
Zhu San segera berdiri lalu memasukan Pedang Yinyang ke dalam Cincin Jiwa dan mengambil Topeng Hitam yang sebenarnya bernama Topeng Pencabut Nyawa.
Walau belum tahu bagaimana caranya topeng itu membunuh manusia, namun Zhu San sedikit mendapat gambaran tentang cara yang akan di lakukan.
Ia lalu melesat ke tembok pagar menghampiri para prajurit yang kini mulai ketakutan melihat belasan ribu orang mendekati gerbang Kota.
“Kalian Tenanglah … Aku akan melakukan sesuatu, tapi kalian semua jangan melihat apa yang aku lakukan atau kalian akan tewas bersama mereka! Cepat sampaikan hal ini pada yang lainnya!”
Zhu San berkata demikian seraya jarinya menunjuk ke arah belasan ribu prajurit yang semakin mendekati tempat mereka. Para prajurit yang mendengar perkataan Zhu San, segera melakukan apa yang Ia perintahkan.
Belasan orang berlarian di atas tembok pagar, meneriakkan apa yang diperintahkan oleh Zhu San yang telah melayang ke arah belasan ribu prajurit Aliansi Aliran Hitam.
Saat jaraknya telah berada tiga puluh meter di depan mereka, Zhu San segera turun dan menjejakkan kakinya di tanah. Lalu mengenakan Topeng Hitam Pencabut Nyawa.
Zhu San tersentak sesaat setelah Ia memasang topeng itu di wajahnya. Dirinya merasakan adanya aliran energi yang kuat yang tiba-tiba saja membuat tubuhnya bergerak sendiri.
Sontak saja prajurit musuh yang berada di barisan depan, tertawa terbahak-bahak melihat Zhu San sedang menari bagai seorang puteri dengan gerakan yang gemulai.
Terkadang pinggul Zhu San bergoyang memutar cepat sambil sedikit berjongkok. Tentu saja hal itu membuat tawa para prajurit semakin menjadi-jadi.
“Dia sudah gila rupanya! Hahahaha…”
“Hahahaha … gerakannya lucu sekali Hahaha”
Suara prajurit terdengar silih berganti, tanpa mereka sadari perlahan-lahan aliran energi mengalir menerpa tubuh mereka hingga sampai pada bagian tengah barisan prajurit itu.
“Bodoh jangan melawanku aku tidak punya banyak waktu dan tenaga untuk membunuh mereka semua!”Suara seorang perempuan, terdengar nyaring di kepala Zhu San.
Perempuan itu kesal dan membentak Zhu San karena terus meronta-ronta untuk mengambil alih kesadaran tubuhnya.
__ADS_1
“Kau boleh saja membuat tubuhku menari, tapi jangan goyangkan pinggulku seperti tadi, jijik aku membayangkannya!” Zhu San balik membentak perempuan itu.
“Jangan Kau bayangkan, Sudahlah jangan melawan dan menahanku lagi bodoh! Aku harus secepatnya membunuh mereka!” Suara perempuan itu terdengar lebih keras lagi.
Zhu San akhirnya mengalah dan membiarkan perempuan itu mengambil alih tubuhnya. Namun Zhu San kembali menjadi geram, saat suara perempuan itu membuat tubuhnya kembali menari sambil bergoyang pinggul.
“Apa yang Kau lakukan!” Bentak Zhu San dalam pikirannya. “Diamlah! Sebentar lagi mereka akan terbius dan ikut menari hingga mati kehabisan energi hidup mereka!” Suara itu kembali membentak Zhu San.
Tak menemukan jalan lain, Zhu San segera diam dan melihat ke arah ribuan prajurit yang kini mulai ikut bergoyang seperti dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi masih menjadi pertanyaan bagi Zhu San sendiri.
Ribuan orang di barisan depan, semakin terhipnotis oleh gerakan tari yang dilakukan oleh Zhu San. Zhu San tidak mengetahui jika perempuan yang membentaknya, sedang membuat ilusi membuat para prajurit itu kini melihat sosok dirinya yang terbalut busana ketat yang menunjukan keseksiannya.
Para prajurit itu semakin menggila, mereka telah terjebak dalam ilusi yang seolah nyata. Mereka pun mulai menjerit kesakitan sambil memegangi leher masing-masing yang tiba-tiba sakit seperti tercekik.
