
Qin Yu dan Liu Ling sedari awal, telah mengerahkan kekuatan mereka sebanyak lima puluh persen.
Hal itu membuat udara di sekitar mereka berdua menjadi panas di satu sisi dan menjadi dingin di sisi yang lain.
Radius pancaran kedua energi yang berbeda itu semakin meluas, membuat penonton mulai diterpa kedua hawa itu, sehingga merasa gelisah dan menjadi was was.
Biksu Fanzeng yang menjadi wasit, terpaksa mengerahkan tenaga dalamnya, agar dapat bertahan dari kedua suhu yang semakin meningkat, baik dingin ataupun panasnya.
Wajah Zheng An maupun Qin Rui terlihat tegang menyaksikan pertarungan murid mereka berdua.
Di tengah arena terlihat kedua peserta itu bertarung semakin sengit dengan pedang yang sering beradu dan melepaskan energi panas dan dingin.
Qin Yu yang kini menggunakan Pedang Es Abadi milik gurunya, tidak merasa gentar untuk beradu senjata dengan pedang Api Biru di tangan Liu Ling.
Sejak seratus tahun lalu, kedua pedang itu telah menggemparkan dunia persilatan karena kehebatan yang dimilikinya.
Hanya saja tidak semua orang mampu menggunakan kedua pedang itu, untuk bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya, kecuali mereka yang memiliki tubuh istimewa.
Pedang Es Abadi hanya dapat digunakan oleh mereka yang memiliki energi Yin di dalam tubuhnya.
Sementara Pedang Api Biru hanya dapat digunakan oleh mereka yang memiliki energi Yang di dalam tubuhnya.
Kekuatan penuh dari kedua pedang pusaka itu, akan dapat dikeluarkan oleh mereka yang bertubuh Yang Sejati atau bertubuh Yin Sejati.
Hanya saja sedikit yang mengetahui jika hal yang fatal akan terjadi, saat kedua pedang itu dialiri oleh energi Yin atau energi Yang dalam jumlah yang besar.
Hal fatal itu akan terjadi jika kedua pedang tersebut saling bertarung satu sama lainnya jika telah di aliri energi dalam jumlah besar.
Hal ini Zhu San ketahui dari penjelasan kedua gurunya, saat mereka membicarakan tentang Pedang Yin Yang.
Pedang yang harus Zhu San cari karena hanya jenis tubuh sepertinya dirinyalah yang dapat menggunakan pedang tersebut.
Selain itu, Zhu San juga telah membaca banyak kitab kuno yang dimiliki oleh guru Keduanya Lin Kai, tentang beberapa senjata pusaka yang dikabarkan memiliki roh di dalamnya.
Benturan ke dua senjata pusaka dari arena, menyadarkan Zhu San dari lamunannya.
__ADS_1
Dan apa yang dikhawatirkan oleh Zhu San, Lin Kay dan Fu Kuan pun terjadi, sesaat setelah melihat kedua peserta turnamen itu berbenturan senjata.
Qin Yu melompat mundur cukup jauh, demikian juga dengan Liu Ling. Keduanya terlihat hendak mengeluarkan jurus yang mereka andalkan dengan mengalirkan energi berjumlah besar ke dalam pedang mereka.
“Hentikan Per ….” Suara Zhu San yang berteriak tanpa tenaga dalam itu, tertelan oleh jeritan penonton yang berada dekat dengan kedua gadis tersebut.
Para penonton lari tunggang langgang menjauhi Qin Yu, saat mereka merasakan terpaan udara yang sangat dingin dan membuat tubuh mereka nyaris membeku.
Demikian juga yang terjadi dengan para penonton yang berada di belakang Liu Ling.
Mereka segera berlarian, menjerit dengan panik saat energi berhawa sangat panas menerpa wajah mereka.
Beberapa orang penonton terlihat menjerit panik sambil berlari menjauhi Liu Ling dan berusaha memadamkan api yang membakar jenggot atau kumis mereka.
Sementara wajah Qin Yu terlihat panik, begitu juga dengan Liu Ling.
Keduanya terkejut saat merasakan pedang di tangannya, menyerap tenaga dalam dengan jumlah sangat besar tanpa bisa mereka cegah ataupun menghentikannya.
