
Raja Pedang segera melesat mundur ketika melihat senyum Zhu San. Sudah sejak lama Ia tidak mendapati lawan yang tersenyum saat bertarung dengannya.
“Kemampuanmu cukup tinggi untuk ukuran seorang bocah. Tapi jangan senang dulu, setelah ini kau tak akan bisa tersenyum seperti tadi.”
Seiring selesainya perkataan Raja Pedang, Aura kuat segera memancar dari tubuh dan Pedang Tumpul di tangannya. Aura ungu segera memancar dari pedang itu.
Senyum di bibir Zhu San pun menghilang, hal itu membuat Raja Pedang tersenyum melihatnya, sebelum Ia melesat kembali menyerang Zhu San.
Ia tak perduli lagi Zhu San sudah siap atau belum, segera saja Ia tebaskan pedang ke arah leher pemuda yang telah membunuh muridnya itu.
Cepatnya tebasan itu, mustahil untuk dihindari oleh seorang pendekar tingkat tinggi sekalipun.
Namun alangkah terkejutnya Raja Pedang saat Ia melihat Zhu San menghindari serangannya dengan senyum yang kembali tersungging di bibirnya.
Bukan hanya menghindari tebasannya saja, Zhu San bahkan memberikan tendangan cepat ke arah perutnya.
Raja Pedang segera menahan tendangan itu dengan tapak tangan kirinya. Benturan kaki dan tapak, membuat Raja Pedang terpental mundur, dengan tangan yang terasa kebas.
Tiga puluh persen tenaga dalam yang Ia alirkan, ternyata masih membuat dirinya terpental.
Hal itu membuatnya sangat marah, segera saja Raja Pedang mengerahkan delapan puluh persen tenaga dalamnya.
“Kau benar-benar mencari mati rupanya!”
Pedang tumpul di tangan kanannya, kini memancarkan cahaya ungu yang sangat terang. Zhu San segera waspada melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh lawan.’’
Sebuah tebasan energi pedang yang panas melesat sangat cepat ke arah tubuh Zhu San saat Raja Pedang menebaskan Pedang Tumpul ke udara di depannya.
Zhu San segera melompat menghindari hal itu, namun Raja Pedang yang sudah menduga gerakan Zhu San, telah melesat dan berada di dekat Zhu San seraya menebaskan pedang ke arah lehernya.
TRAANG
Zhu San berhasil menangkis tebasan itu, namun tubuhnya harus terpental ke tanah dengan cepat. Senyum di bibir Zhu San pun menghilang saat itu juga.
Sebuah serangan cepat kembali membuat Zhu San harus berjibaku menghindari dan menangkis serangan Raja Pedang yang sangat cepat pada bagian yang mematikan.
“Lung’er!! … “
Mu Rong berteriak saat melihat Zhu San diserang habis-habisan oleh Raja Pedang. Zhu Han walau khawatir, namun Ia sangat percaya pada kemampuan puteranya itu.
Pertukaran serangan semakin mendahsyat seiring waktu berlalu. Setidaknya seratus kali serangan telah Raja Pedang lesatkan kepada Zhu San.
__ADS_1
Namun sejauh ini, hanya satu kali serangan darinya yang berhasil mengenai lawan, itu pun hanya menggores tipis lengan Zhu San.
Hal itu membuat Raja Pedang bertanya-tanya akan hawa panas dan dingin yang memancar dari tubuh dan Pedang Zhu San.
“Tubuh Yinyang Sejati?!”
Kemarahan Raja Pedang sebelumnya, membuat Ia melupakan tentang kondisi tubuh Zhu San.
Berita bahwa hanya manusia yang bertubuh Yinyang Sejati yang dapat menggunakan Pedang Yinyang, terlupa olehnya saat Ia tadi mengenali pedang di tangan Zhu San.
Mata Raja Pedang seketika melebar saat Zhu San yang berada lima meter darinya, terlihat menyeringai.
“Sudah cukup Aku bermain-main dengan mu Raja Pedang, sekarang giliranku untuk memberimu serangan.”
Zhu San yang telah mengalirkan enam puluh persen tenaga ke dalam pedang dan tubuhnya, melesat dengan Langkah Angin Yinyang.
Hal itu membuat Raja Pedang terkesiap dan harus terpental mundur saat kurang dari satu detik, Zhu San telah berada di depannya dan menebaskan pedangnya.
Tangkisan yang Raja Pedang lakukan berhasil menyelamatkan lehernya dari tebasan pedang Zhu San.
Namun yang terjadi kemudian, membuat mata Raja Pedang kembali melotot lebar dan rasa jerih pun merasuki hatinya.
Zhu San memutar Pedang Yinyang dengan sangat cepat hingga membuat lingkaran dengan mata pedang yang terarah ke tubuh Raja Pedang.
