Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
072: Kekejaman Zhu San


__ADS_3

Rahang Chou Bai segera mengembung saat melihat pemuda belasan tahun itu, sedang tersenyum manis ke arah mereka yang baginya, terlihat sangat menjengkelkan.


“Bocah! Jangan berlagak Kau! … Aku tadi hanya menggunakan lima puluh persen saja dari kekuatanku.”


Chou Bai berkata dengan kesalnya, Ia berharap pemuda itu terkejut dan gentar setelah mendengar perkataannya.


Namun Ia justru menjadi kesal sendiri setelah mendengar perkataan Zhu San berikutnya.


“Aih … baru lima puluh persen rupanya, pantas saja tubuhku seperti sedang kau pijat dengan sangat lembut.”


Zhu San sebenarnya merasakan dadanya sesak akibat menahan serangan tadi. Namun Ia tidak menunjukannya, agar Sang Ayah tidak mengkhawatirkan dirinya.


Sambil melangkah santai tadi, Zhu San telah menetralisir luka akibat kekuatan tombak di tangan Chou Bai yang bernama Tombak Api Ungu.


Tombak itu menempati urutan ke sembilan dari sepuluh senjata dalam legenda. Zhu San pun segera mengalirkan tiga puluh persen tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.


Hal yang sama dilakukan oleh Chou Bai, Ia segera mengerahkan seratus persen tenaga dalamnya.


Shi Tong dan salah satu anak buah Chou Bai yang bernama Lai Eng, segera menjauhi pemimpin mereka karena hawa panas yang luar biasa, memancar dari tubuhnya.


Zhu San yang sudah mengetahui jika tubuh Chou Bai adalah tubuh Yang Sejati, tidak terkejut melihat hal itu.


Ia pun segera bersiap dengan Teknik Pedang Yinyang untuk menggunakan Jurus Pedang Yinyang Membekukan Angkara.


Hal itu karena Tombak Api Ungu memiliki kekuatan Energi Yang, dimana hal itu akan mudah Ia hadapi dengan energi dinginnya.


“Tombak Api Merajam Iblis!”


Chou Bai tiba melesat dan menusukkan tombak yang pada bagian mata tombaknya kini memendarkan api berwarna ungu.


Zhu San awalnya santai saja melihat serangan itu, namun wajahnya segera berubah sesaat kemudian.


Saat jarak Chou Bai telah berada tiga meter darinya, tombak pusaka itu tiba-tiba memanjang dengan cepat dan menghajar tepat di perut Zhu San.


Walau tidak menembus kulitnya yang terlindungi teknik Tubuh Baja Yinyang, tetap saja serangan itu memberikan rasa sakit di bagian perutnya.


Chou Bai sebenarnya terkejut saat melihat serangan cepatnya yang selama ini belum pernah gagal, kini gagal melukai lawannya. Namun Ia tidak menghentikan serangannya.


Tombak Itu kembali meliuk dan menusuk ke arah dada Zhu San yang tubuhnya terjajar ke belakang sejauh satu meter.


Mata Tombak kembali melesat akan menusuk dada Zhu San. Dengan mudah Zhu San pun menghindari tusukan itu.


Namun gagang tombak itu tiba-tiba meliuk dan akan menghantam pinggang Zhu San yang segera saja menangkisnya.

__ADS_1


TRANG


Posisi tubuhnya yang belum stabil setelah menangkis pukulan gagang tombak tadi, segera dimanfaatkan oleh Chou Bai yang segera mengangkat tombaknya.


Dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata biasa, gagang tombak yang kini sepanjang empat meter itu, melaju kencang akan menghantam kepala Zhu San.


Saat sejengkal lagi mengenai kepalanya, Zhu San dengan cepat mengangkat lengan kirinya dan menahan pukulan gagang tombak yang terbuat dari besi itu.


TRANG


Suara lengan dan gagang tombak beradu, terdengar seperti suara dua buah besi yang saling berbenturan.


Chou Bai yang semula tersenyum, menjadi murka. Kesal karena serangannya dengan jurus terkuatnya itu, belum satupun yang mengenai lawan dengan telak.


Ia pun segera memutar tombaknya yang terpental ke atas dan menariknya ke kenan. Lalu melakukan serangan sapuan pada kaki Zhu San dengan cepat dan kuat.


