
“Apakah Kau mengenal Nenek itu?” tanya Zhu San. “Tentu saja Aku mengenalnya. Karena Beliau adalah Adik Angkat Nenek Lin Mi.”
Jawab Bian Chi lalu meminta suaminya agar melepaskan energi qi yang mengunci pergerakannya.
“Baiklah Jika Kau mengenalnya, Kau boleh membantunya.” Zhu San pun melepaskan kuncian energi qi pada tubuh Bian Chi yang segera mendatangi kerumunan yang tak jauh dari meja mereka berdua.
Beberapa saat kemudian Zhu San melihat Bian Chi memeluk Nenek Mei Lan yang membalas pelukan Bian Chi dengan pelukan erat dan air mata yang mengalir deras.
“Bagaimana kabar Enci Nie, Nenek? Mengapa Ia tidak ikut Nenek kemari?” Pertanyaan Bian Chi dijawab dengan air mata yang lebih deras oleh Nenek Mei Lan.
“Nie’er … Dia … Dia bernasib buruk. Pemuda ini telah menodai dan membunuhnya dengan kejam!” Nenek Lin Mi berkata sambil menghunuskan gagang Pedang Pusakanya, ke arah Pemuda yang berjuluk Pendekar Kipas Neraka.
Seketika Tubuh Bian Chi terpaku, beberapa detik kemudian Ia berteriak dengan sangat kuat membuat semua orang di sekitarnya terpental beberapa meter termasuk Nenek Mei Lan dan kedua muridnya.
Hawa udara yang sangat panas dan sangat dingin, segera memenuhi ruangan, membuat orang-orang segera berlarian keluar dari kedai tersebut karena tidak tahan akan kedua hawa yang memancar dari tubuh Bian Chi.
Nenek Mei Lan melotot lebar setelah Ia berdiri dari duduknya akibat terpental dan menghancurkan meja di belakangnya.
Kini Ia sangat terkejut melihat Kekuatan Bian Chi yang berkali-kali lipat lebih kuat dari terakhir kali mereka bertemu beberapa tahun lalu saat Bian Chi dan Gurunya, Lin Mi mengunjungi Sekte mereka.
“Tubuh Yinyang Sejatinya telah bangkit. Chi’er Aku senang kau menjadi sekuat ini, semoga Kau bisa membunuhnya demi membalaskan kematian Nie’er..”
Nenek Mei Lan berkata dalam benaknya sambil melihat punggung Bian Chi yang tengah berjalan ke arah Pendekar Kipas Neraka yang baru saja berhasil menguasai diri akibat terpental ledakan energi Bian Chi tadi.
Senyum di bibir Pemuda berjuluk Pendekar kipas Neraka telah sirna saat menyadari kekuatan besar sedang mengancamnya.
“Kau! Berani sekali Kau mencelakai Enci Nie, Aku tidak akan memberimu kematian yang mudah!” Tubuh Bian Chi melesat sangat cepat seolah menghilang dari pandangan.
Yang terlihat kemudian, tubuh Pendekar Kipas Neraka terpental keluar dari jendela dan jatuh di jalanan dengan suara berdebam yang membuat para penduduk berteriak ketakutan sambil berlarian menjauhi tempat tersebut.
Pendekar Kipas Neraka bangkit dengan perut yang serasa jebol akibat terkena tendangan Bian Chi.
“Siapa gadis ini? Kekuatannya sangat besar sekali, Pusaka Pelindungku seolah tak berfungsi menghadapinya.”
Benak Pendekar Kipas Neraka berkata tepat saat Bian Chi muncul di depannya dengan cara yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya.
__ADS_1
“Cepat sekali gerakannya! Tidak mungkin Aku bisa lari darinya. Aku harus melawannya dengan kekuatan penuhku.” Kembali Pendekar kipas Pelangi berkata dalam benaknya sambil mengeluarkan Kipas Pusaka dari balik Jubahnya.
“Chi’er … Hati-hati! Kipas pusaka di tangannya itu sangat berbahaya!” Bian Chi menganggukkan kepala tanpa menoleh kepada Nenek Mei Lan yang baru saja keluar dari kedai.
“Jangan salahkan Aku bertindak kasar padamu nona manis, Aku tidak menginginkan pertarungan seperti ini. Yang Aku inginkan pertar …”
Ucapan Pendekar Kipas Neraka terputus karena mendapati Bian Chi, kembali menghilang dari pandangannya.
DUAAGGH
Darah menyembur dari mulut Pendekar Kipas Neraka saat tendangan Bian Chi menghajar punggungnya dengan telak. Kipas Neraka pun nyaris terlepas dari genggaman tangan pemuda yang cukup tampan itu.
“Bagaimana Ia tiba-tiba sudah ada di belakangku?” Wajah Pendekar kipas Neraka, memucat, mendapati serangan sangat cepat dari Bian Chi yang kembali berjalan mendekatinya.
