
“Jika kita berdua mengeroyoknya, Aku yakin kita bisa mengalahkannya. Asal gadis itu tidak membantunya.”
Tsao Beng menjawab pertanyaan Qiao Bun, sambil matanya menatap Bian Chi yang membopong gurunya ke tempat nenek Qin Ji berada.
Ia segera menyandarkan Sang Guru yang masih tak sadarkan diri ke tembok bangunan di belakangnya. Lalu Bian Chi mendekati Ju Yan.
Dengan menggunakan Teknik Penyembuhan Energi Yinyang, Bian Chi lalu mengobati Ju Yan. Teknik itu Bian Chi pelajari dari suaminya, di sela-sela latihan mereka selama dua bulan terakhir di Alam Jiwa.
Dengan teknik itu, Bian Chi pun berhasil menyembuhkan Ju Yan dan Qin Yu. Ju Yan yang tersadar dari pingsannya, terkejut ketika dirinya mendapati Sang Guru bersandar di tembok bangunan dalam kondisi tak sadarkan diri.
Bian Chi yang sebenarnya sedang marah besar, segera berdiri. Ia ingin membalas dendam kepada Qiao Bun yang sedang bertarung mengeroyok suaminya dengan Tsao Beng.
Setelah mengeluarkan kembali Pedang Yin, Bian Chi pun melesat cepat ke arena pertarungan. Dimana Zhu San telah bertukar serangan lebih dari dua puluh jurus.
“San Gege … Biar Qiao Bun aku sendiri yang membunuhnya!” Bian Chi berteriak keras sambil menebaskan pedang Yin yang berhawa dingin ke arah Leher Qiao Bun.
Qiao Bun yang terkejut dengan serangan cepat Bian Chi, segera menangkisnya. Posisinya yang tidak benar, membuat Qiao Bun harus terpental menahan tebasan itu.
Bian Chi yang telah mengerahkan setengah kekuatannya, kembali melesat sangat cepat dan menebaskan pedang Yin ke leher Qiao Bun. Dengan menjatuhkan dirinya ke tanah, Qiao Bun berhasil menyelamatkan dirinya.
Selamat dari tebasan pedang Bian Chi, tidak berarti Qiao Bun bisa bersenang diri. Sebuah tendangan kuat dan cepat dari Bian Chi, menyambar perutnya dengan kuat.
BUGH !
Tubuh Qiao Bun terpental lebih dari sepuluh meter dan berhenti setelah membentur tembok pagar kediaman Bangsawan Song Yu dengan keras.
Qiao Bun memuntahkan darah segar dari mulutnya, saat Ia terbangun dan berdiri dengan perut yang serasa remuk. Wajahnya menatap marah ke arah Bian Chi.
“Gadis keparat! Aku tak segan lagi untuk membunuh mu saat ini!” Qiao Bun berkata dengan keras. Amarah yang besar segera mendorongnya untuk menggunakan jurus terkuat milik keluarganya.
__ADS_1
Jurus Pedang Berat Melebur Sukma, segera Qiao Bun gunakan dengan kekuatan penuhnya. Bian Chi yang mengetahui kehebatan jurus itu, segera bersiap dengan Jurus Pedang Elemen Api dari Kitab Lima Elemen.
Gaya gravitasi yang memancar tiga kali lebih kuat dari Pedang Berat, seolah tidak terasa lagi oleh Bin Chi dengan kekuatannya saat ini.
Hal itu membuat Qiao Bun terkejut, karena dengan mudahnya Bian Chi menghindari semua serangan yang cepat darinya.
Serangan secara langsung tidak mampu untuk membuat gadis itu terdesak, Qiao Bun segera mengambil jarak dan bersiap menggunakan jurus Pedang Berat melebur Sukma dengan serangan energi.
Bian Chi berseru kaget, saat dari pedang berat melesat lima energi pedang yang menusuk ke arah dirinya dengan cepat. Tiga diantara lima energi pedang itu, berhasil Bian Chi hancurkan, namun dua diantaranya mengenai paha kiri dan bahu kanannya.
Bian Chi hanya terpental satu meter. Dan dua energi pedang itu hilang seolah terserap ke dalam tubuh Bian Chi.
Mata Qiao Bun melotot pun lebar, melihat lawannya baik-baik saja setelah menerima serangan dengan kekuatan penuhnya. Rasa tak percaya diri, mulai merasuki dirinya.
