
Zhu San tersenyum ketika tiba-tiba Kang Ji datang dengan kecepatan tinggi ke arahnya, Ia memang telah menunggu pertarungan secara langsung dengan sosok jagoan aliran Hitam Kekaisaran Wei itu.
Dengan mudah Zhu San menghindari serangan-serangan Kang Ji yang berkecepatan sangat tinggi itu. Bahkan membalasnya dengan serangan yang jauh lebih cepat.
Dalam sekejap Kang Ji mulai terdesak hebat, Ia tidak menduga sama sekali jika hari ini harus dibuat kewalahan menghadapi jurus seorang anak muda yang pantas menjadi cucunya.
Dengan memainkan jurus Tinten Siba yang kini menggunakan tenaga besar, kehebatan jurus itu menjadi beberapa kali lipat dari sebelumnya. Mungkin Biksu Tangan Seribu Thio San sudah tak bisa mengimbanginya lagi saat ini.
DUAGH !!!
Tubuh Kang Ji terpental belasan meter dengan mulut memuntahkan setangkup darah segar. Wajah tuanya terlihat sangat geram setelah meredam rasa sakit di punggungnya dengan tenaga dalam.
“Kurang Ajar Kau!” Ia akan kembali melesat menyerang Zhu San, namun sepasang kaki raksasa dari energi qi Zhu San, telah melesat lebih dulu menendang tubuhnya dari belakang.
BUUGGHH !
Kang Ji melolong keras, saat merasakan punggungnya sangat sakit karena terhantam kekuatan yang lebih besar lagi. Ia bisa merasakan jika beberapa tulangnya telah patah.
Tubuh Kang Ji yang terlempar menghantam dinding sebuah bukit itu, perlahan jatuh dengan kesadaran yang semakin menipis. Melihat hal itu Shao Meng pun menjadi gugup.
“Kang Ji dikalahkan dengan mudah oleh pemuda itu?! Kakak seperguruan sedang berjibaku dengan lawan lamanya. Aku tidak mungkin menang melawan pemuda itu. Bagaimana ini?” Benak Shao Meng dipenuhi kenyataan pahit.
Ia berniat meninggalkan tempat tersebut, namun langkahnya terhenti ketika tiba-tiba Bian Chi telah melesat dan berada di depannya dengan pedang terhunus serta tatapan yang dipenuhi kemarahan.
“Mau Kemana Kau Tua Bangka?!” Tanya Bian Chi sambil menebaskan pedang Yin di tangannya ke arah leher Shao Meng yang hampir terlambat menghindarinya.
“Cepat sekali!” Shao Meng mendesis dengan wajah pucat. Ia tak bisa lebih lama dalam terkejutnya karena serangan Bian Chi kembali datang dengan sangat cepat.
Ia pun berusaha menangkis pedang yang mengeluarkan hawa sangat dingin itu, namun Ia harus menelan kenyataan pahit ketika tubuh tuanya terpental dan melayang tidak stabil akibat benturan itu.
__ADS_1
Hal ini dimanfaatkan dengan cepat oleh Bian Chi, Ia kembali melesat dengan kecepatan tinggi mengejar tubuh Shao Meng. Mata tua jagoan itu, terbelalak saat merasakan sambaran pedang ke arah lehernya.
Dengan sekuat tenaga Shao Meng menangkis pedang Bian Chi dengan pedangnya. Namun kali ini bukan saja tubuhnya yang kembali terlempar, pedangnya pun patah menjadi dua.
Dalam terkejutnya saat mendapati pedang pusakanya telah patah, Shao Meng menjadi lengah. Kali ini Pedang Bian Chi yang kembali menebas ke arah lehernya, tak lagi bisa Ia hindari.
CRAAASHH
Kepala Shao Meng terpisah dari lehernya tanpa terdengar jeritan kematian dari mulutnya.
“Adik Meng!!!” Hou Ming yang sedang berjibaku dengan sosok yang Ia panggil Pang Ou, berteriak keras melihat kejadian tersebut.
Ia tiba-tiba melesat ke arah tubuh sang adik seperguruan yang meluncur jatuh dengan kepala yang terpisah satu meter jatuh lebih dulu.
Hou Ming segera meraih kedua bagian tubuh adik seperguruannya itu. Kesedihan dan kemarahan terlihat jelas di wajahnya, saat meletakkan kedua bagian tubuh Shao Meng, setibanya Ia di tanah bebatuan.
“Adik Meng … Aku akan membalas dendam kematianmu ini, agar kau bisa tenang di alam sana.” Hou Ming berkata seraya menutup mata Shao Meng yang membelalak dengan mengusap wajahnya.
