
247: Tian Long
.
Sesampainya di Penginapan, Zhu San dan Bian Chi telah ditunggu oleh He Pang Dan Seng Kun. Wajah keduanya terlihat murung saat berdiri di depan ruangan mereka.
Wajah keduanya berubah cerah ketika melihat Zhu San dan Bian Chi telah kembali. “Tuan Pendekar … Bagaimana? Apakah anda telah melihat kedua bangsawan itu?” Tanya Seng Kun yang khawatir informasi anak buahnya salah.
“Aku melihat keduanya berada di pesta pernikahan. Dan juga Suami Kaisar adalah benar Gao Yan, pengkhianat sekteku. Hanya saja … “ Zhu San terdiam sebelum menyelesaikan kalimatnya.
Ia tidak ingin memberitahu kekhawatirannya akan kekuatan yang dimiliki oleh Pasukan Penakluk Bumi. Kekuatan mereka saat ini, memang bisa menaklukkan ketiga kekaisaran lain dengan mudah.
“Paman Kun dan Paman Pang situasinya saat ini jauh lebih berbahaya dari yang ku duga. Berapakah seluruh jumlah Anggota Aliansi Aliran Putih saat ini?” Tanya Zhu San.
“Kurang lebih sekitar lima ribu orang Tuan Pendekar.” Zhu San menghela nafas Panjang mendengar jawaban Seng Kun. Jumlah yang masih kalah jauh dengan jumlah pendekar Aliansi Aliran hitam.
“Seandainya Sekte Pedang Bumi mau bergabung, ada sekitar dua ribu orang anggota tambahan. Seandainya Pelindung Sekte Pedang Bumi diketahui keberadaannya, mungkin Kekuatan Aliansi akan meningkat jauh.” Lanjut Seng Kun.
“Pelindung Sekte Pedang Bumi? Siapakah dia Paman?” Zhu San terlihat penasaran.
“Sesepuh Tian Long, Beliau adalah Jagoan Nomor Satu Aliran Putih Kekaisaran Hun sebelum Sesepuh Yang Xio. Ia menghilang sejak dua puluh tahun lalu dan dianggap telah tiada. Seandainya beliau masih hidup, maka semua Pendekar Aliran putih akan bersatu di bawah Pimpinannya.”
Kini He Pang yang memberi penjelasan kepada Zhu San. Dahi Zhu San mengerut sejenak, Ia lalu memberi pesan kepada Seng Kun dan He Pang, agar menemui Tang Yun.
Zhu San meminta Tang Yun untuk menemuinya di Sekte Pedang Bumi. Ia akan bernegosiasi dengan Ruan Lao agar bergabung dengan Aliansi Aliran Putih yang dibentuk Tang Yun dan beberapa sekte aliran putih lainnya.
Seng Kun menyanggupinya, Ia akan mengirim seorang anak buahnya yang memiliki peringan tubuh tinggi untuk menyampaikan informasi tersebut.
***
Sementara di Sekte Pedang Bumi, kegembiraan luar biasa tengah menyelimuti hati para anggota dan petinggi Sekte Pedang Bumi. Hal itu karena kedatangan Kakek berjubah putih yang mereka anggap telah tiada.
__ADS_1
Tian Long yang berusia lebih dari seratus tahun dan menghilang sejak dua puluh tahun lalu itu, tiba-tiba muncul kembali di sekte, setelah melihat Zhu San dan Bian Chi yang menghilang di hadapannya.
Merasa khawatir terhadap Sekte yang pernah Ia pimpin itu, Ia memutuskan untuk kembali. Namun Ia justru mendapatkan informasi yang membuatnya bahagia.
Kitab Pedang Inti Bumi telah berhasil dibuka oleh Zhu San. Saat ini Ia tengah melatih muridnya Ruan Lao, di sebuah lembah sunyi dalam wilayah sekte mereka.
“Bagus Lao’er … Kau hampir menguasainya di tahap ahli, mungkin dalam seminggu lagi, kau bisa mencapai tahap itu bahkan lebih.” Tian Long tersenyum sambil mengelus janggut putihnya yang panjang.
Ia tersenyum melihat daya hancur serangan dari Pedang Bumi yang digunakan oleh Ruan Lao saat berlatih Jurus Pedang Inti Bumi.
“Guru … Apakah Anda tidak ingin mempelajari jurus yang dulu sangat guru inginkan?” Tanya Ruan Lao untuk ke sekian kalinya. Biasanya Tian Long hanya menggeleng, namun tidak kali ini.
“Lao’er … Aku telah melatih sebuah jurus baru. Jurus yang tidak menggunakan tenaga dalam. Melainkan menggunakan energi alam yang bernama qi.”
Ruan Lao terlihat bengong, Ia tidak memahami sama sekali apa yang dimaksud qi. Tian Long sepertinya menyadari hal itu. Ia pun segera bersiap menunjukkannya.
