
“Ada apa Tuan Wu Lei? Wajah anda seperti orang yang sedang ketakutan.” Tanya Pendekar Harimau Merah saat mendapati wajah sang majikan ketakutan.
“Saudara Harimau Merah, kita harus secepatnya kembali. Sepasang suami isteri dari Kekaisaran Liu itu, mungkin mencariku atas apa yang terjadi pada Gubernur Kota Wuchang.” Suara Bangsawan Wu Lei terdengar bergetar ketakutan.
“Jika itu benar, berarti mereka juga yang telah membunuh ketiga muridku tempo hari. Bangsawan Wu Lei jangan takut, Aku akan selalu berada di samping anda.”
Walau Harimau Merah berkata dengan keyakinan kuat, namun Bangsawan Wu Lei tetap ketakutan. Karena dirinya menduga jika sepasang Suami isteri dari Kekaisaran Liu itu adalah Zhu San.
Ia sudah mendengar kekejaman Zhu San saat dahulu menolong Isterinya, Sun Li dari perampokan. Selain itu peran besar Zhu San dalam Perang Besar Aliansi Hitam dengan pihak Kekaisaran pun telah Ia ketahui.
Bangsawan Wu Lei lalu meminta Harimau Merah menggerakkan anggotanya mencari tahu apakah Zhu San dan isterinya telah berada di kota Hungdao.
Harimau Merah berjanji akan melakukan itu. Mereka bertiga kembali ke kediaman megah yang dibeli oleh Bangsawan Wu Lei dan Bangsawan An He.
Saat keduanya tiba di depan gerbang bangunan megah itu, terlihat tiga penjaga gerbang tengah duduk santai. Mereka sedang berbincang-bincang dengan seorang Kakek dan nenek yang terlihat seperti gelandangan.
Ketiganya tidak memperdulikan kedua orang yang berusia lanjut itu. “Kau pergilah! Temui si Rubah Hitam dan katakan untuk menghadapku secepatnya.”
Harimau Merah memberi perintah pada salah satu penjaga gerbang. Penjaga itu segera mengangguk dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Ketiganya memasuki Kediaman dan saat di dalam Bangsawan An He baru menyadari sesuatu. “Apakah tidak aneh, seorang Kakek dan nenek di malam selarut ini masih berkeliaran?”
“Benar juga. Harimau Merah coba kau periksa ke dua orang tua itu.” Bangsawan Wu Lei pun setuju dengan ucapan Bangsawan An He.
“Tidak perlu repot-repot memeriksa kami Tuan Wu Lei, karena hari kematianmu telah tiba.” Sebuah suara mengejutkan mereka bertiga.
Zhu San dan Bian Chi yang berwujud seorang Kakek dan Nenek telah berada di depan pintu masuk. Zhu San yang sedari tadi menahan kemarahannya, menatap tajam kepada kedua bangsawan itu.
Sebaliknya Harimau Merah menyeringai. Namun matanya segera melotot lebar saat melihat perubahan wajah Kakek dan Nenek di depannya itu.
__ADS_1
Kini wajah Zhu San yang asli terlihat di hadapan ketiganya. Wajah Bangsawan Wu Lei seketika memucat. Tubuhnya bergetar hebat saat mendapati orang yang paling Ia takuti, telah berada di depannya.
“Zhu … Zhu San … “ Ucapnya tergagap. “Benar Aku ke sini hendak menuntut balas atas kematian Pamanku Mu Dao yang kalian bunuh beserta seluruh keluarganya.”
Tangan Zhu San terkepal saat berkata demikian. Harimau Merah yang melihat itu segera berdiri di depan kedua bangsawan yang terjajar mundur oleh rasa takut mereka.
“Langkahi mayatku dulu jika ingin menyentuh mereka berdua.” Ucap Harimau Merah sambil mengeluarkan senjata andalannya. Senjata itu berupa sepasang Bagh Naka yang terbuat dari Kuku Raja Siluman Harimau Merah.
Aura Mencekam segera memenuhi udara di dalam ruangan itu, saat Harimau Merah mengerahkan tenaga dalam dengan jumlah besar.
Kesepuluh Kuku itu kini bercahaya kemerahan. Harimau Merah mengibaskan kedua tangannya seolah hendak mencakar Zhu San dan Bian Chi walau jarak keduanya berjauhan.
