Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
305: Membantu Kekaisaran Jiao


__ADS_3

Kedatangan Zhu San di kota Jiaoxing yang telah terkepung dan sedang menunggu serangan, membuat para pendekar aliran putih serta para Jenderal menjadi was-was.


Hal itu disebabkan karena mereka bertiga, berada di atas punggung Siluman Burung Phoenix Putih dan diduga adalah lawan yang akan menyusup ke dalam kota.


Itulah mengapa setelah Burung Phoenix mendarat di atap sebuah bangunan yang tinggi, belasan Pendekar Aliansi yang berada di tingkat Pendekar Bumi Tahap Akhir, segera mengepung mereka berempat.


“Siapa Kau! Dan apa maksudmu memasuki kota ini!”


Salah satu dari tetua Sekte Aliansi Aliran Putih membentak Zhu San dan yang lainnya, tepat setelah Phoenix Putih selesai mengubah wujudnya menjadi manusia.


“Paman … Tenanglah, Kami datang dari Benua Biru. Guru Long Niu memerintahkan kami untuk membantu anda semua menyelamatkan kota ini.”


Kata Zhu San dengan suara yang tetap tenang sekalipun sangat kesal melihat senjata terhunus ke wajahnya.


Belasan tetua itu sekte itu, terdiam sejenak. Saat itulah melesat sebuah bayangan dengan kecepatan di Tingkat Pendekar Langit tahap Menengah yang segera berteriak keras.


“Tahan Serangan!”


Sosok seorang pria berumur lima puluhan tahun, muncul di hadapan mereka. “Nona Lian Li, selamat datang di Kota Jiaoxing. Maaf atas penyambutan mereka yang tidak mengenali Anda.”


Melihat Feng Ku, Pengawal Pribadi Kaisar Jiao Bun itu bersikap begitu hormat kepada Lian Li, para tetua segera menyarungkan pedang mereka dengan wajah keheranan.


“Tuan Feng, Siapa mereka sebenarnya dan di pihak mana mereka berada?”


Feng Ku lalu menjelaskan siapa Lian Li kepada belasan Tetua Sekte yang pada saat itu tidak hadir dalam pertemuan antara Kaisar dengan para petinggi Aliansi Aliran Putih di Sekte Pedang Suci.


Wajah para Tetua Sekte itu seketika berubah merah menahan malu dan jerih. Mereka sudah mendengar tentang kekuatan Lian Li yang membuat bangunan Sekte Pedang Suci hampir roboh hanya dengan pancaran kekuatannya saja.


“Tuan Feng … Kami kemari karena Guru Long Niu memerintahkan kami untuk membantu Kekaisaran Jiao. Mereka bernama Zhu San dan Bian Chi, serta Phoenix Putih yang merupakan Abdi mereka berdua. Tuan Feng pasti sudah mendengar tentang Murid Guru Long Niu bukan?”

__ADS_1


Wajah Feng Ku tersentak dan seketika berubah saat berhasil mengingat nama Zhu San. Sikapnya berubah menjadi sangat ramah dan terlihat sangat menghormati Zhu San dan Bian Chi yang baru Ia kenal itu.


BLAAARR


Suara ledakan menggelegar karena serangan dengan menggunakan energi qi, menghantam tembok bagian selatan hingga hancur berkeping-keping. Serangan itu membuat sebuah lubang besar pada tembok pagar.


Terlihat seorang Pendekar Aliansi Kegelapan yang berada di tingkat pendekar Langit tahap Awal, kembali bersiap untuk melancarkan serangan keduanya.


Tubuh Zhu San tiba-tiba saja lenyap dari tempatnya. Sedetik kemudian telah muncul lima meter di depan pendekar tersebut, tepat saat energi berbentuk bola itu Ia lesatkan dari kedua tangannya.


Dengan menggunakan telapak kirinya, Zhu San menepiskan serangan bola energi yang sengaja Ia hadang agar tidak menghancurkan tembok Kota bagian selatan itu. Bola energi itu meledak setelah tersentuh tangan Zhu San.


Sosok Pendekar itu terpental belasan meter dan saat Ia baru menguasai posisinya kembali, Hawa dingin Ia rasakan mengalir di punggungnya. Saat Ia menoleh, barulah Ia menyadari Zhu San telah berada di belakangnya.


