Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
273: Xie Han dan Liu Ling dalam Bahaya


__ADS_3

“Han Gege … Apa yang harus kita lakukan?” Liu Ling berbisik saat melihat bayangan itu keluar dari kompleks Istana dengan cara melayang di udara.


“Kita ikuti dia dari jarak yang cukup jauh …” Keduanya segera melayang dengan ketinggian tidak melebihi atap bangunan agar pengintaian mereka tidak diketahui.


Namun sosok bertopeng hitam yang tak lain adalah Phoenix Api Merah, telah mengetahui bahwa dirinya diikuti oleh dua orang yang memang ingin dihabisinya.


Ia melesat ke udara dan meninggalkan Kota Shangyu setelah melewati gerbang selatan. Wilayah bagian selatan kota Shangyu, adalah hutan kecil dengan pepohonan yang cukup besar.


“Kemana dia pergi? “ Liu Ling dan Xie Han kebingungan saat mendapati bayangan hitam itu menghilang dibalik pepohonan besar.


“Ling’er awas!”


Xie Han berteriak seraya menebaskan pedang saat melihat sebuah serangan terarah kepada Liu Ling. Tebasan Pedang Xie Han membuat serangan berupa pisau energi seketika hancur.


Liu Ling yang kesal karena mendapat serangan secara rahasia, segera mencabut Pedang pusakanya, Pedang Api Biru tepat saat sosok bertopeng hitam, muncul di hadapan mereka.


Seketika udara malam yang gelap dan dingin di tepi hutan kecil itu, berubah menjadi terang dan berhawa panas setelah Liu Ling mengalirkan tujuh puluh persen tenaga dalamnya.


Xie Han pun tak tinggal diam, Ia mengeluarkan pedang berkualitas tinggi dan mengalirkan energi berhawa dingin ke dalam pedang. Keduanya bersiap menggunakan jurus Pedang Yinyang.


Jurus tersebut adalah jurus yang diajarkan oleh Zhu San dan Bian Chi beberapa minggu lalu. Walau penguasaan terhadap jurus itu belum sempurna, namun mereka tak memiliki pilihan lain saat sosok bertopeng hitam telah bersiap.


“Kalian pikir kalian bisa menangkapku? Aku lah yang akan menghabisi kalian berdua agar tidak menjadi penghalang bagi Sang Dewi menguasai kekaisaran Liu ini.”


Tentu saja Xie Han dan Liu Ling tidak terkejut, mereka telah menduga hal itu. “Jurus Pedang Yinyang!”


Liu Ling menanggapi ucapan Phoenix Api Merah dengan melesatkan jurus Pedang Yinyang diikuti oleh Xie Han.


Dua ular naga keluar dari ujung kedua pedang mereka dan melesat ke arah Phoenix Api yang terkesiap melihat serangan dahsyat itu.


Phoenix Api segera melesat ke udara, Ia membentangkan kedua tangannya. Seketika muncul energi berbentuk sayap yang diselimuti api merah yang menyala-nyala.


“Sayap Phoenix Penghancur!” Dua energi berbentuk sayap itu segera melesat ke arah dua ekor ular Naga Api dan Naga Es. Keduanya bertemu di udara dana meledak bersamaan.


BLAAAR

__ADS_1


Tubuh Xie Han dan Liu Ling terlempar belasan meter dengan memuntahkan darah segar dari mulut mereka. Sementara Phoenix Api tidak bergeming dari tempatnya semula.


“Hanya sebatas itukah kekuatan kalian?” Phoenix merah tersenyum di balik cadar hitam yang Ia kenakan.


Terlihat olehnya, Xie Han bangkit dengan terhuyung-huyung. Sedangkan Liu Ling telah berdiri dengan dada yang terasa sangat sesak. Keduanya menyadari jika mereka terluka dalam cukup parah.


“Han Gege … Ia sangat kuat sekali. Apa yang harus kita lakukan?” Suara Liu Ling terdengar putus asa.


Xie Han yang berjalan terhuyung-huyung sambil mendekap dadanya segera berkata kepada Liu Ling.


“Ling’er kau pergilah ke kota Baixan, aku akan menahannya untukmu. Ketahuilah, aku sangat mencintaimu.” Xie Han segera mengerahkan sisa tenaga dalam yang Ia miliki.


“Tidak Han Gege… Jika harus mati. Kita mati bersama, karena Aku tak bisa hidup tanpamu.” Xie Han terharu mendengar ucapan sang isteri.


“Jadi kalian berdua sudah siap untuk mati bersama. Baguslah jika begitu!” Phoenix Api Merah segera mengeluarkan jurus Paruh Phoenix Penghancur.


Sebuah kepala burung yang sangat besar dan berselimutkan api membara, segera tercipta di atas kepala Phoenix Api Merah saat Ia mengalirkan energinya sebanyak lima puluh persen.


