Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
233: Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Zhu San menyelinap keluar dengan gerakan yang sangat cepat, keempat orang yang berada di atap tidak menyadari Zhu San yang telah melayang di udara, sedang mengamati mereka.


Keempatnya tengah berusaha membongkar atap bangunan untuk membuat jalan masuk ke dalamnya.


“Empat orang penyusup itu memiliki kemampuan yang cukup lumayan. Aku harus segera menjatuhkan mereka.” Zhu Segera berkelebat dengan Jurus Tinten Siba.


PRAK


Suara kepala pecah terdengar memecah keheningan malam. Suara tubuh tak bernyawa yang jatuh ke tanah, tertindih suara terkejut dari tiga orang lainnya.


Mereka tidak menduga sama sekali jika akan menemui lawan yang mampu bergerak sangat cepat sehingga mereka tidak mampu untuk menghindari serangannya.


PRAK


Suara kepala yang pecah oleh hantaman tinju Zhu San, kembali terdengar. Dua orang yang lain bergidik ngeri melihat tubuh rekannya berguling jatuh dari atap dengan kondisi mengenaskan.


Keduanya berusaha kabur dari tempat tersebut, namun Zhu San tiba-tiba telah menghadang di depan mereka tanpa mereka ketahui kapan Ia bergerak .


“Ampun Tuan … Ampuni nyawa Kami!” Salah seorang berbicara dengan menangkupkan kedua tangannya di dean dada. Namun itu adalah siasat liciknya.


Ia mengambil sebuah pisau beracun dan secepat kilat melemparkannya kepada Zhu San. Suasana malam yang gelap membuat senjata itu tidak terlihat. Namun tidak dengan Zhu San.


Sambil mendengus kesal kesal Zhu San menepis pisau itu dengan tangan kirinya, sementara tangan kanan bergerak cepat menghajar keala pria tersebut.


PRAK


Suara kepala yang pecah kembali terdengar, membuat satu pria yang tersisa dari kelompok tersebut, menjadi gemetar melihat kekejaman yang Zhu San lakukan.


Ia segera terduduk pasrah di atap bangunan, tidak bersuara sama sekali. “Katakan siapa yang mengirim kalian ke sini! Atau Aku akan menyiksamu dengan cara yang tak akan kau duga.”


Zhu San mengancam pria itu agar memberitahunya siapa sosok yang mengirim mereka. Namun sebelum pria itu membuka mulut, sebuah senjata lebih dulu menancap di tengkuknya.

__ADS_1


Zhu San yang melihat dari mana arah serangan segera berkelebat menyusul sosok yang mengenakan topeng. Walau sosok bertopeng itu memiliki peringan tubuh yang tinggi namun, lawan yang Ia hadapi bukanlah pendekar biasa.


Dalam beberapa helaan nafas, Zhu San berhasil menghadang sosok bertopeng itu di sebuah atap bangunan yang berjarak lima puluh meter dari kediamannya.


Tanpa berkata apapun, sosok bertopeng dan berpakaian hitam itu, segera menyerang Zhu San dengan melemparkan pisau-pisau beracunnya.


Zhu San yang telah melindungi tubuhnya dengan Zirah Yang, membiarkan serangan itu mengenai dirinya. Hal tersebut membuat Sosok bertopeng terkejut saat melihat senjatanya berjatuhan sebelum mengenai tubuh lawan.


“Siapa Pemuda ini? Kemampuannya begitu tinggi apakah dia pendekar yang berpura-pura menyamar menjadi gubernur yang baru? Kalau benar, berati ini jebakan.” Dalam benaknya sosok bertopeng berkata dengan hati yang risau.


Melihat lawan terkejut dengan apa yang terjadi di depan matanya, Zhu San segera bergerak cepat menotok sosok pria bertopeng hingga membuat tubuhnya menjadi kaku tidak bisa bergerak.


Zhu San lalu membawa pria tersebut kembali ke kediamannya. Sesampainya di sana Zhu San segera mengikat kedua tangan pria bertopeng itu dan membuatnya duduk terikat dengan kursinya.


Zhu San lalu menarik lepas topeng pria itu dan membuangnya. Kini terlihat sosok seorang pria berusia sekitar empat puluhan tahun dengan wajah yang terlihat pucat.


