Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
083: Mendatangi Zhu Han


__ADS_3

Zhu San segera membalikan badannya, Ia berlari begitu cepat sehingga membuat ribuan pasang mata melihatnya dengan heran.


Beberapa teriakan komandan prajurit, Zhu San abaikan begitu saja. Sehingga akhirnya terdengar perintah untuk mengepung dan menahan dirinya.


Zhu San menerobos kepungan itu dengan menghantam mereka semua dengan tenaga dalamnya. Mereka pun berjatuhan dengan sebagian tewas karena terluka dalam.


Seorang perwira yang berada di dekatnya pun, segera melesat untuk menghadangnya. Dengan mudahnya, Zhu San membunuh perwira itu dengan jurus tinju besi tepat di bagian dadanya.


Beberapa Tetua Sekte yang melihat hal itu, menjadi geram. Mereka segera bergerak untuk menghadang Zhu San.


Zhu San yang terburu-buru akhirnya melesat ke udara, melompati mereka semua yang terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Dengan melayang di udara seperti itu, Zhu San akhirnya tiba di barisan belakang, dimana ratusan kereta yang berisi penuh perbekalan makanan berada.


Dengan jurus Tapak Yinyang, Zhu San pun menghancurkan kereta itu satu persatu dan dengan cara membakarnya.


Hawa udara yang terik di siang hari itu, membuat api berkobar dengan cepat. Angin yang bertiup cukup kencang, menjadi penyebab lain api itu membesar dengan cepatnya.


Gaduhnya suara dari kekacauan itu, membuat para petinggi segera keluar dari kereta besar tempat dimana tadi .


Mata mereka melotot lebar saat melihat Zhu San melayang di udara dan tengah menghadang ratusan anak panah yang melesat ke arahnya.


Komandan pasukan pemanah, segera saja memerintahkan pasukannya, memanahi Zhu San.


Hal yang memang Zhu San inginkan dengan Ia mengamuk, setelah berada di barisan belakang pasukan sepanjang tiga ratus meter lebih itu.


Zhu San menghancurkan semua panah yang mengarah ke dirinya agar tidak dapat mereka gunakan lagi.


Hal itu barus disadari oleh para komandan, setelah melihat ribuan anak panah itu, tidak dapat mengenai Zhu San, bahkan rusak dan tidak dapat digunakan lagi.


Merasa cukup untuk melemahkan kekuatan lawan, Zhu San pun segera melesat ke arah selatan, menuju ke kota kelahirannya.


“Semoga Ayah dan Ibu serta lainnya masih bisa bertahan hingga Kedatanganku.”


Zhu San melesat dengan kecepatan penuh yang Ia miliki.


Ia mengeluarkan Pedang Yinyang dan terus menyerap energi dari Kristal Yinyang yang berada di atas gagang pedang pusaka itu.


Dengan begitu, Tenaga Dalam Zhu San selalu kembali penuh, walau mengerahkan energinya dalam jumlah besar untuk melayang secepat yang Ia mampu.

__ADS_1


***


Saat malam tiba dan perlahan bergerak ke arah puncaknya, Tsao Beng dan Qiao Bun telah berada di langit kota Shinzu, tepatnya di atas kediaman Bangsawan Zhu Han.


Keduanya tidak lagi menyembunyikan Aura keberadaannya, karena sengaja untuk memancing Zhu San agar keluar menemui mereka.


Zhu San tidak keluar juga walau mereka telah menunggunya hingga beberapa menit kemudian.


Keduanya melayang turun dengan santai saat menjejakan kaki mereka di halaman Rumah bangsawan Zhu Han yang luas.


Saat itulah keduanya menyadari jika enam pasang mata, sedang menatap ke arah mereka berdua dengan sikap penuh siaga.


“Bangsawan Zhu Han! Suruh Puteramu keluar dan bertarung dengan kami sekarang juga!”


Qiao Bun berkata lantang kepada ketiga orang yang salah satunya Ia kenali sebagai Bangsawan Zhu Han.


Zhu Han saat itu sedang bersama Sang Guru dan Rei Ji, Gubernur Qian Lu, Jenderal Chao Fan dan Komandan Mao Shen.


Mereka berenam baru saja akan membahas tentang Kepulangan dua ribu prajurit Kota Shinzu yang hendak di jebak beberapa hari yang lalu.


