Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
092: Qiu Lan 2


__ADS_3

“Lan’er …Ayah mohon kamu jangan marah, Tiga bulan yang lalu, Putera Mahkota Kuangg Long telah membatalkan pertunangan denganmu. Seminggu yang lalu Ia telah menikah den …”


“APA!!! …. Menikah !!!!”


Qiu Lan berdiri dari duduknya dengan tatapan yang terlihat sangat marah, Ia pun mengepalkan tangannya kuat-kuat dengan raut wajah yang berubah menjadi kelam.


“Kuang Long! … Berani sekali Kau mengkhianati Aku!!!!”


Qiu Lan berkata seraya berteriak dengan kuat. Energi luar biasa besar memancar keluar dari tubuh rampingnya itu.


BRAAK !!!


Suara keras terdengar mengejutkan Qiu Lan. Ia pun segera berlari saat mendapati Ayahnya, telah tergeletak bersimbah darah yang merembes dari bagian kepalanya.


Tubuh Qiu Shang terhempas kuat akibat pancaran energi dari tubuh Qiu Lan yang tidak terkontrol itu.


Kepala Qiu Shang membentur dinding kayu hingga mengakibatkan luka yang parah dan membuatnya jatuh tak sadarkan diri.


Namun saat Qiu Lan mendekatinya tubuh ayahnya itu, alangkah terkejutnya gadis belasan tahun saat mendapati nafas Sang Ayah telah terputus-putus.


“Ayaaaahh … Maafkan Aku Ayah …”


Qiu Lan menangis seraya memeluk tubuh Ayahnya dengan kepala yang berlumuran darah itu, berada di pangKuangnya.


“Lan’er … Kendalikan … lah … Amarah … mu. Jangan … turuti … em ..mo … si mu heg.”


Kepala Qiu Shang terkulai lemas seiring dengan nyawanya yang telah melayang, meninggalkan raganya dengan bibir yang tersenyum, karena melihat Qiu Lan telah sembuh dari sakitnya.


“Ayaaaahh!! …. Tidaaak!!! Jangan Tinggalkan Aku Ayaaah!!!”


Qiu Lan menangis sejadi-jadinya setelah berteriak seperti itu. Para Pelayan yang telah berdatangan, terkejut saat mendapati majikan mereka telah tiada.


Mereka ingin mendekati tubuh Qiu Shang, namun sesuatu terjadi pada Qiu Lan, membuat mereka tersurut mundur saat melihat dan merasakan aura yang membuat bulu-bulu di tubuh mereka berdiri.


Para Pelayan sontak berlari menjauhi ruangan tersebut. Aura mencekam itu, semakin kuat dan hawa panas segera memenuhi ruangan saat Qiu Lan berhenti dari tangisannya


Tubuhnya sedang bergetar, menahan emosi dalam hatinya yang semakin menguat itu. Hingga akhirnya Ia berteriak sangat keras sambil meneriakkan nama kekasihnya dulu.


“Kuang Looooonnggg!!!”


Rambut panjang Qiu Lan yang tergerai, tiba-tiba saja terangkat ke atas, seolah tertiup angin dengan bola mata yang kini telah berubah menjadi kemerahan.

__ADS_1


Ia pun melayang ke udara ke udara dengan memeluk jasad Ayahnya. Sebelum akhirnya berteriak sangat keras.


“AARRRRRRGGGHH”


Seketika itu juga, energi tenaga dalam luar biasa besar, memancar kembali dari tubuh Qiu Lan dengan kekuatan lima kali lebih besar dari sebelumnya.


Dinding rumah yang terbuat dari kayu dengan kualitas terbaik itu, tidak sanggup menahan kekuatan besar yang Ia miliki.


Satu persatu dinding itu hancur berkeping-keping dan atap bangunan itu telah mulai runtuh. Para pelayan pun berhamburan keluar dari rumah saat melihat hal itu.


Apa yang terjadi selanjutnya terjadi, membuat mulut penduduk kota Hangzu yang melihat hal tersebut, menjadi ternganga lebar.


Bangunan besar milik Bangsawan Qiu Shang itu, akhirnya runtuh dan mereka pun melihat pemandangan yang membuat tubuh mereka gemetar.


Qiu Lan sedang melayang di udara dengan kondisi yang mengerikan. Bola matanya memerah dan tubuhnya memancarkan Aura membunuh yang luar biasa pekat.


Darah Ayahnya yang membasahi Gaun putih yang Ia kenakan, menambah suasana seram di tengah malam itu.


Para pelayan yang melihat hal itu mulai menangis saat menyadari majikan mereka telah tiada.


