
Pertukaran serangan pun kembali terjadi antara kedua belah pihak. Walau menghadapi tiga lawan, namun Xiong Gi dan Lu Fang berhasil mendesak mereka.
Dengan pedang di tangannya, Lu Fang maupun Xiong Gi dengan mudah menghadapi ketiga lawan yang menggunakan pisau. Setidaknya itu yang terjadi sebelum ketiga lawan mereka menyadari sesuatu.
Ketiganya melesat mundur lalu melemparkan pisau di masing-masing tangan mereka dengan secara bersamaan. Enam Pisau menderu ke arah Lu Fang dan Xiong Gi.
Tiga pisau melesat ke arah Lu Fang dan dengan mudahnya Lu Fang menghindari serangan itu. Namun tidak Ia duga sama sekali, tiba-tiba ketiga pisau itu berbalik arah dan kembali menyerangnya.
Sreet
Dua pisau berhasil ditangkis dengan pedangnya, Namun satu dari tiga pisau beracun itu, berhasil mengenai bahu Lu Fang. Rasa Panas seketika menjalar memasuki tubuh Lu Fang dengan sangat cepatnya.
Sementara Xiong Gi terlihat kewalahan mendapat serangan tiga pisau terbang yang di kendalikan oleh Tiga Dewa Pisau yang berjarak sepuluh meter dari keduanya.
Xiong Gi masih mampu bertahan dengan menangkis dan menghindari serangan pisau terbang, yang silih berganti menyerangnya tanpa henti.
Namun berbeda dengan Lu Fang, Tubuh Lu Fang terlihat menggigil kedinginan dan sepertinya akan binasa saat ketiga pisau itu kembali melesat ke arahnya.
TRANG TRANG TRANG
Tiga suara berdenting terdengar saat satu jengkal lagi ketiga pisau itu mengenai tubuh Lu Fang. Bian Chi telah berada di dekat Lu Fang dan menangkis serangan itu dengan pedang di tangannya.
Mata Tiga Dewa Pisau membelalak melihat kecepatan yang Bian Chi tunjukan. Belum hilang rasa kagetnya, ketiganya kembali dikejutkan dengan serangan mendadak dari Bian Chi.
Zhu San segera mengobati Lu Fang yang wajahnya telah memucat, membawanya turun ke halaman bangunan istana yang telah hancur. Para prajurit pun segera menepi melihat Zhu San turun ke tempat mereka.
Dengan cepat Zhu San melakukan pengobatan dan mengeluarkan racun dari tubuh Lu Fang yang hampir saja kehilangan kesadarannya. Setelah memuntahkan beberapa teguk darah, Wajah Lu Fang kembali cerah.
“Terimakasih Tuan Muda. Anda telah menyelamatkan nyawa saya.” Lu Fang segera berbalik dan hendak bersujud kepada Zhu San. Namun dengan cepat Zhu San menahan pundaknya.
__ADS_1
“Tidak perlu sungkan Sesepuh, Aku yang harus berterimakasih kepada Sesepuh, karena telah menjaga kedua ayah dan Ibu mertuaku selama ini.” Jawab Zhu San sambil mengajaknya berdiri untuk melihat jalannya pertarungan di udara yang masih berlangsung.
Di udara, Xiong Gi terlihat tertegun dengan apa yang Ia saksikan di depannya. Kini Enam Pisau terbang sedang menyerang Bian Chi dengan gencar dan silih berganti.
Namun tak ada satupun dari keenam pisau itu yang berhasil menyentuh tubuh bahkan kain gaun yang Bian Chi kenakan. Hal itu karena keberadaan Zirah Mustika Yin yang berada dalam tubuhnya.
Setelah melihat Lu Fang telah disembuhkan, Bian Chi pun kembali mulai menyerang balik ketiga lawannya. Hal pertama yang Ia lakukan adalah dengan menghentikan serangan ke enam pisau terbang itu.
Dengan Jurus Tapak Naga Es, satu persatu pisau terbang itu Ia bekukan dengan menyemburkan energi berhawa dingin dari telapak tangan kirinya.
Aksi Bian Chi itu sontak membuat Tiga Dewa Pisau meradang marah melihat pisau pusaka mereka jatuh dengan seluruh bagian yang beku terselimuti oleh es.
