Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
315: Perang Besar Dunia Atas


__ADS_3

Zhu San membentangkan kedua tangannya, seketika hembusan angin yang sepoi-sepoi berubah menjadi sangat kencang seolah ada badai yang membuat ribuan anak panah itu terpental dan berjatuhan ke tanah.


Suasana seketika menjadi hening. Hal ini mengejutkan bagi mereka semua karena serangan ribuan anak panah itu, berhasil digagalkan hanya dalam waktu kurang dari lima detik saja.


“Guru … Tolong Perintahkan kepada Pendekar Bumi ke atas agar segera membentuk barisan di udara di luar tembok pagar kota!?”


Zhu San berkata demikian melalui telepatinya kepada Long Niu saat Ia melihat di belakang barisan musuh yang berjarak lima ratus meter itu, pasukan Siluman Burung Gagak Hitam telah bersiap menyerang.


Jumlah mereka sekitar tiga hingga lima ratus ekor, jumlah yang cukup besar untuk Zhu San hadapi sendirian. Apalagi di setiap burung terlihat dua hingga tiga orang yang menungganginya.


Apalagi di kaki burung gagak raksasa itu, mencengkeram sebuah wadah besi dimana di dalamnya terdapat batu besar yang telah menyala.


“San’er Semua Pendekar Bumi ke atas telah berada di udara. Apa yang harus kami lakukan?!” Tanya Long Niu yang telah berada di dekat Zhu San bersama Bian Chi, Lian Li dan Phoenix Putih.


“Aku akan membuat segel pelindung untuk melindungi kota dari serangan burung gagak Hitam itu Guru. Sementara Guru dan yang lainnya bunuh sebanyak mungkin Siluman Burung Gagak itu.”


Long Niu segera memberi perintah kepada seribu pendekar aliansi yang berada di tingkat Pendekar Bumi agar bersiap menghadang pasukan siluman burung gagak yang telah mulai bergerak ke arah mereka.


Di setiap jubah para pendekar Aliansi Aliran Putih, tersemat sebuah kain putih yang diikatkan ke lengan kiri mereka sebagai tanda bahwa mereka berada di pihak yang sama.


Hal itu karena mereka berasal dari puluhan sekte aliran putih yang bisa saja tidak mengenal satu sama lainnya.


Zhu San segera melesat ke udara dan berhenti saat berada di tengah-tengah kota Xiangqing dan segera memulai proses pembuatan segel pelindung.


Seperti yang Zhu San duga, pasukan Siluman Burung Gagak raksasa yang ditunggangi oleh dua hingga tiga orang di tingkat Pendekar Bumi itu, segera membentuk tiga kelompok besar.


Dua kelompok menyerang dari dua sisi yaitu kiri dan kanan. Sementara satu kelompok lain akan menyerang dari tengah.

__ADS_1


Sesaat kemudian suara pertempuran mulai terdengar karena dua hingga tiga orang yang menunggangi Siluman Burung Gagak itu, segera melesat ke udara saat melihat pasukan yang dikomandoi oleh Long Niu bergerak untuk membunuh Siluman Burung Gagak.


Kekuatan mereka setidaknya berada di tingkat Pendekar Bumi Tahap Awal, karena seluruh penunggang burung Gagak itu, telah menguasai teknik melayang di udara. Sehingga pertarungan yang bisa dibilang seimbang dalam hal jumlah dan kekuatan itu


Sementara Burung Siluman Gagak yang tidak mendapat serangan dari para pendekar Aliansi Aliran Putih, semakin melaju ke atas udara Kota Xiang Qing.


Anak panah yang dilepaskan oleh Para Prajurit Kekaisaran Xiang, tidak membuat siluman burung gagak itu terluka. Beberapa Siluman Burung gagak mulai melepaskan cengkeraman kaki mereka dan menjatuhkan batu api ke dalam kota.


Namun hanya sekitar sepuluh hingga lima belas batu saja yang berhasil mencapai bangunan di dalam kota Xiangqing.