Zhu San yang sempat melihat serangan kuat dari Qiao Bun hampir berteriak, namun saat teringat tentang Zirah Mustika Yinyang, Zhu San hanya diam saja.
Perhatiannya yang sempat teralihkan itu, segera dimanfaatkan oleh Tsao Beng untuk menyarangkan serangan Tapak Racun Api level tiga yang baru saja Ia gunakan.
BUGH!!!
Tapak Racun Api Level tiga bersarang tepat di dada Zhu San. Bukannya Zhu San yang terpental tetapi justru Tsao Beng sendiri yang terjajar dengan mata melotot lebar.
Pukulannya seolah berbalik mengenai dirinya sendiri dan saat Ia melihat ke arah Zhu San, pemuda itu sedang tersenyum mengejek ke arahnya.
“Bagaimana bisa dia baik-baik saja, setelah menerima serangan Tapak racun Api Level Tiga milikku?” Tsao Beng bertanya dengan heran.
Saat tangannya tadi mengenai dada Zhu San, Ia tidak merasakan adanya Pusaka Pelindung di balik jubah pemuda itu. Hal itulah yang kini membuatnya menjadi heran.
Di sisi lain Zhu San sedang tersenyum lebar, Ia memang tidak ingin membunuh Tsao Beng dengan cepat, Ia ingin lawannya itu merasakan apa yang dulu Ia rasakan. Rasa tak berdaya saat bertemu lawan yang lebih kuat.
__ADS_1
“Ayo Serang lagi, silakan dipilih, bagian mana dari tubuhku yang ingin kau beri racun api milik mu itu.” Zhu San berkata demikian dengan senyum mengejek.
Tsao Beng menjadi geram, Ia tadi hanya mengerahkan tujuh puluh persen tenaganya. Kini dengan kemarahan yang meluap, Ia segera menggunakan seratus persen kekuatannya.
Bara api berwarna biru, memancar kembali dari kedua telapak tangan Tsao Beng. Dan kini lebih terang dari sebelumnya.
Zhu San segera waspada, lalu mengalirkan sepuluh persen tenaga dalamnya ke Zirah Mustika Yinyang, yang berada di tubuhnya.
Tsao Beng pun segera kembali menyerang Zhu San. Kali ini dengan kekuatan penuhnya. Tsao Beng melompat ke arah belakang Zhu San dengan bersalto di udara.
Saat Ia membalikkan badannya, Ia telah berada di belakang Zhu San dan menghantamkan kedua telapak tangannya dengan kuat ke punggung Suami Bian Chi itu.
Kali ini apa yang terjadi lebih dari yang dialami oleh Tsao Beng sebelumnya. Bukan hanya tubuhnya yang terpental hingga sepuluh meter, tapi energi Racun Api berbalik menyerang dirinya dengan sangat kuat.
Tsao Beng bangkit dari jatuhnya dengan tubuh yang terhuyung-huyung. Tidak Ia duga akan bertemu lawan yang mampu membuatnya terpental akibat serangannya sendiri.
Matanya menatap Zhu San dengan tajam, lalu menyeka darah yang keluar dari mulutnya. Ia merasakan dadanya menjadi sesak dan panas.
“Mustahil!! Tidak mungkin mungkin!” Tsao Beng tiba-tiba merasa lemas. Ia segera berlutut sambil memegangi dadanya. Saat menyadari sesuatu, Ia segera duduk bermeditasi.
Beberapa saat kemudian, Ia memuntahkan darah kental dari mulutnya. Darah yang berwarna merah kebiruan itu, membuat wajah Tsao Beng menjadi pucat.
“Racun Es Abadi? Bagaimana kau bisa mengusai jurus yang telah hilang sejak ratusan tahun itu?!” Tsao Beng bertanya yang membuat Zhu San justru terdiam mendengarnya.
“Racun Es Abadi? Aku hanya menggunakan hawa dingin dari Energi Murni Inti Es. Tapi setahuku itu tidak beracun.” Zhu San berkata demikian dalam benaknya.
Sementara Tsao Beng masih menatap Zhu San yang sedang termenung dalam lamunannya. Melihat lawannya terdiam tak bergeming, Tsao Beng berencana untuk melarikan diri.
Namun niatnya terhenti saat terdengar jeritan Qiao Bun, Saat Ia menoleh ke arah sumber suara, wajah Tsao Beng memucat melihat yang terjadi dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
******