Rasa terkejut pendekar itu tidak berlangsung lama, karena matanya segera terpejam selama-lamanya dengan tubuh yang membeku dan sesaat kemudian meledak saat Zhu San mengibaskan tangannya.


Seluruh pendekar dari kedua belah pihak, tertegun dengan apa yang mereka lihat. Seorang Pendekar Langit tahap Awal, mati dengan begitu mudahnya di tangan Zhu San.


Bian Chi segera melesat ke arah barat dengan kedua tangan yang telah dialiri energi qi besar untuk menggunakan kekuatan Tapak Naga Yinyang.


Sementara Lian Li telah menggenggam pedang Teratai Biru dan melesat ke arah timur menghadang para siluman kelelawar dengan melesatkan serangan energi berupa Petir berwarna biru.


Phoenix Putih segera melesat ke utara dan mengubah kembali wujudnya menjadi seekor burung phoenix. Ia segera menghantam puluhan Siluman burung yang lain dengan menggunakan sayap dan kakinya.


Setelah melihat mereka bertiga keluar dari wilayah kota, Zhu San segera membuat segel pelindung berupa sebuah kubah energi yang sangat besar menutupi udara di atas Ibukota Kekaisaran Jiao itu.


Ia lalu menghadang pasukan Aliansi Kegelapan yang berasal dari pihak manusia. Mereka terkejut saat Zhu San tiba-tiba muncul di hadapan mereka yang hendak memasuki Kota melalui tembok pagar yang telah jebol tadi.


Zhu San mengalirkan energi qi ke arah matanya. Sesaat kemudian Ia mengedipkan matanya dan melesatlah puluhan energi berbentuk pedang sangat tipis yang tidak terlihat oleh mata karena begitu tipis dan melesat sangat cepat sekali.

__ADS_1


Ratusan orang roboh dan tergeletak tak bernyawa dengan leher yang nyaris putus atau tubuh yang terkoyak hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh detik saja.


“Jurus yang diciptakan Dewa Yao Chan ini sungguh kejam sekali!”


Zhu San yang berhasil menguasai empat jurus ciptaan Dewa Yao Chan, tertegun setelah melihat kekejaman jurus yang bernama Pedang Mata Dewa itu.


Pedang pendek yang terbuat dari energi itu, terus saja menghabisi mereka yang berada di belakang rekannya yang telah tumbang. Zhu San kembali mengalirkan qi nya dan melakukan kedipan ke arah yang lain.


Ratusan korban yang berjatuhan kini mencapai ribuan orang dan serangan Zhu San terhenti saat tiga orang berkemampuan Pendekar Langit tahap Akhir muncul dan menyerang dirinya dengan senjata masing-masing.


Zhu San tidak bergeming dari ketiga serangan yang menderu dengan cepat ke arah dirinya itu. Yang Ia lakukan adalah mengalirkan energi ke Zirah Yang di dalam tubuhnya.


TRANG


“APA!!!”


Ketiga orang Pendekar Langit yang menebaskan senjata mereka ke arah kepala, leher dan perut Zhu San, berseru kaget saat tubuh mereka terpental sesaat setelah senjata mereka menyentuh tubuh Zhu San.


Mata ketiga orang itu melotot lebar ketika merasakan tangan mereka terasa kebas setelah tubuh mereka terpental hingga belasan meter akibat benturan senjata dengan tubuh Zhu San.


“Tidak mungkin!!! Bagaimana Kapak Pusaka ku ini tidak bisa melukainya?!” Sosok pendekar langit yang memegang Kapak besar, menatap mata Kapaknya yang sedikit rusak.


Hal yang sama dialami oleh dua rekannya yang memegang tombak dan pedang. Mereka pun menyadari bahwa lawan memiliki Perisai pelindung yang sangat hebat.


“Gunakan Serangan Energi!”


Sosok yang memegang Pedang berteriak seraya melompat ke udara dengan mengangkat pedang ke atas kepala menggunakan kedua tangannya.


Rekannya yang memegang kapak besar, segera melesat ke udara dari arah yang berlawanan. Sementara yang memegang Tombak tetap berada di tanah bersiap dengan serangan energi dari tombak Pusakanya.

__ADS_1


------------------------O------------------------


__ADS_2