Hal itu karena Perisai yang Zhu San buat mulai terbentuk dan selesai tepat setelah semua siluman Burung Gagak itu menjatuhkan batu di kaki mereka.


“Chi’er, Li’er kalian bantu para pendekar aliansi yang terdesak, Aku dan Phoenix Putih akan mengurus siluman Burung ini!” Zhu San yang telah selesai membuat segel Pelindung, segera berada di dekat Bian Chi dan yang lainnya yang telah terkepung oleh ratusan burung siluman.


Bian Chi pun melesat ke arah para pendekar aliansi yang sedang terdesak karena mendapat serangan dari dua arah. Situasi saat ini tidak menguntungkan Pihak Aliansi Aliran Putih.


Hal yang sama dilakukan juga oleh Long Niu yang belum mendapatkan lawan seimbang bagi kekuatannya.


Sementara Ketua Gong Fei terlihat sedang bertarung imbang dengan seorang lawan yang diketahui oleh Long Niu sebagai lawan abadi Ketua Sekte Pedang Suci itu.


Perlahan-lahan arus pertempuran di udara setinggi lima puluh hingga seratus meter dari tanah itu mulai berbalik, bahkan semakin cepat saat Zhu San dan Phoenix Putih bergerak.


Siluman Burung Gagak Hitam itu mulai berjatuhan saat Zhu San dan Phoenix Putih bergerak tiga kali lebih cepat. Setiap satu siluman itu dibunuh dengan tubuh hancur akibat terkena ledakan energi dari pukulan keduanya.


Dalam hitungan menit, ratusan siluman burung gagak itu mulai lari tunggang langgang untuk menjauhi Zhu San dan Phoenix Putih yang menyerang bagai orang yang kerasukan.


Kabut darah mulai terbentuk akibat serangan mereka berdua, membuat para Pendekar Bumi di pihak musuh mulai merasa jerih.

__ADS_1


Hal itu membuat konsentrasi mereka tidak fokus lagi sehingga dengan cepat berhasil dikalahkan oleh Pendekar Aliansi Aliran Putih.


Kini di luar tembok pagar bagian utara kota Xiangqing, terlihat tumpukan jasad manusia dan juga siluman burung yang telah tewas dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.


Lima menit kemudian pertempuran di udara itu telah selesai dengan hanya menyisakan satu pertarungan yaitu Ketua Gong Fei dan lawan abadinya yaitu Ketua Sekte Pedang Kelabang Ungu.


Ratusan mata sedang memandang pertarungan keduanya yang kian memuncak. Sementara puluhan orang terlihat sedang merawat luka yang mereka dapatkan.


Wajah Long Niu terlihat geram saat mendapati hampir seratus orang Pendekar Bumi di pihak mereka telah tewas.


AAARGGGHH !!!


Jeritan Ketua Gong Fei segera membuat seluruh mata mengalihkan perhatian kepadanya. Dan mereka semua menjadi marah saat Lawan Ketua Gong Fei dengan liciknya menaburkan serbuk beracun ke arah wajah ketua Gong Fei.


“Manusia Licik! Kau tak pantas hidup lagi!” Bian Chi yang sangat kesal melihat hal itu segera melesat.


Demikian juga halnya dengan Zhu San yang segera melesat untuk meraih tubuh Ketua Sekte Pedang Suci yang barus saja terpental akibat menahan tebasan pedang Kelabang Ungu ke arah lehernya.


Sementara Long Niu melesat cepat untuk meraih Pedang Suci milik Ketua Gong Fei yang terlepas karena benturan itu.


Zhu San segera mengalirkan energi Penyembuh Yinyang setelah membuat tubuh mereka berdua terkurung dalam bola energi berwarna merah dan putih.


Dengan cepat, Zhu San menarik dan mengeluarkan Racun dalam tubuh Ketua Gong Fei yang hampir saja kehilangan kesadaran bahkan nyawanya itu.


Sementara Bian Chi yang melesat menyerang Ketua Sekte Pedang Kelabang Ungu dan hendak menghabisinya, mendapati kenyataan yang cukup mengejutkan.


---------------------------O-------------------------

__ADS_1


__ADS_2