
“Nenek … Apakah Pedang Es Abadi ini nanti akan diwariskan kepada Yu’er? “
“Tentu saja, karena dia adalah muridku satu-satunya. Ada apa dengan hal itu.”
Qin Rui yang masih menahan emosinya kepada Lin Kai, berkata dengan setengah ketus, saat menjawab pertanyaan Zhu San.
Zhu San pun lalu menjelaskan jika Qin Yu harus melakukan Kontrak Jiwa, agar dapat menggunakan kekuatan pedang Es Abadi yang sesungguhnya.
Zhu San pun mengatakan jika hanya dia yang bisa membantu proses tersebut demi kemajuan beladiri Yu’er ke depannya nanti.
“Apakah Kau juga akan membantu Ling’er untuk melakukan Kontrak Jiwa itu?”
Belum sempat Qin Rui menjawab, Zheng An telah berkata lebih dulu dengan penuh semangat untuk menjodohkan Liu Ling dengan Zhu San.
“Tentu saja Kakek … Itu pun jika Kakek menyetujuinya.” Jawab Zhu San dengan suara tegasnya.
“Tentu saja Aku menyetujuinya, bahkan jika Kau ingin selalu bersamanya, Aku ak…”
“Apa maksud kalimat terakhirmu tadi Zheng An?” Qin Rui memotong kalimat Guru Liu Ling itu dengan suara yang terdengar ketus.
Qin Yu menunduk dengan hati yang diselimuti kecemasan dan rasa aneh yang belum Ia kenali, rasa tak bersebab yang tiba-tiba membuatnya kesal pada Liu Ling.
Liu Ling sendiri segera menunduk, Ia cukup dewasa untuk mengerti apa maksud dari perkataan Gurunya tadi.
Bayangan wajah Xie Han dengan senyum manisnya, membuat hati dan pikirannya Liu Ling menjadi tak menentu.
Sementara Zheng An sendiri menelan ludahnya mendengar perkataan Qin Rui yang kini melihatnya dengan tatapan membunuh.
“Itu … Itu karena tubuh Istimewa yang dimiliki oleh mereka berdua. Nenek Qin Rui, Kau pasti su ..”
“Jangan panggil aku nenek! Aku masih gadis.” Qin Rui berkata dengan kesal membentak Zheng An dengan suara keras.
“Benar Saudara Zheng, walau Ia Gadis Tua kau tidak bo …” Lin Kai tersedak ludahnya sendiri saat merasakan hawa membunuh terarah dari Qin Rui kepadanya.
Maksud hati ingin mengambil simpati Qin Rui dan mengakhiri kemarahannya, Lin Kai malah mendapati kemarahan yang jauh lebih besar dari Qin Rui.
“Sudahlah … Hentikan perdebatan kalian. Saat ini ada masalah lebih serius yang kita hadapi. San’er Lekaslah Kau bantu mereka untuk melakukan Kontrak Jiwa itu.”
Suara Fu Kuan yang penuh wibawa itu membuat Aura membunuh Qin Rui seketika menghilang. Berganti menjadi Aura lain yang sulit diterjemahkan oleh kata-kata sekalipun.
__ADS_1
“Ehemm … “ Lin Kai terkena batuk dadakan melihat perubahan Aura Qin Rui.
Fu Kuan yang berada disampingnya, segera mencubit pantat tepos Lin Kai, cukup keras hingga membuat Lin Kai meringis.
“Baik Guru … Yu’er kemarilah …”
Qin Yu dengan penuh semangat, melangkah mendekati Zhu San yang memanggilnya dengan suara yang baginya terdengar mesra.
“Yu’er … Duduklah seperti saat dirimu bermeditasi, cabutlah Pedang Es Abadi dan letakan di pangkuanmu.”
Qin Yu menuruti perkataan Zhu San yang juga duduk di depannya dalam posisi yang saling berhadapan.
Zhu San menyuruh Qin Yu untuk menggigit ujung jarinya hingga berdarah. Qin Yu pun lalu meneteskan sebanyak tiga tetes darah dan segera meletakkan tangannya pada bilah pedang Es Abadi, seperti arahan Zhu San.
Arahan Zhu San itu, bukanlah kemauannya. Melainkan ia dapat dari perkataan Gadis Roh yang menghuni Pedang Es Abadi, juga dengan apa yang kini Ia lakukan.
Zhu San meletakan tangan kirinyanya di atas telapak tangan kanan Qin Yu sementara telapak tangan kanan Zhu San berpadu dengan telapak tangan kiri Qin Yu.
“Aih … bocah tengil ini memang pintar, mencari kesempatan untuk menyentuh tangan gadisnya.” Tentu saja Lin Kai berkata demikian dalam benaknya.
