
Apa yang Zhu San lihat saat ini, membuat dirinya sungguh terheran-heran.
Sebuah batu bulat yang garis tengahnya sekitar tiga meter dan memiliki dua warna yang berbeda, berada di sebuah lembah diantara dua tebing yang cukup tinggi.
Satu bagian berwarna biru keputihan dan memancarkan hawa yang sangat dingin, hingga membuat pepohonan dalam radius seratus meter diselimuti oleh salju.
Sementara satu bagian lainnya berwarna merah kekuningan seperti warna api yang memancarkan hawa panas.
Hal yang juga membuat pepohonan dalam radius seratus meter dari batu itu, seperti enggan memiliki daun hijau yang segar.
Di tengah batu tersebut terlihat beberapa benda yang membuat jantung Zhu San berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
“Pedang Yinyang! … Akhirnya Aku berhasil menemukannya.”
Sebuah Pedang terlihat seperti menyatu dengan batu tersebut. Pedang yang memiliki bilah dua warna yang serupa dengan warna di batu tempatnya berada.
Zhu San meyakini jika pedang itu adalah pedang Yinyang, karena apa yang Ia lihat sama persis dengan apa yang tertulis di dalam Kitab Sepuluh pusaka Legenda.
Terlihat juga dua buah lekukan yang berbentuk telapak tangan yang berada di kanan dan kiri dari pedang Yinyang.
Sementara di atas gagang pedang itu, Sebuah Kotak hitam yang sepertinya terbuat dari besi, tertanam setengah bagian.
Zhu San yang berada di ketinggian dua puluh meter dari batu itu berada, segera hendak melesat turun.
Namun gerakannya terhenti saat merasakan dua sesuatu mendekat ke arah dirinya dengan sangat cepat dari arah berbeda. Zhu San pun segera melesat mundur
BLAAM
Dua buah bola energi yang berbeda hawa dan warna, segera bertemu di udara dan meledak dengan sangat keras memekakkan siapa saja yang mendengarnya.
Tubuh Zhu seketika terhempas belasan meter akibat fluktuasi udara yang bergetar hebat karena ledakan tersebut.
Baru saja Zhu San menstabilkan posisi melayangnya, dua buah serangan yang sama, melesat kembali ke arahnya.
Merasa kesal, Zhu San pun melesat tinggi hingga mencapai lima puluh meter untuk menghindar serangan kedua yang belum Ia ketahui siapa yang telah menyerangnya.
__ADS_1
BLAAM
Suara ledakan yang lebih keras dari yang sebelumnya, kembali terdengar memenuhi udara di lembah Houzhun.
Sesaat kemudian Zhu San pun terpana setelah melihat dari mana serangan itu berasal dan siapa yang melepaskannya.
Seekor gorila yang tubuhnya seperti sedang terbakar dengan api yang berkobar, sedang memukuli dadanya dengan tatapan yang sangat marah kepada Zhu San.
Di sisi yang berbeda dari gorila itu, seekor Beruang putih terlihat sedang berdiri hingga tingginya mencapai lima meter. Sama tinggi dengan Gorila berbulu api itu.
Sementara itu, ratusan siluman Gorila api yang bertubuh setengah dari tubuh Raja mereka, terlihat berkerumun menatap ke arahnya.
Demikian juga dengan ratusan Beruang Putih yang menatap Zhu San dingin sedingin udara tempat mereka berada.
“Raja Siluman Gorila Api dan Raja Siluman Beruang Putih?” Zhu San menggumam lirih saat menyadari siapa yang telah menyerang dirinya.
Zhu San mengamati kedua jenis hewan itu secara bergantian, hal yang menakjubkan adalah, kedua hewan itu tidak saling menyerang karena adanya perbedaan suhu di hutan tempat mereka berada.
Pancaran energi kedua Raja Siluman itu, terasa sangat kuat di tubuh Zhu San. Hal yang menunjukan bahwa mereka memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi.