Zheng An dan Qin Rui terkejut melihat hal itu, apalagi saat melihat Biksu Fanzeng melompat mundur karena ledakan hawa panas dan dingin, menerpa kuat tubuhnya.
Lin Kai dan Fu Kuan pun melesat hampir bersamaan dengan Zhu San. Karena Ilmu peringan tubuh mereka kalah hebat dengan Zhu San, keduanya terlambat tiba di arena.
Dua Pedang yang hendak berbenturan atas kehendaknya sendiri itu, berhasil di tahan oleh kedua telapak tangan Zhu San.
Pedang Api biru yang berada di sebelah kanan, di tahan oleh Zhu Han dengan telapak tangan kanan yang telah Ia aliri energi Yin yang sangat dingin.
Pedang Es Abadi ditahan dengan telapak tangan kiri yang telah dialiri oleh energi Yang dengan jumlah sangat besar hingga terasa panas.
Kedua mata pedang yang sangat tajam itu hanya sedikit menggores telapak tangan Zhu San.
Apa yang dilakukan oleh Zhu San adalah untuk menetralkan kedua energi besar yang berada di dalam pedang tersebut.
Sementara Lin Kai segera bergerak ke arah belakang Qin Yu dan segera menotok bagian pundaknya. Hal itu membuat pedang Es Abadi, terlepas dari genggaman tangan Qin Yu yang segera jatuh terduduk.
Hal yang sama dilakukan juga oleh Fu Kuan kepada Liu Ling. Tepat saat kedua gadis itu jatuh terduduk dengan tubuh yang lemas, Qin Rui telah tiba ditempat Qin Yu berada.
__ADS_1
Sementara Zheng An tiba kemudian setelah Ia melapisi tubuhnya terlebih dulu dengan tenaga dalam besar, untuk melindungi tubuhnya dari hawa panas yang tinggi itu.
Ia tiba di dekat Liu Ling yang hampir menangis melihat apa yang terjadi dengan Zhu San.
“Shan Gege … “
Qin Yu berkata lirih dengan menitikan air matanya karena khawatir melihat kondisi Zhu San.
Qin Rui yang ingin bertanya bagaimana kondisi Qin Yu, menahan kata-katanya dan mengalihkan pandangan ke arah Zhu San.
Lalu Ia mengalihkan pandangannya ke arah dua orang kakek bertampang aneh yang salah satunya, Ia duga adalah sosok Fu Kuan.
Hati Qin Rui menjadi berdebar tak menentu, saat menyadari jika dugaannya benar, maka satu Kakek yang lainnya adalah Lin Kai dan mereka berdua adalah guru Zhu San.
Ia pun kembali menatap ke arah Zhu San dengan benak dipenuhi pertanyaan, apa yang sebenarnya sedang terjadi terhadap pemuda itu.
Hal yang sama dilakukan oleh Lin Kai dan Fu Kuan yang heran dengan apa yang tengah terjadi dengan murid mereka.
Hanya satu dugaan yang berada dibenak kedua Guru Zhu San itu.
Informasi yang keduanya ketahui tentang adanya penghuni dalam kedua pusaka itu, adalah hal yang mungkin menjadi penyebab apa yang terjadi terhadap Zhu San saat ini.
“Tua Bangka Fu … Jangan-jangan informasi tentang penghuni kedua pedang pusaka itu memang benar adanya. Bagaimana menurutmu. Apa yang harus kita lakukan?”
Menilik dari panggilan Lin Kai kepada Fu Kuan yang berbeda, menunjukan jika Lin Kai sedang serius menghadapi situasi di depan mereka.
“Entahlah … Memang hanya itu hal yang mungkin menjadi penyebabnya. Kita jangan melakukan apapun terlebih dahu …”
AAARRGGGHHHH
Perkataan Fu Kuan terputus saat Zhu San yang sedari tadi hanya diam sambil memejamkan mata, tiba-tiba berteriak sangat keras.
Tubuhnya memancarkan Aura Kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, membuat hawa panas dan dingin melonjak dua kali lipat dari sebelumnya.
******
__ADS_1