Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
261: Akhir Pertarungan


__ADS_3

‘Sudah ku katakan kalian tidak bisa membunuhku bukan?!” Bian Chi yang melihat kepala Qiu Lan melayang tanpa tubuh itu, segera beringsut ke belakang suaminya.


Bagaimanapun kuatnya Ia menahan rasa ngeri, tubuhnya tetap bergidik melihat kepala tanpa badan itu, melayang dan berbicara layaknya orang yang masih hidup.


“Rupanya Kau telah menguasai Teknik Duplikat Diri dari Kitab Sakti Energi Alam dengan menggunakan tubuh orang mati, lalu mengubahnya agar menyerupai dirimu. Pantas saja tidak air mata setetes pun yang mengalir, walau kau sedang menangis terisak-isak.”


Wajah kepala tanpa badan itu terlihat terkejut mendengar ucapan Zhu San.”Dari mana Kau tahu kitab dan teknik itu? Ah itu tidak penting lagi. Hanya saja ..”


Qiu Lan terdiam sejenak, lalu Ia menjelaskan bahwa Ia melakukan tipuan ini, untuk mengukur kekuatan mereka berdua. Setelah mengetahui bahwa mereka berdua tidak sekuat dirinya yang asli, Qiu Lan mengatakan jika Ia merasa menyesal telah menduplikat dirinya.


Dengan kekuatan penuhnya saat ini, Qiu Lan yakin Ia bisa dengan mudah membunuh keduanya. Zhu San yang terkejut mendengar ucapan tersebut, pura-pura tersenyum.


“Kau pikir, duplikatmu ini menghadapi sosok kami yang sebenarnya?” Tanya Zhu San. “Jangan mencoba menipu ku dengan menggunakan caraku. Karena …”


Ucapan Qiu Lan terhenti, saat melihat Zhu San mengusap wajahnya dan mengubahnya menjadi wajah seorang kakek. Zhu San kembali tersenyum saat mengetahui bahwa Qiu Lan percaya dengan apa yang Ia ucapkan.


“Begitu rupanya, Jadi mereka juga sudah sekuat diriku yang asli. Terpaksa ku tunda rencana ku untuk mencari mereka. Aku harus meningkatkan kekuatanku lagi.”Qiu Lan hanya berkata dalam benaknya.


“Baiklah jika begitu … Aku akan mencari kalian setelah kekuatan ku meningkat dua kali lipat dari sekarang.”


Zhu San tersedak nafasnya sendiri mendengar ucapan Qiu Lan. Siasatnya ternyata berbalik membahayakan dirinya sendiri.


“Jadi kau tidak akan mengatakan dimana dirimu yang sebenarnya bukan? Kalau begitu kita akhiri saja percakapan kita.” Tanya Zhu San sambil mengalirkan energi qi ke arah tapak kanannya.


“Bodoh, Tentu saja aku tidak akan mengatakannya. Baiklah jika begitu selamat tinggal.” Kepala Qiu Lan bergerak sangat cepat ke arah bawah dimana Gaun Kematian kini berada.


Namun Zhu San yang telah bersiap meledakkan kepala Duplikat Qiu Lan itu, bergerak lebih cepat darinya.


PRAAK BLAAAR


Terdengar suara kepala pecah disertai ledakan kecil seiring dengan hancurnya kepala Qiu Lan yang masih memiliki sedikit energi qi itu. Bian Chi akhirnya bisa bebas dari rasa ngeri di hatinya.

__ADS_1


“San Gege … Kenapa wajahmu seperti itu?” Tanya Bian Chi setelah melihat wajah Zhu San yang sedang termenung dengan dahi berkerut.


Zhu San lalu menjelaskan bahwa Ia telah salah bersiasat. Ia mengatakan jika mereka saat ini adalah sosok duplikat, agar Qiu Lan tidak segera mencari mereka.


Namun Siapa sangka, Qiu Lan asli yang kekuatannya dua kali lipat dari sosok duplikatnya itu, justru masih akan bersembunyi dan terus meningkatkan kekuatannya menjadi dua kali lipat dari sekarang. Setelah itu barulah Ia akan mencari mereka berdua untuk membunuhnya.


“Berarti kita harus jauh lebih kuat lagi dari sekarang bukan? Lalu bagaimana caranya agar….” Ucapan Zhu San terhenti karena Bian Chi segera berbicara.


“Kita harus segera menuju ke Gunung awan Putih di wilayah utara Kekaisaran Jian. Jika benar sosok yang memintamu datang menyerahkan segel bola emas itu adalah sosok manusia abadi, maka dia pasti mengetahui cara untuk meningkatkan kekuatan kita.”


“Kadang kau terlihat sangat cerdas istriku.” Kata Zhu San yang merasa tercerahkan dengan situasi yang mereka hadapi saat ini. Sebuah cubitan mendarat di pinggang Zhu San.


