Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
258: Pertempuran Di Gerbang Barat VII


__ADS_3

“Pertarungan mereka berdua akan menarik, kekuatan keduanya hampir seimbang. Sesepuh Cao Lung ini mungkin memiliki salah satu dari sepuluh pusaka terkuat, Kapak Emas Dewa Petir. Semoga Sesepuh Tian bisa bertahan dan mengalahkan lawannya.”


Walau berkata seperti itu, tetap saja Zhu San mengkhawatirkannya. Zhu San pun meminta kepada Qiu Lan dan Gao Yan untuk menunda pertarungan mereka dan menyaksikan pertarungan itu terlebih dahulu.


Qiu Lan terlihat senang setelah mengetahui orang yang selama ini Ia cari untuk meminta bantuan kepadanya, telah datang sendiri. Dan Ia pun setuju dengan perkataan Zhu San walau Gao Yan terlihat sudah ingin bertarung lagi.


Mata keempat orang muda berkemampuan tinggi, kini tertuju ke satu arah yang sama. Dimana Tian Long kembali menggunakan jurus yang telah membunuh Sepasang Pendekar Hantu.


“Apakah Sesepuh Tian Long masih memiliki jurus kuat lainnya? Sehingga langsung menggunakan jurusnya hebatnya itu?” Zhu San yang keheranan dengan jurus yang digunakan Tian Long bergumam sendiri.


Bian Chi urungkan niatnya untuk menjawab pertanyaan Zhu San karena pertarungan telah dimulai. Tian Long terlihat bertahan dari serangan Cao Lung yang menggunakan jurus aneh namun sangat kuat.


Cao Lung yang merasa di atas angin, semakin gencar melesatkan serangan tapak dan tendangannya ke arah Tian Long yang tetap dalam posisi bertahan.


Setelah bertukar serangan lebih dari lima puluh kali, Cao Lung terlihat mulai kesal karena mendapati pertahanan Tian Long begitu kuat. Tak satu pun serangan hebatnya, berhasil mengenai lawan.


Jurus kuat yang Ia ciptakan selama dirinya mengasingkan diri itu, seolah menjadi menjadi kehilangan kehebatannya melawan Tian Long yang bertahan dengan Jurus Perisai Dewa Bumi.


Cao Lung segera mengubah serangannya dengan jurus lain yang lebih kuat. Beberapa saat kemudian, senyum Cao Lung pun terkembang setelah Ia berhasil mendesak Tian Long.


Jurus Cao Lung yang penuh dengan gerakan tipuan yang tak terduga itu, memaksa Tian Long untuk mengubah jurusnya. Ia pun berteriak keras sebelum membalas serangan Cao Lung dengan Tinju Dewa Bumi.


Beberapa waktu kemudian pertarungan kembali menjadi seimbang dengan ritme yang semakin cepat dan hawa pukulan maupun tendangan yang semakin besar.


DUAGH


DESSS


Keduanya sama-sama terpental beberapa meter ketika serangan mereka saling mengenai satu sama lainnya. Cao Lung terlihat merasakan sakit pada Dadanya yang terkena Tinju Tian Long.

__ADS_1


Sebaliknya Tian Long pun merasakan sedikit nyeri pada pahanya yang terkena tendangan Cao Lung.


Dan Ia pun terkejut saat mendapati Cao Lung baik-baik saja setelah terkena tinju yang mampu membunuh sepasang Pendekar Hantu.


“Tua Bangka Sialan, Tinjunya membuat dadaku sesak. Energi qi nya jauh lebih kuat dariku sehingga bisa menembus perisai pelindungku?” dalam benaknya Cao Lung menyadari kekuatan energi qi yang dimiliki Tian Long.


Cao Lung lalu mengeluarkan Kapak Emas Dewa Petir dari balik jubahnya, setelah Ia merasa tak ada jalan lain untuk bisa memenangkan pertarungan ini.


“Akhirnya Ia menggunakan senjata Pusakanya. Manakah yang jauh lebih kuat, Kapak Emas atau Tangan Emas Dewa Bumi.” Tian Long segera mengerahkan delapan puluh persen energi qi ke arah kedua tangannya. Cahaya kuning keemasan, segera menyelimuti seluruh bagian kedua lengan Tian Long.


Sementara Cao Lung yang telah mengalirkan energi qi ke arah Kapak Emas di tangannya, terlihat heran memandang Tian Long yang tidak mengeluarkan senjata apapun.


