
“Selamat jalan Guru!” Zhu San dan Bian Chi membungkuk memberi hormat mereka saat melihat Long Niu telah berada di dalam terowongan yang tercipta dari Artefak Dimensi.
Long Niu melambaikan tangannya sebelum akhirnya berbalik dan melesat bagaikan kilat. Perlahan-lahan cahaya pelangi kecil itu menghilang dan akhirnya sirna dengan tibanya Long Niu di Dunia Asalnya.
Zhu San menghela nafas panjang, walau hanya sesaat saja mereka bersama, namun jasa guru mereka itu, amatlah besar juga kesan yang sangat mendalam.
“San Gege … Apakah kita akan bertemu dengan guru lagi?” Suara sedih Bian Chi terdengar. “Entahlah … Semoga saja kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengannya.” Sebuah tekad tertanam dalam benak Zhu San.
Ia merengkuh bahu sang isteri yang kembali menangis sedih. “Sudahlah kita kembali dulu ke Kota Qingzen. Aku akan membelikan gaun baru untukmu.” Zhu San mengecup mesra kening isterinya.
Bian Chi segera menghadapkan tubuhnya kepada sang suami, lalu mengalungkan kedua lengannya di leher sang suami. “Ke Kota Qingzen atau ke Alam Jiwa?” Tanya Bian Chi sambil tersenyum menggoda.
“Ke Alam Jiwa!” Kata Zhu San dengan cepat seraya tangan kirinya bergerak membuka gerbang dimensi Alam Jiwa.
Saat ini dengan kekuatan yang Ia miliki, baik Zhu San maupun Bian Chi dengan mudah membuat gerbang dimensi tersebut. Sehingga sesaat kemudian terowongan itu tercipta.
Zhu San segera memeluk pinggang sang isteri dan melayang masuk dengan sangat cepat ke alam jiwa dan menutup gerbang dimensi itu dengan cepat.
Keheningan Alam Jiwa berubah oleh teriakan Bian Chi yang terkejut panik dan senang, saat Ia melihat yang Ia rindukan selama dua minggu terakhir, menjadi dua kali lebih gemuk dari sebelumnya.
“San Gege … Aku … Aku takut?” Bian Chi berkata dengan suara yang telah parau. “Takut kenapa?” Tanya Zhu San pura-pura heran. Bian Chi tidak menjawab dengan kata, melainkan tindakan.
Suara jeritan kecil terdengar beberapa saat, lalu berganti dengan suara rintihan hingga beberapa jam kemudian dan semuanya diakhiri dengan jeritan panjang Bian Chi dan geraman Zhu San.
Lalu suasana Alam jiwa kembali menjadi hening. Hanya memperdengarkan suara helaan nafas teratur dari keduanya yang telah terlelap keletihan.
****
“San Gege … Apa yang telah terjadi?!” Suara Bian Chi terdengar hampir menangis, saat keesokan harinya mereka tiba di kota Qingzen.
__ADS_1
Kompleks istana telah porak-poranda. Bangunan-bangunan telah hancur. Ratusan mayat para prajurit dan pendekar yang menggeletak, telah membusuk. Bau busuk itu menusuk hidung mereka dengan kuat.
“Siapa yang melakukan ini! Aku tak akan mengampuninya sedikitpun!” Bian Chi yang khawatir akan keselamatan kedua orang tuanya, seketika menjadi sangat gusar.
Energi sangat besar memancar dari tubuhnya, membuat udara berfluktuasi sangat hebat. Beberapa bebatuan terlihat bergerak terangkat ke udara oleh energi tersebut.
“Chi’er …. Tenangkan dirimu.” Zhu San berkata lembut dengan merengkuh bahu sang isteri. “Semoga Ayah dan Ibu baik-baik saja.” Lanjutnya.
Kemarahan Bian Chi masih belum mereda. Tiba-tiba mereka mendengar suara rintihan lemah dan samar, minta tolong dengan memanggil nama Zhu San.
Zhu San berkelebat ke arah sumber suara itu dan menemukan sesuatu yang tidak terduga sama sekali.
“Sesepuh Lu Fang! Bertahanlah!” Zhu San menemukan Lu Fang yang kondisinya sangat mengenaskan.
Kaki kanan Lu Fang telah putus dan Zhu San menyadari jika tenaga dalam Lu Fang telah dihilangkan. Sesuatu yang jauh lebih mengerikan bagi seorang pendekar dari kematian itu sendiri.
Zhu San segera mengalirkan hawa penyembuh Yinyang dari tubuhnya. Setelah satu jam kemudian, kondisi Lu Fang pun telah pulih. Semua lukanya telah disembuhkan kecuali kaki kanannya.