“Dengar baik-baik perkataanku! Jangan membuat ku mengulangi pertanyaan! Katakan Siapa yang membunuh keluarga Gubernur Mu Dao?!” Zhu San meraih leher ria tersebut dan bersiap meremasnya.


”Bunuhlah Aku! Jangan berharap mendapat informasi apapun dariku!” Pria itu menjawab dengan suara keras.


PLAKK


Zhu San menampar pipi pria tersebut yang menyebabkan tiga buah gigi pria itu tanggal dan bibirnya mengeluarkan darah.


“Apakah kau tahu ada yang lebih mengerikan dari kematian?” Zhu San menyeringai kejam. Membuat sosok pria bertopeng itu mulai terlihat ketakutan.


Zhu San lalu menyentuh pundak pria tersebut dan mengalirkan qi berhawa panas dan dingin untuk mengacaukan sirkulasi tenaga dalamnya.


Sosok pria tersebut menjadi gemetaran dan mulai merintih hingga akhirnya meraung keras, saat merasakan dua hawa berbeda, merasuki tubuhnya.


Bian Chi pun memasuki ruangan itu saat mendengar raungan dari tawanan suaminya. Dan Ia tertegun melihat kekejaman sang suami kepada lawannya itu.

__ADS_1


Hawa sangat panas seolah membakar tubuhnya sebelah pusar ke atas, sementara hawa dingin membuat organ di dalam dan di bawah perutnya serasa membeku.


“San Gege … Apa yang kau lakukan?” Tanya Bian Chi setelah tiba di dekat suaminya. “Aku hanya memaksanya untuk membuka mulut dan memberitahu siapa yang menyuruhnya.


Bian Chi pun memahami apa yang suaminya lakukan. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah tawanan mereka yang masih meraung tertahan.


Tak kuat lagi menahan rasa yang begitu menyiksa tubuhnya, pria itu akhirnya meminta ampun kepada Zhu San dan berjanji akan mengatakan yang sebenarnya.


Zhu San lalu mengakhiri siksaan terhadap lawan dan mengambil kursi untuk duduk di depannya. Setelah nafas pria itu kembali normal, Zhu San pun segera meminta penjelasan.


Dengan suara terbata-bata dan wajah yang terlihat sangat ketakutan pria itu akhirnya menjelaskan kepada Zhu San dan Bian Chi bahwa Ia diperintahkan oleh Bangsawan Wu Lei dan Bangsawan An He.


Pria itu juga menjawab pertanyaan Zhu San tentang keberadaan kedua bangsawan itu yang saat ini berada di Kota Hungdao, Ibukota Kekaisaran Hun.


Pria itu menyebutkan, siapapun yang menjadi gubernur kota Hang Yao dan Wuchang pasti akan dihabisi oleh kedua bangsawan itu.


Zhu San sangat geram mendengarnya hingga akhirnya Ia melepaskan pukulan yang membuat pria itu tewas dengan kepala yang retak.


“Chi’er sepertinya perjalanan ke Kekaisaran Jian akan kita tunda terlebih dahulu. Aku harus menghabisi kedua bangsawan itu agar tidak lagi jatuh korban kedepannya nanti.”


Bian Chi pun setuju dengan rencana sang suami. “Menurutmu, apakah kita harus ke kota Hangyao menjenguk Paman Tan Kuan dan Bibi Yu Mei?” Tanya Bian Chi kemudian.


“Tidak, Aku yakin paman Tan dan Bibi Yu Mei bisa mengatasi para pembunuh yang dikirim kepada mereka. Saat ini kita harus kembali ke Kota Baixan dan memberitahukan tentang hal ini kepada Paman Mu Bai.”


Zhu San lalu memanggil seorang prajurit dan memintanya mengurus jasad pria yang Ia interogasi tadi.


Zhu San dan Bian Chi lalu menemui Jenderal Qu Lung yang baru saja akan berangkat tidur. Kepada Sang Jenderal, Zhu San menjelaskan informasi yang baru Ia dapatkan.


Jenderal Qu Lung, terlihat terkejut mendengar apa yang baru saja terjadi. Ia pun segera meningkatkan penjagaan setelah Zhu San mengingatkan bahwa kemungkinan mereka akan mengirim pembunuh lainnya.


------------O---------------

__ADS_1


__ADS_2