Dan mereka jatuh terduduk dan pasrah saat Qian Lu mendekati mereka dengan mata yang perlahan-lahan kembali menjadi normal seperti sediakala.


Qiu Lan berkata setibanya Ia berada di dekat para pelayan setia yang telah bekerja pada keluarga semenjak Ia masih bayi.


Dua orang pelayan laki yang berusia lebih dari empat puluh tahunan, segera saja menyambut Jasad majikan mereka dengan air yang menggenangi mata mereka.


Qiu Lan tentu saja tersentuh dengan rasa sedih yang terlihat di wajah mereka. Namun Hal itu tidak membuatnya rasa dendam di dalam hatinya kepada Kuang Long mereda.


Tanpa berkata-apapun, Qiu Lan melayang kembali ke udara dan segera melesat ke arah barat dengan mata yang kembali memerah.


Sesaat kemudian, tubuhnya menghilang di telan gelapnya malam. Meninggalkan para penduduk Kota Hangzu yang melihatnya dengan takjub.


***


Zhu San yang saat itu tengah mendengar penjelasan Roh Yao Shan, tertegun saat melihat perubahan raut wajah Makhluk Roh itu yang tiba-tiba memalingkan wajah ke arah barat utara.


Sesaat kemudian Roh Yao Shan itu kembali berkata yang membuat Zhu San terkejut mendengarnya.


“Ada sesuatu yang telah terjadi sehingga reinkarnasi Dewi Kematian, saat ini telah memiliki kekuatan penuhnya.”


“Kau harus segera menemukan gadis bertubuh Yinyang Sejati yang telah mengambil pedang Yanying dan Kitabnya. Dan segeralah menikahinya, agar kalian bisa segera mempelajari teknik Tertinggi dari Kitab Yinyang.”

__ADS_1


Setelah memberikan pesan demikian, perlahan-lahan Roh Yao Shan menghilang dan kembali bersemayam dalam pedang Yinyang di dalam Ruang Cincin Jiwa di jari Zhu Shan.


Zhu San tertegun sejenak dan merasa hatinya menjadi tak menentu, setelah mendengar perkataan Makhluk Roh penghuni Cincin Jiwa itu.


Namun Zhu San segera melayang ke arah barat, ke tempat dimana beradanya kampung para petani yang menggarap lahan pertanian milik Keluarganya.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Zhu San untuk tiba di kampung tersebut dengan kecepatan terbang yang Ia miliki saat ini.


Hanya saja Ia memasuki kampung tersebut dengan berjalan kaki, setelah turun dari udara sejauh seratus meter dari gerbang kampung kecil itu.


Awalnya para pemuda yang diperintahkan untuk berjaga, segera bersiaga saat melihat seseorang berjalan ke arah mereka.


Namun Saat melihat wajah pemuda itu, mereka pun segera menyambutnya dengan wajah yang terlihat gembira.


“Tuan Muda Zhu Lung … Apakah Anda mencari Tuan Zhu Han? Beliau berada di rumah kepala kampung. Mari saya antar ke sana.”


Seorang pemuda yang bertubuh tegap dan memiliki postur yang terbesar, segera berkata dan mengantar Zhu San yang hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan pemuda kampung itu.


Setibanya di rumah kepala kampung itu, Zhu San segera mendapat pelukan dari Ibunya yang sangat khawatir akan keselamatan puteranya itu.


Setelah berbincang-bincang sejenak, Akhirnya Zhu Han pamit undur diri untuk kembali ke rumahnya.


Kepala Kampung memerintahkan seorang pemuda untuk mengambil kuda yang Zhu Han bawa tadi. Namun Zhu San melarang hal itu, karena Ia akan membawa kedua orang tuanya dengan caranya sendiri.


“Lung’er jangan Kau lepaskan pegangan tanganmu! Ibu takut …”


Mu Rong berkata sambil Ia mengeratkan pelukan ke leher Zhu San yang tersenyum mendengar perkataannya.


Sementara Zhu Han terlihat berdecak kagum, saat Ia melihat suasana malam Kota Shinzu dari ketinggian seratus meter di atas tanah.


Mu Rong yang awalnya takut, kini malah meminta Zhu San untuk melewati rumah mereka terlebih dahulu dan melayang hingga dua kilometer dan tiba di sisi timur kota Shinzu.


Setelah puas melihat pemandangan kota Shinzu dari udara, Mu Rong baru mau diajak kembali ke kediaman mereka. Itu pun setelah Zhu Han membujuk Isterinya lebih dari sepuluh kali.


******


Jangan Lupa Like-nya Ya … Trims.


Ilustrasi Qiu Lan Sang Dewi Kematian.


__ADS_1


__ADS_2