Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
070: Chou Bai menghadang


__ADS_3

Wajah Di Yun sempat panik, saat melihat bagaimana Zhu San menghabisi Cong Hai dengan kejamnya.


Namun Ia merasa lega setelah melihat Zhu San melesat dan melayang di udara mengejar Pedang Tumpul milik Cong Hai.


“Berani Sekali Kau mengalihkan perhatian!”


Zhu Han yang sangat marah membentak Di Yun, sebelum Ia menyerang dengan jurus andalannya yang dipelajari dari gurunya, Pendekar Seribu Wajah.


Jurus Pedang Menebas Angkara, adalah salah satu jurus terkuat yang dimiliki oleh Pendekar Seribu Wajah.


Penguasaan Zhu Han yang hampir mendekati penguasaan sempurna terhadap jurus itu, berhasil mendesak Di Yun.


Kapak Besar Di Yun memiliki gagang yang pendek, hal itu membuat jangkauan di antara kedua senjata itu berbeda cukup jauh.


Karena hal itu jugalah yang membuat Di Yun, harus berjibaku dengan susah payah menghindari tebasan pedang Zhu Han yang lebih panjang dari pedang yang lain.


Pertukaran serangan telah terjadi puluhan jurus, dengan Di Yun yang berada dalam posisi terdesak hebat.


Rei Ji segera melompat turun, setelah Ia berhasil menguasai diri dari rasa bahagianya saat melihat sosok Zhu Han.


Kehadiran Rei Ji, membuat Di Yun semakin panik. Ia pun harus membayar mahal hal itu.


Tebasan pedang panjang Zhu Han, berhasil memenggal lengan kanannya dan membuat kapak Besarnya jatuh ke tanah bersama bagian lengannya yang putus.


Wajah Di Yun menjadi pucat, Ia melompat mundur tepat di mana Rei Ji berada. Rei Ji pun segera memberi serangan tapak ke punggung Di Yun.


Tubuh Di Yun pun terpental kembali ke arah Zhu Han yang segera saja menghunjamkan pedangnya di dada Di Yun.


Hal itu terjadi kurang dari satu menit setelah Zhu San pergi meninggalkan tempat itu.


“Tuan Zhu Han … Syukurlah Anda datang kemari, Nyonya Mu Rong telah kami ungsikan ke markas rahasia kami di hutan, atas perintah Tuan Muda Zhu Lung.”


Rei Ji berkata demikian, saat Ia berlutut di depan Zhu Han yang baru saja selesai membersihkan pedangnya dari noda darah milik Di Yun.


“Saudara Rei Ji … Bangunlah Sudah berapa kali Aku memintamu untuk tidak berlutut di depanku bukan?”


Zhu Han berkata demikian seraya menarik bahu Rei Ji untuk berdiri. Rei Ji pun terharu saat bangsawan Zhu Han memeluk dirinya dengan erat.


Puluhan prajurit yang melihat hal itu segera berlutut. Mereka kebingungan dengan apa yang telah terjadi.


Sosok Bangsawan Zhu Han yang kini berada di hadapan mereka, terlihat berbeda dalam sikapnya.

__ADS_1


“Kalian semua … Bangunlah! Tolong bersihkan noda darah dan makamkan jasad mereka dengan baik.”


“Siap Tuan!!”


Puluhan prajurit itu menjawab dengan serempak, saat mendengar perintah dari Zhu Han.


Mereka pun segera bergerak dengan raut yang kebingungan akan sikap Bangsawan Zhu Han yang berbeda dengan sebelumnya yang baru saja memarahi mereka dengan kata-kata yang sangat kasar.


“Saudara Rei Ji, cepatlah antarkan aku ke Markas Rahasia yang kau katakan tadi.”


Rei Ji pun menganggukkan kepalanya. Ia pun melesat dengan cepat ke arah selatan di ikuti oleh Zhu Han yang tak sabar ingin bertemu dengan isterinya, Mu Rong.


***


Zhu San masih berada pada ketinggian lima puluh meter di udara, saat Chou Bai dan kedua orang pengawalnya, berjibaku menghindari serangan Pedang Yinyang.


Pedang Yinyang bergerak dengan jurus Pedang Mengarungi Awan, membuat Zhu San dapat melihat dengan seksama situasi yang berada di bawah kakinya.


Ia tersenyum saat melihat Ibunya berada di atas kuda dengan Komandan Chao Fan berjaga di dekatnya.


Ia pun segera melesat turun dan mendarat di atas sebuah dahan pohon di belakang komandan Chao Fan berada.


