
Energi berbentuk seperti Harimau Raksasa yang berwarna merah, kini berada di atas kepala Pendekar Harimau Merah. Energi itu keluar dari kedua senjata pusaka yang berada di kepalan tangannya.
Namun diluar dugaan Pendekar Harimau Merah, lawannya mengeluarkan energi
berbentuk ular naga putih yang menyebarkan hawa sangat dingin.
“Perempuan itu…? Dia memiliki energi Yin yang sangat besar.” Ada kerisauan di hati Pendekar Harimau Merah saat menyadari situasinya.
Bian Chi segera menggerakan Pedang Yin di tangannya untuk memulai kembali pertarungan mereka. Zhu San tiba-tiba merasakan beberapa orang yang memili energi besar, mendatangi mereka.
“Chi’er cepat selesaikan! Banyak yang datang menuju kearah kita.” Bian Chi segera berteriak keras setelah menerima pesan telepati dari Zhu San.
Pendekar Harimau Merah tak ingin mati konyol, Ia pun berteriak dan menggerakkan kedua tangannya. Dua Energi besar yang berbeda warna itu, saling melesat mendatangi satu sama lainmnya.
WOOSSSHH
Di luar dugaan Pendekar Harimau Merah, serangan energinya berbentuk harimau raksasa itu, tiba-tiba membeku saat Ular Naga itu bisa menyemburkan energi dingin dari mulutnya.
“Apa-apaan ini!”
Pendekar harimau terkejut dengan apa yang baru Ia lihat. Satu dari dua ular Naga berwarna putih itu, terlihat menerkam harimau merah yang kini telah terdiam tak bisa bergerak karena tubuhnya membeku.
“Dia bisa membekukkan energi?!” suaranya bergetar saat Ia berbicara dengan tubuh yang bergerak mundur. Hal itu harena salah satu ular naga putih melesat ke arahnya.
Pendekar harimau Merah segera menghadang ular naga es dari Pedang Bian Chi dengan sebuah serangan energi berbentuk pedang dari kedua pusaka di tangannya.
BUMMM
Seketika Kedua energi meledak dahsyat, dara bergetar dengan hebat. Sementara Pendekar Harimau Merah yang berada sangat dekat dengan sumber ledakan, terpental jauh.
Tubuhnya baru berhenti saat membentur sebuah tembok pagar dengan kepala lebih dulu mengenai dinding pagar itu. Suara berderak yang terdengar adalah suara kepala Pendekar Harimau Merah yang retak.
__ADS_1
Hal itu pula yang menyebabkannya harus tewas dengan mata melotot lebar. Sementara Zhu San dan Bian Chi telah berlalu pergi dari tempat tersebut.
“Siapa yang baru saja bertarung?!” Suara Wang Bu yang baru datang bersama Xin Qung dan Sepasang Pendekar Hantu, memecah kesunyian di tempat tersebut.
“Bukankah itu jasad Si Harimau Merah?” Tanya salah satu dari Pendekar Hantu. Xin Qung dan Wang Bu segera mengalihkan pandangan mereka ke arah dimana jasad Harimau Merah berada.
“Benar dia Harimau Merah! Siapa yang telah membunuhnya?” Xin Qung mengamati jasad Harimau Merah sambil mengelus jenggotnya.
“Apakah kedua kakek dan Nenek yang berada di penginapan kemarin?” Suara Wang Bu membuyarkan lamunan Xin Qung yang juga berpikiran hal yang sama.
“Bisa jadi mereka berdua, Sepertinya ada orang di dalam bangunan itu.” Xin Qung segera melesat diikuti oleh ketiga orang lainnya.
Keempatanya menemukan situasi di dalam bangunan itu telah porak-poranda. Terlihat Wu Ming sedang menangisi jasad sang Ayah. Sementara jasad Bangsawan An He dan Puteranya, tergeletak tidak jauh dari Wu Ming.
“Siapa yang membunuh Bangsawan Wu Lei dan Bangsawan An He?” Tanya Xin Qung kepada Wu Ming.
WU Ming menjelaskan dengan suara serak, terlihat kemarahan di dalam suaranya terhadap Zhu San. Sementara Xin Qung segera berkelebat saat mengetahui siapa orang yang melakukan kekacaun itu.