Tanah bergetar seolah terjadi gempa, udara di sekitar tubuhnya berfluktuasi hebat. Hal itu membuat Zhu San dan Bian Chi waspada, terutama setelah mendengar teriakan sosok berjubah biru tua, Pang Ou.
“Hati-hati! Dia akan mengeluarkan jurus Murka Sang Iblis Petir!”
Wajah Kakek bernama Pang Ou itu terlihat menjadi serius. Ia segera melesat mendekati Zhu San dan Bian Chi yang telah lebih dulu melesat dan berada di dekat suaminya.
“Kakek terimakasih telah membantuku tadi.” Zhu San memberi hormat dan memperkenalkan dirinya serta Bian Chi. Lalu Ia bertanya jurus apa yang sedang Hou Ming persiapkan.
“Jurus itu sangat berbahaya, lihatlah! … Awan hitam yang keluar dari ujung besi di tangannya itu, akan membentuk sesosok iblis yang mampu mengeluarkan petir raksasa. Dulu aku dikalahkan olehnya dengan jurus itu.” Pang Ou menjelaskan dengan cepat kepada Zhu San dan Bian Chi.
“Chi’er sepertinya kita harus menggunakan jurus Amarah Suci Pedang Yin dan Yang secara bersamaan dan menggabungkannya.” Zhu San berkata setelah mendengar penjelasan Pang Ou.
__ADS_1
Ia pun meminta kepada Pang Ou untuk membantunya dengan mengajak Kaisar Shi Hung dan yang lainnya menjauhi tempat tersebut setidaknya satu kilometer agar tidak terkena efek dari jurus yang akan mereka gunakan.
Walau terheran-heran mengapa harus sejauh itu, Pang Ou segera melesat dengan cepat ke arah Kaisar Shi Hung dan yang lainnya berada.
Setelah melihat seluruh keluarganya berada cukup jauh, Zhu San dan Bian Chi segera melakukan gerakan untuk mengeluarkan jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.
Sementara itu Hou Ming masih berdiri dengan tangan kanannya yang teracung ke udara, memegang pusaka Besi Petir Abadi yang mengeluarkan gumpalan awan hitam sangat pekat dan hampir memenuhi area Air terjun di lembah pegunungan Lao San.
Setelah membaca mantera yang cukup panjang, Hou Ming tiba-tiba berteriak keras. “Yang Agung Iblis Petir! Muncullah!”
Dari Besi Petir Abadi itu tiba-tiba melesat sebuah cahaya keperakan dan menghantam gumpalan awan hitam itu.
Seketika gumpalan awan hitam berubah warna menjadi keperakan dan mulai bergerak membentuk sesosok makhluk berukuran raksasa yang memiliki tanduk di kepalanya.
Wajahnya terlihat menyeramkan dengan seluruh percikan petir menyelimuti seluruh tubuhnya. Hawa mencekam pun memenuhi lembah di pegunungan Laosan.
Sementara Zhu San dan Bian Chi yang baru selesai membentuk dua ekor Ular Naga berbeda hawa itu, berteriak keras menyatukan energi mereka.
Dua ekor energi berbentuk ular naga raksasa itu saling melilitkan tubuh mereka, lalu dua buah angin tornado yang berpusar, membungkus tubuh kedua ular yang perlahan berpadu menjadi satu.
Kini terbentuklah seekor ular naga yang empat kali lebih besar dari sebelumnya dengan hawa panas dan dingin yang memancar secara bersamaan dari ular naga yang memiliki tubuh dengan dua warna itu.
Hawa panas memancar dari tubuh bagian kanan yang berwarna merah kekuningan seperti api. Sementara hawa sangat dingin memancar dari sebagian tubuh yang lain yang berwarna biru muda.
Saat kedua pihak tengah bersiap untuk melepaskan kekuatan jurus mereka masing-masing, tiba-tiba terdengar sebuah lolongan panjang yang sangat keras.
Hal itu disertai dengan munculnya sebuah cahaya merah kehitaman yang segera membentuk seekor serigala merah berukuran raksasa yang mengeluarkan hawa sangat mencekam.
“Serigala Iblis! Jadi berita kalau Kang Ji mendapatkan pusaka Taring Raja Siluman Iblis itu benar rupanya.”
__ADS_1
Hou Ming tersenyum setelah mengetahui, siapa yang mengeluarkan cahaya merah kehitaman yang kini berwujud Serigala Merah itu.
-------------------O--------------------