“Paman Fan … tolong jaga Ibuku sejenak. Biar aku yang mengurus mereka!”


“Pasukan Heise mundurlah! Bantu paman Chao Fan!”


Zhu San kembali berteriak saat Ia baru saja menjejakan kakinya di dekat ketiga orang yang sedang berjibaku dengan Pedang Yinyang.


Sepuluh Anggota Pasukan Heise, segera melesat dan membentuk barisan di depan komandan Chao Fan.


Sementara Zhu San terlihat mengangkat tangan kanannya, sesaat kemudian Pedang Yinyang melesat kembali padanya.


Hal itu mengundang decak kagum dari para prajurit maupun Sepuluh Anggota Pasukan Heise dan juga Komandan Chao Fan.


Namun hal berbeda dirasakan oleh Chou Bai dan dua pengawal pribadinya. Mereka terkejut dengan kehadiran Zhu San yang ternyata adalah pemilik pedang itu.


“Siapa Kau!? Berani sekali mencampuri urusan Kami?!”


Chou Bai membentak Zhu San dengan sangat kesal, membuatnya tidak menyadari jika mereka berdua memiliki kemiripan dalam hal raut wajah.


Zhu San hanya memandang Chou Bai yang berwajah sangat mirip dengan Ayahnya itu. Ia mendengus pelan sebelum menjawab pertanyaan Chou Bai.

__ADS_1


“Sudahilah sandiwaramu Chou Bai! Hari ini Aku akan membalas semua perbuatan kalian terhadap Ayahku tiga tahun lalu!”


Bagai mendengar petir di siang bolong, wajah Chou Bai dan kedua pengawal pribadinya, sangat terkejut mendengar perkataan Zhu San.


Ketiganya menatap Zhu San dengan tatapan membunuh saat menyadari Zhu San telah mengetahui identitas mereka yang sebenarnya.


Chou Bai pun mempererat pegangan tangan di tombak pusaka pemberian gurunya, saat Ia mengalirkan lima puluh persen tenaga dalam ke tombak tersebut.


Zhu San menjadi waspada saat menyadari adanya aura energi yang besar, memancar dari tombak di tangan Chou Bai.


“Anak Muda … Siapa Ayahmu itu? Dan apa yang telah kami lakukan padanya?”


Walau demikian, Chou Bai masih tetap berpura-pura tidak memahami maksud perkataan Zhu San.


Zhu San sempat terpancing emosinya, saat mendengar perkataan Chou Bai yang berkata dengan tersenyum manis, namun terlihat licik di matanya.


Ia pun menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Chou Bai.


“Namaku Zhu Lung dan Ayahku bernama Zhu Han. Chou Bai! Perlihatkanlah wujud aslimu, sebentar lagi Ayahku akan datang dan penyamaranmu tak ada gunanya lagi.”


Perkataan Zhu San membuat wajah Chou Bai dan dua pengawal pribadinya kembali terkejut. Namun dengan liciknya Chou Bai berkata kembali kepada Zhu San.


“Anak Muda … Inilah wujud asliku. Mana mungkin di dunia ini ada orang yang bisa berubah wujud bukan?”


Chou Bai tersenyum lebar, pertanyaannya terlihat seperti tidak mampu dijawab oleh Zhu San.


Senyum Chou Bai seketika menghilang saat Ia melihat Zhu San kembali tersenyum padanya.


“Hal itu mungkin saja terjadi, apalagi kau memiliki jurus Tulang Lunak Otot Lentur.”


Chou Bai kembali tersentak kaget saat mendengar perkataan Zhu San. Dan Ia lebih terkejut saat tiba-tiba dua orang melesat datang dan segera berada di antara Ia dan pemuda bernama Zhu Lung itu.


“Chou Bai, hentikan segala omong kosong mu itu!”


Sosok yang datang tak lain adalah Zhu Han dan Rei Ji. Perkataan Zhu Han membuat Chou Bai menelan ludahnya.


Sementara Zhu San yang mengetahui Ayahnya dan Paman Eji akan mendatangi hutan ini, sengaja mengulur waktu untuk menunggu keduanya tiba.


Ia sengaja mengungkapkan identitas palsu Chou Bai agar dua ribu prajurit tidak bergerak menyerang sepuluh orang pasukan Heise yang menjaga Ibunya.


Para prajurit itu kini menjadi bengong, saat mendapati dua sosok Bangsawan Zhu Han, berada di hadapan mereka.

__ADS_1


*****


__ADS_2