
Keduanya segera meninggalkan kedai tersebut dengan berjalan kaki layaknya seorang penduduk biasa. Namun setelah tiba di sebuah gang yang sunyi, keduanya segera melesat ke udara dengan sangat cepat.
Mereka turun di atas sebuah bukit yang berada sejauh dua kilometer dari kota tersebut. “Kurasa tempat ini sudah aman, saatnya kau menjelaskan apa alasan mu membantu kami, Phoenix Putih.”
Phoenix Putih menghela nafas panjang sebelum Ia bercerita.”Semua berawal dari kematian kedua orang tua kami dan juga musnahnya Siluman Burung Phoenix hingga akhirnya hanya menyisakan kami bertiga.”
Setelah terdiam sesaat, Phoenix Putih menjelaskan bahwa tiga Siluman Rubah yang dipimpin oleh Ibu dari Ratu Siluman Rubah Putih bekerja sama dengan ibu dari Dewi Kegelapan yang merupakan pimpinan Siluman Ular.
Ibu Dewi Kegelapan membawa tiga orang anak buahnya. Delapan orang itulah yang membunuh kedua orang tua mereka dan memusnahkan seluruh bangsa Siluman Burung Phoenix yang saat itu merupakan bangsa Siluman terkuat di dunia Atas.
Dari delapan siluman yang menyerang itu, hanya mereka berdua yang masih hidup. Keduanya menghilangkan jejak jika mereka berdua yang telah membasmi Siluman Burung Phoenix, dengan menguburkan jasad ke enam anak buah mereka di tempat tersembunyi.
Mereka bertiga saat itu masih kecil dan saat terjadinya pembantai, mereka sedang berlatih dengan adik Kandung dari Sang Ayah di sebuah tempat tersembunyi yang kini menjadi tempat tinggalnya.
Saat ketiganya dewasa dan paman mereka akan meninggal dunia, barulah mereka diberitahu jika bangsa Siluman Burung Phoenix telah musnah dan hanya menyisakan mereka bertiga.
Sang Paman pura-pura tidak mengetahui siapa yang telah melakukan hal tersebut. Agar mereka bertiga tidak menuntut balas mengingat kekuatan mereka saat itu, jauh di bawah kekuatan kedua pimpinan siluman itu.
Mereka bertiga akhirnya mencari informasi, namun gagal mendapatkannya. Hingga satu bulan yang lalu setelah Ia bertemu Zhu San, Ia mendapat bisikan agar menggali sebuah tempat sejauh dua kilometer dari tempat dimana bangsa mereka dulu tinggal.
Setelah Ia menggalinya, Ia mendapati tiga kerangka ular dan tiga kerangka Siluman Rubah. Di saat itulah Ia di datangi oleh Sosok Dewa bernama Yao Chan.
Sang Dewa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ribuan tahun lalu. Dan menyarankan Phoenix Putih untuk membantu pemuda yang bernama Zhu San mengalahkan Dewi Kegelapan.
Phoenix Putih dijanjikan akan diberi kehidupan abadi dan kemuliaan jika membantu Zhu san membasmi Kejahatan di dunia atas ini.
Karena pada awalnya, Siluman Burung Phoenix adalah ras siluman yang ditakdirkan untuk membantu mereka yang berada di jalan kebenaran sehingga diberi kekuatan yang lebih tinggi dari ras siluman yang lain.
Sejak pertemuan itulah, Phoenix putih memutuskan untuk membantu Long Niu dan Aliansi Aliran Putih melawan Dewi Kegelapan.
__ADS_1
“Lalu mengapa Ratu Siluman Rubah Putih begitu dendam kepada Jia Fu sang Dewi Kegelapan jika kedua orang tua mereka bersahabat?” Tanya Long Niu yang masih belum percaya sepenuhnya atas penjelasan Phoenix Putih.
“Itu karena Paman Kami yang mengadu domba mereka satu sama lain. Paman memiliki kemampuan mengubah dirinya menjadi wujud apapun yang dia inginkan. Ia berhasil membuat Ibu Dewi Kegelapan menyerang dan membasmi hampir seluruh Siluman Rubah dengan cara licik.”
Long Niu mengangguk-anggukan kepalanya. Kini Ia mulai lebih percaya kepada phoenix Putih. “ jadi itu alasanmu menyusun rencana tadi?” Tanya Long Niu.
“Benar sekali Pendekar Long, Aku harap kau mau bekerjasama denganku meredakan prahara di Dunia Atas ini.”
Long Niu akhirnya menyetujui rencana Phoenix Putih, keduanya pun berpisah karena Phoenix Putih harus segera berada di benua Awan Merah saat malam tiba.