“Energi Yin dalam tubuhnya sangat besar, kita tidak bisa menang kecuali menggabungkan kekuatan kita dengan jurus itu.” Salah satu dari Tiga Dewa Pisau berkata.
“Tapi siapa yang melindungi kita setelah kita menggunakan jurus itu? Bukankah lima menit waktu yang cukup lama untuk memulihkan diri?” Tanya rekannya yang lain.
Ketiganya sepakat untuk untuk menggunakan jurus tersebut, apapun konsekuensi yang harus dihadapi nanti. Hal itu karena mereka melihat Bian Chi telah bersiap dengan jurus yang tadi Ia gunakan.
“Chi’er … Apa kau ingin meratakan seluruh bangunan istana dengan Amarah Suci Pedang Yinyang?”
Tanya Zhu san melalui telepatinya, setelah melihat Ular Naga Raksasa berwarna putih yang mengeluarkan asap putih kebiruan dari sekujur tubuhnya.
“Aku ingin mereka bertiga mati dengan tubuh hancur tanpa tersisa sedikitpun.” Jawab Bian Chi yang kembali tersulut emosinya saat mengingat ketiga lawan di hadapannya itu, pernah mencoba membunuh Ayah dan Ibunya beberapa waktu yang lalu.
Mendengar itu, Zhu San pun hanya terdiam apalagi setelah melihat apa yang sedang dilakukan oleh Tiga Dewa Pisau. Zhu San segera melesat ke udara namun berada sepuluh meter di bawah mereka.
Tiga Dewa Pisau terlihat sedang menyatukan kekuatan mereka, dengan membuat sebuah Pisau Raksasa dari energi tenaga dalam mereka. Namun Pisau Itu terlihat sangat nyata seolah itu adalah pisau sungguhan.
“Jurus Pisau Dewa?! Tuan Puteri Berhati-hatilah!” Xiong Gi yang berada sepuluh meter di belakang Bian Chi, berteriak mengingatkan Tuan Puterinya itu.
__ADS_1
“Sesepuh! Menjauhlah dari sini!” Bian Chi berkata setelah menganggukkan kepalanya. Xiong Gi pun segera melesat turun dan mendekati Lu Fang yang berada di halaman.
Bersamaan dengan tibanya Xiong Gi di dekat Lu Fang, Tiga Dewa Pisau berteriak keras seraya melepaskan Energi Pisau berukuran raksasa yang diselimuti petir kecil ke arah Bian Chi.
Bian Chi mendengus keras sambil menggerakkan Pedang Yin di tangannya. Ular Naga Raksasa berwarna putih itu segera menghadang laju Pisau Raksasa yang melesat sangat cepat.
BLAAAM
Dentuman keras kembali terdengar dengan sangat keras, bersama dengan hancurnya Pisau Energi Raksasa yang meledak saat berada di dalam perut Ular Naga Raksasa.
Udara berfluktuasi sangat hebat, namun atap-atap bangunan tetap utuh dan mereka yang berada di halaman Istana yang telah runtuh itu, takjub dengan apa yang mereka lihat.
Zhu San menahan energi akibat ledakan dua kekuatan besar itu dengan energi perisai yang keluar dari kedua telapak tangannya yang terkembang ke depan.
Sementara Tubuh Tiga Dewa Pisau, terpental hingga puluhan meter dan melayang dengan tubuh yang lemas karena memuntahkan darah segar dari mulut mereka.
Namun Ular Naga Putih Raksasa yang masih utuh itu, telah melesat mengejar mereka, membuat mata ketiganya melotot lebar.
Tidak ada teriakan atau pun erangan saat tubuh ketiganya di telan oleh Energi Ular Naga Putih Raksasa itu.
Bian Chi menarik pedangnya, Ular Naga Putih itu bergerak berbalik arah dan memuntahkan tubuh ketiganya yang telah membeku terbungkus lapisan es yang tebal.
Saat ketiga tubuh itu masih melayang di udara, Bian Chi segera mengeluarkan Pedang Phoenix dari cincin Jiwanya.
Dengan gerakan yang cepat, Bian Chi menebas udara di depannya sehingga melesat belasan energi energi pedang dan menghantam ketiga tubuh Tiga Dewa Pisau yang telah tewas.
Semua mata memandang ngeri melihat apa yang terjadi di depan mereka. Tubuh ketiga Dewa Pisau itu meledak dan hancur berkeping-keping tanpa tersisa.
******
__ADS_1