Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
209: Hou Ming Menyerang


__ADS_3

Zhu San hanya tersenyum tipis mendengarnya, Ia memandang ke arah sosok itu. “Tapi anda jauh lebih hebat Sesepuh. Namaku Zhu San, siapakah nama Sesepuh?”


Hou Ming memandang Zhu San dengan seringai lebar di mulutnya. Jelas sekali jika Ia sedang meremehkan Zhu San. “Namaku Hou Ming … Sepertinya dirimu tidak mengetahui siapa aku, dari mana asalmu?”


Hou Ming sedikit heran melihat wajah Zhu San terlihat biasa-biasa saja saat mendengar namanya. Jika Ia berasal dari kekaisaran Qing atau kekaisaran Wei, tentu wajahnya akan terkejut mendengar namanya.


“Aku berasal dari Kekaisaran Liu Sesepuh Hou. Dan memang baru hari ini aku mendengar nama anda. Apakah anda merasa begitu terkenal?” Jawab Zhu San sambil tersenyum mengejek.


Wajah Hou Ming memerah kelam mendengar jawaban Zhu San. Ia merasa bisa menakuti pendekar seusia Zhu San hanya dengan menyebutkan namanya saja.


Namun di luar dugaannya, Zhu San bukan hanya tidak takut mendengar namanya bahkan berani mengolok-olok dirinya.


“Bocah itu akan mati mengenaskan setelah berani menyinggung Kakak Hou Ming.” Shao Meng yang mengenali benar Kakak seperguruannya itu hanya memberikan tatapan iba kepada Zhu San.


Seperti apa yang sudah di duga oleh Shao Meng, Hou Ming segera melesat dengan sangat cepat sekali. Zhu San yang sudah bersiap akan hal itu, terbelalak matanya saat merasakan tangan Hou Ming sudah ada di depannya.


PLAK


Tubuh Zhu San terpental belasan meter dengan bibir pecah dan mata yang berkunang-kunang. Belum lagi Ia menguasai posisi melayangnya, Hou Ming sudah berada di belakang Zhu San.


Sebuah tendangan keras membuat tubuh Zhu San terlempar ke arah Shao Meng yang telah siap memberinya serangan tapak. Namun sebelum itu terjadi, sosok berjubah putih tiba-tiba saja muncul.


Sosok kakek yang mengenakan jubah putih yang terlihat sangat bersih itu, muncul di tengah-tengah Zhu San dan Shao Meng. Ia menahan tubuh Zhu San.


Semua orang yang melihat hal itu terpana. Mereka tidak bisa melihat dari mana sosok berjubah putih datang. Hal yang menunjukan jika Ia memiliki kemampuan yang sangat tinggi.


Bahkan pancaran tenaga dalam yang dimiliki oleh sosok berjubah putih itu, membuat Shao Meng dan Tong Bai merasa jerih. Hal yang belum pernah mereka alami sebelumnya.


“Siapa Kau … berani sekali ikut campur urusanku Hah!” Berbeda dengan kedua rekannya, Hou Ming malah terlihat kesal. Ia merasakan kekuatan lawan tidak berbeda jauh dengannya.

__ADS_1


Namun dugaan Hou Ming ternyata keliru, di luar dugaannya, kakek yang sedang memegang lengan kanan Zhu San yang hampir terkulai lemas itu, bergerak sangat cepat dan menampar mulut Hou Ming.


PLAK


Kini tubuh Hou Ming yang terpental belasan meter dengan mata melotot lebar. Belum sempat Ia mengatur posisinya, sosok itu telah berada di belakangnya dan memberikan sebuah tendangan keras.


Hou Ming menjerit kesakitan tubuhnya yang terlempar ke arah Shao Meng dan Tong Bai terkulai lemas seiring dengan hilangnya kesadarannya.


Shao Meng yang terkejut dan diam sesaat, segera tersadar dan melayang menyambar tubuh kakak seperguruannya yang mulai meluncur jatuh.


Ia kembali ke sisi Tong Bai yang masih terpaku menatap tak percaya apa yang baru saja Ia lihat. Sungguh hari ini Ia merasa seperti orang yang baru saja belajar beladiri dan terkagum-kagum melihat kemampuan orang lain.


“Pergilah kalian dan tinggalkan kota itu, jika tidak jangan salahkan Aku menghabisi kalian semua!” Suara berat dan berwibawa kakek berjubah putih itu. Membuat Shao Meng dan Tong Bai segera melesat ke arah tenggara.


