
Sejak berhasil menjadi Kaisar Hun, Qiu Lan yang memiliki ingatan dan kekuatan Dewi Kematian, segera melakukan persiapan untuk rencananya menguasai dunia.
Ia menghabisi para jenderal yang tidak mau bergabung dengan dirinya. Demikian juga dengan mereka yang berasal dari dunia persilatan.
Qiu Lan menghancurkan sekte-sekte aliran putih dan netral yang tidak mau bergabung dan tunduk dengan pemerintahannya.
Sedangkan mereka yang berasal dari Aliran Hitam, tentu saja bersedia bergabung dengan Qiu Lan. Selain terselamatkan dari kematian, mereka juga akan bebas berbuat kejahatan.
Baru dua minggu Qiu Lan berkuasa, perubahan besar terjadi di Kekaisaran Hun. Rakyat di kekaisaran itu, benar-benar dalam penderitaan yang menyedihkan.
Sebagian dari mereka berhasil mengungsi ke Kekaisaran Liu maupun ke wilayah Kekaisaran Jian dan Qing. Demikian juga dengan para pendekar dari aliran putih.
Kematian Lai Ong, membuat kekuatan aliran putih melemah. Di tambah dengan lima sekte besar yang dimusnahkan oleh Dewi Kematian bersama Aliansi Aliran Hitam yang berada di bawah kepemimpinannya.
Semakin lama, kekuatan Aliansi Pendekar Aliran Hitam di Kekaisaran Hun menjadi besar dan bertambah kuat. Setidaknya dua puluh ribu pendekar tergabung di dalamnya.
Selain itu, puluhan ribu prajurit yang Kekaisaran Hun miliki, menjadikan Kekaisaran Hun memiliki Kekuatan yang besar dan menjadi ancaman bagi Kekaisaran lain.
Kekuatan Qiu Lan sang Dewi Kematian yang menjadi Pemimpin Aliansi dan juga sekaligus Kaisar negeri itu, mulai tersebar luas.
Namun sejauh ini tidak ada yang mengetahui bahwa kekuatan Qiu Lan yang mereka lihat, bukanlah kekuatan yang sesungguhnya.
Qiu Lan sebenarnya sedang mencari beberapa pusaka miliknya, yang hingga saat ini belum Ia ketahui dimana keberadaannya. Ia tidak mengatakan hal tersebut kepada siapapun.
Ia tak ingin diketahui oleh semua orang, bahwa kekuatan yang Ia miliki saat ini, belumlah sama dengan kekuatannya di masa seribu tahun lalu.
Pedang Phoenix, Topeng Pencabut Nyawa dan juga Zirah Kristal Dewa, adalah tiga pusaka terhebat yang Ia miliki di masa lalu.
Saat ini, Qiu Lan sedang mencari informasi keberadaan ketiga pusakanya itu dengan menanyai dua puluh orang pendekar tingkat tinggi, tentang senjata pusaka andalan yang mereka miliki.
Namun tak satu pun yang menyebutkan dan menunjukan salah satu dari ketiga pusaka yang Ia miliki di masa lalu.
__ADS_1
“Sepertinya, ketiga pusaka ku itu masih berada di wilayah di mana Aku mati seribu tahun lalu. Kurasa wilayah itu sekarang menjadi kekuasaan Kekaisaran Wei.”
Qiu Lan berkata dalam benaknya, sementara dua puluh orang pendekar tingkat tinggi itu, menjadi was-was, saat melihat wajah Qiu Lan berubah murung.
Suasana di ruang kekaisaran Hun itu menjadi hening, saat Qiu Lan berdiri dan berjalan bolak-balik di depan singgasananya.
Gadis berusia delapan belas tahun itu, walau mengenakan gaun yang cukup ketat, berhasil menimbulkan rasa jerih di hati mereka yang ada di dalam ruangan.
Diantara dua puluh orang itu hanya ada dua orang pendekar perempuan. Keduanya dijuluki sebagai Dua Bunga Kematian. Mereka berdua berusia sekitar tiga hingga empat puluh tahun.
Namun begitu, raut wajah keduanya tidak terlihat seperti perempuan pada usianya. Keduanya terlihat seperti gadis berusia dua puluhan tahun.
Qiu Lan menatap tajam ka arah Dua Bunga Kematian yang segera menunduk kepala mereka, ketika melihat Qiu Lan menatap tajam ke arah mereka berdua.
