Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
339: Akhir Kisah


__ADS_3

BUUUUUMMM


Seketika terjadi ledakan maha dahsyat yang membuat bumi berguncang hingga radius belasan kilometer, angin badai pun segera menggerakkan awan dalam arah yang tidak beraturan.


Dalam radius satu kilometer dipenuhi oleh debu yang beterbangan di udara. Kota Jiangyao kini telah tiada rata dengan tanah.


Sesaat kemudian, terlihat Cermin Pelebur Sukma melesat ke udara dan hilang di angkasa entah menuju ke dunia mana.


Empat tubuh melayang dengan kondisi yang berbeda-beda. Tubuh Ular Qiu Lan meledak dan menjadi serpihan daging sebesar manusia dewasa.


Sementara Tubuh Zhu San terlempar hingga lebih dari dua ratus meter, dengan kondisi yang sedikit lebih baik dari Qiu Lan.


Sementara Bian Chi dan Lian Li telah tak sadarkan diri, diterjang energi sangat kuat akibat ledakan tersebut. Tubuh keduanya melayang jatuh.


Namun saat sepuluh meter lagi dari tanah, Aura Kuning keemasan menahan tubuh kedua perempuan itu.


Zhu San terkejut saat melihat pusaran awan kuning keemasan, telah terbentuk di udara dan terlihat sebuah terowongan yang berwarna tujuh warna.


Sosok yang menahan Tubuh Bian Chi dan Lian Li adalah Yao Chan. Namun Ia terlihat lebih muda dari yang terakhir kali Zhu San Lihat.


“Sepertinya Kau adalah sosok yang memiliki Tubuh Yinyang Sejati, benarkah apa yang kukatakan ini?”


Tentu saja Dahi Zhu San berkerut mendengar pertanyaan yang baginya terdengar aneh. Namun begitu Ia segera menjawab dan membenarkan ucapan Yao Chan yang terlihat jauh lebih muda dari yang pernah Ia lihat itu.


“Jika begitu, Kalian bertiga ikutlah dengan ku!”


Seraya berkata demikian sosok Dewa Yao Chan menggerakkan kedua tangannya. Seberkas sinar kuning keemasan, melesat dari telapak tangannya dan segera menyelimuti tubuh Zhu San.


Lalu Dewa Yao Chan melesat kembali ke dalam terowongan yang semakin mengecil itu bersama ketiga orang yang telah Ia selimuti tubuhnya dengan energi berwarna kuning keemasan.


“Akan pergi kemanakah Kita saat ini Dewa Yao Chan?” tanya Zhu San saat tiba-tiba terowongan itu perlahan menarik tubuh mereka berempat.


“Aku Tidak punya banyak waktu untuk menjelaskannya, Terowongan dimensi waktu ini akan segera menghilang. Aku berjanji akan menjelaskannya saat kita tiba di tempat yang kita tuju.”

__ADS_1


****


Lima belas tahun telah berlalu sejak pertarungan besar di Dunia atas yang menghancurkan Kota Besar Jiangyao dan membunuh belasan ribu orang yang terdiri dari penduduk kota dan lebih dari delapan ribu diantaranya adalah para pendekar aliran hitam.


Sejak saat itu pula, keberadaan Zhu San, Bian Chi dan Lian Li tidak pernah terlihat lagi. Ketua Gong Fei telah menyebar ribuan orang untuk mencari keberadaan mereka. Namun tak satupun yang mendapatkan informasi tentang mereka bertiga.


Sementara itu di dunia bawah, sedang terjadi sebuah fenomena aneh di atas udara kota Shinzu. Fenomena itu dilihat oleh beberapa tokoh dunia persilatan kekaisaran Liu, seperti Tan Kuan, Lin Kai dan Fu Kuan bersama isteri mereka masing-masing.


Tidak tertinggal pula Sosok Shen Rong bersama dengan nenek Mei Lan yang kini menjadi isterinya.


Sementara Qin Yu dan Ju Yan datang ke kota Shinzu bersama dengan Ayah dan Ibu Bian Chi, Shi Hung dan Qiang Ji. Bersama mereka terlihat seorang pemuda berusia sekitar empat belas tahun yang begitu tampan.


Dia adalah anak pertama dari Qin Yu atau Song Yi bersama Ju Yan atau Kaisar Qiang Yan. Pemuda itu bernama Qiang Lun yang juga adalah Putera Mahkota Kekaisaran Qing.


Mereka semua datang karena mendapat mimpi sebanyak tiga malam berturut-turut agar hari ini berkumpul di kota Shinzu. Semua benak mereka dipenuhi oleh pertanyaan akan maksud dari sosok Zhu San yang hadir dalam mimpi mereka itu.