Suara pertempuran yang kembali berlangsung, mengalihkan perhatian keduanya. “Ayo Kita selesaikan dulu masalah di kekaisaran ini.” Kata Zhu San yang segera melayang turun menuju arena pertempuran.


Arus pertempuran yang seimbang itu, seketika berubah setelah lima menit Zhu San dan Bian Chi datang membantu. Dua pedang yang melayang segera membunuhi para pendekar aliran hitam dengan cepat.


Tiga Jam kemudian pertempuran telah selesai dengan buyarnya para pendekar Aliran hitam setelah melihat Pedang yang membunuhi rekan-rekan mereka dalam satu atau dua kali serangan saja.


Sementara Zhu San tersenyum setelah melihat Ketua Ruan Lao berhasil membunuh Ketua Sekte kapak Emas, Dao Chi.


Demikian juga dengan Ketua Zhang San yang berhasil menghabisi dua orang ketua Sekte yang menjadi musuh bebuyutannya.


Sementara Dua bunga kematian, berhasil dihabisi oleh Seng Kun dan He Pang setelah bertarung hampir satu jam.


Walau beberapa luka mendera tubuh mereka, namun Kemenangan Aliansi Pendekar Aliran Putih, membuat luka itu seperti tidak terasa.


Bau Anyir darah memenuhi udara di Gerbang barat Kota Hungdao, sekitar dua belas ribu orang tewas. Empat ribu orang diantaranya berasal dari Aliansi Pendekar Aliran Putih.


***


Di dalam sebuah goa di Kekaisaran Wei, terlihat Sosok Qiu Lan sedang menangis sedih atas kematian Gao Yan. Untuk ketiga kalinya, Ia kehilangan orang yang sangat Ia cintai.

__ADS_1


“Mengapa aku tidak bisa bersatu dengan orang yang ku cintai di dua kehidupanku? Apakah ini sudah takdirku?” Gumamnya disela isak tangisnya yang masih sulit untuk Ia redakan.


Beberapa saat kemudian Isakan Qiu Lan terhenti karena Ia memutuskan untuk keluar dari Goa yang telah Ia huni selama beberapa bulan terakhir.


Ia berniat menemui pemilik dua energi besar yang sudah hampir sebulan berada di luar goa karena tidak bisa menembus perisai pelindung yang Ia buat.


Hal itu Ia lakukan agar tidak ada orang atau binatang yang memasuki goa, saat dirinya sedang mengendalikan sosok duplikatnya.


Tubuh Qiu Lan seolah menghilang dari tempatnya karena begitu cepatnya Ia bergerak. Tubuhnya terlihat kembali setelah berada di hadapan dua kekuatan besar yang berbeda wujud itu.


“Cepat sekali!” Desis Perempuan berbulu mata lentik yang pernah bertemu dengan Zhu San dan Bian Chi di Kota Qingzen.


KWAAAKK


Burung Phoenix Merah berteriak karena terkejut dengan kemunculan Qiu Lan yang tiba-tiba itu.


Sementara dahi Qiu Lan mengerut saat melihat burung phoenix dan perempuan setengah baya yang sedang menatapnya dengan tajam.


“Siapa Kau! Dan apa tujuanmu mencoba memasuki goa dimana aku berada.” Pertanyaan Qiu Lan disambut dengan senyuman perempuan berbulu mata Lentik dan kepakan sayap Burung Phoenix.


“Aura Kematian sangat kental memancar dari tubuhmu. Apakah Kau Sang Dewi Kegelapan? Jika iya, Aku, Chi Yu akan mengabdi padamu.” Ucap perempuan berbulu mata lentik bernama Chi Yu itu, membuat Qiu Lan menjadi waspada.


Chi Yu segera berlutut di depan Qiu Lan diikuti oleh Burung Phoenix Merah. “Apakah burung Phoenix ini adalah temanmu? Tanya Qiu Lan yang sudah penasaran sedari tadi dengan keberadaan burung phoenix Merah tersebut.


“Aku Phoenix Api Merah. Temanmu di masa seribu tahun lalu Dewi Kegelapan.” Qiu Lan terkejut mendapati Burung Phoenix Merah itu bisa berbicara layaknya manusia.


“Dewi Kegelapan? Namaku Qiu Lan di kehidupan kedua ku ini. Dan Aku dijuluki Dewi Kematian, bukan Dewi Kegelapan. Mengapa kalian menyebutku Sebagai Dewi Kegelapan?”


Pertanyaan Qiu Lan membuat Chi Yu dan Burung Phoenix Api saling berpandangan untuk beberapa saat. Akhirnya Phoenix Api Merah itu memutuskan untuk menceritakannya.


-------------------------O---------------------------------

__ADS_1


__ADS_2