Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
102: Tiba Di Kota Wuchang


__ADS_3

Dengan menunjukan identitas keluarga Mu, Zhu San bisa memasuki kota kecil bernama Lu’an itu dengan tanpa kesulitan.


Ia berjalan menyusuri jalanan Kota Lu’an, untuk mencari keberadaan kedua orang itu, dengan memasuki setiap kedai makan yang dilihatnya.


Entah sudah berapa kedai yang Ia masuki hingga akhirnya, Zhu San menemukan kedua orang tua itu, sedang menyantap makanannya. Ia pun segera memesan makanan dan duduk tak jauh dari keduanya.


Tak berapa lama masuklah serombongan pedagang yang dikawal oleh beberapa orang pendekar tingkat menengah.


Mereka tampaknya baru melakukan perjalanan yang cukup jauh, terlihat dari wajah letih yang mereka tunjukan.


Rombongan empat orang pedagang itu, segera duduk di meja antara Zhu San dan Sepasang Hantu Kerempeng.


Sedangkan ke empat orang pengawal mereka, mengambil satu meja yang berada di samping meja Zhu San.


“Apakah kau akan benar-benar berhenti dan tidak akan berdagang lagi di wilayah Kekaisaran Hun?”


Salah satu orang pedagang bertanya kepada rekannya yang terlihat sedikit lebih tua.


“Benar… Aku tidak akan berdagang lagi Ke wilayah itu. Apa Kau tidak mendengar cerita dari mereka, bagaimana gadis berhati iblis itu membunuh Kaisar dan Putera Mahkotanya dengan cara yang sangat kejam?”


Pedagang yang tadi ditanya, kini balik bertanya setelah Ia menjawab pertanyaan pertanyaan rekannya tadi.


Zhu San yang awalnya tidak begitu tertarik dengan percakapan itu, kini mulai menajamkan pendengarannya. Dalam benaknya, muncul dugaan tentang apa yang disampaikan oleh Roh Yao Shan kepadanya, beberapa waktu lalu.


“Kau tahu alasannya, kenapa Aku memutuskan begitu? Karena wilayah Kekaisaran Hun sudah tidak aman lagi untuk kita para pedagang, jika seorang gadis kejam yang menjadi Kaisarnya.”


“Dewi Kematian.” Benak Zhu San seketika menyebut nama sosok, yang harus Ia hadapi bersama dengan isterinya kelak.


Mengingat hal itu, Zhu San pun memutuskan untuk segera menuju utara dan mengabaikan sementara waktu mencari keberadaan Gao Yan.


Ia sangat meyakini jika sosok gadis tersebut adalah reinkarnasi dari Dewi Kematian, sebagaimana yang Roh Yao Shan ceritakan kepadanya.

__ADS_1


Hanya saja Zhu San menjadi sedikit khawatir saat mengetahui jika gadis tersebut, kini telah menjadi seorang Kaisar perempuan yang menguasai Kekaisaran Hun.


“Ini akan sangat berbahaya jika Ia benar-benar Reinkarnasi Dewi Kematian. Akan banyak nyawa yang melayang dengan kedudukkannya saat ini.”


Zhu San yang berpikir demikian, saat ini tengah menyantap hidangannya dan Ia pun terlihat tergesa-gesa setelah pikiran itu ada dalam benaknya.


Beberapa saat kemudian, Zhu San telah selesai dengan hidangannya. Hari telah menjadi senja, saat melangkah menuju gerbang utara Kota Lu’an untuk melanjutkan perjalanannya.


Zhu San meninggalkan gerbang utara diiringi tatapan heran dari prajurit penjaga gerbang kota, yang telah memperingatkan Zhu San jika perjalanan ke utara saat malam hari sangat berbahaya.


Selain sering adanya serangan hewan buas, para perampok juga sering melakukan aksinya di sepanjang jalan menuju ke arah kota Wuchang itu.


Tentu saja semua yang katakan oleh prajurit penjaga gerbang kota itu, bukanlah masalah besar bagi Zhu San yang tetap melangkah menjauhi kota Lu’an.


Setelah dirinya tidak terlihat lagi oleh mereka, Zhu San segera melompat ke udara dan Ia pun segera melayang dengan kecepatan tinggi, untuk segera tiba di sebuah desa yang dalam peta yang Ia lihat, berada pada jarak seratus kilometer dari Kota Lu’an.