Suara hening terpecahkan oleh suara Zhu San yang bergetar, saat meminta Qin Yu untuk kembali berkonsentrasi dengan cara memejamkan matanya.
Ia pun memandang heran ke arah muridnya yang justru tersenyum melihat hal itu.
Bagi keempat manusia sepuh itu, apa yang terjadi pada wajah keduanya adalah sebuah tanda tentang rasa yang melanda jiwa muda mereka berdua.
Bagi Liu Ling sendiri, Ia merasa cukup tahu harus bagaimana menyikapi pikirannya.
Ia pun kini menempatkan sosok Xie Han di singgasana hatinya dengan hati yang dipenuhi dengan keyakinan.
Pesan mendiang Ayahnya pun terngiang kembali di telinganya.
“Yu’er menikahlah dengan lelaki yang mencintaimu, hanya lelaki yang mencintai isterinyalah yang dapat menjaga hati dan kesetiaannya. Jagalah hati dan kesetiaaannya dengan menjaga hatimu.”
Dan untuk menjaga hatinya itu, Liu Ling ingin mengungkapkan sesuatu kepada Zhu San, saat proses Kontrak Jiwa dirinya dengan Pedang Api Biru telah selesai.
Namun saat menyadari bahwa Tubuh Xie Han bukanlah Tubuh Yang atau Tubuh Yin Sejati, kesedihan segera mendera Liu Ling.
Namun Ia memilih mengabaikan sedihnya itu saat merasakan suhu udara tiba-tiba berubah.
__ADS_1
Pandangan Liu Ling segera teralihkan ke arah Qin Yu dan Zhu San, karena merasakan aura dingin memenuhi udara ruangan itu walau untuk sesaat.
Terlihat oleh mereka semua, jika darah yang diteteskan oleh Qin Yu perlahan menghilang terhisap ke dalam bilah Pedang Es Abadi.
Sesaat kemudian Zhu San dan Qin Yu membuka mata mereka, setelah melepas tangannya Zhu San pun berkata kepada gadis yang juga tengah menatapnya itu.
“Yu’er seperti itulah caranya agar kau bisa berkomunikasi dengan Roh yang akan mengajarimu Jurus-jurus pedang terkuat yang dimilikinya.”
“Chan Gege … Bagaimana caranya Aku berterimakasih padamu.” Tanya Qin Yu dengan wajah yang terlihat gembira mendengar perkataan Zhu San.
“Jadilah Kekasihku …” Zhu San ingin berkata demikian, namun kata-katanya tersangkut di tenggorokannya.
“Bodoh! … Cepat jawab, “Dengan cara menjadi Isteriku” Gitu lho bodoh!” Lin Kai meneriaki Zhu San dalam benaknya.
“Berlatih dengan keras dan kuasailah semua yang Ia ajarkan.” Akhirnya Zhu San berkata dengan bijak kepada Qin Yu yang wajahnya seketika berubah menjadi sedih.
Qin Yu pun berdiri setelah menganggukkan kepalanya. Ia meninggalkan Zhu San yang masih duduk dengan wajah yang keheranan melihat perubahan pada raut wajah Qin Yu.
Lin Kai hampir saja menghantam dinding ruangan di belakangnya, karena kesal setelah mendengar perkataan murid kesayangannya itu.
Ia pun berencana melatih Zhu San dengan jurus Lidah Meraih Cinta yang selalu berhasil menaklukkan hati wanita, semasa dirinya masih muda dulu.
Perhatian Lin Kai segera teralihkan kepada Liu Ling yang telah duduk seperti yang dilakukan oleh Qin Yu sebelumnya.
Proses Kontrak Jiwa Liu Ling pun segera dimulai. Setelah sepuluh menit, proses itu pun akhirnya selesai.
Liu Ling merasa gembira sekali setelah berhasil berbicara dengan roh penghuni pedang pusaka pemberian Gurunya itu.
“Chan Gege … Aku akan berlatih dengan keras agar bisa menjadi pendekar sehebat dirimu. Terimakasih atas semuanya.”
Liu Ling berkata seraya memberi hormat kepada Zhu San. Setelah melihat pemuda tampan itu membalas penghormatannya, Ia pun berkata kembali kepada Zhu San.
“Chan Gege … Bolehkah aku mengatakan sesuatu yang berada di dalam hatiku..?”
Perkataan Liu Ling membuat suasana seketika berubah. Qin Rui terlihat akan berbicara, namun Qin Yu yang tengah sedih segera meraih lengannya.
Dahi Zhu San mengerut sesaat, namun saat Ia hendak menjawabnya, seorang prajurit datang berlari dan memanggil Zheng An.
*****
__ADS_1