Dengan panik Pendekar Kipas Neraka menyerang Bian Chi dengan energi dari kipas pusaka yang Ia kibaskan beberapa kali ke arah Isteri Zhu San itu.
Sepuluh larik sinar menderu sangat cepat ke arah Bian Chi yang segera menghadangnya dengan Tapak Naga Es. Dari tapak melesat serangkum angin berhawa sangat dingin.
Energi itu segera membekukan sepuluh energi dari Kipas Neraka yang berbentuk pisau dengan api yang menyelimutinya.
Wajah Panik kembali ditunjukkan oleh Pendekar Kipas Neraka, saat Bian Chi terus melangkah mendekatinya dengan wajah dingin dan tatapan membunuh dari mata yang terus meneteskan air, karena teringat kenangan bersama Enci Nie Li.
“Aku harus pergi dari sini secepatnya!” Pendekar Kipas Neraka segera mengeluarkan jurus Kipas Neraka Level Dua sebagai pengalihan.
Empat buah kipas energi dengan api berkobar besar, segera terbentuk dari kibasan Kipas neraka di tangan Pemuda itu.
Zhu San yang telah berada di luar kedai dan melihat pertarungan, tersenyum tipis saat melihat gelagat pemuda itu, selepas mengeluarkan jurus terkuatnya.
Empat buah Kipas segera melayang mengepung Bian Chi dari empat arah penjuru angin. Dengan sebuah teriakan keras, pemuda itu membuat empat kipas tersebut melesat menyerang Bian Chi secara bersamaan.
Saat Bian Chi sedang menghantam keempat energi berbentuk kipas yang membara itu dengan Tapak Naga Es. Pendekar Kipas Neraka Melesat Ke udara untuk melarikan diri dari tempat tersebut.
Duaagghhhhh
AAARRGGGHHHHHH
__ADS_1
Terdengar jeritan panjang Pendekar Kipas Neraka yang tubuhnya terpental ke udara dan kemudian jatuh ke tanah dengan memegangi bagian bawah perutnya.
Ia bergulung-gulung tepat saat Bian chi berhasil membekukan ke empat kipas energi yang menyerangnya.
“Itulah hukuman bagi seorang laki-laki yang menyalahgunakan pusakanya! Hahahaha .. “ Zhu San tertawa seraya bergerak turun secara perlahan mendekati Bian Chi , setelah memasukan Kipas Neraka ke dalam Cincin Jiwanya.
“Nenek Mei Lan … Bunuhlah dia perlahan-lahan demi membalas kematian Enci Nie!”
Bian Chi berteriak seraya mendekati Pendekar Kipas neraka yang masih berguling-guling di tanah menahan rasa sakit luar biasa di bagian bawah perutnya.
Nenek Mei Lan yang tidak mengenali Zhu San dan terkejut saat tiba-tiba pemuda tampan yang berada di sampingnya tadi telah berada di udara, terkesiap ketika mendengar teriakan Bian Chi.
Ia pun segera melesat seraya mengeluarkan Pedang Bunga Suci dari sarungnya. Dengan sangat marah, Ia menikam tubuh Pendekar Kipas Neraka secara berulang-ulang, hingga tidak bergerak lagi.
Setelah itu Nenek Mei Lan jatuh terduduk dengan nafas tersengal-sengal tak jauh dari jasad Pendekar Kipas neraka.
“Nie’er … Guru telah membalaskan dendam mu. Semoga engkau tenang di alam sana nak.” Ucapnya seraya menatap langit dengan berurai air mata.
Sesaat kemudian, Nenek itu kembali dikejutkan dengan apa yang dilakukan oleh Bian Chi. Bahkan Zhu San sendiri terkesiap melihatnya.
Bian Chi menendang jasad Pendekar Kipas Neraka yang seketika melambung ke udara setinggi lebih dari sepuluh meter. “Enci Nie … Terimalah baktiku padamu!”
Setelah berteriak demikian, Bian Chi mengeluarkan energi berbentuk naga Api dari tapak tangan kanannya. Energi berbentuk ular naga itu, segera menyambar tubuh Pendekar Kipas Neraka yang sudah berbalik turun.
BLAAAMMM
Suara ledakan keras disertai angin kencang akibat udara yang berfluktuasi hebat, segera memenuhi udara kota Jiangyin. Beberapa orang terhuyung-huyung terkena imbas ledakan tersebut.
Tubuh Pendekar Kipas Neraka hancur berkeping-keping menjadi debu akibat terhantam energi Panas dari Tapak Naga Api.
“Chi’er … Sudahlah tenangkan dirimu.” Zhu San segera melesat saat melihat Isterinya berdiri menangis sedih atas kematian Nie Li, orang yang sudah Ia anggap sebagai kakaknya sendiri.
“Pemuda Tampan itu? … Apakah Ia suami Chie’er?” Nenek Mei Lan yang baru terlepas dari rasa ngeri melihat kekejaman Bian Chi, memandang heran ke arah dimana Bian Chi sedang menangis di pelukan Zhu San.
-----------------------O------------------------
__ADS_1