
Energi berhawa dingin, segera menyebar dari kedua lengan Zhu San, kekuatannya menerpa Tubuh api Luo San yang telah dirasuki roh Iblis Api.
Tak terlihat bagaimana raut wajah Iblis Api itu, saat energi dingin menerpa tubuhnya dengan sangat kuat. Hanya geraman yang terdengar seperti orang marah yang keluar dari mulutnya.
GOOOAARRR
Tubuh Luo San melesat sangat cepat, setelah meraung keras. Tapaknya terarah ke kepala Zhu San dengan tenaga yang kuat. Zhu San kembali menangkis serangan itu, namun tubuhnya tidak terlempar mundur seperti sebelumnya.
Hal itu membuat Luo San semakin marah, tendangan dan pukulan kembali Ia lesatkan dengan bertubi-tubi ke arah tubuh Zhu San. Namun dengan mudah Zhu San menangkis dan menghindarinya.
Kini keduanya mulai melayang di udara, hal yang sebenarnya tidak bisa dilakukan oleh Luo San, jika dirinya tidak sedang dirasuki oleh roh Iblis Api yang bersemayam di gelangnya.
Perlahan Zhu San pun mulai membalas dengan melesatkan serangan yang mematikan dengan kekuatan lima puluh persen tenaga dalamnya.
Pertarungan keduanya berlangsung dengan gerakan yang sangat cepat dan menimbulkan suara benturan yang keras, serta lesatan energi yang nyasar ke arah para pendekar yang sedang bertarung di bawah mereka berdua.
Pertukaran serangan telah berlangsung lebih dari tiga puluh kali, suara benturan pun semakin keras terdengar.
GOAARRRR
Luo San berteriak keras setelah melesat mundur, membuat jarak sejauh lima meter diantara keduanya. Ia melepaskan serangan dengan memutar-mutar kepalanya.
Terciptalah tornado api dari putaran kepala itu yang melesat sangat cepat ke arah Zhu San, yang segera melepaskan energi Es dari kedua tapaknya untuk menghadang serangan itu.
BLAAMM
Dua energi berbenturan keras, membuat udara berfluktuasi hebat, hingga menghempaskan mereka yang sedang bertarung dua puluh meter di bawah keduanya.
Beberapa dari mereka, kulitnya terlihat melepuh dan sebagian lagi menjadi keras membeku. Setidaknya belasan orang dari kedua belah pihak, tewas akibat ledakan itu.
Sementara di udara tubuh Luo San terjajar ke belakang hingga tiga meter. Saat berhasil menguasai dirinya, Zhu San sudah tidak terlihat lagi di hadapannya.
BUUGH
__ADS_1
GOAAAARRHH
Zhu San yang tidak terpental, segera melesat ke belakang Luo San dengan sangat cepat. Saat berhasil menguasai dirinya, Luo San dikejutkan dengan hantaman kuat dari belakang tubuhnya.
Ia meraung keras, saat terpental hingga lebih dari lima meter dengan api yang berkobar di tubuhnya, mulai meredup. Hawa sangat dingin mengalir dalam tubuhnya dengan cepat.
Setelah berhasil menguasai diri dan menetralisir energi dingin di tubuhnya, nyala api itu kembali membesar bahkan lebih besar dari sebelumnya.
“Iblis ini sangat kuat, sepertinya Aku harus menggunakan kekuatan penuhku.” Zhu San segera memejamkan matanya dan mengalirkan sembilan puluh persen tenaga dalam dari Inti Elemen Es.
Udara tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin, membuat para pendekar berhenti bertarung dan menjauhi tempat tersebut dengan mata melotot lebar.
Udara di sekitar Zhu San kini mengeluarkan butiran salju yang segera melayang dan bersatu membentuk seekor Ular Naga Es yang sangat besar.
Entah apa yang dipikirkan oleh Luo San, yang terjadi kemudian tubuhnya melesat pergi ke arah selatan, melayang dengan sangat cepat.
Zhu San hanya tersenyum melihat hal itu, Ia segera melesatkan ular naga es yang segera mengejar Luo San dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Kini mereka telah berada di atas perkemahan para prajurit Aliansi Aliran Hitam. Perkemahan itu hanya di jaga sekitar seratus orang prajurit yang terpencar di empat penjuru angin.
