
“Saudara Fu telah menikah rupanya. Akhirnya Ia menemukan juga Perempuan yang tepat untuknya.” Yang Xio terkekeh setelah berkata demikian.
Lalu perbincangan mereka dilanjutkan tentang penyebab luka parah yang dialami oleh kakek Yang Xio.
Kakek Yang Xio menceritakan bahwa dirinya dikeroyok oleh tiga orang jagoan Aliran Hitam yaitu Iblis bukit Pelangi dan Sepasang Pendekar Hantu yang merupakan Jagoan nomor Tiga Aliran Hitam kekaisaran Hun.
Ia terkena serangan bernama Jurus Tapak Hantu Biru yang merupakan sebuah jurus ilusi tingkat tinggi. Yang Xio meminta Zhu San berhati-hati saat bertemu dengan kedua pendekar tersebut.
Jurus Ilusinya bisa membuat lawan tidak bisa mengetahui mana sesungguhnya serangan energi tapak dari kedua Pendekar Hantu itu. Karena udara dipenuhi kabut biru, serta berbagi belasan tapak berwarna biru.
Selain itu, energi tapak mereka mengandung racun jahat, Racun Kelabang Biru yang sangat mematikan. Yang Xio sendiri tidak menyangka jika dirinya bisa selamat dari serangan racun tersebut.
“Hari sudah malam, Istirahatlah. Sampaikan salamku kepada gurumu jika Kau kembali ke Kekaisaran Liu.” Yang Xio mengakhiri ceritanya dan mempersilakan Zhu San dan Bian Chi untuk Istirahat.
***
Zhu San dan Bian Chi tinggal di Sekte Pedang Awan selama satu hari, malamnya mereka berangkat kembali ke kota Hungdao bersama Seng Kun dan He Pang.
Hal itu karena keberadaan Tang Yun telah diketahui. Sehingga di situasi saat ini, sangat berbahaya baginya untuk berada di Ibukota Kekaisaran.
Keempatnya tiba kembali di penginapan dimana Zhu San telah membayar untuk waktu selama lima hari ke depan. Zhu San dan Bian Chi kembali ke wujud seorang Kakek dan nenek, saat memasuki ruang menginap mereka.
Keesokan paginya, Seng Kun dan He Pang mendatangi ruangan dimana Zhu San dan Bian Chi, bersama satu orang lainnya. “Silakan masuk Paman!”. He Pang dan Seng Kun pun masuk setelah mendengar suara Zhu San.
“Tuan Pendekar … Kami baru menerima informasi tentang kedua bangsawan yang anda cari.” Wajah Zhu San menjadi berseri-seri mendengar perkataan Seng Kun.
Seng Kun lalu mengatakan bahwa kedua bangsawan itu berada di sebuah bangunan berjarak satu kilometer dari penginapan ini. Hanya saja pagi ini, keduanya terlihat telah pergi ke kompleks Istana untuk menghadiri Pernikahan Kaisar Hun.
__ADS_1
“Terimakasih Paman, apakah aku bisa melihat dimana tepatnya bangunan tersebut?” Tanya Zhu San.
“Saya siapa mengantarkan anda Tuan.” Sosok pemuda yang berpakaian lusuh layaknya pengemis itu, berkata kepada Zhu San.
“Baiklah, mari kita berangkat sekarang.” Zhu San pun berdiri dari duduknya diikuti oleh Bian Chi dan yang lainnya. Hanya mereka bertiga yang akan mendatangi kediaman itu.
Jalanan menuju ke tempat itu ramai oleh para pendekar yang akan melihat acara pernikahan Sang Kaisar, hanya sedikit dari penduduk biasa yang menuju ke komplek Istana.
Setelah setengah jam kemudian, ketiganya tiba di sebuah bangunan megah dengan beberapa pendekar yang menjaga tempat tersebut. Zhu San mengamati sejenak bangunan berlantai dua itu.
Ia lalu meminta pemuda berpakaian pengemis, meninggalkan dirinya dan Bian Chi. Mereka ingin melihat ke acara pernikahan kaisar untuk memastikan apakah benar Gao Yan yang akan menjadi suami Kaisar Hun saat ini.
Keduanya berjalan menyusuri jalanan menuju ke komplek Istana Kekaisaran yang sangat luas itu. Setidaknya hampir dua kali lipat dari luas Komplek Istana Kekaisaran Liu.
Akhirnya mereka pun tiba di alun-alun istana yang berdekatan dengan sebuah tempat ibadah, dimana saat ini sedang dilakukannya ritual pernikahan.