Pusara angin yang tercipta oleh jurus Pedang Angin Es dari energi Yin di tubuh Zhu San, kini bergulung dalam radius lima meter searah putaran bilah pedang.
Walau merasa sedikit gentar dengan jurus pedang yang baru Ia lihat saat ini, namun Raja Pedang tidak ingin mundur.
Ia pun mengerahkan seratus persen tenaga dalamnya dan membuat pedang tumpul menyala dengan api yang berwarna ungu.
“Api Ungu Menghukum Iblis!”
Zhu San kesal mendengar nama jurus yang diteriakkan oleh Raja Pedang. Ia pun berteriak menyambut serangan itu.
“Pedang Yinyang Mengusir Kakek Bau Kentut!”
Pusaran angin dingin itu segera menggulung pedang dan tubuh Raja Pedang yang terkejut saat melihat Api ungu pada bilah pedangnya seketika padam akibat terpaan Angin dingin dari jurus Zhu San.
Jurus Pedang Angin Es atau Angin Api, adalah Jurus Ketiga dari Teknik Pedang Yinyang. Zhu San sebenarnya tidak ingin memakai jurus yang dahsyat ini.
Namun mengingat pedang pusaka di tangan Raja Pedang bukan pusaka biasa, Zhu San pun menepis keraguan di hatinya.
__ADS_1
Raja Pedang yang kini tubuhnya terjebak dalam pusaran Angin Es, wajahnya menjadi pucat seketika saat melihat Api Ungu di pedangnya, telah padam dan membeku.
“AAAAARRRGGHHH!!”
Raja Pedang Kekaisaran Qing itu, menjerit keras saat Ia merasakan tubuhnya menjadi kaku dan tak bisa Ia gerakan.
Hawa panas tubuhnya pun menurun drastis, walau Ia telah mengerahkan seluruh energi tenaga dalamnya yang ternyata tak mampu meredam hawa dingin yang begitu kuat itu.
Zhu San masih memutar pedangnya walau menyadari jika Raja Pedang telah setengah hidup akibat serangan jurusnya itu.
Semua orang yang melihat pertarungan yang terjadi di depan mereka, bergidik ngeri saat Zhu San mengarahkan ujung pedang Yinyang ke udara.
Angin yang bergulung itu, kini menghadap ke atas dengan membawa tubuh Raja Pedang dan Pedang Tumpul ke udara.
Dengan cepat Zhu San menembakkan Energi Panas dari ujung pedang sehingga terjadi ledakan sangat keras bersama hancurnya pusaran angin es itu.
BLAAAMM !!!
Pusaran Angin Es itu hancur menjadi butiran salju kecil berwarna putih kemerahan akibat darah dari tubuh Raja Pedang yang hancur menjadi berkeping-keping.
Zhu San menelan ludahnya sendiri atas apa yang baru saja terjadi. Ini kali pertama Ia menggunakan jurus ketiga dari Lima Jurus dalam Teknik Pedang Yinyang, Ia merasa jurus ini sangat kejam.
Dari lima Jurus, Ia baru mempelajari hingga jurus ke empat, itu pun penguasaannya terhadap jurus ke empat itu, belum pada tahap sempurna.
Zhu San pun menoleh ke udara, setinggi tiga meter dari kepalanya, Pedang Tumpul terlihat melayang dan hendak bergerak melesat pergi.
Namun Selarik sinar biru merah melesat sangat cepat dan segera menyelimuti Pedang Pusaka yang ujungnya tumpul itu.
Beberapa saat kemudian, Pedang tumpul itu tertarik ke arah ujung Pedang Yinyang. Pedang Tumpul bergetar seolah ketakutan saat menempel di ujung pedang itu.
Beberapa saat kemudian cahaya biru dan kemerahan yang melesat dari ujung pedang Yinyang tadi, kembali menghilang.
Pedang Tumpul bergerak ke arah tangan kiri Zhu San, saat Putera Bangsawan Zhu Han itu mengangkat tangannya.
“Baguslah jika Kau bersedia tunduk pada diriku. Kau harus mengabdi pada Ayahku dan melindunginya hingga nafas terakhirnya dan Kembalilah padaku setelah itu.”
Zhu San segera menggigit jarinya, tiga tetes darah Ia jatuhkan ke bilah pedang tumpul. Bilah Pedang itu pun segera bercahaya merah kebiruan yang sirna sesaat kemudian.
Zhu San melangkah ke arah Ayah, Ibu dan Kakek Pendekar Seribu Wajah setelah memasukan Pedang Yinyang ke dalam Cincin Jiwa Yinyang.
Hal itu membuat mata semua orang yang masih takjub dengan apa yang Zhu San lakukan, kini kembali melotot lebar, saat melihat Pedang sepanjang itu bisa hilang seketika dari pandangan mata mereka.
__ADS_1
Pendekar Seribu Wajah menelan ludahnya, hampir seratus tahun Ia hidup baru kali ini melihat keajaiban seperti itu.
*****