Terbang di udara dengan kecepatan tinggi, membuat tenaga dalam Zhu San berkurang hampir separuh, dari jumlah tenaga dalam yang Ia miliki.


Namun Ia mendapati keanehan saat menuju ke sebuah penginapan, yang Ia ketahui letaknya setelah bertanya pada beberapa warga.


“Tengah malam begini, masih saja banyak orang yang mendatangi desa ini? Sepertinya mereka juga penduduk biasa, bukan pedagang atau pun pendekar. Apa yang telah terjadi?”


Zhu San segera mendekati salah satu orang yang sedang baru saja menurunkan barang bawaannya.


“Paman … Dari manakah paman berasal? Dan apa yang telah terjadi?”


Orang yang ditanya Zhu San, memandang ke arah dirinya dengan pandangan yang sedikit menunjukan rasa enggan saat melihat wajah Zhu San yang menurutnya sangat jelek itu.


Namun, sebagai orang pendatang, pria tersebut tetap menjawab pertanyaan Zhu San walau dengan sedikit malas.


“Kami dari desa di perbatasan Kekaisaran Hun, sejak gadis kejam itu menjadi kaisar, banyak terjadi perampokan dan juga penculikan anak-anak.”

__ADS_1


Setelah menjawab pertanyaan Zhu San, pria setengah baya itu segera mengangkat kembali barang yang Ia bawa tadi dan lalu pergi meninggalkan Zhu San.


Tentu saja Zhu San terkejut mendengar hal itu, namun belum sempat Ia bertanya lebih lanjut, pria itu pergi darinya dengan tergesa-gesa.


Zhu San tersenyum tipis, Ia mengetahui kenapa pria itu tiba-tiba meninggalkan dirinya.


Sejak menjadi sosok yang menyerupai Mo Heng, Zhu San sudah belasan kali mendapati perlakuan seperti yang barusan Ia terima.


Menyadari penginapan itu telah penuh dengan orang yang mengantri. Zhu San pun pergi untuk mencari kedai makan yang mungkin saja masih ada yang buka mengingat malam telah larut.


Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya Zhu San harus kecewa karena Ia tidak bisa menemukan satu pun kedai yang masih buka.


Zhu San memutuskan untuk melanjutkan lagi perjalanannya. Kali ini Ia mengeluarkan Pedang Yinyang, agar ia dapat menyerap energi murni Kristal Yinyang yang terdapat pada bagian atas gagang pedang tersebut.


Hal itu Zhu San lakukan, setelah Ia berada lebih dari seratus meter dari gerbang desa itu. Zhu San pun kembali melayang di udara dan terus menyerap energi Kristal Yinyang, dari waktu ke waktu selama lebih dari enam jam Ia melayang menuju kota Wuchang.


Zhu San memutuskan untuk singgah di kota Wuchang dengan beberapa tujuan, satu diantaranya adalah mencari informasi tentang apa yang dilakukan oleh Sun Li dan Sun Yang.


Untuk itulah Zhu San memutuskan setidaknya beberapa hari Ia akan berada di kota itu, sebelum melanjutkan perjalanannya ke kota Baixan menemui kedua gurunya.


Saat matahari baru dua jam menampakkan wujudnya di langit sebelah timur, Zhu San telah tiba di kota yang dikuasai oleh Bangsawan Wu Lei yang juga adalah suami dari Sun Li sang Dewi Selaksa Racun.


Zhu San tidak mungkin menunjukan lencana identitas keluarga Bangsawan Mu, Ia pun mengalami kesulitan saat hendak memasuki salah satu dari tujuh Kota besar di Kekaisaran Liu itu.


Namun setelah Zhu San membayar lima keping emas untuk membuat identitas baru, Zhu san pun baru diperbolehkan untuk memasuki Kota tersebut dengan identitas bernama Mo Heng.


Zhu San pun segera menuju ke sebuah rumah makan, tempat dimana Ia dulu bertemu dengan pamannya, Mu Dao.


Zhu San memasuki rumah makan yang juga sekaligus menyediakan penginapan di lantai dua bangunan tersebut.


Saat Zhu San baru saja duduk setelah memesan makanannya, Hati Zhu San berdebar keras saat melihat seorang gadis berwajah bagaikan dewi dari surga, sedang menuruni tangga menuju ruang makan tersebut.

__ADS_1


*****


__ADS_2