
Kaisar Kuang Yun menuruti perkataan sosok Kakek yang bernama Lai Ong itu.
Firasat buruk yang tiba-tiba Ia rasakan, adalah hal lain yang menjadi penyebab Ia melangkah dengan cepat, mendekati para Prajurit Elitnya yang juga bergerak ke arah dirinya dengan pedang terhunus.
Para Prajurit Elit Kekaisaran Hung adalah prajurit yang dibentuk dari para pendekar, yang memiliki kemampuan setidaknya di tingkat pendekar menengah.
Mereka berjumlah setidaknya seratus orang dan terbagi menjadi dua kelompok yang bergiliran menjaga keselamatan Kaisar Kuang Yun dan keluarga Istana lainnya.
Saat ini, lima puluh orang Prajurit Elit itu, segera membentuk barikade perlindungan, Kaisar Kuang Yun segera berada di tengah mereka.
“Nona Qiu Lan … Ah tidak, sepertinya Kau bukan Nona Qiu Lan yang Aku Kenal, Siapa sesungguhnya dirimu?”
Lai Ong terlihat tenang saat Ia bertanya demikian kepada Qiu Lan.
Ia berkata seperti itu karena menyadari ada yang janggal dalam diri puteri Qiu Shang yang sepengetahuannya tidak sehebat seperti saat.
Qiu Lan memang telah berlatih beladiri sejak Ia kecil, namun kemampuannya hanya setinggi Pendekar Menengah tahap awal.
Namun yang kini ada dihadapannya adalah Seorang gadis yang memiliki kemampuan pendekar tingkat tinggi, yang dirinya saja kesulitan untuk mengetahui di level berapa kemampuannya berada.
“Senior Lai Ong … Aku adalah Qiu Lan tapi Aku juga diri yang berbeda, ketika aku telah tersadar dari sakitku sejak enam bulan yang lalu …”
Qiu Lan terdiam sejenak dan menatap Lai Ong yang terlihat kebingungan setelah mendengar perkataannya.
“Senior Lai Ong, sebaiknya senior segera menyingkir dan biarkan Aku membunuh orang-orang yang telah membuat malu keluargaku …”
Kata-kata selanjutnya dari Qiu Lan itu, membuat Lai Ong menyadari apa yang menjadi penyebab kemarahan Qiu Lan.
Ia pun menghela nafas panjang, sebelum akhirnya berkata dengan sedikit nada marah dalam suaranya.
“Kau boleh melakukan itu, tapi setelah kau melangkahi mayatku terlebih dahulu!” Lai Ong pun segera mencabut senjatanya.
Tongkat Giok berwarna Hijau yang sedari tadi berada di pinggangnya, dengan cepat telah berada di genggaman tangannya.
Sebagai seorang pendekar yang dikenal di Dunia Persilatan sebagai Pendekar Tongkat Giok Hijau, tentu saja Lai Ong tidak akan diam saja ketika mendengar Qiu Lan, ingin membunuh Kaisar Kuang Yun.
__ADS_1
“Baiklah jika senior Lai Ong ingin aku melakukan hal itu.”
Selepas berkata, Qiu Lan segera bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata orang biasa. Bahkan Lai Ong sendiri terperanjat, saat kurang dari satu detik, Ia telah mendapat serangan tebasan yang mematikan ke arah lehernya.
Qiu Lan sangat bersungguh-sungguh saat menyerang Lai Ong. Tidak ada lagi kelembutan terlihat dari gerakannya yang cepat dan mengarah pada bagian yang mematikan.
Ia seolah-olah menjadi sosok yang berbeda dengan sosok yang berbincang dengan Lai Ong sesaat tadi.
Pertukaran serangan pun segera terjadi dengan cepat diantara keduanya. Membuat udara berfluktuasi hebat dengan suara bising dari benturan senjata keduanya.
Lai Ong akui, baru kali ini Ia berhadapan dengan lawan sekuat Qiu Lan. Sedari awal Ia sudah mengerahkan tujuh puluh persen kekuatannya, sehingga tidak begitu terdesak oleh serangan Qiu Lan.
Namun beberapa saat kemudian, Lai Ong harus menelan ludahnya sendiri, saat lehernya nyaris tertebas Pedang Qiu Lan yang terbuat dari energi tenaga dalam itu.