Lima larik Sinar merah melesat sangat cepat ke arah keduanya yang telah melesat menghindari serangan cepat itu.
BLAR BLAR ..
“San Gege … Biar aku yang mengurus tua bangka ini! Kau bereskan saja kedua bangsawan itu!” Melalui telepatinya, Bian Chi berkata kepada Zhu San seraya melesat ke arah Harimau Merah.
Zhu San ingin mencegahnya, namun Bian Chi sudah bertukar serangan dengan harimau Merah dan menyerangnya dengan jurus Tapak Naga Yinyang.
Wajah Bangsawan Wu Lei dan An He seketika menjadi pucat pasi, saat melihat Zhu San melangkah mendekati mereka dengan sorot mata yang tajam.
“Harimau Merah Tolong Kami!” Bangsawan Wu Lei berteriak panik. Namun Harimau Merah tidak bisa berbuat apa-apa karena disibukkan oleh serangan Bian Chi yang cepat dan mematikan.
Bangsawan Wu Lei mencoba lari dari pintu belakang, namun Zhu San bergerak lebih cepat dan menghantam kepala bangsawan itu hingga jatuh dengan kepala yang retak.
Bangsawan An He segera bersujud minta Ampun dengan tubuh gemetar saat melihat Bangsawan Wu Lei telah terkapar tewas.
Namun Zhu San tidak menghiraukannya. Sekali tendang tubuh bangsawan kota Hangyao itu terpelanting dan berhenti setelah membentur tiang kayu berukuran besar.
__ADS_1
Suara kepala yang retak, bertepatan dengan kedatangan Wu Ming dan An Shi. “Ayah !” Keduanya berteriak bersamaan dan menghampiri jasad Ayahnya masing-masing.
An Shi yang tidak bisa menerima kematian Ayahnya, segera mencabut pedang. Ia menyerang Zhu San dengan amarah yang meluap-luap.
Serangan yang brutal tanpa pertahanan kuat itu dengan mudah Zhu San hindari. Sebuah tendangan kuat Zhu San, menghantam dada An Shi yang membuatnya tewas saat tubuhnya menyentuh lantai bangunan tersebut.
Kini Wu Ming yang berdiri mematung di samping jasad sang Ayah. Ia menatap Zhu San dengan kemarahan yang menggelegak di kepalanya.
“Pergilah dari kota ini dan jangan berbuat kejahatan lagi. Aku Tak ingin membunuh saudara seperguruan sendiri jika tidak terpaksa. Ayahmu telah menerima balasan atas apa yang Ia perbuat selama ini.”
Wu Ming terdiam mendengar kalimat Zhu San yang merupakan adik seperguruannya itu. Ia memang murid pertama Lin Kai. Namun begitu Ia menyadari perbandingan kemampuannya dengan Zhu San, bagaikan langit dan bumi.
Zhu San segera melesat pergi meninggalkan ruangan itu, menyusul Bian Chi dan Harimau Merah yang kini telah bertarung di halaman bangunan megah yang sudah porak-poranda.
Terlihat Bian Chi mendominasi pertarungan diantara mereka. Serangan energi dari senjata di tangan Harimau Merah, tidak satu pun yang berhasil mengenai Bian Chi.
Setelah lebih dari dua ratus kali pertukaran serangan, Harimau Merah tiba-tiba melesat menjauhi Bian Chi. Ia lalu melakukan gerakan aneh yang membuat Bian Chi menjadi waspada.
“Kau masih semuda ini tetapi telah memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Jangan salahkan Aku mengeluarkan jurus berbahaya ini!” Harimau Merah berkata dengan wajah yang tegang.
Jurus ini jarang sekali Ia gunakan mengingat dampak yang akan dihasilkan. Namun Ia berharap bahwa ledakan yang terjadi nanti, bisa menarik perhatian mereka yang berada di istana.
Dengan begitu Ia bisa mendapat bantuan untuk menghadapi Zhu San setelah mengalahkan perempuan yang menjadi lawannya sekarang.
“Chi’er hati-hatilah … Jangan gegabah. Gunakan kekuatan lima puluh persen.”
Zhu San mengingatkan Bian Chi yang segera mengalirkan energi qi ke arah Pedang Yin yang baru saja Ia keluarkan dari Cincin Jiwa.
-------------------O------------------------------
__ADS_1