Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
118: Tarian Topeng Iblis


__ADS_3

Du Fang terkejut, telapak tangannya terasa kebas ketika berbenturan dengan tinju Ju Yan yang sangat kuat saat pemuda itu menahan tamparan darinya.


Tidak Ia duga sama sekali jika pemuda itu bisa menangkis tamparan kuat yang Ia lesatkan ke wajah yang kini tersenyum melihat dirinya yang sedang terkejut.


Hal yang sama dirasakan oleh Hua Yun, Kakek itu terlihat takjub dengan kemampuan yang dimiliki oleh Ju Yan.


“Kau! … boleh juga kemampuanmu, tapi seranganku tadi baru menggunakan tiga puluh persen kekuatanku. Sekarang aku tidak akan menahan kekuatanku lagi!”


“Tunggu Kek, kalau Kau ingin bertarung, bagaimana jika kita mencari tempat yang lebih luas dulu?”


Du Fang akan mengerahkan tenaga dalamnya, namun Ju Yan lebih dulu berkata menanggapi perkataannya.


“Baik … Kau pilihlah tempat dimana Kau Ingin mati di tanganku!”


Ju Yan hanya tersenyum, Ia lalu melompat keluar dari jendela dan telah berada di jalanan yang mulai sepi karena malam telah mencapai puncaknya.


Du Fang pun segera melesat mengikutinya yang kemudian disusul oleh Hua Yun. Zhu San pun bangkit dan memanggil pelayan. Setelah membayar Arak yang berada di dua meja itu, Zhu San pun menyusul mereka.


Saat Ia tiba di jalanan kota Baixan itu, Ju Yan terlihat sedang menghindar dari tendangan kuat yang dilancarkan Du Fang.


Pukulan dan tendangan silih berganti Du Fang lesatkan ke arah Ju Yan. Namun sudah puluhan kali Ia melakukannya, belum satupun yang berhasil mendarat di tubuh pemuda itu.


“Gerakan Saudara Yan benar-benar efisien, sepertinya Ia akan mudah memenangi pertarungan ini.”


Zhu San bisa melihat jika kemampuan dan teknik yang Ju Yan gunakan adalah teknik tingkat tinggi.


Du Fang melesat mundur, mengambil jarak dengan Ju Yan. Terlihat kemarahan di wajahnya saat menatap Ju Yan yang masih terlihat tenang dengan situasinya.


“Sepertinya Aku terlalu meremehkanmu anak muda? Darimana kau berasal? Jurus yang Kau gunakan itu, belum pernah kulihat sebelumnya.”


Ju Yan hanya tersenyum tanpa sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya. Hal itu membuat Du Fang semakin kesal melihatnya.


“Kau benar-benar menyebalkan. Terimalah jurus terkuat dari ku ini.”


Ju Yan masih tersenyum, namun tidak menurunkan kewaspadaannya. Hal itu karena pancaran tenaga dari Tubuh Du Fang kian membesar.


Kedua telapak tangan Kakek itu, kini telah memancarkan cahaya kuning kemerahan, seiring dengan nafsu membunuhnya yang memancar semakin kuat.

__ADS_1


“Hati-hati Saudara Yan … Itu Jurus Tapak Ilusi.”


Zhu San mengingatkan Ju Yan, Ia mengenali jurus yang Du Fang gunakan karena telah diberitahu oleh Gurunya Lin Kai sebelum Ia dikalahkan oleh Tsao Beng dan Qiao Bun.


Walau tertegun seorang pemuda mengenali jurusnya, Du Fang yang telah emosi segera menyerang Ju Yan.


Sebuah Bayangan Tapak tangan yang besar, menderu ke arah Kakak seperguruan Bian Chi itu. Ju Yan pun melompat ke udara, namun Ia dikejutkan dengan Sosok Du Fang yang telah muncul di atasnya.


DUAGH !!!


Tendangan Keras dari Du Fang berhasil Ju Yang tangkis dengan tinjunya, Namun Sebuah bayangan tapak yang sedikit lebih kecil dari sebelumnya, kembali datang dengan cepat.


Ju Yan berkelit dengan cepat, bayangan tapak yang lebih besar dari tubuhnya itu, terus mengejar dan hendak menamparnya ketika Ju Yan baru saja menjejakan kakinya di tanah.


Tak ada jalan lain selain menangkisnya, Ju Yan pun segera mengarahkan tinjunya ke udara. Namun Ia terkejut saat tinjunya itu, hanya memukul udara hampa ketika bersentuhan dengan tapak tangan yang hanyalah sebuah bayangan.