“Ji Xinxin dan Xin Qian, kalian berdua bersiaplah untuk menemaniku menuju ke Kekaisaran Wei. Sheng Hu dan Wan Yao, kalian berdua Aku tugaskan menggantikan Aku memimpin Aliansi Kita selama satu hingga dua bulan ke depan.”
Perkataan Sang Dewi Kematian itu, mengejutkan semua orang yang berada di dalam ruangan. Namun tak satu pun yang berani bersuara.
Qiu Lan segera berdiri dan melesat sangat cepat sehingga Ia terlihat seperti menghilang. Dan Ia baru terlihat setelah berada satu Jengkal dari dari kedua pria itu.
Keduanya terkejut, namun terlambat untuk menghindar, karena leher keduanya kini telah berada di cengkraman tangan Qiu Lan.
“Buka mulut kalian berdua!” Qiu Lan memberi perintahnya.
Sheng Hu dan Wan Yao pun segera membuka mulut mereka. Keduanya menatap ngeri ke arah dua mata Qiu Lan yang telah berubah warna menjadi semerah darah.
Dengan cepatnya dua bola cahaya sebesar anggur, melesat keluar dari mata Qiu Lan dan segera masuk ke dalam mulut mereka berdua.
“Telan dan setelah itu buka lagi mulut kalian!” Kedua Pria setengah tua itu, tak berani membantah perkataan Qiu Lan.
Setelah menelan bola cahaya itu, mereka pun segera membuka mulut mereka masing-masing selebar mungkin.
__ADS_1
Qiu Lan tersenyum saat meyakinkan dirinya bahwa ke dua bola cahaya itu, telah masuk ke dalam mulut kedua pria yang merupakan dua pendekar terkuat di Aliansi Aliran Hitam.
Qiu Lan kembali duduk di Singgasananya. Dan Ia tersenyum saat melihat tubuh kedua pria tadi telah bergetar hebat.
Keduanya berteriak keras karena merasakan sakit luar biasa dalam perut mereka. Pancaran Energi tenaga dalam segera merembes dari tubuh Sheng Hu dan Wan Yao.
Keduanya terengah-engah sesaat kemudian, menatap heran pada kedua telapak tangannya. Mereka merasakan energi tenaga dalam mereka bertambah besar dua kali lipat dari sebelumnya.
“Aku pinjamkan sedikit kekuatanku kepada kalian berdua. Namun dengan kekuatanku yang berada di dalam tubuh kalian, Aku bisa saja meledakkan tubuh kalian dari jarak ribuan kilometer sekalipun. Jadi jangan coba-coba mengkhianati Aku!”
Qiu Lan berkata dingin, Ia lalu memanggil Perdana Menteri dan melakukan hal yang sama dengan kedua orang sebelumnya. Begitu pun dengan tiga orang Jenderalnya.
Pagi itu juga Qiu Lan memulai perjalanannya menuju Kekaisaran Wei ditemani oleh dua orang pendekar perempuan Ji Xinxin dan Xin Qian yang berjuluk Dua Bunga Kematian.
***
Pagi yang sama dengan keberangkatan Qiu Lan, Song Ruo memimpin lima ribu prajurit melakukan perjalanan ke Kota Songdu.
Perjalanan itu akan memakan waktu setidaknya tiga hari tiga malam jika mereka hanya beristirahat selama tiga jam per harinya.
Seratus Kereta barang dan dua kereta mewah dan tiga kereta besar, bergerak meninggalkan kota Baixan. Song Ruo, In Xeuxu serta Nenek Lin Mi dan Qin Ji, berada dalam satu kereta.
Sedangkan Qin Yu, Bian Chi dan Zhu San serta Ju Yan di satu kereta mewah yang lainnya. Sedangkan Tiga kereta besar, berisi para pelayan laki dan perempuan.
Kepergian mereka disaksikan oleh Kaisar Liu Feng, Bangsawan Mu Bai dan para tokoh lainnya.
Dan dua jam setelah kepergian rombongan itu, Xie Han mendapat informasi yang mengejutkan dari bagian telik sandi Kekaisaran. Wajah Xie Han menunjukan sedikit kecemasan saat Ia menghadap Kaisar Liu dan Tetua Zheng An.
*****
Jangan Lupa Like dan Votenya Ya Bro
__ADS_1