“Mau kemana Kau!”
Zhu San membentak Luo San dengan suara keras. Luo San yang matanya telah berapi itu, tiba-tiba melepaskan serangan energi dari matanya sebagai jawaban.
Zhu San hanya menepis serangan itu dengan telapak tangannya. Luo San pun semakin geram melihatnya. Namun saat Ia hendak kembali menyerang Zhu San, Ular Naga Es telah berada tepat di belakangnya.
GOAARRRHH
Roh Iblis yang merasuki tubuh Luo San menjerit sangat keras, saat Ular Naga Es mulai menelan tubuhnya. Ia berusaha menahan rahang atas mulut Ular Naga Es itu, namun tenaganya tidak cukup kuat.
Tubuh Luo San pun segera menghilang sebelum akhirnya terjadi ledakan yang sangat keras yang mengguncang udara. Ratusan tenda pun roboh terhempas oleh energi ledakan tersebut.
Dari pusat ledakan terlihat, kabut berwarna merah yang menandakan jika tubuh Luo San telah hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Namun tidak dengan Gelang Iblis Api, Gelang itu, tiba-tiba melesat sangat cepat ke arah timur dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata.
Zhu San yang terkejut mendapati hal itu, Ia pun terlihat bimbang. Ingin rasanya mengejar gelang itu, namun tak yakin bisa melakukannya karena gelang itu, kini memiliki kecepatan yang setara dengan kecepatan penuhnya.
Namun Ia lebih memikirkan situasi peperangan, yang masih belum bisa ditentukan pihak mana yang akan menjadi pemenangnya.
Saat Zhu San menoleh ke arah gelang itu, Gelang Iblis Api sudah tidak terlihat lagi karena sudah sangat jauh. Kecepatan yang tinggi membuatnya berhasil menjauhi Zhu San dalam sekejap saja.
“Apa aku bakar saja tenda-tenda ini? Ah tidak, gudang tempat makanan juga akan terbakar, sebaiknya aku pindahkan dulu cadangan makanan mereka.”
Zhu San segera melesat ke beberapa tenda yang sangat besar, dimana terlihat ratusan alat masak yang tertata rapi di sekitarnya.
Zhu San segera memasuki tenda itu satu persatu, cadangan bahan makanan itu pun perlahan menghilang saat Zhu San mengibaskan cincin jiwanya.
Setelah mengosongkan lima tenda besar yang berfungsi sebagai gudang makanan itu, Zhu San kembali melesat ke udara. Kini Ia menyadari, jika posisinya berada di tengah-tengah perkemahan itu.
Zhu San segera menciptakan Dua Ular Naga Api dari kedua telapak tangannya. Ular Naga Api itu, segera saja melesat dan menghancurkan tenda-tenda itu dengan membakarnya.
Api pun menyala dengan cepat, setelah Zhu San menghembuskan angin dari energi Inti Elemen Angin dalam tubuhnya. Setelah hampir seluruh tenda itu terbakar, Zhu San segera menghantamkan kedua Ular Naga Api itu ke sebuah tenda besar yang belum terbakar.
Kedua ular naga api dari energi itu, segera hancur seiring dengan berkobarnya api membakar tenda yang merupakan tenda utama pasukan Aliansi Aliran Hitam.
Zhu San segera kembali ke arena pertempuran, Ia pun melihat situasi pertempuran masih berimbang, walau jumlah pasukan mereka jauh berbeda.
Zhu San tersenyum saat melihat tiga orang jenderal yang merupakan pimpinan dari prajurit Aliansi Aliran Hitam. Ia segera melesat ke arah dimana mereka berada.
Tanpa permisi lagi, Zhu San segera mencabut pedang salah satu jenderal yang terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
Namun semua sudah terlambat, tiga orang itu dibunuh dengan cepat oleh Zhu San dengan memenggal kepalanya.
Melihat Jenderal mereka sudah tewas, ratusan prajurit yang berada di tempat itu, bergidik ngeri, rasa jerih membuat mereka segera berlari menjauhi arena pertempuran.
*******
__ADS_1