itu bersamaan dengan Xin Qung yang berteriak keras sambil mengacungkan sepasang Tanduk Iblis ke udara yang lalu mengeluarkan asap merah sangat disertai hawa membunuh yang sangat pekat.


Asap yang bergumpal itu, perlahan membentuk sebuah wujud yang berbentuk makhluk yang menyeramkan seperti manusia.


Hanya saja Ia berkepala botak dengan dua tanduk di kepalanya dan mata yang merah menyala. Dua taring yang keluar dari kedua sudut bibirnya, menambah kesan angker seiring semakin pekatnya aura membunuh itu.


Sementara Yang Xio yang sedang kebingungan dengan situasinya, melotot lebar melihat apa yang dilakukan oleh Xin Qung serta makhluk menyeramkan setinggi sepuluh meter itu.


Yang Xio mengalihkan pandangannya, Ia menatap ke atas dimana terlihat Tali Cambuk Naga Api sedang berputar cepat membentuk sebuah Cakram Energi yang sangat besar dengan diameternya sepanjang tiga meter.


Cakram itu energi itu diselimuti oleh Api yang berwarna kebiruan yang membuat udara di sekitarnya terasa sangat panas sekali. Anehnya Yang Xio tidak merasakan hawa panas tersebut.


Berbeda dengan Xin Qung yang kini matanya melotot lebar ke arah energi cakram berapi biru itu. Ia segera melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam untuk meredam hawa panas yang datang menerpanya.


Makhluk Berwujud Iblis dari Sepasang Tanduk Iblis di tangan Xin Qung tiba-tiba menggeram marah. Ia segera melesat ke arah Yang Xio berusaha untuk menghancurkan energi Cakram itu.


Namun di saat yang bersamaan, energi cakram berapi biru itu telah selesai dibuat oleh Roh yang mengendalikan Cambuk Naga Api. Roh tersebut segera melesatkan Cakram Energi itu


Makhluk berwujud Iblis merah itu terkejut, Ia segera bersalto di udara dengan sangat cepat menghindari cakram yang akan menebas tubuhnya.


Hal itu sontak membuat seluruh orang yang berhenti dari pertarungan mereka, melototkan matanya dengan lebar. Tidak menduga makhluk sebesar itu bisa bergerak dengan sangat cepat.


Cakram energi berbalik arah dan mencoba menebas tubuh Roh Iblis Merah itu. Namun cakram itu kembali gagal.


Setelah lima kali gagal mengenai lawannya, Cambuk di tangan Yang Xio bergerak dengan cepat memaksa Yang Xio mengikuti gerakannya sehingga terlihat seperti orang yang menari.


Sontak hal itu membuat Tian Long terkekeh geli melihat sahabatnya menari seperti itu yang terlihat lucu baginya.


Berbeda dengan Sepasang Pendekar Hantu yang mencemaskan nasib sahabat mereka Xin Qung, saat melihat apa yang terjadi dengan cakram energi berapi biru itu.


-----------------------O---------------------------

__ADS_1


__ADS_2