Setelah berkata demikian dalam benaknya, Zhu San segera melesat ke arah Gorila Api seraya mengalirkan tujuh puluh persen dari tenaga dalam yang Ia miliki.
Namun apa yang terjadi sebelumnya kini tidak terjadi lagi. Kedua Raja Siluman itu, tidak terlihat takut dengan pancaran energi yang Zhu San miliki.
Zhu San pun segera meningkatkan Aliran Energi tenaga dalamnya hingga seratus persen.
Apa yang diharapkan Zhu San pun menjadi nyata. Energi Zhu San yang sedikit lebih besar dari energi mereka, membuat kedua Raja Siluman itu, kini menundukkan kepala.
Keduanya pun segera mengikuti ratusan anak buah mereka yang telah bersujud ketika melihat Zhu San.
“Aih … Kenapa mereka berdua malah ikut bersujud? Padahal Aku ingin bertarung untuk mengetahui kemampuan mereka.”
Walau berkata begitu namun dalam hatinya Zhu San merasa senang. Tatapan kedua Raja Siluman itu menujukan rasa takut dan ketundukan pada dirinya.
Zhu San segera melesat turun dan segera menjejakkan kakinya di tanah yang berjarak sekitar sepuluh meter dari batu besar yang Ia ketahui bernama Batu Energi Yinyang.
__ADS_1
Ia pun segera melangkah tepat di tempat yang berbeda hawa udaranya. Di sebelah kirinya, berhawa sangat dingin dimana Siluman Beruang Putih berada.
Sementara di sebelah kanan yang udaranya berhawa panas, Raja Siluman Gorila sedang berlutut dengan ratusan Gorila yang lebih kecil berada di belakangnya.
Dada Zhu San berdegup lebih kencang saat Ia berhenti tepat di depan batu tersebut.
Mata Zhu San menyipit saat menemukan sebuah tulisan yang tertera di atas batu, tepat di bawah ujung mata Pedang Yinyang.
Ia pun lalu membaca tulisan yang ternyata berisi petunjuk tentang cara untuk mengambil Pedang dan Kotak yang rupanya berisi sebuah kitab beladiri tingkat tinggi.
Setelah membaca petunjuk itu, Zhu San berdiri termangu sambil menatap dua lekukan yang menyerupai tapak manusia. Hanya saja ukurannya sedikit lebih besar dari tapak tangan yang Ia miliki.
Zhu San kembali mengalirkan tenaga dalamnya sebanyak seratus persen ke arah kedua telapak tangannya. Hal itu Ia lakukan karena mengikuti petunjuk pada tulisan itu.
Tangan Kirinya Ia alirkan energi Yang berhawa panas, sedangkan tangan kanan Ia alirkan energi dingin.
Setelah itu, Zhu San segera meletakan kedua telapak tangannya di lekukan yang berada pada Batu Energi Yinyang tersebut.
Wajah Zhu San yang tersentak kaget kini menjadi pias saat menyadari batu itu menghisap tenaga dalamnya dengan sangat cepat.
Ia pun berusaha untuk menarik lepas kedua telapak tangannya. Namun hal itu sia-sia karena tangannya seolah bersatu dengan batu aneh itu.
Wajah Zhu San kian memucat saat tenaga dalamnya hanya tersisa sekitar sepuluh persen saja.
Zhu San merasakan pandangannya menjadi sedikit buram, tubuhnya pun perlahan-lahan kian melemas.
“Mengapa begini?!! Ada apa ini?!! Apakah ada petunjuk yang salah ku pahami?!!”
Zhu San bertanya panik dalam benaknya setelah merasakan pandangannya telah berkunang-kunang.
Zhu San mengerjapkan matanya beberapa kali, Ia bersusah payah untuk mempertahankan kesadarannya agar tidak menghilang.
Zhu San tak mampu lagi menahan lututnya untuk tidak menyentuh tanah. Ia jatuh dengan kedua lutut yang menumpu pada tanah di bawahnya.
Namun saat tenaga dalamnya tersisa sekitar satu persen saja, sebuah keajaiban terjadi pada batu tersebut.
__ADS_1
*****