Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
187: Mendatangi Pegunungan Qingxiu


__ADS_3

Zhu San dan Bian Chi melayang ke arah Barat Daya dengan kecepatan maksimal mereka. Sepanjang perjalanan, keduanya hanya sesekali berbicara dan itu pun melalui telepati.


Saat matahari telah berada tepat di atas kepala, keduanya memutuskan untuk singgah di sebuah kota yang sedikit lebih besar dari Kota Songdu.


“San Gege … Mungkinkah kota itu kota yang bernama Lipu?” Tanya Bian Chi. “Sepertinya begitu. Sepanjang perjalanan kita, baru ini kita menemui Kota yang sangat besar bukan?”


Zhu San menguatkan dugaan Bian Chi. Lalu keduanya turun di balik sebuah pohon besar yang berada dua ratus meter dari gerbang kota bagian utara. Keduanya berjalan kaki menuju ke gerbang tersebut.


“Woow ada gadis secantik bidadari!” Seorang prajurit berkata, saat Zhu San dan Bian Chi telah berada lima belas meter dari gerbang itu.


“Huh … Jaga bicaramu, mereka sepertinya seorang bangsawan. Hati-hati jika bicara.” Salah satu prajurit penjaga gerbang mengingatkan rekannya.


Zhu San dan Bian Chi tentu saja mendengar perkataan keduanya. Mereka hanya diam saja, karena itu adalah bentuk kekaguman terhadap paras Bian Chi yang memang sangat cantik.


“Tunjukan Identitas kalian berdua!” Seorang prajurit segera meminta keduanya menunjukan identitas mereka. Sembilan orang lain berjaga di sekitar pintu gerbang itu.


“Ini … Tidak mungkin! Berani sekali Kalian membuat lencana palsu! Teman-teman tangkap mereka!” Prajurit tersebut terkejut ketika Bian Chi mengulurkan lencana identitasnya sebagai Puteri Shi Ling.


Dalam pengetahuan mereka, Kaisar Shi Hung tidak memiliki seorang anak satu pun setelah kematian anak pertama mereka. Hal itulah yang membuat prajurit itu tidak mempercayai Lencana Identitas yang diberikan sendiri oleh Kaisar Shi Hung itu.


“Berhenti!” Sebuah teriakan keras terdengar dan menghentikan gerakan sembilan orang yang lain.


“Lapor Komandan Perempuan ini menunjukan lencana identitas palsu dan mengaku sebagai Puteri Yang Mulia Kaisar!” Lapor prajurit tersebut kepada pimpinan mereka.


Komandan itu pun melihat lencana yang diserahkan oleh Bian Chi tadi, lalu menatap wajah Bian Chi yang memiliki kemiripan dengan Ratu Qiang Ji yang pernah Ia lihat saat bertugas di Ibukota Qingzhen.


Ia pun teringat tentang surat yang baru datang kemarin sore yang diantarkan oleh merpati pos, tentang pesta di istana Kekaisaran menyambut kembalinya Puteri Kaisar Shi Hung.

__ADS_1


“Hormat Kepada Tuan Puteri Shi Ling!” Komandan itu segera berlutut saat mengingat semua itu. “Cepat berlutut atau kupatahkan kaki kalian semua!”


Komandan itu membentak sepuluh prajuritnya yang masih tercengang, terkejut melihat Sang Komandan berlutut seperti itu. Mereka pun segera berlutut saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


Setelah mengambil kembali lencananya, Bian Chi lalu memasuki kota setelah memarahi sepuluh orang prajurit yang berjaga.


“San Gege … Sepertinya aku harus menutupi identitas ku yang sebenarnya dan tidak menggunakan lencana itu lagi.”


Kata Bian Chi setibanya mereka di sebuah kedai dan duduk menunggu hidangan yang telah mereka pesan.


“Sepertinya begitu, karena mereka belum mengetahui berita tentang kembalinya dirimu ke Kekaisaran Qing ini.” Jawab Zhu San dengan santainya.


Beberapa saat kemudian datanglah dua orang yang terlihat seperti pendekar, karena membawa pedang di pinggangnya. Keduanya menduduki meja yang berada di samping meja Zhu San dan Bian Chi.