“Ternyata memang Gao Yan Si Pengkhianat Sekte yang menjadi Suami Dewi kematian.” Zhu San berkata kepada Bian Chi melalui telepati, saat tiga jam kemudian terlihat Gao Yan dan Qiu Lan keluar dari Bangunan Tempat Ibadah.
Keduanya menggunakan Jubah dan gaun yang berwarna merah. Di belakang mereka terlihat Iblis Bukit Pelangi dan Wang Bu yang telah Zhu San kenali sebelumnya.
Selain itu terlihat Sepasang suami Isteri yang berusia sekitar enam puluhan tahun bersama Iblis Bukit Pelangi. “Mungkin kedua orang itu yang berjuluk Sepasang Pendekar hantu.” Zhu San berkata dalam benaknya.
Ia bisa melihat bahwa kedua pendekar itu memiliki kemampuan tidak jauh dari Iblis Bukit Pelangi. Mata Zhu San melotot dengan mulut geram saat melihat Bangsawan Wu Lei, sedang berjalan bersama seorang bangsawan lain.
Di belakang keduanya terlihat seorang kakek yang berkemampuan tinggi. Tidak berbeda jauh dengan Wang Bu. “San Gege … Jangan gegabah. Tahan emosi.”
Bian Chi yang melihat tangan Zhu San terkepal, segera menenangkan Sang Suami. Akan sangat berbahaya bagi mereka jika sampai membuat keributan di tempat yang dipenuhi oleh Pendekar Aliran Hitam berkemampuan tinggi.
__ADS_1
Zhu San menghela nafas panjang untuk meredakan emosinya. Ia pun kembali menatap ke arah Gao Yan.
“Kemampuan Gao Yan telah jauh meningkat dari terakhir aku lihat. Apakah dia telah mempelajari kitab pusaka yang hebat?” Tanya Zhu San dalam benaknya setelah mengamati Gao Yan beberapa saat.
Zhu San lalu mengalihkan pandangan pada Qiu Lan.”Aku tidak bisa merasakan kekuatan Dewi Kematian, mengapa bisa begitu? Bahkan hawa kehidupannya pun tidak bisa kurasakan sama sekali” Tanya Zhu San kebingungan.
“San Gege … Ada apa?” Tanya Bian Chi saat melihat dahi Zhu San berkerut dengan wajah yang terlihat bingung.
“Aku merasakan firasat buruk setelah mengamati sosok Dewi kematian itu. Entah mengapa Aku tidak bisa mengukur kekuatan yang Ia miliki.” Jawab Zhu San melalui telepati mereka.
Perhatian keduanya teralihkan oleh suara ribuan orang yang hampir seluruhnya adalah para pendekar. Hal itu karena Qiu Lan telah berada di podium dan para pendekar segera memberi hormat kepadanya.
“Para anggota Aliansi semua … Terimakasih telah datang dalam acara pernikahanku. Di hari ini juga, kita akan mendeklarasikan terbentuknya Pasukan Penakluk Bumi dengan anda semua sebagai anggotanya.”
Suara Qiu Lan yang menggunakan energi qi itu, menggelegar dan terdengar jelas oleh lebih dari belasan ribu pendekar. Gegap gempita menyambut ucapan Qiu Lan segera terdengar.
Zhu San terkesiap mendengar suara Sang Dewi Kematian yang menggunakan energi besar itu. Dari pengerahan energi qi barusan, Zhu San bisa mengukur kekuatan Qiu Lan.
“Tidak ku duga, kekuatan Dewi Kematian begitu tinggi. Butuh pertarungan lama untuk bisa menaklukkannya.” Zhu San berkata kepada Bian Chi melalui telepati mereka.
“San Gege … Apakah kita akan membunuhnya saat ini?” Tanya Bian Chi. “Tidak … saat ini terlalu berbahaya. Banyak Jagoan lain yang berada di sekitarnya. Kita harus menyusun strategi.” Jawab Zhu San.
Keduanya pun mengikuti acara deklarasi pembentukan Pasukan Penakluk Bumi yang selesai tepat saat matahari berada di atas kepal. Keduanya memutuskan untuk kembali ke penginapan.
Sementara acara pesta pun di mulai di Alun-alun dan kompleks Istana Kekaisaran Hun. Zhu San dan Bian Chi meninggalkan tempat itu dengan Zhu San yang terlihat khawatir, melihat banyaknya pendekar yang menjadi anggota Pasukan Penakluk Bumi.
“Aku harus menyusun rencana yang matang, sepertinya Aku butuh bantuan kedua Guru dan Paman Tan Kuan serta Bibi Yu Mei untuk menghadapi para Jagoan disekeliling Qiu Lan.”
__ADS_1
------------------0----------------------