Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
201: Hancurnya Sekte Gagak Hitam


__ADS_3

Sekte Gagak Hitam walau tidak termasuk dalam lima sekte terkuat aliran hitam di Kekaisaran Wei, namun sekte itu memiliki jumlah anggota lebih dari seribu orang.


Saat ketiganya tiba di wilayah sekte mereka itu, mereka sedikit keheranan dengan situasi sekte yang terlihat cukup sepi. Ketiganya bergegas melangkah menuju bangunan terbesar dari ratusan bangunan yang ada di sektenya.


“Kenapa kalian terlambat kembali ke Sekte?” Seorang Tetua bertanya kepada ketiganya. Ketiganya pun tertunduk, lalu menjelaskan tentang misi mereka yang sedikit menemui hambatan.


Setelah mendengar penjelasan itu Sang Tetua mengangguk dan memahaminya. Ia pun segera menjelaskan tentang situasi Sekte mereka yang terlihat sepi.


“Ketua Bao Cang sedang menuju Kekaisaran Qing, membantu Bangsawan Qiang untuk merebut kembali Tahta Kekaisaran dengan membawa kurang lebih seribu anggota terbaik kita. Saat ini Aku dan Tetua Gai Lang yang bertanggung jawab atas sekte kita.”


Tetua bernama Zong He itu mengakhirinya penjelasannya tepat sebelum terdengar suara ledakan keras dari arah bagian depan wilayah Sekte mereka.


Keempatnya segera keluar dari ruangan itu dengan melesat cepat. Di halaman bangunan itu, sosok bernama Gai Lang yang merupakan Tetua Sekte yang sama dengan Zong He juga baru tiba di sana.


“Apa yang terjadi?!”Ia bertanya pada Zong He yang dijawab dengan gelengan kepala. “Mari kita periksa!” Katanya kemudian.


Kelimanya segera melesat mendahului puluhan anggota lainnya yang bergerak ke depan Gerbang Sekte mereka.


“Siapa Kalian berani sekali mengacau di Sekte Gagak hitam!”


Bentak Gai Lang saat melihat Zhu San dan Bian Chi yang baru saja menghabisi delapan orang penjaga gerbang setelah meledakkan pintu gerbang sekte mereka.


“Apakah Kau ketua Sekte ini?”


Bukannya menjawab pertanyaan Gai Lang, Zhu San malah balik bertanya. Hal itu membuat Gai Lang marah karena merasa diremehkan oleh pemuda di hadapannya.


“Ketua sedang tidak ada ditempat, aku Gai Lang tetua sekte yang memimpin tempat ini bersama Tetua Zong He. Kenapa Kau berbuat kerusuhan di sekte kami Hah?!”


Sekalipun marah Gai Lang tetap menahan diri sebelum semua masalah jelas baginya. Tetapi tidak dengan Tetua Zong He dengan ketiga orang yang diikuti oleh Zhu San dan Bian Chi.


“Tak perlu bertanya lagi saudara Lang, Kami habisi saja dia!” Tetua Zong He melepaskan serangan tebasan ke arah Zhu San, sementara tiga orang lain bergerak menyerang Bian Chi dengan mata yang memancarkan kem3suman.

__ADS_1


Melihat serangan itu Zhu San hanya diam saja karena sebelumnya sudah mengalirkan tenaga dalamnya ke Zirah Yang di tubuhnya.


TRANG


Zong He terkejut setengah hidup saat pedang di tangannya berbunyi nyaring ketika telah menyentuh leher Zhu San. Sementara ketiga orang yang menyerang Bian Chi, menjerit keras dan tewas dengan tubuh yang membeku.


Saat Zong He masih terkesiap, Zhu San melepaskan tendangan sangat cepat yang tidak terlihat oleh lawannya, hingga menghantam kepala Zong He.


PRAAAKK


Terdengar suara kepala yang pecah akibat kerasnya tendangan Zhu San. Tubuh Tetua Zong He pun terlempar dan tewas saat menyentuh tanah.


Mata Tetua Gai Lang melotot lebar dengan tubuh gemetar menahan rasa jerih yang belum pernah Ia rasakan selain saat berhadapan dengan Ketua Sektenya.


Sementara puluhan anggota sekte Gagak Hitam yang lainnya, bergerak mundur menjauhi Zhu San dan Bian Chi, bahkan sebagian mulai berlarian meninggalkan tempat itu.


