
Ketiganya terdiam setelah mengetahui hal tersebut. “Dewi .. Jangan putus asa, masih ada cara lain yaitu mencari Mustika Antar Dimensi dan juga Pusaka Seribu Benang Jiwa yang hilang bersamaan.”
Usul dari Phoenix Api Merah itu membuat Qiu Lan merasa menemukan harapan. Namun dimana keberadaan kedua Pusakanya itu, membuatnya kembali menjadi lesu.
“Dewi Aku masih bisa merasakan aura pusaka Seribu Benang Jiwa jika jarak kami kurang dari satu kilometer. Kita harus tetap mencarinya, karena itu adalah jalan satu-satunya untuk memulihkan kekuatan Dewi.”
Qiu Lan mengangguk-anggukan kepalanya. Sebuah pertanyaan ia ucapkan saat teringat sesuatu.”Bagaimana jika Pusaka dan Mustika antar Dimensi itu berada di tangan ... Oh ya Siapa nama manusia setengah dewa yang membunuhku itu?”
“Namanya Shen Rong atau lebih dikenal dengan julukan Pendekar Pedang Angin.” Jawab Phoenix Api Merah dengan cepat. “ Shen Rong? Lalu bagaimana jika kedua pusaka itu berada di tangan Shen Rong?”
Chi Yu dan Phoenix Api Merah terdiam karena hal itu mungkin saja terjadi. Namun lagi-lagi phoenix Api Merah berhasil meyakinkan Qiu Lan agar mencarinya terlebih dahulu.
Jika benar berada di tangan Shen Rong, barulah mereka akan mencari jalan lainnya. Karena untuk merebut kedua pusaka dari tangan Shen Rong, sama saja dengan mengantar nyawa.
Qiu Lan akhirnya menyetujui usulan Phoenix Api Merah. Sebelum mereka pergi Siluman Burung Phoenix itu, meminta sesuatu yang mengejutkan Qiu Lan.
“Kontrak Darah?” … Ulang Qiu Lan. “Benar Dewi, dengan melakukan Kontrak Darah, maka aku bisa berubah wujud menjadi manusia. Selain itu, jiwa kita juga terikat satu sama lainnya. Seandainya … ”
Phoenix Api Merah menghentikan kata-katanya. Karena merasa tak pantas untuk mengatakannya hal tersebut. Namun setelah dipaksa beberapa kali oleh Qiu Lan, barulah Phoenix Api merah menjelaskannya.
Jika Qiu Lan Mati maka Phoenix Api Merah juga akan mati. Namun Jika Phoenix Api Merah yang mati. Qiu Lan akan tetap hidup.
Qiu Lan pun setuju dengan permintaan Phoenix Api Merah. Keduanya lalu melakukan kontrak darah dengan mencampurkan darah mereka berdua lalu meminumnya bersama-sama.
Setelah itu Phoenix Api Merah segera mengubah wujudnya, yang membuat Qiu Lan merasa iri dengan bentuk tubuh Phoenix Api yang terlihat seksi dengan Gaun Merah serta rambutnya yang berwarna merah juga.
Ketiganya melayang menuju ke selatan untuk mulai mencari dua Pusaka yang entah dimana keduanya berada.
***
__ADS_1
Sejak mengalami kudeta dari tiga orang Bangsawan besar, tidur kaisar Liu Feng berkurang nyenyaknya walau saat ini Kekaisaran Liu Kembali damai seperti sediakala.
Namun karena ketakutannya akan kembali terjadi pemberontakan oleh para Bangsawan, Ia memperketat aturan bagi bangsawan-bangsawan lain tanpa memandang bagaimana jasa mereka terhadap kekaisaran Liu.
Dari sekian banyak bangsawan, hanya dua bangsawan yang menjadi kekhawatiran besarnya, yaitu Bangsawan Zhu Han dan Bangsawan Song Yu.
Kedua bangsawan itu, memiliki kekuatan yang besar di belakang mereka, terutama bangsawan Zhu Han. Selain Zhu San yang namanya telah terkenal di seluruh wilayah Kekaisaran Liu, ada bangsawan Mu Bai dan Tan Kuan yang kini Ia tunjuk sebagai gubernur Kota Hangyao.
Kabar tentang Ju Yan yang kini menjadi Kaisar Qing, adalah kabar lain yang membuatnya mengawasi bangsawan Song Yu dengan lebih ketat lagi. Hal itu mengingat Qin Yu atau Song Yi adalah Keponakan dari Bangsawan Song Yu.
Kekhawatirannya itu, membuat Ia berencana untuk mengumpulkan para Pendekar Hebat dan membentuk pasukan rahasia yang bertugas menghabisi para Bangsawan yang melakukan gerakan mencurigakan.
Zheng An yang mendengar hal tersebut, kurang menyetujuinya bahkan dengan berani, menentang rencana tersebut. Hal itu membuat Kaisar Liu Feng menjadi marah dan melepaskan jabatan Zheng An dari penasehat kekaisaran.
Zheng an pun pergi meninggalkan Kota Shangyu dengan diiringi deraian air mata Liu Ling yang tak bisa berbuat apa-apa terhadap apa yang telah pamannya lakukan kepada gurunya itu.