Ratusan Pedang dari energi qi tercipta dari kedua telapak tangan Tian Long. Setelah Guru Ruan Lao itu mengibaskan tangannya, ratusan pedang energi itu melesat ke dua arah yang berbeda.
Dua ledakan keras membuat tanah yang mereka pijak berguncang seolah dilanda gempa. Sementara dua tebing di sisi kiri dan kanan mereka segera hancur dengan batu yang berjatuhan ke arah mereka.
Keduanya segera melesat ke udara dengan mulut Ruan Long yang terbuka dan mata melotot lebar. Ia tidak menduga sama sekali bahwa kedua tebing yang besar itu, hancur dengan mudahnya oleh Sang Guru.
“Apa!? Baru lima puluh persen!!?”
Ruan Lao hampir tersedak nafasnya setelah mendengar ucapan Sang Guru. Tian Long mengatakan bahwa tadi Ia menggunakan kurang dari lima puluh persen dari seluruh energi qi yang dimilikinya.
“Ada dua kekuatan besar yang mendatangi Sekte kita. Ayo cepat kembali Ke sekte.” Raut wajah Tian Long berubah saat merasakan dua energi besar sedang bergerak sangat cepat menuju ke Sekte Pedang Bumi.
“Besar sekali kekuatan dua orang ini? Lawan ataukah kawan?”Tanya Tian Long dalam benaknya, saat melayang bersama Ruan Lao kembali ke pusat sekte mereka.
Keduanya tiba bersamaan dengan tibanya dua orang yang memiliki energi besar itu.”Pendekar Yinyang Sejati! Guru pemuda itulah yang membantu kita membuka peti Kitab Pusaka kita.”
__ADS_1
Tian Long tidak terkejut mendengarnya. Ia sudah mendengar cerita itu beberapa hari yang lalu. Yang Ia kagumi adalah kekuatan keduanya yang harus Ia akui lebih besar darinya.
“Selamat datang kembali di Sekte Pedang Bumi, Pendekar Muda. Mari turun dan berbincang di ruanganku.” Ruan Lao memberi hormat kepada Zhu San.
Keempatnya pun melesat turun dan disambut dengan salam penghormatan dari seluruh anggota sekte pedang Bumi terhadap Zhu San dan Bian Chi serta Tian Long.
“Kedua anak muda ini, benar-benar memiliki energi qi yang sangat besar di tubuh mereka. Bagaimana bisa mereka memiliki energi qi dalam waktu yang singkat dan sebesar ini?”
Ada rasa iri di dalam hati Tian Long dan juga rasa penasaran. Dirinya saja butuh waktu hampir tiga puluh tahun untuk bisa memiliki energi qi sebanyak saat ini.
“Sesepuh berbaju putih ini sangat dihormati oleh Ketua Ruan Lao. Siapa beliau? Aku merasakan energi yang cukup besar di dalam tubuhnya.”
Rasa penasaran juga dimiliki oleh Zhu San dan Bian Chi. “San Gege … Jangan-jangan Kakek ini adalah Sesepuh Tian Long yang diceritakan oleh Paman He Pang tadi.” Jawab Bian Chi melalui telepati mereka.
Zhu San pun akhirnya tersadar dan setuju dengan dugaan Bian Chi. Keduanya tersenyum gembira saat mendengar Ketua Sekte Pedang Bumi mempersilakan Kakek itu lebih dulu dengan sikap yang sangat hormat seraya berkata.
“Guru … Silakan duduk. Sebentar lagi para Anggota akan membawa arak kesukaan Guru.”
Wajah Zhu San dan Bian Chi seketika berubah menjadi cerah. Hal itu karena tujuan mereka untuk meminta Sekte Pedang Bumi bergabung dalam Aliansi, sepertinya akan menjadi mudah.
“Pendekar Muda Perkenalkan ini Guruku Tian Long. Guru Pendekar muda yang tampan ini bernama Zhu San dan nyonya yang cantik itu bernama Bian Chi. Mereka berdua telah berjasa besar kepada Sekte Kita.”
Ruan Lao lalu memperkenalkan secara resmi Zhu San dan Bian Chi kepada gurunya. Demikian juga sebaliknya.
Tian Long adalah Pendekar yang rendah hati Ia pun segera berdiri dan menangkupkan kedua Tangannya ke depan.
“Terimakasih San’er Chi’er … Karena telah menyelamatkan muridku Ruan Lao dari kematian dan juga membuka Peti berisi Kitab Pedang Inti Bumi.” Kata Ruan Lao.
“Sesepuh Long … Anda terlalu sungkan. Semua itu karena kebetulan saya bisa melakukannya.” Zhu San segera berdiri dan membalas penghormatan itu.
“Pendekar yang hebat namun rendah hati. Pantas saja Paman He Pang mengatakan jika ada Sesepuh Tian Long, maka Pendekar Aliran Putih akan bisa bersatu.”
__ADS_1
------------------O----------------------