Dan lagi-lagi Du Fang telah berada di samping Ju Yan dan melesatkan serangan tapaknya yang mengandung Tenaga dalam sembilan puluh persen dari seluruh kekuatan yang ia miliki.


BUK


Tubuh Ju Yan terpental hampir tiga meter. Namun tidak terlihat Ia kesakitan ataupun mengalami luka dalam.


“Lumayan juga serangan mu Kakek bau mayat!” Ju Yan berkata sesaat sebelum tubuhnya menghilang dari pandangan. Hal itu karena Ia bergerak dengan sangat cepat dan tiba-tiba telah berada di depan Du Fang.


DUAGH!!!


Tubuh Du Fang terpental saat perutnya terkena tinju kuat dari Ju Yan. Darah menyembur dari mulutnya yang ternganga karena terkejut dengan serangan cepat yang tidak Ia duga.


Setelah mengalirkan tenaga dalam ke perutnya, beberapa saat kemudian Du Fang kembali membuka matanya.


Ia memandang tajam ke arah Ju Yan. Entah apa yang ada dalam benaknya, sesaat kemudian Ia meraih sesuatu dari balik jubahnya.


Sebuah Topeng Hitam yang menyerupai wajah Iblis, kini terlihat di tangan Du Fang.


“Kau satu-satunya pemuda yang bisa memaksaku untuk menggunakan kekuatan Topeng Iblis ini.” Du Fang berkata seraya mengenakan Topeng itu.


Sesaat kemudian, terjadi hal yang tak di duga oleh Zhu San maupun Ju Yan. Pancaran Tenaga dalam Du Fang, meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

__ADS_1


Ke dua telapak tangan Kakek itu, kini berubah menjadi hitam legam seiring dengan Aura membunuh yang mencekam, merembes keluar dari tubuhnya.


“Tarian Topeng Iblis!”


Du Fang tiba-tiba bergerak seperti seorang yang sedang menari, setelah Ia berteriak. Semakin lama, tariannya semakin. Ke dua telapak tangan Du Fang pun memancarkan Cahaya Merah kehitaman.


“Saudara Yan Hati-hati!” Zhu San berteriak memperingatkan Ju Yan. Senyum di wajah pemuda dari Kekaisaran Jian itu segera menghilang.


Wajahnya kini terlihat serius, seiring hawa tenaga dalam yang memancar kuat dari tubuhnya.


Hal itu Ju Yan lakukan karena Ia merasakan, jika tarian jelek yang sedang Du Fang pertunjukan, mengandung daya kekuatan hipnotis yang sangat hebat.


Pancaran tenaga dalam Ju Yan, membuat Hua Yun yang masih menyaksikan pertarungan, segera meletakan tangan di gagang pedang yang berada di pinggangnya.


Tentu saja hal itu tidak luput dari perhatian Zhu San yang segera menatap tajam ke arah Kakek yang berada cukup jauh di depannya itu.


Du Fang keheranan, Ia tidak menduga jika sudah beberapa waktu berlalu, tidak melihat pemuda lawannya ikut menari seperti dirinya.


Berbeda dengan beberapa penduduk yang menyaksikan pertarungan itu, pada jarak lebih dari tiga puluh meter.


Kini para penduduk itu, mulai menggerakan tubuhnya mengikuti gerakan yang Du Fang lakukan. Hal yang membuat Zhu San menyadari adanya kekuatan magis yang sedang bekerja.


Sementara Ju Yan sedang berusaha bertahan dari serangan tersembunyi yang sedang Du Fang lakukan dengan tariannya itu.


“Para penduduk itu akan binasa jika aku tidak segera mengacaukan serangan hipnotis tingkat tinggi ini.”


Zhu San yang berada di tepi jalan kota Baixan, segera melesat ke belakang Ju Yan dan menghadap ke arah para penduduk.


Zhu San segera mengerahkan tenaga dalamnya sebanyak lima puluh persen untuk membuat kacau aliran energi hipnotis yang mengenai beberapa penduduk Kota Baixan itu.


Hawa Panas dan dingin yang sangat kuat segera menyebar dan menindih hawa mencekam yang memancar dari tubuh Du Fang.


Hal itu membuat Du Fang menghentikan tariannya yang tertegun dengan mata melotot lebar menatap ke arah Zhu San.


“Tubuh Yinyang sejati! Jadi dia yang membunuh kelima muridku!”


******

__ADS_1


__ADS_2