Sementara long Niu segera melesat ke Sekte Teratai Biru. Long Niu pun lalu menjelaskan rencana Phoenix Putih setelah Ia bertemu dengan Ketua Jie Mei dan Lian Li.
Ketua Jie Mei pun mengizinkan Lian Li untuk pergi ke Benua Hitam secepatnya, demi kemungkinan mendapatkan Cermin Sakti di tempat Ratu Siluman Rubah Putih asalkan Long Niu menemaninya.
Lon Niu pun akhirnya berangkat dengan Lian Li malam itu juga ke Benua Hitam. Dan akan bergerak ke dalam goa yang berada di Puncak Gunung Salju Abadi, setelah memastikan Ratu Siluman Rubah Putih meninggalkan goa itu sesuai dengan rencana Phoenix Putih.
***
Tujuh bulan lalu, Zhu San memulai proses kultivasinya di kolam yang berada di bagian selatan Alam Jiwa, tanpa sehelai benang pun.
Ia berendam di air kolam yang telah berwarna Hijau karena telah diberi Air Hijau dari Guci Dewa Air. Zhu San duduk bermeditasi di dalam kolam dan hanya menyisakan kepalanya saja.
Selama enam bulan, Zhu San tidak berhenti berteriak saat seluruh tulang dan jaringan otot tubuhnya kembali ditempa dan perkuat.
Hanya di bulan ke tujuh saja Zhu San sudah tidak lagi merasakan sakit yang amat sangat di seluruh bagian tubuhnya.
Walau sudah tujuh bulan melakukan kultivasi namun energi Kristal Dewa belum seluruhnya terserap oleh Zhu San.
Kristal Dewa itu, masih tersisa sebesar ujung jari kelingking Zhu San. Sementara Air kolam, telah kembali jernih karena Air hijau telah seluruhnya diserap ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
Setelah dua minggu kemudian, barulah seluruh energi dari Kristal Dewa berhasil Zhu San serap. Zhu San membuka matanya yang telah terpejam selama tujuh bulan lebih.
Hal pertama yang Ia rasakan adalah pandangan matanya menjadi berkali-kali lipat lebih tajam dari sebelumnya.
Dan terlihat olehnya, Bian Chi sedang tertidur pulas di atas sebuah tali yang direntangkan dan kedua ujungnya diikat pada dua buah batang pohon.
“Chi’er Bangunlah … Aku sudah selesai dengan kultivasiku.” Kata Zhu San yang masih duduk berendam di dalam air kolam.
Bian Chi pun terbangun dan segera melayang mendekati sang suami. “San Gege … apakah seluruh Kristal Dewa telah terserap habis?” Tanya Bian Chi setelah berada satu meter di depan sang suami.
“Tentu saja sudah, Aku merasakan tubuhku sangat ringan sekali dan energi begitu besar, kurasakan mengalir deras dalam tubuhku. Inikah kekuatan Puncak Pendekar Dewa Sejati?” Tanya Zhu San sambil berdiri dan melihat ke arah kedua telapak tangannya.
Perhatian Zhu San segera teralihkan oleh pekikan Bian Chi yang kini sedang melotot dengan mulut terbuka lebar dan wajah penuh kengerian saat memandang bagian bawah tubuhnya.
Saat itulah Zhu San baru tersadar jika dirinya tidak mengenakan sehelai benang pun. Namun Ia pun terkejut saat melihat bagian bawah tubuhnya.
Zhu San segera mengeluarkan jubahnya dari Cincin Jiwa dan segera melayang seraya mengenakannya. “Chi’er mengapa tubuhmu gemetar seperti itu? Apakah kau sedang sak…”
Kalimat Zhu San terhenti saat tiba-tiba sang isteri mengunci mulutnya dengan bibirnya yang segera bergerak liar.
Lima menit kemudian Alam Jiwa pun mulai berguncang hebat karena jeritan Bian Chi. Dan hal itu masih berlangsung selama hampir tiga jam lamanya.
Kerinduan yang mendalam terhadap sang Suami, membuat Bian Chi terlupa akan pesan dari Dewa Yao Chan.
Pesan yang melarang mereka melakukan hubungan suami isteri di Alam Jiwa ketika Zhu San telah mencapai tingkat Pendekar Dewa Sejati Level Sepuluh namun belum menguasai Jurus Dewa Memindah Semesta.
Keduanya tidak mengetahui, jika telah terjadi sesuatu yang buruk dengan Alam Jiwa.
Saat ini, langit Alam jiwa telah berubah hitam karena dipenuhi oleh awan yang keluar dari setiap bagian di Alam Jiwa, kecuali di kolam tempat mereka sedang memadu kasih.
__ADS_1
--------------------------0---------------------------