Ia berencana menghancurkan tubuh kedua orang itu agar tidak dikenali lagi agar dianggap masih hidup.


Di Luar dugaan Liu Ling, tiba-tiba Xie Han melemparkan tubuhnya hingga menjauhi energi berbentuk kepala burung phoenix raksasa itu.


“Selamat tinggal Ling’er.”Xie Han berkata sambil memandang Liu Ling yang tubuhnya terlempar belasan meter darinya.


Xie Han lalu mengerahkan seluruh tenaga dalam yang Ia miliki untuk menghadang serangan itu. Namun paruh itu telah berada dua meter di depannya.


BLAAAM


“Han Gegeeeee!”


Liu Ling berteriak histeris saat kepala burung raksasa itu, meledak tepat di depan Xie Han. Liu Ling tertunduk dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


“APA!!” Phoenix Api merah terkejut, saat kepulan asap akibat ledakan itu menghilang.


“Mustahil! Seranganku yang begitu kuat tidak mampu merobohkannya.” Phoenix Api Merah melihat ke arah Kedua tangannya.

__ADS_1


Sementara Xie Han dan Liu Ling terkejut dengan situasi yang mereka hadapi saat ini. “Mengapa Aku tidak merasakan sakit sama sekali saat terhantam serangan kuat itu?”


Pertanyaan Xie Han hampir senada dengan pertanyaan Liu Ling yang segera menghambur mendekati Suaminya. Namun sebuah energi tak kasat mata, menarik tubuh Liu Ling agar menjauhi Xie Han.


Hal itu membuat Liu Ling maupun Xie Han terkejut. Namun hal yang lebih mengejutkan dialami oleh Xie Han. Ia merasakan aliran energi sangat murni seperti yang pernah Zhu San alirkan ke dalam tubuhnya.


Namun energi ini berkali-kali lipat lebih besar dari yang pernah Ia terima, membuat tulangnya terasa sangat sakit. Tepat saat itu aliran energi itu terhenti.


Lagi-lagi Xie Han terkejut karena tiba-tiba tangannya bergerak aneh diluar kendalinya. Hal itu membuat Phoenix Api Merah sangat terkejut.


Wajahnya segera memucat, saat berhasil mengenali jurus yang akan Xie Han gunakan.”Tidak mungkin! Darimana Ia bisa menguasai jurus itu?”


Rasa jerih segera merasuki hati Phoenix Api Merah. Hal itu membuat makhluk itu, kembali ke wujud aslinya berupa burung Phoenix Api Merah.


Setelah kembali ke wujud aslinya, Phoenix Api Merah segera melesat pergi dari tempat tersebut dengan kekuatan penuhnya. Dalam sekejap tubuhnya menghilang setelah dua kilometer dari hutan kecil tersebut.


“Akhirnya dia pergi juga. Hampir saja aku terlambat melindungi kalian.” Suara sepuh terdengar bersamaan dengan munculnya seorang pria setengah baya yang berwajah tampan, Shen Rong.


Bersamaan dengan munculnya Shen Rong, energi Qi yang mengalir dan menyelimuti tubuh Xie Han perlahan menghilang. Xie Han pun memiliki kembali kendali atas tubuhnya.


“Terimakasih Paman atas pertolongan Anda!” Xie Han segera berlutut di hadapan Shen Rong yang tertegun mendengar sebutan paman kepadanya.


Liu Ling pun mengikuti yang Xie Han lakukan saat telah berada di samping sang suami. “Bangunlah Kalian berdua. Namaku Shen Rong.. Oh iya … Seorang kakek bernama Fu Kuan memanggilku “Leluhur”. Kurasa Kalian pun harus memanggilku seperti itu.”


Shen Rong yang merasa sedih dengan panggilan Paman, membuatnya menjelaskan bagaimana Fu Kuan memanggil dirinya.


Tentu saja Xie Han dan Liu Ling terkejut mendengar hal tersebut. “Simpan pertanyaan Kalian. Kita harus pergi secepatnya dari sini.”


Tiba-tiba Shen Rong mengibaskan tangannya dan tubuh Liu Ling serta Xie Han kini berada dalam sebuah bola energi.


Sesaat kemudian wajah kedua suami isteri itu, terbelalak lebar saat Sosok bernama Shen Rong itu membawa mereka melesat dengan kecepatan yang membuat keduanya melotot lebar.


“Dua orang ini memiliki bakat beladiri yang tinggi, Tak ada salahnya sebelum kematianku, Aku memiliki murid lagi. Setidaknya ada yang menguburkan jasadku Hahahaha.”


Dalam benaknya Shen Rong berkata sambil melirik ke arah Liu Ling dan Xie Han yang sedang terbengong saat melihat Kota Shangyu telah puluhan kilometer di belakang mereka.

__ADS_1


-------------------------O---------------------------


__ADS_2