Lagi-lagi Zhu San terlihat seperti akan terkena sapuan tersebut. Di luar dugaan Chou Bai dan dua anak buahnya, Zhu San melompat ke udara dan segera menginjak gagang tombak yang panjang itu.


Dengan bertumpu pada gagang Tombak Api Ungu, Zhu San melangkah dengan cepat dan memberikan tebasan ke arah kepala Chou Bai yang segera memendekkan gagang tombaknya.


TRANG


Suara Pedang dan gagang tombak yang beradu, kembali terdengar.


Zhu San pun melompat ke arah Chou Bai dan menjejakkan kakinya di belakang tubuh Chou Bai yang segera saja berbalik untuk menghadap ke arah Zhu San.


“Lai Eng, Shi Tong kita serang dia bersama-sama!”


Chou Bai kembali melesat dan menusuk Zhu San dengan teknik yang sama seperti sebelumnya.


Kali ini Zhu San dengan cepat menangkis tusukan itu dengan menebaskan pedang Yinyang dengan cepat.


TRANG


Gagang tombak bergetar hebat dan nyaris terlepas dari genggaman Chou Bai yang seketika memucat wajahnya.


Tangannya terasa kebas sesaat setelah benturan terjadi. Hal itu menunjukan jika tenaga dalamnya berada di bawah Zhu San.


Lai Eng dan Shi Tong yang telah mencabut pedang mereka segera ikut menyerang Zhu San yang akan memberi serangan pada Chou Bai.


Berpedang dengan tangan kiri, bukanlah keahlian Shi Tong yang tangan kanannya telah cedera patah tulang.


Hal itu bukan saja membuat serangannya menjadi lemah, pertahanannya pun terlihat sangat lemah di mata Zhu San.

__ADS_1


“Kau yang pertama ku kirim ke akhirat!”


Zhu San menyeringai sebelum menebaskan pedang Yinyang ke arah Leher Shi Tong yang segera saja menangkis tebasan itu dengan pedangnya.


TRAAK


Pedang di tangan Shi Tong patah dan hal yang terduga segera terjadi.


Gluduk


Kepala Shi Tong menggelinding ke tanah karena laju pedang di tangan Zhu San, tidak berhenti dan menebas batang lehernya dengan sangat rapi.


“Shi Tong ….!!”


“Saudara Tong!!!”


Teriakan terkejut dari Chou Bai dan Lai Eng terdengar sangat keras. Tidak mereka duga bahwa malam ini, akan melihat hal yang sangat mengenaskan terhadap rekannya.


“Kurang Ajar Kau!!”


Lai Eng yang bersahabat baik dengan Shi Tong sangat murka kepada Zhu San.


Ia pun segera melompat tinggi di udara dan melesatkan serangan kuat berupa energi pedang yang segera menderu melesat cepat untuk memotong tubuh Zhu San.


Namun dengan mudah, Zhu San melompat ke udara, menghindari serangan energi pedang itu seraya membalasnya dengan serangan yang sama.


“Kau yang kedua!!”


Dari pedang Yinyang di tangannya, selarik sinar biru keputihan, melesat sangat cepat menerjang tubuh Lai Eng yang baru saja menjejakan kakinya di tanah.


Lai Eng segera membungkukkan tubuhnya bagian pinggang ke atas, untuk menghindari serangan energi pedang Zhu San.


Energi pedang itu berhasil Ia hindari dan Ia pun segera berdiri, untuk berkata sombong yang justru membuatnya menjadi lengah.


“Tidak semud…”


Lai Eng tidak dapat menyelesaikan kata-katanya karena Ia berdiri dengan kepala yang tertinggal dan jatuh menggelinding di tanah.


Tubuhnya pun terjungkal ke belakang tewas dengan kepala yang tidak lagi berada di lehernya yang tidak jenjang sama sekali.


Chou Bai bergidik marah melihat hal itu. Suara gigi yang beradu terdengar saat Ia menahan rasa amarahnya yang kian memuncak.


Ia pun menjadi nekad untuk melakukan sesuatu yang telah dilarang oleh gurunya, Pendekar Raja Tombak, Jagoan Nomor tiga Aliran Hitam di Dunia Persilatan Kekaisaran Qing.

__ADS_1


*****


__ADS_2