Saat Zhu San dan Bian Chi mulai menyantap hidangan mereka, keduanya mendengar pembicaraan yang menarik dari kedua orang yang sedang menunggu pesanannya datang.


“Apakah menurutmu berita itu benar? Bagaimana jika itu sebuah jebakan saja?” Tanya Pria berjubah Abu-abu kepada rekannya yang berjubah hitam kuning.


Pria berjubah hitam kuning itu, lalu Ia menjelaskan bahwa ada siluman yang bersemayam di dalam goa itu, menjadi penjaga pusaka dan harta karun yang berada di sana.


Zhu San dan Bian Chi saling berpandangan, lalu berbicara dengan telepatinya.


“San Gege … sepertinya kita harus ke Pegunungan Qingxiu itu, jika benar ada harta karun di dalamnya, itu akan membantu kondisi perekonomian Kekaisaran Qing saat ini.”


Zhu San yang berpikiran sama dengan Bian Chi tersenyum dan mengiyakan keinginan isterinya itu. Setelah menyelesaikan pembayaran, keduanya pun akhirnya keluar dari kedai dan menuju ke Gerbang berat.


Setelah melayang hampir dua jam ke arah barat, mereka akhirnya tiba di pegunungan Qingxiu yang lokasinya mereka ketahui dari para prajurit kota Lipu.

__ADS_1


Dari ketinggian dua ratus meter, keduanya bisa melihat beberapa rombongan sedang berjalan dari arah yang berbeda namun menuju satu titik yang sama.


“San Gege … Apakah kita akan turun dan berbaur bersama mereka?” Tanya Bian Chi. Zhu San yang sedang mengamati situasi di bawah mereka, menggelengkan kepala.


“Kita turun di pohon besar itu saja dan melihat situasinya terlebih dahulu.” Kata Zhu San sambil melesat ke sebuah pohon besar yang berjarak lima puluh meter dari kerumuman para pendekar yang lebih dulu berada di sana.


Keduanya berdiri di atas sebuah dahan yang cukup tersembunyi. Lalu terlihatlah tiga orang berkemampuan tinggi, melesat memasuki Goa di depannya.


Terdengar suara pertarungan dari dalam goa disusul oleh jeritan sebanyak tiga kali. Suasana pun menjadi hening setelah tiga menit kemudian.


“Benar dugaanku, memang ada yang menjaga goa itu. Mungkin Raja atau Ratu Siluman yang melindungi harta serta pusaka itu.” Zhu San berkata melalui telepatinya kepada Bian Chi.


“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Tanya Bian Chi. “Kita tunggu sejenak, mereka sepertinya sedikit takut untuk bergerak masuk setelah mendengar jeritan tiga orang tadi.” Jawab Zhu San sambil menatap para pendekar itu.


Setelah hampir lima belas, tidak ada satu pun para pendekar itu yang memasuki goa, Zhu San lalu memutuskan untuk memasuki goa itu.


Keduanya pun segera melesat sangat cepat, sehingga mengejutkan para pendekar yang masih terdiam menatap goa di depan mereka.


“Hati-hati … Aku merasakan hawa membunuh yang sangat kuat dari depan!” Zhu San berkata kepada Bian Chi, setelah keduanya berada di dalam goa yang berjarak lebih dari sepuluh meter dari mulut goa.


Suasana di dalam goa yang remang-remang, memberikan kesan angker yang menyeramkan. Zhu San menjadi waspada saat merasakan pergerakan dari depannya.


Setelah berada sejauh dua puluh meter di dalam goa, Zhu San menemukan puluhan mayat pendekar yang tergeletak dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


Tubuh mereka tercabik-cabik dan bau anyir darah memenuhi ruangan goa tersebut.


“Awas Serangan!” Zhu San segera melompat saat merasakan ada serangan dari kegelapan di depan mereka. Ia dan Bian Chi berhasil menghindari serangan mendadak itu.

__ADS_1


“Apakah yang barusan menyerang kita?” Tanya Bian Chi penasaran. “Entahlah Aku juga belum melihatnya dengan jelas.” Jawab Zhu San melalui telepati mereka.


******


__ADS_2