“Apa kau meremehkanku sehingga tidak mengeluarkan senjatamu?” Tian Long hanya tersenyum mendengar pertanyaan Cao Lung. “Tangan ku ini cukup untuk mengalahkan Kapak Emas mu.”


Cao Lung mendengus kesal mendengar jawaban Tian Long. Ia pun melesat dengan Kapak yang telah mengeluarkan beberapa percikan petir kecil berwarna merah kekuningan.


Tebasan cepat Kapak Emas Cao Lung beberapa kali berhasil di hindari oleh Tian Lung, hingga pada satu waktu, Tian Long terpaksa menangkis dengan tangan kanannya.


Terdengar suara seperti benturan dua buah besi saat Kapak emas bertemu dengan Lengan Tian Long. Benturan itu membuat keduanya terpental beberapa meter.


Wajah Tian Long terlihat memburuk saat mendapati guratan merah di lengan kanannya. Sementara Cao Lung terkekeh melihat raut wajah Tian Long yang seperti itu.


“Kekuatan Kapak Emas Dewa Petir memang luar biasa. Chi’er bisakah Kau pinjamkan pedang Phoenix kepada Sesepuh Tian?” Bian Chi pun menganggukkan kepalanya.


Saat Pedang Phoenix telah Ia keluarkan dari Cincin Jiwa. Tian Long melesat ke arah dimana Ruan Lao berada. “Aku pinjam Pedang Bumi sebentar saja.”


Ruan Lao yang juga tengah berhenti bertarung dengan Ketua Sekte Kapak Emas dan menyaksikan pertarungan ke dua guru mereka, segera saja mengulurkan Pedang Bumi.


Tian Long yang telah menggenggam Pedang Bumi yang merupakan warisan leluhurnya, dalam sekejap telah berada di hadapan lawan dengan wajah yang terlihat malu mengingat kata-kata angkuhnya tadi.

__ADS_1


“Akhirnya Kau menggunakan pedang itu lagi. Kau pikir pedang itu bisa menahan kekuatan Kapak Emas ku?”.


“Kita lihat saja sekarang!” Jawab Tian Long sambil melesat dengan jurus dari Kitab Pedang Inti Bumi.


Cao Lung terkesiap merasakan sambaran pedang yang sangat cepat dan berhawa sangat panas, berada sejengkal lagi dari lehernya. Pertarungan pun kembali dimulai dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata biasa.


Pertarungan semakin sengit setelah memasuki seratus jurus, jubah masing-masing terlihat telah terkoyak akibat terkena sambaran senjata lawannya.


Tiba-tiba saja Cao Lung melesat membuat jarak dengan Tian Long hingga lebih dari sepuluh meter. Tian long pun mengerutkan dahinya.


“Terimalah Jurus terkuatku ini! Amukan Dewa Petir!” Cao Lung berteriak keras sambil mengangkat kapak ke udara dengan kedua tangannya.


Kapak Emas Dewa Petir seketika bersinar dengan cahaya yang jauh lebih terang lagi. Beberapa saat kemudian, terbentuk energi berbentuk kapak berukuran seratus kali lebih besar dari kapak aslinya.


Dari kapak energi itu, memercik petir-petir besar sepanjang dua meter. Tian Long pun segera bersiap dengan jurus dari Kitab Pedang Inti Bumi walau Ia baru menguasai level satu dari jurus tersebut.


Sebuah energi berbentuk pedang yang sama besar dengan kapak energi Cao Lung segera muncul di atas kepala Tian Long yang memegang Pedang Bumi dengan kedua tangannya.


“Petir Dewa” Setelah Cao Lung berteriak keras. Dua buah petir tiba-tiba menyambar ke arah Tian Long yang terkejut mendapat serangan cepat itu.


JEDAAR


Salah satu petir berhasil dihindari oleh Tian Long, namun satu diantaranya, berhasil menghantam kaki kanannya. Hal itu membuat Kaki Kanan Jagoan nomor satu Aliran Putih itu, mati rasa untuk beberapa saat.


“Petirnya sangat kuat sekali. Perisai pelindungku berhasil ditembusnya dengan mudah.” Wajah Tian Long memburuk saat melihat kaki kanannya menghitam gosong akibat serangan tadi.


Wajah Zhu San pun berubah menjadi khawatir saat melihat serangan Cao Lung barusan. “Apakah Aku harus membantu Sesepuh Tian? Bagaimana jika Ia tersinggung? “


Zhu San yang meyakini Tian Long akan kalah dalam pertarungan kali ini, menjadi kebingungan sendiri.

__ADS_1


----------------------------o----------------------------


__ADS_2