Saat pertama kalinya mereka mendapat mimpi itu, mereka mengira hanya mimpi biasa akibat rasa rindu mereka terhadap Zhu San dan Bian Chi yang telah lima belas tahun meninggalkan Dunia Bawah.


“Apakah Hari ini Ia akan kembali ke Dunia Bawah ini? Jika benar… Hari kematianku sudah semakin dekat!”


Suara Shen Rong memecah keheningan suasana saat mereka semua berada di halaman kediaman bangsawan Zhu Han.


Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dari awan yang memiliki tujuh warna dan berbentuk lingkaran dengan garis tengah seratus meter itu.


Sesaat kemudian, Tiga Aura kekuatan Pendekar Dewa tahap Puncak, memenuhi udara. Hal ini membuat Shen Rong menelan ludahnya saat melihat tiga sosok melesat keluar dari sebuah terowongan yang terbentuk bersamaan dengan gemuruh tersebut.


Hal yang membuat dirinya dan semua orang terkejut adalah bahwa ke tiga sosok itu, ternyata tiga orang anak berusia belasan tahun.


Yang memiliki tubuh paling tinggi adalah seorang anak lelaki, berusia sekitar empat belas tahunan. Sementara dua anak lainnya adalah gadis kecil yang berusia sekitar sepuluh dan dua belas tahun.


Semua orang menjadi waspada saat tiba-tiba ketiga sosok itu, melesat begitu cepat ke arah mereka. Lin Kai nyaris saja mengumpat dan memarahi ketiga anak tersebut.


Namun Lidahnya terasa kelu, saat menatap wajah pemuda yang membuatnya teringat saat pertama kalinya bertemu dengan Zhu San. Hal yang sama juga dirasakan oleh Fu Kuan saat Ia menatap wajah pemuda belasan tahun itu.

__ADS_1


Sementara Mu Rong dan Qiang Ji menutup mulut mereka dengan mata melotot lebar. Ibu Zhu San itu, tertegun saat menatap wajah pemuda yang begitu mirip dengan Zhu San di waktu remajanya.


Sementara Qiang Ji dan Suaminya Shi Hung, mengusap mata tua mereka, saat menatap gadis kecil bergaun merah yang terlihat menatap ke arah dirinya dengan bibir bergetar.


Wajah itu begitu mirip dengan puterinya Bian Chi. Sementara Zhu Han melangkah maju, sebagai Tuan Rumah adalah kewajibannya untuk bertanya identitas ketiga anak yang datang dengan cara yang tidak bisa Ia lakukan.


“Siapa Ka….”


“Hormat Kepada Kakek!”


Pemuda itu tiba-tiba berkata yang membuat kalimat Zhu Han terputus di tengah jalan. Tubuhnya seketika bergetar hebat, saat mendengar perkataan Pemuda belasan tahun itu.


Apalagi saat melihat ketiga bocah itu, tiba-tiba bersujud di depannya sebanyak tiga kali. Mu Rong dan Qiang ji serta Shi Hung segera mendekati ketiga bocah tersebut.


“Kakek, Nenek … Aku Zhu Long, ini Adik ku Zhu Ying dan Zhu Lin.” Sosok pemuda belasan tahun itu menjelaskan identitas mereka.


Sontak Mu Rong memeluk, Zhu Long dan menangis, lalu Ia merengkuh Zhu Lin. Sementara Qiang Ji telah Memeluk Zhu Ying yang begitu mirip dengan Bian Chi.


Suasana haru menyelimuti kediaman Bangsawan Zhu Han. Sementara para prajurit kewalahan saat menghalau para penduduk yang ingin melihat siapa tiga bocah kecil yang datang dengan cara yang tak biasa itu.


“Kemana Ayah dan Ibu Kalian? Kenapa Tidak datang kemari?” Tanya Shen Rong yang entah kenapa merasa sedikit kecewa.


“Ayah dan Ibu, saat ini telah terlarang untuk memperlihatkan diri secara langsung di hadapan semua orang. Ayah sendiri yang akan menjelaskan kepada Kakek dan yang lainnya.”


Ucapan Zhu Long membuat semua orang mengerutkan dahinya. Apalagi saat mereka melihat Zhu Long mengeluarkan sebuah kotak hitam dari cincin yang tersemat di jari tangannya.


Sesaat kemudian, terpancarlah sebuah cahaya ke udara di dalam ruang tamu kediaman Zhu Han yang besar itu.


Lalu muncullah bayangan tiga orang yang seketika membuat hati mereka berdebar bahagia.


Ketiga Sosok itu adalah Zhu San, Bian Chi dan Lian Li. Kini mereka menyadari bahwa Zhu Ying yang begitu mirip dengan Lian Li adalah Puteri Isteri ke dua Zhu San yang kini telah menjadi Dewa Penjaga Dunia di Alam Semesta ke dua.


-----------------------E N D----------------------

__ADS_1


__ADS_2