Keduanya memilih meninggalkan kota Qingxian daripada harus kehilangan nyawa mereka. Tak perduli dengan Qiang Cao yang melihat hal itu dari kejauhan.


Mereka melarikan diri melalui gerbang selatan dan akan kembali ke kota Qingdao yang telah mereka kuasai sejak satu minggu yang lalu.


Sementara Zhu San yang telah selesai memulihkan dirinya, segera membungkuk ke arah Kakek berjubah putih yang suaranya Zhu San kenali.


Suara Sang Kakek adalah suara yang sama yang Ia dengar dalam telepati saat Ia dan Bian Chi sedang berbincang empat hari yang lalu.


“Terimakasih Kakek karena telah datang dan menolongku!” Ucap Zhu San seraya memberi hormatnya.


“Menolong apanya! Aku hanya tidak ingin Kau mati sekarang. Karena aku butuh bantuanmu dan isterimu. Sudah lebih tiga hari kalian tidak datang ke Hutan Arwah. Aku pikir kalian ingin melarikan diri dariku.”


Sosok kakek itu memarahi Zhu San sambil menjelaskan alasannya mengapa Ia mencari Zhu San. Namun setelah mendengar penjelasan Zhu San, kemarahan Kakek itu sirna.


“Jadi begitu ceritanya, Aku pikir kalian takut untuk memasuki hutan Arwah Hahahaha.” Kakek itu tertawa senang. Membuat Zhu San hanya melongo saja melihatnya.

__ADS_1


Pasalnya belum ada semenit, Si Kakek yang awalnya sangat marah itu, kini malah tertawa lebar setelah mengejek dirinya secara tak langsung.


“Lalu kenapa kau memakai gaun perempuan seperti itu, apa kau mempunyai dua jenis kelamin Ha? Coba aku lihat!” Kata Sang Kakek sambil mengibaskan tangannya.


Seketika Gaun perempuan yang menutupi bagian pinggang Zhu San ke bawah itu terlepas dan membuat Zhu San segera dalam keadaan polos.


Zhu San terkejut karena tidak bisa menggerakan tangannya yang hendak menutupi bagian bawah perutnya yang kini terpampang jelas. Sedang dahi Kakek berjubah putih mengerut.


“Kau tidak berkelamin ganda, cuma satu kecil pula. Bagaimana kau bisa memuaskan isterimu?” Tanya si Kakek keheranan.


“Kurang asem …. Biar kecil tapi ngacak-ngacak kalau sudah bangun Kek! ” Zhu San mengumpati si Kakek dalam benaknya seraya meronta berusaha untuk membebaskan diri.


Saat itulah Ia sadar jika tubuhnya telah bisa bergerak kembali. Zhu San pun segera mengeluarkan jubah dari dalam Cincin Jiwanya. Kakek terlihat sedikit terkejut dengan apa yang Ia lakukan.


“Hohohoho … Kau memiliki Cincin Ruang juga rupanya. Menarik sekali. Aku ingin tahu siapa dirimu dan dari mana asalmu. Jemputlah isterimu dan aku tunggu di Hutan arwah secepatnya. Jangan sampai membuat Aku menunggu kalian.”


Si Kakek Segera berkelebat pergi setelah berkata panjang lebar. Dan saat Zhu San bisa melihat tubuhnya, sosok sang Kakek telah berada sejauh satu kilometer darinya.


“Kecepatan macam apa itu?!” Zhu San menelan ludahnya melihat kecepatan yang ditunjukkan oleh Sang Kakek.


“Aih … Aku lupa menanyakan siapa namanya.” Zhu San menepuk jidatnya sendiri. Ia pun terdiam seraya melihat ke arah bawah di mana pertempuran telah berakhir.


Kemenangan berada di pihak Jenderal Luan Hu yang dibantu oleh Xiong Gi dan Lu Fang yang menghabisi para Tetua Sekte yang bergabung dengan Qiang Cao.


Zhu San lalu melesat turun dan menemui Jenderal Luan Hu serta kedua Sesepuh pengawal Ayah mertuanya itu. Setelah memberikan penjelasan. Zhu San segera melesat ke arah utara.


Ia berencana segera menjemput Bian Chi dan mengajaknya untuk pergi ke hutan Arwah. Namun Setibanya di Kota Qingzen. Zhu San menemukan situasi yang tidak Ia duga sama sekali.


*****

__ADS_1


__ADS_2