Mereka menyadari adanya Aura kuat yang berasal dari udara di atas mereka, dan hanya bisa menunggu kedatangan keduanya dengan hati yang berdebar-debar.


“Kalian mencari orang yang tidak ada disini, Puteraku saat ini sedang berkelana entah kemana.”


Zhu Han menjawab seadanya, karena memang dirinya tidak dimana Zhu San saat ini berada.


Wajah Qiao Bun berubah menjadi semakin kesal, setelah mendengar jawaban Zhu Han.


Mereka telah sengaja jauh-jauh datang untuk membunuh Zhu San, namun pemuda itu tidak muncul juga. Ia pun memutuskan untuk menghabisi semua orang yang saat ini berada di depannya.


“Kami datang untuk mengirim puteramu menemui Raja Neraka. Jika puteramu tidak ada, maka kau sebagai gantinya.”


Zhu Han dan Kakek Pendekar Seribu Wajah akhirnya menyadari jika pertarungan tidak akan bisa Ia hindari.


Rei Ji pun segera mencabut Katana di pinggangnya setelah melihat Tuannya itu mencabut Pedang Tumpul dari sarungnya yang baru.


“Han’er Hati-hatilah melawan mereka, jika Kau merasa tidak mampu, larilah bersama isterimu. Aku akan menahan mereka berdua dan memberimu jalan.”


Pendekar Seribu Wajah berkata demikian kepada Zhu Han, karena merasakan firasat buruk mengisi benaknya.

__ADS_1


“Tidak Guru, Aku Akan bertempur bersama Guru hingga tetes darah terakhirku. Tidak mungkin Aku akan meninggalkan Guru sendirian.”


Zhu Han kali ini membantah perkataan gurunya. Walau Senang mendengar Zhu Han berkata demikian, Pendekar seribu Wajah berkata marah kepadanya.


“Han’er … Jika Aku mati tidak akan terjadi apa dengan Rakyat Shinzu selama Kau masih hidup. Jadi patuhilah perintah guru. Pergilah saat ini sekarang juga!”


“Tuan Zhu Han … Perkataan Kakek benar sekali, Biarkan Aku dan Kakek yang akan menahan mereka berdua. Tuan pergilah bersama nyonya.”


Rei Ji yang juga menginginkan Zhu Han selamat, menguatkan perkataan Pendekar Seribu Wajah.


“Tuan Zhu Han pergilah, biarkan kami membantu mereka berdua. Nasib puluhan ribu penduduk Kota Shinzu bergantung pada Anda. Tetaplah selamat dan hidup demi mereka semua.”


Jenderal Chao Fan segera berkata seraya mencabut pedangnya.


Zhu Han berdiri dengan gamang, Ia merasa sangat terharu dengan apa yang mereka lakukan untuknya.


Ia tidak ingin lari dari pertarungan, seperti seorang pecundang. Namun mengingat kebenaran dari perkataan Gurunya dan Jenderal Chao Fan, Ia pun membuang idealismenya.


“Cepat pergilah ke dalam!” Pendekar Seribu Wajah membentak muridnya, saat Ia merasakan Aura Kekuatan Qiao Bun dan Tsao Beng meningkat.


Zhu Han segera melesat ke dalam ruangan setelah Ia berterimakasih kepada mereka semua.


Tsao Beng yang terkejut melihat Bangsawan Zhu Han melesat ke dalam rumahnya, segera bergerak untuk mengejar.


Namun Ia terhadang sebuah serangan dari Kakek Pendekar Seribu Wajah yang melesatkan tendangan sangat kuat ke dadanya.


Tsao Beng mendengus kesal sebelum melompat dan menghindari serangan yang kuat itu. Ia tidak ingin gegabah melihat serangan yang sangat cepat itu.


Sementara Qiao Bun yang berniat mengejar Bangsawan Zhu Han, segera diserang oleh Jenderal Chao Fan dan Rei Ji.


Keduanya memang sudah siap bertarung hingga mati demi membuatkan jalan dan mengulur waktu bagi Bangsawan Zhu Han melarikan diri bersama Isterinya.


Pertarungan pun segera terjadi di halaman Kediaman Bangsawan Penguasa Kota Shinzu itu.


Namun baru sesat pertukaran serangan terjadi, sebuah suara keras menggelegar memenuhi udara. Suara yang membuat mereka menghentikan pertarungan.


“Hentikan Pertarungan Kalian!!”


*****

__ADS_1


__ADS_2