Bian Chi yang melihat hal itu segera saja mengeluarkan Pedang Yin dari Cincin Jiwanya. Lalu melemparkan pedang itu ke arah mereka yang melarikan diri.


Kerumunan itu seketika buyar saat pedang melesat dan mulai membunuhi mereka semua. Kurang dari lima menit, jerit-jerit kematian itu mulai menghilang dari pendengaran.


Kini hanya tersisa Tetua Gai Lang yang sedang berlutut, menyaksikan anggotanya tewas terbantai.


“Ampuni aku Tuan Muda, maafkan Aku yang tidak melihat kebesaran Tuan Muda.” Zhu San hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Gai Lang.


“Mungkin Aku bisa mengampuni mu jika kau mau mengatakan kemana Ketua Sektemu pergi? Dan apakah dia bekerja sama dengan seorang Pria bernama Qiang Ji?”


Wajah Gai Lang pun memucat mendengar pertanyaan itu. Ia pun terdiam sejenak, berpikir keras apakah akan memberitahu atau tidak. Akhirnya Ia memilih mengatakan yang sebenarnya kepada Zhu San.


Wajah Zhu San berubah menjadi marah saat Ia mengetahui jika Ketua Sekte mereka yang bernama Bao Cang itu, telah berangkat ke Kekaisaran Qing membantu Qiang Ji untuk merebut kembali Tahta Kekaisaran Qing.


Akibat rasa marahnya, hawa udara di sekitar tubuh Zhu San berada, berubah menjadi sangat panas. Hal itu membuat Gai Lang yang berjarak dua meter darinya, segera bergerak menjauhi Zhu San karena tak tahan dengan hawa itu.

__ADS_1


JLEEEB


Naas bagi Gai Lang, Bian Chi yang mengira Ia akan kabur dari tempat tersebut, segera menggerakkan Pedang Yin untuk menusuknya tepat di dada kiri Gai Lang.


“Kau … Telah ber… berjanji… untuk … tidak membu..nuh..ku..menga..pa.” Gai Lang tak sempat menyelesaikan pertanyaannya. Tubuhnya telah terkulai lemas tepat saat Bian Chi menjawab pertanyaannya.


“Aku yang membunuh mu bukan dia.. Bodoh!”


Setelah itu Bian Chi menggerakan tangannya dan Pedang Yin pun kembali ke tangannya. Setelah membersihkan pedang dari Noda Darah, Bian Chi memasukkannya kembali ke dalam Cincin Jiwanya.


“San Gege .. Apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan secepatnya kembali ke Kekaisaran Qing atau ke hutan Arwah terlebih dahulu?”


Tanya Bian Chi sesaat setelah melihat suaminya yang sedang terdiam seolah sedang berpikir keras. Zhu San menghela nafas panjang mendengar pertanyaan itu.


“Kurasa lebih baik kita kembali dulu Kekaisaran Qing, Aku khawatir dengan Ayah dan Ibu.” Jawab Zhu San kemudian.


Bian Chi pun setuju. Lalu keduanya segera melesat ke udara dan melayang menuju ke Kekaisaran Qing setelah menghancurkan seluruh bangunan Sekte Gagak Hitam.


Saat malam akan mencapai puncaknya, Zhu San dan Bian Chi telah tiba di Kota Qingzen. Rasa marah dan sedih, segera mengisi hati dan benak mereka saat melihat situasi Kota Qingzhen di bagian timur, telah porak-poranda.


“San Gege, sepertinya mereka baru saja mati. Aku mendengar suara pertempuran dari bagian barat Kota.”Kata Bian Chi dengan suara bergetar antara marah dan khawatir akan keselamatan Ayah dan Ibunya.


Zhu San pun mengiyakan dan keduanya segera melesat ke arah barat ke tengah-tengah kota dimana Kompleks Istana berada.


Amarah Bian Chi seketika menggelegak saat melihat para prajurit sedang di bantai oleh seribuan musuh yang sepertinya adalah para pendekar.


Tanpa pikir panjang lagi Bian Chi segera mengeluarkan Pedang Yin dan melemparnya ke arah dimana pertempuran sedang terjadi.


Hal yang sama pun dilakukan oleh Zhu San. Yang segera melesat ke suatu arah setelah melemparkan pedang Yang.


****

__ADS_1


__ADS_2