Lai Ong melesat mundur, menjauhi Qiu Lan yang menatapnya dengan kesal. Kini jarak keduanya terpaut lima meter lebih.
“Siapa Kau sebenarnya?! Katakan! Sebelum Aku menurunkan tangan kejam padamu!”
Lai Ong berkata dengan tegas dan suara yang bergetar menahan kemarahannya akibat serangan kejam yang dilancarkan oleh Qiu Lan.
Qiu Lan kembali hendak menyerang, namun Ia menahan serangannya saat merasakan kekuatan besar terpancar dari tubuh lawannya.
Lai Ong yang marah mendengar perkataan Qiu Lan, segera mengerahkan kekuatan penuhnya.
Tongkat Giok Hijau di tangannya, seketika berpendar memancarkan cahaya kehijauan yang cukup terang, di pagi yang masih udara masih terasa sejuk.
“Kau yang memaksaku untuk melakukan ini Nona Qiu Lan!”
Lai Ong melesat cepat seraya menusukkan Tongkat Gioknya ke tubuh Qiu Lan. Melihat serangan cepat itu, Qiu Lan hanya bergerak sedikit saja dan tusukan tongkat itu berhasil Ia hindari.
Bahkan dengan cepat pula, Qiu Lan segera memberikan serangan balasan. Namun sosok yang Ia hadapi adalah Jagoan Aliran Putih terkuat nomor tiga di Kekaisaran Hun.
Lai Ong pun dengan mudah menghindari tebasan pedang energi Qiu Lan. Ia pun lalu melancarkan jurus tongkat terkuat miliknya.
Jurus bernama Memukul Raga Hilangkan Angkara dengan kekuatan penuh itu, jarang sekali digunakan oleh Lai Ong karena kejamnya serangan itu.
__ADS_1
Wajah Qiu Lan terlihat semakin kesal, saat dirinya harus berjibaku dengan serangan cepat yang sulit Ia duga arah serangannya itu.
Ia pun segera terdesak namun hal itu tidak berlangsung lama. Ia segera melayang ke udara yang membuat Lai Ong tertegun melihatnya.
Aura Kematian yang besar tiba-tiba saja memenuhi udara saat Qiu lan menaikkan dua kali lipat kekuatan tenaga dalamnya.
Kini dengan kekuatan sebesar empat puluh persen, Qiu Lan kembali menyerang Lai Ong dengan serangan yang mematikan.
TRANG
TRANG
Lai Ong yang tertegun segera terdesak hebat oleh serangan yang dua kali lebih cepat dari sebelumnya itu.
Ia bergerak mundur seraya menangkis serangan pedang yang selalu mengarah ke bagian mematikan dari tubuhnya.
Hingga akhirnya Lai Ong harus terpojok di dekat tembok pagar, setelah belasan kali Ia menahan serangan bertubi-tubi yang dilesatkan oleh Qiu Lan.
Lai Ong merasakan tangannya menjadi kebas setelah belasan kali, berbenturan senjata dengan Qiu Lan. Hal itu menunjukan jika tenaga dalam lawan lebih kuat darinya.
Ia tak habis pikir bagaimana bisa, gadis yang terlihat berusia belasan tahun itu, memiliki tenaga dalam sebesar itu di dalam tubuh rampingnya.
Qiu Lan yang berhasil memojokkan Lai Ong segera ingin menghabisi lawannya. Ia pun segera melesat kembali menyerang, setelah berhenti sejenak untuk memberi rasa takut lawan pada dirinya.
Hal itu memang benar adanya, Lai Ong mulai merasa jerih untuk beradu senjata, saat pedang Energi Qiu Lan kembali melesat ke arah bagian mematikan di tubuhnya.
Situasi Lai Ong semakin buruk saat bahunya tergores pedang energi, karena terlambat menyadari arah serangan Qiu Lan yang berubah dengan sangat cepat.
Hawa panas segera saja mengalir memasuki aliran darah Lai Ong yang membuatnya terkejut.
Ia tidak menduga jika pedang energi bisa memiliki racun yang mulai menyebar ke dalam otot di tubuhnya.
Lai Ong melompat mundur setelah berhasil menghindari tebasan ke arah lehernya. Wajahnya pun memucat sesaat kemudian.
*****
__ADS_1