Ketiga rekan Xing Qung segera menyusulnya, mereka mencari keberadan Zhu San dan Bian Chi, Namun mereka tidak menemukan kedua pendekar Muda dari Kekaisaran Liu itu.
Mereka hanya bertemu dengan sepasang kakek dan Nenek yang kemarin hampir bertarung dengan mereka. Kedua orang tua itu tengah berjalan santai kembali ke penginapannya.
Xin Qung segera turun dari atap bangunan itu, Ia menghadang langkah keduanya dengan tatapan tajam lalu bertanya kepada Zhu San dan Bian Chi yang telah mengubah penampilan mereka.
“Maaf saudara dan saudari. Apakah anda berdua melihat sepasang Pendekar Muda melewati jalan ini?” Tanya Xin Qung seraya memberi hormatnya.
“Aku tadi melihat beberapa pasang muda mudi, mereka berjalan ke arah utara melalui jalan itu.” Jawab Zhu San sambil menunjuk sebuah jalan di belakang mereka.
“Sesepuh Xin Qung ada kejadian apa sebenarnya? Aku baru saja mendengar suara ledakan yang kuat dari sekitar tempat ini.” Suara perempuan terdengar dari atas udara.
Terlihat Qiu Lan dan Gao Yan sedang berdiri di udara, menatap tajam ke arah mereka. Xin Qung pun lalu menjelaskan situasi yang baru saja mereka lihat.
__ADS_1
“Apa! Zhu San!” Tanya Gao yan dengan suara bergetar. “Dari mana Anda mengatahui nama pemuda itu?!” Tanya Gao yan yang segera melesat turun diikuti oleh Qiu Lan.
Zhu San dan Bian Chi segera berlutut dan memberi Hormat kepada Kaisar Hun, agar penyamarannya tidak terbuka.
Walau Bian Chi tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan, Zhu San tetap memaksanya melakukan hal itu. Tentu saja pembicaraan itu melalui telepati mereka.
“Putera Bangsawan Wu Lei yang mengatakan informasi itu kepadaku. Harimau Merah dan kedua bangsawan itu telah tewas oleh si Zhu San ini.” Ucap Xin Qung dengan geram.
“Dia juga yang telah membunuh ketiga muridku, untuk itulah kami berempat mengejarnya.” Lanjut Xin Qung.
“Baiklah jika begitu, Suamiku mari kita kembali Ke Istana. Sesepuh Xin Qung dan yang lain silakan meneruskan pencarian terhadap pemuda bernama Zhu San itu.”
Qiu Lan yang sedari tadi hanya diam, memberikan perintahnya kepada para jagoan tua itu. Ia dan Gao Yan pun, segera melesat kembali ke Istananya.
Xin Qung dan yang lainnya segera bergerak ke arah yang ditunjukkan oleh Zhu San tadi. Setelahmereka menghilang, keduanya segera melangkah kembali ke Penginapan mereka.
“San Gege … Kenapa Kau diam saja sedari tadi.” Tanya Bian Chi saat mereka telah tiba di dalam ruangan penginapan.
“Chi’er apakah kau tidak merasakan keanehan pada Kaisar Hun itu?” Tanya Zhu San. Bian Chi hanya menggelengkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan suaminya.
“Aku tidak melihat keanehan pada kaisar Hun. Aku hanya merasakan keanehan pada sikap suamiku setelah bertemu dengan perempuan cantik lainnya.” Zhu San tersedak nafasnya mendengar jawaban ketus dari Bian Chi.
Ia pun menjadi salah tingkah ketika melihat Bian Chi telah merebahkan tubuhnya dan lalu memunggungi dirinya.
“Sepertinya aku harus berhati-hati terhadap Dewi Kematian saat bertarung dengannya nanti.” Zhu San berkata dalam benaknya.
“Chi’er aku akan berbincang-bincang dengan Paman He Pang dan Paman Seng Kun dulu, ada hal yang ingin Aku tanyakan.” Tanpa menunggu jawaban dari Bian Chi, Zhu San segera keluar ruangannya.
Setelah beberapa kali memanggil nama kedua Petinggi Aliansi Pendekar Aliran Putih itu, Zhu San memutuskan untuk kembali ke ruangannya. Namun tiba-tiba terdengar suara erangan dari dalam ruangan mereka.
----------------------O------------------------
__ADS_1