“Tidak usah Sungkan Sesepuh Lu. Chi’er bagaimana dengan yang lainnya?” Tanya Zhu San kepada Bian chi yang baru kembali memeriksa seluruh komplek istana ini.
“Aku hanya menemukan jasad Sesepuh Xiong Gi dengan perut … “ Bian Chi terdengar tidak tega untuk mengatakannya.
“Sesepuh Lu … Bagaimana dengan Ayah dan Ibuku. Siapa yang melakukan semua ini? Dimana yang lainnya?” Nyaris tanpa jeda, Bian Chi bertanya kepada Lu Fang.
“Tuan Puteri tidak perlu khawatir, Yang Mulia dan Permaisuri sepertinya berhasil diselamatkan oleh para pendekar lainnya.”
Lu Fang lalu menjelaskan, bahwa lima hari yang lalu akan diadakan penobatan Kaisar Baru dimana Ju Yan atau Xiang Yan akan naik tahta sesuai dengan permintaan Kaisar Shi Hung Permaisuri Qiang Ji.
Saat acara akan dimulai, datanglah empat orang pendekar tingkat tinggi. Mereka dipimpin oleh Kang Ji, jagoan nomor tiga Aliran Hitam Kekaisaran Wei.
__ADS_1
Ia datang bersama dengan Hou Ming dan Tong Bai serta Shao Meng. Keempatnya terlalu kuat untuk dilawan oleh mereka dan juga beberapa ketua Sekte Aliran Putih yang menghadiri penobatan Kaisar Baru itu.
“Lalu bagaimana dengan Saudara Yan dan Isterinya?” Tanya Zhu San dengan suara yang khawatir. “Tuan Muda Yan …” Lu Fang terdiam seraya menelan ludahnya.
“Aku tidak tidak tahu apakah Tuan Muda Yan dan Isterinya masih bisa diselamatkan atau tidak. Mereka terluka parah saat bertarung melawan Kang Ji dan Hou Ming.”
Beruntungnya Bayang Semu datang dan membawa keduanya pergi, setelah Ia mengamankan Kaisar Shi hung dan permaisurinya di suatu tempat.
Lu Fang menghela nafas sejenak. Ia pun melanjutkan penjelasannya. Saat Kang Ji dan Hou Ming akan mengejar bayangan Semu, Xiong Gi dan Lu Fang yang sedang bertarung dengan Tong Bai, segera melesat dan menghadang mereka.
Dengan cara seperti itulah akhirnya, Bayangan Semu berhasil meninggalkan tempat tersebut dan setelah itu tidak diketahui lagi bagaimana situasinya.
Lu Fang mengatakan dirinya telah jatuh tak sadarkan diri, sesaat setelah melihat Xiong Gi dibunuh oleh Kang Ji. Ia baru tersadar saat tubuhnya diterpa energi tenaga dalam Bian Chi sejam yang lalu.
“Sesepuh … Kemanakah Paman Bayangan Semu membawa Ayah dan Ibuku?” Tanya Bian Chi yang telah meneteskan airmatanya.
“Kemungkinan besar, mereka berada di dalam sebuah Goa di balik Air terjun yang berada di pegunungan Laosan. Dua jam ke arah selatan dari Kota Qingzen.” Jawab Lu Fang dengan suara sedikit dipelankan.
Zhu San dan Bian Chi tidak membuang-buang waktu. Bian Chi segera memasukan jasad Xiong Gi ke dalam Cincin Jiwanya. Lalu Zhu San membawa Lu fang dengan menggunakan energi qi nya.
Lu Fang terlihat kagum dengan kemampuan yang Zhu San miliki. Ketiganya melayang sangat cepat ke arah Selatan. Namun baru lima belas menit, Zhu San menyadari jika ada yang mengikuti mereka.
Sosok itu memiliki kemampuan yang setara dengan Bayangan Semu dalam hal kecepatan. Walaupun begitu Zhu San membiarkannya.
“Kenapa tidak kita bunuh saja?” Tanya Bian Chi yang juga mengetahui keberadaan sosok itu.
“Tidak! Biarkan Ia mengetahui lokasi kita. Biar mereka yang datang mencari kita. Dengan begitu kita tidak perlu bersusah payah mencari mereka semua.” Jawab Zhu San dengan tersenyum tipis.
Lu Fang yang mendengar pembicaraan itu, hanya bisa memandang heran ke arah Zhu San setelah mendengar kata-katanya.
__ADS_1
“Apakah Tuan Muda yakin bisa mengalahkan Kang Ji yang berkemampuan Sangat tinggi itu?” Dalam benaknya Lu Fang bertanya demikian.
*****