“Ayo Cekik leher kalian semua, cekiklah hihihihi!” Suara seorang perempuan terdengar dari mulut Zhu San yang membuat pemuda itu terkejut dalam ruang pikirannya.
Zhu San menelan ludahnya saat melihat pemandangan mengerikan di depan matanya saat ini.
Dua menit kemudian, semua tubuh yang berguling meronta-ronta itu, terdiam karena tewas dengan cara yang tidak mereka mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi. Hampir semua mayat itu tewas dengan mata yang melotot.
Ribuan prajurit lainnya yang masih tersadar, segera bergerak menjauh tempat itu dengan wajah ngeri dan juga keheranan, melihat rekan-rekan mereka tewas dengan cara yang tak biasa itu.
Sesuatu pun terjadi pada tubuh Zhu San, walau tidak bisa melihatnya, Zhu San dapat merasakan jika ada aura mencekam yang mengalir masuk ke dalam tubuhnya yaitu Aura Kematian.
Sesaat kemudian, tubuh Zhu San tersentak dan Zhu San pun memiliki kembali kesadaran akan tubuhnya. Ia segera melepaskan topeng Hitam itu, setelah merasakan seluruh aliran energi dari topeng itu, telah kembali ke tempatnya semula.
“Kekuatan yang luar biasa! Bagaimana bisa Ia menggerakkan ribuan orang sekaligus dengan tenaga dalamnya?”
Zhu San yang kini memahami bagaimana ribuan orang itu bisa bergerak diluar kesadarannya, terlihat kagum dengan kemampuan roh perempuan penghuni Topeng Hitam itu.
__ADS_1
Namun melihat kembali pada ribuan jasad para prajurit di depannya, membuat Zhu San segera memasukan kembali Topeng Hitam Pencabut Nyawa ke dalam Cincin Jiwa.
Zhu San bertekad untuk tidak menggunakan lagi topeng tersebut, mengingat Ia belum bisa melawan kekuatan yang dimiliki oleh roh perempuan itu.
Zhu San masih berdiri tegak, memandang sekitar delapan ribu prajurit yang bergerak menjauhi dirinya.
“Sepertinya aku harus membunuh para jenderal mereka terlebih dahulu, sebelum pergi ke ke rumah Paman Ruo.”
Zhu San kembali melesat ke udara, walau kekuatannya baru pulih lima puluh persen dari seluruh kekuatan yang Ia miliki. Ia segera menuju ke arah tiga orang yang sedang memberi perintah dari atas kudanya.
Dengan cepat Zhu San menghabisi ketiga orang itu dengan melemparkan Pedang Yinyang ke arah mereka. Pedang itu menebas leher ketiga jenderal itu setelah melakukan dua tiga kali gerakan.
Setelah itu, Zhu San berteriak lantang di ketinggian tiga puluh meter dari udara.
“Jika kalian masih ingin hidup, segera tinggalkan tempat ini secepatnya! Atau pedangku akan memenggal kepala kalian semua!”
Sontak ribuan prajurit itu berlarian menjauhi tembok pagar kota Songdu. Mereka tidak menghiraukan satu sama lainnya lagi, berusaha menyelamatkan leher masing-masing.
Zhu San tersenyum melihat hal itu. Setelah ribuan prajurit itu berada pada jarak satu kilometer dari tembok pagar kota Songdu, Zhu San segera membalikkan badannya melesat ke pusat kota, ke arah kediaman bangsawan Song Yu.
Amarah mulai kembali merasuki Zhu San, saat dari jarak satu kilometer, Ia melihat sedang terjadi pertempuran sengit, tepat dari arah di mana kediaman Bangsawan Song Yu berada.
Mereka yang menyerang kediaman Bangsawan Song Yu, adalah pasukan khusus yang beranggotakan para pendekar. Mereka berasal dari berbagai sekte Aliran Hitam yang telah bergabung dalam Aliansi yang dipimpin oleh Dewa tapak Api, Luo San.
*****
Di tes dulu tiga Hari yaa.. Kalo 2 chapter sekaligus, biasanya yang dilike hanya chapter terakhir saja....
Jumlah Like itu tidak berpengaruh langsung pada income Author.. berpengaruhnya secara tidak langsung.
__ADS_1
Jumlah Like yang besar, menjadi alat promosi bagi pembaca lain yang belum membaca, novel itu untuk tertarik membacanya.
Jadi dukung terus Setiap Author Favorit anda ya.. 🙏🙏🙏