Zheng An pun menemui Fu Kuan di kota Baixan. Ia menceritakan semua hal tentang rencana Kaisar Liu Feng. Zheng An memutuskan untuk pergi Kekaisaran Jian dan mengasingkan dirinya di sana.
Fu Kuan pun melepas kepergian sahabatnya dengan benak yang dipenuhi berbagai kekhawatiran akan ambisi Kaisar Liu Feng.
Namun Informasi yang diterima oleh Kaisar Liu Feng mengatakan hal lain, yaitu Zheng An telah bergabung dengan Bangsawan Mu Bai. Hal itu membuat Zheng An dinilai sebagai pengkhianat negara.
Kaisar Liu Feng pun segera mengumpulkan para pendekar, tidak perduli dari aliran Hitam maupun Aliran putih atau netral. Ia ingin membentuk pasukan Khusus yang memiliki kekuatan tinggi.
Namun sejak seminggu terakhir, Kaisar Liu Feng mengalami mimpi yang buruk. Dalam mimpinya itu, Ia bertemu dengan seorang perempuan yang bertubuh setengah manusia setengah ular.
Perempuan Ular dalam mimpinya, menyuruh bangsawan yang menjadi Penguasa Kekaisaran Liu itu agar membebaskan dirinya.
Jika dibebaskan, maka Ia akan membantu kaisar memenuhi ambisinya untuk menguasai Kekaisaran Liu sepenuhnya bahkan menguasai kekaisaran lain.
__ADS_1
Kaisar Liu Feng selalu terbangun dari tidurnya dengan berteriak keras. Hal itu karena Ia tidak tahu bagaimana cara untuk membebaskannya yang membuat manusia ular marah dan hendak menyerangnya.
Selalu mengalami mimpi buruk selama tujuh malam terakhir, membuat Kaisar Liu Feng malam ini berusaha untuk tidak tidur. Ia kemudian berjalan ke ruang dimana sang Ayah dulu sering berada di dalamnya.
Hidup sendiri tanpa permaisuri, mulai membuat Kaisar Liu Feng merasakan kesepian. Ia menyesal telah bersumpah setia kepada permaisuri yang meninggal saat kelahiran Putera Mahkota Liu He yang kini berusia sembilan tahun.
Setibanya dalam ruangan Sang Ayah yang memiliki banyak lemari-lemari kecil itu, kaisar Liu Feng duduk termenung. Akhirnya setelah setengah jam berada di sana, Kaisar Liu Feng memutuskan untuk melanggar janji kepada permaisurinya.
Saat hendak keluar dari ruangan itu, tiba-tiba terdengar suara berderak dari salah satu lemari dimana terdapat barang-barang peninggalan Sang Ayah.
“Seingatku di dalam lemari yang ini, hanya ada sebuah Kotak Hitam yang tidak bisa dibuka dengan cara apapun dan batu berwarna pelangi yang sangat berat sekali.”
Setelah menemukan kunci lemari itu, Kaisar Liu Feng membukanya. Sesuai dengan ingatannya, di dalam ruang lemari kecil itu hanya terdapat Kotak Hitam berukuran dua puluh centimeter persegi dan sebuah batu sebesar kepalan tangan memiliki tujuh warna berbeda.
Kaisar Liu Feng pun mengeluarkan Kotak Hitam tersebut dan membawanya ke meja. Ia mengamati Kotak itu seraya bersandar ke kursi yang sering diduduki oleh Sang Ayah.
Cukup lama kaisar Liu Feng memikirkan cara membuka kotak kecil tersebut. Namun rasa kantuk menyerangnya dan membuatnya tertidur di kursi tersebut dalam posisi duduk.
“Terimakasih telah membawaku keluar dari ruangan pengap itu. Sekarang yang perlu Kau lakukan adalah mencari orang terpilih untuk membuka kotak tersebut. Dengan begitu aku bisa membantumu menguasai dunia ini.”
Sosok manusia ular itu tertawa melengking yang membuat kaisar Liu Feng terbangun dari tidurnya. Ia pun mengamati Kotak Hitam di hadapannya.
“Rupanya Kotak Hitam ini bukan kotak biasa, Pusaka apa yang berada di dalamnya?” Kaisar Liu Feng kemudian membawa Kotak itu ke dalam ruangan pribadinya.
Menurut Sang Ayah Kotak itu adalah kotak warisan dari leluhur mereka sejak seribu tahun lalu. Kotak dan batu itu ditemukan saat leluhur mereka sedang berburu. Jasad seekor tikus sebesar manusia, ditemukan mati di samping kedua benda tersebut.
Tidak diketahui apa yang menyebabkan tikus berukuran raksasa itu mati. Mereka menyimpan kedua benda itu setelah menguburkan jasad Tikus raksasa tersebut.
Malam itu, Kaisar Liu Feng bisa tidur dengan nyenyak. Keesokan harinya, Ia membuat sayembara. Siapa saja yang bisa membuka Kotak hitam itu, maka akan diberi hadiah sebesar seribu koin emas.
__ADS_1
-----------------------O-----------------------------