
Dewi Kegelapan Qiu Lan tersentak saat tiba-tiba merasakan sebuah kekuatan besar yang setara dengan dirinya, muncul bersamaan dengan aura kekuatan Siluman Burung Phoenix Merah.
“Apakah ini kekuatan Siluman Phoenix Api Putih, Kakak tertua dari Phoenix Merah?” Qiu Lan bertanya pada dirinya sendiri saat Ia berada dalam tenda besar dan mewah.
Chi Yu yang berada tak jauh darinya, menatap heran pada Qiu Lan. “Dewi … Apakah ada sesuatu yang mengusik Anda?”
“Tidak ada … Aku hanya merasakan Aura Phoenix Merah menuju kemari bersama sebuah kekuatan besar yang boleh dibilang setara dengan kekuatanku. Sepertinya Ia berhasil mengundang Kakaknya untuk membantu kita.”
Jawaban Qiu Lan membuat Chi Yu segera memejamkan matanya untuk bermeditasi. Namun hingga beberapa saat, Ia tidak bisa merasakan Aura Kekuatan Phoenix Merah.
“Apakah saat fajar nanti mereka sudah siap untuk melanjutkan perjalanan?” Tanya Qiu Lan kepada Chi Yu yang telah membuka mata, mengakhiri meditasinya.
“Tentu Dewi, mereka sudah tidak sabar untuk segera bertarung. Namun mereka juga kelelahan setelah berhari-hari melakukan perjalanan. Besok adalah hari penyerangan. Penting bagi mereka untuk memulihkan kekuatannya.”
Qiu Lan menghela nafasnya, menyadari tidak bisa memaksa mereka untuk terus bergerak. Apalagi dalam beberapa jam lagi mereka akan tiba di kota Baixan. Ia pun meminta Chi Yu untuk beristirahat juga.
Chi Yu beristirahat dengan Duduk bermeditasi. Sementara Qiu Lan keluar dari tenda dan melesat ke udara, saat merasakan kekuatan itu akan tiba kurang dari satu jam lagi.
Wajah Qiu Lan terlihat senang saat lima puluh menit kemudian Siluman Burung Phoenix Merah, datang bersama dengan seorang perempuan yang seusia dirinya dan juga memiliki wajah yang hampir serupa.
***
Saat fajar tiba, suasana di Kota Baixan telah riuh oleh belasan ribu prajurit yang bersiaga di balik tembok Pagar Kota. Sementara para penduduk berkumpul di bagian utara kota tersebut.
Shen Rong telah membuat Perisai Pelindung yang melingkupi udara Kota Baixan. Ia bersama delapan orang lainnya, telah berada di atas tembok pagar kota.
Fu Kuan, Lin Kai, Qin Rui, Qin Ji, Tan Kuan, Yu Mei, Xie Han dan Liu Ling adalah delapan orang yang menemani Shen Rong di luar Perisai Pelindung.
Hal itu mereka lakukan karena menyadari mengerahkan prajurit hanya akan membuat mereka terbunuh sia-sia.
Mereka duduk bermeditasi, menanti musuh yang diperkirakan akan menyerang dalam beberapa jam lagi.
__ADS_1
Sesuai dugaan, dua jam setelah matahari menampakkan dirinya, Shen Rong tiba-tiba berdiri saat merasakan kehadiran puluhan orang mendekati tempat mereka.
“Mereka telah datang, informasi yang kemarin kita terima ternyata benar.” Shen Rong berkata saat melihat dua puluhan orang yang bisa melayang di udara terlihat mendekati mereka.
Suara riuh pun mulai terdengar saat lima belas ribu pendekar, berlarian mendekati kota Baixan dengan senjata yang telah terhunus.
Dengan teknik peringan tubuh yang cukup tinggi, dengan cepat mereka telah berada pada jarak seratus meter di depan tembok pagar Kota Baixan bagian selatan.
“Banyak sekali mereka!” Xie Han berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Hal itu membuat Shen Rong sedikit kesal mendengarnya.
“Han’er hilangkan kegentaran di hatimu. Kekuatan tidak akan sepenuhnya keluar dari tubuh jika kau merasakan gentar. Bermeditasilah sejenak!”
Xie Han segera duduk dan menarik nafas panjang seraya memejamkan mata. Satu menit kemudian sedikit rasa gentar di hatinya telah sirna.
“Kenapa mereka belum menyerang?” Lin Kai mengamati dua puluh orang lawan yang melayang di udara dan Ia terlihat sudah tidak sabar untuk memulai pertarungan.
Pertanyaan Lin Kai juga menjadi pertanyaan dalam benak delapan orang lainnya. Tetapi tidak dengan Shen Rong yang mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut.
“Bersiaplah!” Shen Rong berkata seraya mendongak ke atas. Beberapa detik kemudian terlihat empat orang perempuan, muncul dari balik awan.
“Jadi kekuatan besar kemarin itu adalah milik Siluman Phoenix Biru? Latihan macam apa yang dilakukan oleh para Siluman Burung Phoenix, hingga memiliki kekuatan sebesar ini.”
Dalam benaknya Shen Rong sedikit terkejut saat mendapati dugaannya ternyata keliru tentang pemilik kekuatan besar kemarin sore.
Hal itu membuatnya bertanya-tanya sebesar apa sekarang kekuatan sosok yang dulu memiliki kekuatan setara dengan dirinya itu.
“Shen Rong … Kita bertemu kembali di masa sekarang. Dulu mungkin Kau bisa membunuhku dengan mudah, namun saat ini tidak akan semudah waktu itu. Apalagi Kau hanya memiliki delapan orang bersamamu.”
Shen Rong hanya tersenyum sebelum menanggapi ucapan Dewi Kegelapan.”Jia Fu, Apakah Kau lupa bahwa dulu aku menghabisi dirimu dan puluhan ribu anak buahmu hanya sendirian?”
Wajah Qiu Lan terlihat geram mendengar ucapan Shen Rong. Perkataan Shen Rong mengingatkan bagaimana dulu, sosok di depannya itu membantai habis seluruh anak buahnya.
__ADS_1
Secara tiba-tiba, Qiu Lan mengibaskan tangannya dan dengan cepat meluncur sepuluh benang dari kelima ujung jari tangan kirinya.
Melihat serangan cepat Qiu Lan, Shen Rong mengibaskan tangan kanannya dengan kuat. Gelombang energi yang sangat besar dari telapak tangan Shen Rong, berhasil mementalkan kesepuluh benang tersebut.
Qiu Lan terlihat kesal mendapati kekuatan Shen Rong sedikit lebih besar dari terakhir kali mereka bertarung pada masa seribu tahun lalu.
“Kalian Semua! Pasukan Khusus Kekaisaran Liu! Serang dan hancurkan Kota Baixan, Bunuh Semua pemberontak yang melawan!”
Qiu Lan memberi perintahnya dengan suara yang sangat keras. Ia berusaha membuat konsentrasi Shen Rong terpecah saat mereka bertarung nanti.
Dua puluh orang yang melayang di belakangnya segera melesat mendekati tembok pagar kota Baixan. Demikian juga belasan ribu pendekar bergerak untuk melompati tembok pagar kota.
Delapan orang diantara dua puluh orang itu segera di hadang oleh Fu Kuan dan tujuh orang lainnya. Fu Kuan dan Lin Kai yang melihat Shu Luan dan Qiao Hung berada di barisan lawan, segera melesat menghadang mereka.
“Mari Kita lanjutkan pertarungan kita kemarin dengan adil!” Fu Kuan berkata sebelum melesatkan serangan Tinju ke arah Shu Luan. “Huh! Siapa takut!” Shu Luan pun membalas serangan Fu Kuan.
Blaar Aarrggh
Terdengar ledakan dan jeritan terkejut dari dua belas pendekar lain yang melayang hendak memasuki Kota Baixan. Tubuh mereka terpental saat membentur Dinding Perisai yang dibuat oleh Shen Rong.
“Mundur! Ada perisai energi yang melindungi Kota ini!” Qiu Lan yang menyadari hal tersebut, berteriak keras dan segera bersiap untuk menghancurkan Perisai Pelindung itu dengan Jurus Tapak Iblis Kegelapan.
Shen Rong tak tinggal Diam, Ia melesat untuk menghalangi Dewi Kegelapan yang akan menghancurkan Perisai Pelindung kota itu.
Namun sebuah bayangan telah menghadangnya terlebih dahulu. Siluman Phoenix Biru tanpa bicara sepatah kata pun menyerang Shen Rong dengan kekuatan besar.
Kedua Telapak Tangannya telah diselimuti Api berwarna biru yang memancarkan hawa sangat panas. Hal itu membuat udara dalam radius lima puluh meter, menjadi naik suhunya dengan cepat.
Enam belas orang yang sedang bertarung, sontak menghentikan pertarungan mereka. Kedua belah pihak pun saling mengambil jarak dan segera melindungi tubuh mereka dari tekanan udara yang berubah dua kali lipat panasnya.
Puluhan orang segera bergerak menjauhi tempat di mana Shen Rong sedang bertarung dengan kecepatan tinggi dan kekuatan besar melawan Siluman Phoenix Biru.
__ADS_1
Semua mata para pendekar hari itu terbuka lebar, saat pertarungan keduanya menjadi lebih cepat lagi hingga hanya sesekali saja tubuh keduanya dapat terlihat oleh mata.
------------------------O-----------------------------